High Performance Me

13 Tips Memanfaatkan LinkedIn untuk Personal Branding

Siapa yang tahu LinkedIn? Mungkin sahabat semua ada yang mengatakan, ‘saya sudah punya’, tapi bisa jadi ada yang baru pertama kali mendengar apa itu yang namanya LinkedIn. Ya, dibandingkan dengan Facebook ataupun Twitter, sepertinya LinkedIn ini masih kalah pamor ni. Orang lebih mengenal FB atau Twitter, daripada LinkedIn. Seandainya pun kenal, jarang yang aktif di LinkedIn nya.

Memang apa sih LinkedIn itu? LinkedIn adalah salah satu social media untuk menyasar kalangan profesional. Sehingga nantinya bisa saling terhubung antara mereka yang berteman, berkoneksi, hingga bergabung dengan orang berprofesi sama. LinkedIn juga sering sekali digunakan oleh para headhunter dan pencari kerja profesional untuk rekrutmen SDM perusahaan mereka. Potensial bukan? Fungsinya sangat mirip dengan sebuah CV Online! Saya pun pernah beberapa kali di kontak mengisi training setelah memanfaatkan LinkedIn ini. Di tulisan ini saya ingin berbagi 13 tips memanfaatkan LinkedIn untuk membangun personal branding. Tips ini cocok bagi semua kalangan, mulai dari profesional hingga mahasiswa tingkat akhir. Penasaran?

Personal Branding adalah sebuah pembeda antara seorang yang satu dengan yang lainnya. Dalam dunia profesional maupun bisnis, personal branding bisa jadi sangat berpengaruh dalam menentukan hasil rekrutmen. Baca juga tulisan saya tentang manfaat personal branding dalam membangun bisnis.

Tips ini mengasumsikan sahabat semua sudah memiliki akun LinkedIn, minimal tipe basic account.

1. Manfaatkan Kata Kunci
Untuk membangun personal branding, sangat ditekankan pemilihan kata kunci sebenarnya kita ingin dikenal sebagai apa. Seperti akun milik Denny Santoso yang sangat bernuansa, ‘fitness’, hingga beberapa rekan saya di advertising yang menekankan kata ‘creative’. Kita ingin dikenal sebagai apa? Itulah yang menjadi pokok kata kuncinya. Kata kunci ini nantinya yang akan dimasukkan ke profil di bawah nama kita persis.

Biasanya memang pemanfaatan kata kunci ini tergantung tujuannya. Jika ingin dilirik oleh headhunter, biasanya yang ditulis adalah kata kunci. Seperti saya yang berharap dilirik klien, maka saya menulis professional – experienced training in education. Jika sudah mendapat kerja tetap, tulislah posisi kita di mana dan sebagai apa di perusahaan tersebut.

2. Buat URL LinkedIn yang Memorable

Saat pertama kali membuat akun di LinkedIn, maka link personal kita untuk profil adalah sebuah angka kombinasi unik yang tentunya akan sulit sekali dihafal. Cobalah diganti dengan URL yang lebih mudah diingat sehingga bisa lebih mudah juga untuk disebarkan di jaringan kita. Contoh punya saya: id.linkedin.com/in/arryrahmawan

3. Buatlah Summary yang Menjual

Ini kadang fitur yang dilupakan pengguna LinkedIn. Termasuk saat saya melihat beberapa public profile punya teman, bagian summary ini tidak diisi atau diisi ala kadarnya. Padahal summary ini bisa kita isi untuk “menjual diri” kita.

Tips untuk dicantumkan dalam Summary:

  • Passion, yaitu hal-hal yang kita sangat suka sekali mengerjakannya, expertise kita yang menjadi pembeda kita dengan orang lain.
  • Achievement, yaitu capaian-capaian luar biasa terkait dengan passion atau expertise kita tadi. Misal saya sebagai mahasiswa FTUI, menuliskan “RunnerUp Mahasiswa Berprestasi FTUI 2012″
  • Best Experience, yaitu pengalaman-pengalaman paling berhasil yang bisa mendukung personal branding yang ingin kita bangun. Misalnya pernah melakukan transformasi organisasi tertentu, meningkatkan penjualan di perusahaan tertentu, dan lainnya

Kita juga bisa kreatif dalam menuliskan hal-hal lain yang mendukung di summary kita. Manfaatkan!

4. Progressive Experience

Di bagian Experience, kita bisa menuliskan berbagai macam pengalaman kita baik saat di organisasi ataupun dalam berkarir. Tips dari saya, tuliskan hanya pengalaman-pengalaman yang terbaik dan bersifat progressive. Selain lebih enak dan ringkas untuk dibaca, juga mengindikasikan bahwa kita adalah orang yang memiliki kemauan kuat untuk berkembang. Misalkan di tahun 2008 menjadi seorang sales executive, kemudian di tahun 2010 menjadi seorang marketing manager, itu adalah progresif. Meningkat. Jangan lupa mencantumkan prestasi-prestasi saat kita menjalankan tugas/amanah-amanah di masa itu.

5. SocialMedia Support

LinkedIn juga menawarkan fitur SocialMedia untuk menghubungi kita lebih lanjut. Jika suatu saat kita melakukan perubahan terhadap akun-akun Social Media kita, maka langsung update juga informasinya di LinkedIn. Banyak kejadian saat sahabat saya ternyata sudah mengganti akun social medianya ternyata itu tidak diperbarui di LinkedIn.

6. Professional Website

LinkedIn juga menyajikan fitur untuk memasukkan nama website kita dan juga perusahaan kita. Menariknya, jika kita mengaktifkan fitur RSS di blog atau web kita, maka entri tulisan kita juga akan muncul di bagian bawah profil kita. Ini bisa menjadi sebuah keuntungan, khususnya bagi mereka yang ingin personal branding di bidang tulis menulis. Tips tambahan, sebaiknya jadikan web atau blog kita menggunakan domain yang lebih profesional dengan akhiran .com, .co.id, atau .net , selain lebih mudah diingat juga akan memberikan kesan keseriusan dan profesionalitas kita. Murah kok, setahun mulai dari 70 ribu hingga 150 ribu rupiah saja.

7. Export to PDF

Salah satu fitur yang bagus menurut saya di LinkedIn adalah kemampuannya untuk mengubah public profile kita menjadi PDF. Persis seperti sebuah CV. Bisa saja suatu saat jika CV kita tertinggal, kita bisa langsung mengunduhnya di LinkedIn. Mengubahnya menjadi PDF ini bisa dilakukan melalui menu ‘view’. Makanya, isilah profile kita dengan serius, hehe..

8. Ask for Recommendation

Sebagus apapun kita melakukan personal branding, prinsip WOM alias Word of Mouth masih berlaku. Orang lebih percaya apa yang dikatakan orang terhadap kita dibandingkan kita sendiri yang berkata. Mirip dengan testimoni. Maka dari itu, mintalah rekomendasi dari sahabat, teman seprofesi yang sangat mengerti tentang kelebihan-kelebihan kita. Sebagai imbalannya, isikan juga rekomendasi untuk mereka di LinkedIn.

9. Media Publication Section

Pernah diliput atau banyak tulisan-tulisan kita di media massa? Sertakan juga di profil LinkedIn kita. Kita bisa menambahkan section baru khusus untuk menginformasikan media massa yang pernah meliput kita. Sertakan link nya. Dalam personal branding, peran media massa akan sangat berpengaruh karena bagi mereka yang pernah masuk media massa pasti memiliki kelebihan tertentu. Walaupun tidak selalu.

10. Tulislah dengan Jujur

Ini terkait dengan karakter dan kredibilitas kita sebagai manusia. Jujurlah dalam menuliskan apa yang ada di profil kita. Tidak perlu menambah-nambahkan, membesar-besarkan, atau malah memberikan informasi palsu. Jika sudah ketahuan berbuat seperti itu, kita akan mudah di blacklist dan menjadi sadar betapa mahalnya harga sebuah kepercayaan.

11. Perbanyak Koneksi

Berhubung pengguna LinkedIn masih cukup sedikit dibanding Twitter dan Facebook, maka seseorang yang memiliki banyak koneksi (semacam friends kalau di Facebook) akan sangat mencolok dan bisa mendapat nilai lebih. LinkedIn membuat kita lebih selektif dalam menerima koneksi. Sadari siapa orang yang memang kita kenal dan memang sudah menggunakan LinkedIn. Saya pernah terlambat menyadari bahwa lebih dari 50 orang teman saya sudah menggunakan LinkedIn. Semakin banyak koneksi, semakin banyak kita bisa meminta rekomendasi, dan semakin baik pula branding kita.

12. Manfaatkan Fitur Groups. Perluas Jaringan!

Saya masuk ke sebuah forum eksklusif bernama Indonesia Trainer and Facilitator, di mana di situ kita bisa saling berbagi tips dan trik, lowongan pekerjaan, yang sesuai dengan expertise dan skill kita. Ada banyak sekali groups yang bisa dimanfaatkan, tergantung dengan passion dan expertise kamu. Saran saya, cobalah masuk ke satu atau dua groups untuk mendapatkan informasi-informasi terbaru seputar profesional sesuai yang kita minati.

13. Share Our Profile!

Untuk membuat orang lain tahu bahwa kita punya profil di LinkedIn, otomatis kita harus memberi tahu mereka. Mulai dari kita rajin update di LinkedIn, menjadikan URL LinkedIn kita sebagai email signature, memasang badge LinkedIn di website atau blog kita, dan masih banyak lagi caranya. Tidak usah malu untuk berbagi, selama isinya memang baik dan bisa dipertanggungjawabkan. Hehe. Feel free to visit my LinkedIn: id.linkedin.com/in/arryrahmawan

Yap, itu dulu ya tulisan untuk hari ini. Jujur, topik-topik yang diminta ke saya akhir-akhir ini adalah topik seputar branding, presentasi, atau tips tentang profesional. Tulisan tentang mahasiswa tingkat akhir (MTA) banget, hehe.. Ya semoga ini bermanfaat buat sahabat pembaca semua, khususnya MTA itu tadi. Hehe..

Bagi kamu yang sudah punya, ada tips lainnya ga untuk membangun personal branding di LinkedIn? Pasti ada deh, yuk silakan dibagi dengan mengisi kotak komentar di bawah. Share and be happy!

Ingin berkomunikasi lebih lanjut? Silakan follow @ArryRahmawan

 

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Bidang keilmuan peminatannya adalah simulasi bisnis, business model innovation, dan entrepreneurship development.

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0856 4087 9848 (Melinda) atau email ke arryrahmawan@ui.ac.id.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

1 Comment

  • Yth,
    Bapak Arry Rahmawan
    Perkenalkan pak nama saya Alam di makassar sulawesi selatan. Profesi saya sebagai tour guide dan saat ini saya berencana untuk membuat travel kecil / tour organizer di sulawesi.
    Dengan membaca Articel Bapak yang sangat Menarik dan benar adanya bahwa
    Selama ini jejaring sosial yang sangat marak yaitu Facebook & twitter, sedang untuk Linkedin tidak sermai FB dan twitter /yang benar bapak katakan.
    Saya yang baru pemula menggunakan Linkedin mempunyai masalah yang mungkin Bapak bisa membantu saya dengan pertanyaan sebagai berikut :

    1.Saya sudah 3 kali membuat link di Linkedin Dengan Nama ” Alamnusantara tur ” kata kuncinya ” Sulawesi Travel ” tetapi hanya bertahan beberapa hari. saya tak bisa login lagi dan saya hanya melihat tulisan ” Your account has been temporararly Restricted ”
    Dimana kesalahan saya pak.

    2. Seandainya saya Bikin Link baru pak, apakah saya tak bisa menambah/meng add teman teman baru atau Group ?

    Sudihlah Bapak dapat memberikan Petunjuk dan trik menggunakan Lnkedin, dan atas bantuan Bapak diucapkan banyak terima kasih

    Hormat & Salam Saya

    Alam
    Hp. 081342708665

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!