Saturday , 20 September 2014
Kabar Terkini
Home » Mindset » 10 Prinsip Penting untuk Memulai Bisnis Sendiri

10 Prinsip Penting untuk Memulai Bisnis Sendiri

Oke sobat setia pembaca blog Kak Arry, kali ini saya ingin berbagi tentang ilmu kewirausahaan lagi yang sempat vakum sesaat. Kali ini kebetulan saya mendapatkan ilmu eksklusif dari Mas @wisnudewobroto, anggota TDA Bekasi di mana kita bertemu dalam seminar kewirausahaan Entrepreneurship Expo 2012 yang diselenggarakan oleh BEM FTUI.

Nah, artikel kali ini akan membahas tentang 10 Prinsip Penting untuk Memulai Bisnis Sendiri. Ini sekaligus panduan buat sahabat semua yang sudah ngebet ingin membuka usaha tapi masih bingung darimana memulainya. Oke. Tanpa panjang-panjang lagi, ayo kita sama-sama BONGKAR 10 prinsip ini!

Prinsip 1: Pelajari Business Model Canvas

Ya ampun, baru aja mau mulai udah belajar tentang business model? Eits! Tenang saja, ini tidak serumit yang dibayangkan kok. Apa pentingnya membuat business model? Dengan adanya model itu Anda bisa menjelaskan dengan mudah apa sebenarnya bisnis Anda. Banyak lho pengusaha pemula yang ‘berguguran’ dalam membangun bisnis karena tidak tahu ‘gambaran sebenarnya’ tentang bisnis mereka sendiri. Saya sudah membuat satu tulisan khusus untuk Business Model Canvas, silakan baca Mengembangkan bisnis dengan Business Model Canvas. Selain itu Anda juga bisa membeli buku tentang ini, direkomendasikan berjudul Business Model Generation. Bisa didapat di toko buku terdekat. ;)

Prinsip 2: Now or Never!

Prinsip kedua menekankan pada semua pebisnis yang ingin membangun bisnis sendiri, bahwa sebenarnya pembelajaran paling penting dalam berbisnis adalah “pengalaman real!” Ya! Pengalaman nyata di lapangan langsung. Akan lebih baik jika kita sudah membaca berbagai buku bisnis, mengikuti beragam seminar, dan lain sebagainya. Tapi tetap pembelajaran paling utama ada pada aksi nyata. Bagi Anda yang terbesit untuk membuka bisnis sendiri, tidak ada waktu yang tepat selain sekarang. Yap, let’s start Now or NEVER!

Masih suka menunda sesuatu? Mungkin tulisan saya tentang bagaimana menghancurkan kebiasaan menunda-nunda bisa sedikit membantu.

Prinsip 3: Percaya Diri!

Ini dia yang seringkali menjadi penghambat mereka yang ingin membangun bisnis. Ga pede! Selalu saja ada alasannya. Bagaimana jika terjadi ini? Bagaimana jika terjadi itu? Bagaimana jika kuliah ga selesai? dan sebagainya. Sebenarnya itu karena kita ga pede aja sih. Mau mulai membuka usaha sendiri? Pede aja lagi! Yuk, dimulai! :)

Prinsip 4: Cari Mentor yang Sesuai

Nah, ini dia! Sebagai pengusaha yang baru mau memulai usaha, alangkah baiknya kita tidak perlu mengulangi kembali kesalahan-kesalahan dalam bisnis bukan? Ya, salah sih boleh, tapi kalau mengulangi kesalahan yang sama kan sayang di waktunya, hehe. Maka dari itu di sinilah pentingnya mentor. Di mana mencari mentor? Gampang! Salah satunya adalah rajin ikut komunitas. Di antara sekian banyak saya merekomendasikan Komunitas TDA. Di sinilah saya mendapatkan mentor-mentor bisnis yang keren. Anda juga bisa mencari mentor di tempat lain atau misalkan dari kerabat dekat atau sahabat yang sudah sukses dalam memulai bisnis. Punya mentor akan memudahkan pengembangan bisnis karena ada yang menuntun dan membimbing.

Prinsip 5: Jangan Lupa untuk Berbagi

Orang biasanya berpikir terbalik. Punya dulu, baru berbagi. Sehingga jika kita belum mendapatkan apa yang kita inginkan, biasanya kita tidak ingin berbagi. Nih, saran saya walaupun kita masih mau memulai usaha, tapi bersikaplah seolah-olah bahwa kita adalah pengusaha sukses luar biasa. Dengan berbagi kepada orang lain, itu memberikan sinyal ke kehidupan bahwa kita adalah orang yang berlimpah. Itu akan membantu kita untuk mendapatkan keberlimpahan di masa yang akan datang.

Berbagi tidak hanya berupa uang loh. Bisa juga berbagi ilmu yang bermanfaat, berbagi nasihat, atau hal lainnya. Mereka yang sering berbagi, maka akan mendapatkan banyak sekali kemudahan dalam hidupnya. Coba deh! Hehe..

Prinsip 6: Bergabung dengan Komunitas

Terutama untuk mahasiswa nih biasanya, jika memang benar-benar serius ingin bikin usaha maka bergabunglah dengan komunitas. Siapa tahu di komunitas ini juga Anda bisa menemukan mentor yang tepat. Kalau Anda mahasiswa di UI, ada Unit Kegiatan Mahasiswa yang bernama Center for Entrepreneurship Development and Studies (CEDS) dan HIPMI UI. Kalau untuk umum, ada juga komunitas lain. Salah satu yang saya rekomendasikan adalah Komunitas Tangan Di Atas (TDA).

Prinsip 7: 99% Fail, 1% Success

Ingatlah prinsip ini. 100% orang ingin diri mereka sukses, namun hanya 1% yang mendapatkannya. Kenapa? Karena yang 1% itulah yang tidak menyerah. Tahukah Anda bahwa walaupun memiliki usaha sendiri itu enak, tetapi sebenarnya menjadi wirausahawan adalah sebuah pekerjaan yang sangat berisiko? Nah, di siniliah kemudian prinsip itu diuji. Jika memang serius ingin menjadi pengusaha sukses, jangan menyerah. Jadilah yang 1% itu.

Prinsip 8: Rata-Rata 5x Gagal Sebelum Sukses

Tanyakan kepada mereka yang saat ini usahanya sudah sukses. Jika ditelusuri, rata-rata dari mereka sudah gagal lebih dari 5x. Kalau kita ingin mengambil contoh ekstrim, mungkin kisah Kolonel Sanders KFC lah yang fenomenal, di mana dia tidak menyerah untuk menawarkan resepnya ke restoran yang ke 9997.

Sama dengan lainnya. Saya sendiri mengalami sendiri di mana saat saya memulai merintis usaha. Saya sudah gagal 2 kali. 2 Usaha saya tutup karena saya nyambi kuliah dan tidak fokus total. Tapi itulah justru yang menjadi pelajaran berharga. Kalau kata Pak Dahlan Iskan, kegagalan itu adalah satu paket dari sukses. Kalo mau sukses, harus siap gagal. Berhubung masih muda, maka habiskan kegagalanmu dari sekarang! :) Caranya? Berani mencoba!

Prinsip 9: Eksis di Dunia Maya

Coba lihat sekarang ini adalah era social media! Orang bisa dengan mudah berbagi dan menebar manfaat. Bahkan mereka bisa dengan sangat mudah memasarkan produk mereka. Kenapa harus eksis di dunia maya? Karena sekarang ini orang sudah sangat banyak memanfaatkan media ini. Bahkan, dunia maya, internet, social media itu bisa menjadi sarana pemasaran dan iklan gratis. Tapi ingat, jangan terlalu banyak nge blast ya. Orang ga suka lho, hehe.. Maksudnya adalah manfaatkan dunia maya itu untuk memperkuat branding. Anda bisa membaca tulisan saya Mengggunakan Twitter untuk Memperkuat Branding atau Menggunakan LinkedIn untuk Personal Branding.

Prinsip 10: Kreatif. Jadilah Berbeda

Salah satu prinsip mutlak dari mereka yang ingin membuka usaha sendiri adalah bertanya kepada diri sendiri, “Apa perbedaan saya dengan yang lain?” “Apa perbedaan produk/layanan saya dibandingkan yang lain?” Saat ini pengusaha-pengusaha muda dan pemula terus bermunculan. Persaingan pun semakin lama semakin ketat. Di sinilah Anda harus terus menjadi kreatif dan membuat sebuah ‘perbedaan’ antara diri Anda dengan yang lainnya. So, think without the box”. Berpikir dan jadilah berbeda. Jika ingin lebih kreatif, Anda bisa membaca tulisan saya tentang bagaimana berpikir dengan lebih kreatif.

Oke! Akhirnya saya menulis lagi artikel lebih dari 1000 kata ini (jarang-jarang lho!) Ini adalah special report eksklusif nih. Hehe.. Sangat ditunggu masukannya dari rekan-rekan semuanya. Apalagi yang bisnisnya sudah masuk kategori ‘growing’. Hehe..

Bagaimana pendapat Anda? Adakah prinsip lain yang penting dan tidak boleh dilewatkan?

Ingin berkomunikasi lebih lanjut? Follow saja @ArryRahmawan

About Arry Rahmawan

Arry Rahmawan merupakan pelatih dan pembicara publik di bidang pengembangan potensi, kewirausahaan, dan life skills. Menamatkan pendidikan formal S1 Teknik Industri Universitas Indonesia dengan kekhususan rekayasa sistem, pemasaran industri, dan service excellence. Saat ini mengenyam pendidikan S2 di Jurusan yang sama dengan kekhususan dinamika bisnis dalam organisasi. 6 buah buku telah ditulisnya, dan buku terakhirnya berjudul Studentpreneur Guidebook (GagasMedia) merupakan buku best-seller nasional.

6 comments

  1. Assalamualaikuk mas Ary..senang bisa membaca tulisan2 mas yg bgt inspiratif. Saya berencana untuk mulai bisnis. Klo blh tau bgaimana cara daftar mnjdi anggota TDA. Oh iya mas domisili sy d handung. Trm ksh sblmny

  2. Waalaikumsalam wr wb, untuk domisili bandung, silakan hubungi mbak Inay di pin 29334746 atau mention twitternya @inaynroza

  3. giri sandi sanjaya

    Asalamualaikum mas Ary,,saya Giri dari tasik..saya punya keinginan untuk membuka toko makanan ringan dan minuman.sy juga orang sales mas,tp kenapa saya selalu susah untuk mengawali buka tokonya..saya ada ketakutan untuk sesuatu terjadi(bangkrut dan modal tak kembali).bagaimana cara mengatasi masalah ini pa..saya pingin ikut TDA jg mas..domisili saya di tasikmalaya dekat kampus siliwangi

    • Waalaikumsalam mas Giri, terima kasih sekali sudah mengunjungi blog ini. Jika memang ada perasaan takut, saran saya mas bisa coba untuk berjualan tanpa harus membuka toko secara fisik, namun dengan online di mana cost nya lebih rendah. Mas bisa fokus menghasilka cashflow yang positif terlebih dahulu.

      Untuk informasi TDA Tasik, silakan kunjungi http://www.tdatasik.com/

  4. giri sandi sanjaya

    Saya senang membaca apa yang mas Ary tuangkan dalam media ataupun dalam blognya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Konsultasi Gratis
Pesan kamu sudah dikirim! Terima kasih :)



9 + 10 =