Saturday , 25 October 2014
Home » Mengembangkan Bisnis » Doa - Doa Bisnis » 3 Jalan Agar Kita Dikejar Rezeki

3 Jalan Agar Kita Dikejar Rezeki

Saya bersyukur sekali bisa merasakan manisnya kehidupan di kampus, apalagi di Universitas Indonesia. Walaupun media seringkali memblow up masalah-masalah di kampus ini (sementara yang prestasi-prestasinya jarang di ekspos), tetapi saya tetap bangga. Bertemu dengan sahabat hebat luar biasa. Karena di kampus ini, saya bertemu dengan banyak teman yang tidak hanya kuliah untuk mengejar rezeki, tetapi semenjak masih duduk di bangku tingkat yang sama, mereka sudah dikejar-kejar rezeki. Loh, kok bisa? Kalau penasaran baca aja lebih lanjut. Hehe..

Ya, umumnya kita para mahasiswa seringkali dicekoki oleh paham bahwa kita itu kuliah agar mudah dapat kerja. Agar nanti orang yang lulus kuliah pasti akan lebih ‘dilihat’ dari orang yang tidak kuliah. Muaranya bisa ditebak, bahwa kita kuliah itu untuk mencari rezeki. Kita kuliah agar nantinya mudah mencari uang. Teman saya yang tipenya seperti ini, biasanya sibuk mencari IP yang bagus dan tinggi, menargetkan melamar dan masuk ke perusahaan multinasional, yang akhirnya bisa memberikan banyak rezeki kepada mereka. Saya menyebut teman saya yang seperti ini adalah pengejar rezeki.

Tapi kemudian saya dipertemukan kembali dengan orang yang ternyata memiliki pemahaman berbeda. Saat ini saja, semenjak masih kuliah omzetnya itu sudah puluhan juta. Mengalahkan fresh graduate yang mungkin akan kerja di perusahaan multinasional manapun untuk tahun-tahun pertamanya. Atau bahkan ada beberapa orang dari mereka yang belum lulus saja sudah mendapatkan banyak sekali proyek-proyek besar dan sebelum lulus sudah mendapatkan penawaran untuk bekerja. Tanpa melamar.

Bagaimana ya kemudian cara agar dikejar rezeki? Sebenarnya ada 3 jalur yang harus ditingkatkan agar rezeki itu mengejar-ngejar kita. Jalan itu adalah Jalur kompetensi, aksi, dan berbagi. Biasanya di bangku kuliah kita hanya berharap rezeki mendatangi kita ketika kita sudah menempuh jalan kompetensi. Jalur kompetensi adalah ketika kita meningkatkan keterampilan dan mengasah kemampuan kita sehingga kita menjadi seorang expert. Lebih lengkapnya silakan baca Apa keunggulan kita?

Kemudian apa itu jalur aksi? Jalur aksi adalah ketika kita siap untuk menggunakan ilmu yang kita miliki untuk segera bertindak agar rezeki datang kepada kita. Beberapa hal yang bisa dilakukan antaranya adalah ketika kita punya rezeki, jangan langsung dihabiskan. Intinya adalah lakukan aksi sesuai mimpi kita. Jika mau dikejar rezeki yang hargai rezeki itu, bukan untuk dihambur-hamburkan. Tetapi bisa ditabung atau diinvestasikan. Investasi bisa berupa deposito, saham, atau memulai bisnis. Beberapa artikel yang mendukung di antaranya kamu dapat membacanya di Prinsip 3 AS dalam Bekerja dan 6 Hal Fundamental dalam Membangun Bisnis.

Selanjutnya yang tidak kalah penting adalah jalur berbagi atau jalur spiritual. Jalur berbagi ini hanyalah untuk mereka yang yakin dan percaya karena jalur ini merupakan kebalikan dari jalur logika. Logikanya jika kita berbagi rezeki pasti rezeki kita akan berkurang. Tetapi bagi yang yakin, semakin kita berbagi rezeki dan mendekatkan diri kepada sang Pencipta, maka rezeki semakin mengejar-ngejar kita. Beberapa caranya adalah dengan meningkatkan shalat dhuha, memperbanyak sedekah, zakat, membahagiakan orang tua dan anak yatim, dan masih banyak lagi hal lainnya. Mungkin sahabat bisa juga membaca Shalat Dhuha, Shalatnya Pengusaha.

Banyak sekali cerita-cerita luar biasa terkait mereka yang meningkatkan 3 jalur mereka di atas. Mungkin akan saya ceritakan di lain waktu saja ya, karena saya yakin teman-teman semua dapat membuktikannya sendiri atau mendapatkan pelajaran dari orang-orang di sekitar yang menerapkan prinsip ini. Saya sendiri selalu menerapkannya hingga sekarang dan rezeki saya seolah-olah terus menerus mengalir, baik itu berupa harta, tahta, ilmu, dan mudah-mudahan jodoh ^-^.

Bagaimana menurut kamu?Bagaimana cara agar kita selalu dikejar rezeki? :)

Ingin berkomunikasi lebih lanjut? Silakan Follow @ArryRahmawan

About Arry Rahmawan

Arry Rahmawan merupakan pelatih dan pembicara publik di bidang pengembangan potensi, kewirausahaan, dan life skills. Menamatkan pendidikan formal S1 Teknik Industri Universitas Indonesia dengan kekhususan rekayasa sistem, pemasaran industri, dan service excellence. Saat ini mengenyam pendidikan S2 di Jurusan yang sama dengan kekhususan dinamika bisnis dalam organisasi. 6 buah buku telah ditulisnya, dan buku terakhirnya berjudul Studentpreneur Guidebook (GagasMedia) merupakan buku best-seller nasional.

8 comments

  1. assalamu’alaykum bang, salam kenal sy sendi, sejak tingkat berapa mas mulai bisnis?

  2. Waalaykumsalam Wr Wb, salam kenal mas sendi… Saya mulai bisnis yang beneran dari SMA, baru kemudian pas kuliah bisa bikin sistem bisnisnya.. :)

  3. wah gimana tuh bang pas caranya pas mulai bisini di kampus?
    saya jg lg inisiasi tp ngadet, sy baru mau tingkat 2 bang, lulusan 2011

  4. Saya tidak sependapat mengenai tujuan dari mengejar ilmu adalah untuk mendapatkan rejeki karena menurut saya rejeki dan ilmu tidak bisa disamakan.
    Rejeki bisa datang kapan saja dan kepada siapapun bila Tuhan sudah menghendakinya tapi Ilmu tidak akan datang begitu saja kalau tidak dikejar dan Tuhanpun sudah menjanjikan akan meningkatkan derajad seseorang dari ilmu yang diperolehnya.
    Hasil yang diperoleh dari ilmu pengetahuan bukanlah rejeki akan tetapi adalah imbalan dari kemampuan yang dihasilkan dari pengetahuan yang kita miliki yang diperlukan oleh orang lain sedang rejeki adalah perolehan diluar usaha kita yang datangnya dari Tuhan contohnya seseorang mendapat lotere sehingga dari miskin bisa menjadi kaya dan banyak contoh lain yang bisa merubah kehidupan seseorang berubah 180 derajad. Jadi jangan harapkan rejeki bisa mengejar kita kalau kita tidak melakukan apa2 dan hanya berdoa dan shalat terus menerus karena cara ini tidak dikehendaki Tuhan

    • Terima kasih atas kunjungannya mas Batara Surya. Saya sependapat bahwa tujuan mencari ilmu memang tidak hanya sebatas untuk mendapat rezeki tapi bisa jadi lebih mulia lagi dari sekedar rezeki. Rezeki adalah salah satu ‘dampak’ yang bisa didapat bagi orang-orang berilmu (dan ini sesuai dengan pernyataan bahwa Tuhan mengangkat derajat manusia), yang salah satunya dari aspek rezeki. Selain tentunya adalah kehormatan-kehormatan yang lain.

      Rezeki dan ilmu menurut saya keduanya sama-sama harus dijemput, karena rezeki dan ilmu adalah aspek hidup yang harus diperjuangkan. Banyak orang bilang, “loh, bukannya rezeki sudah ditentukan sama yang di atas?” Ya, benar. Tetapi tidak ada orang yang pernah tahu berapa rezeki yang ditetapkan itu (yang akan sangat rugi jika ternyata besar namun usaha kita menjemput rezeki biasa saja). Maka kita diperintahkan untuk menyebar di muka bumi, mencari rezeki yang halal, dan dengan ilmu yang kita miliki, peluang untuk mendapatkan rezeki itu semakin besar dibandingkan jika kita tidak berilmu.

      Just want to share. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Konsultasi Gratis
Pesan kamu sudah dikirim! Terima kasih :)



6 + 5 =