Problem Solving and Decision Making

3 Tipe Entrepreneur yang Perlu Kamu Tahu

Selama saya bertemu dengan ratusan entrepreneur dalam jaringan saya, saya berupaya mengamati dan melihat berbagai macam perbedaan mereka. Setelah memperhatikan lebih lanjut, ternyata saya bisa menyimpulkan ada 3 tipe entrepreneur berdasarkan dari apa yang sedang mereka kejar.

Selama ini yang kita tahu, entrepreneur itu sangat erat kaitannya dengan mereka yang memiliki bisnis sendiri. Jika kita membicarakan bisnis, maka umumnya hal yang kita jadikan patokan keberhasilan adalah : berapa omzet yang bisa dihasilkan oleh para entrepreneur ini.

Saya kagum dengan mereka para entrepreneur yang bisa mulai membangun bisnis dari nol, apalagi yang omzetnya ratusan juta bahkan milyaran rupiah per bulan. Namun, perlu kita cermati dengan lebih dalam, tidak selalu mereka yang omzetnya besar itu bisnisnya pasti bagus.

Contoh yang sederhana, perhatikan berapa marjin keuntungan yang dia dapatkan. Apabila dia punya omzet satu milyar dan memiliki marjin keuntungan 10%, maka dalam sebulan dia memiliki keuntungan sebesar 100 juta. Bandingkan dengan mereka yang omzetnya 500 juta, namun memiliki marjin keuntungan 30%, maka dalam sebulan dia memiliki keuntungan sebesar 150 juta rupiah. Mana yang lebih besar dan menguntungkan?

Masalah omzet ini akan lebih menarik jika kita juga membandingkan dengan total hutang atau tanggungan kewajiban yang dimiliki. Apabila misalkan ada sebuah usaha yang memiliki omzet milyaran, namun aset – asetnya berupa hutang, maka hati – hati. Bisa jadi dia terlihat sukses di luar, namun bobrok di dalam. Inilah yang sering terjadi.

Kembali ke jenis – jenis entrepreneur. Saya menulis tulisan kali ini karena saat saya berinteraksi dengan beragam entrepreneur yang saya kenal, ternyata banyak sekali dari mereka yang orientasinya bukan hanya terletak pada omzet. Mereka mengukur kesuksesan bisnis atau usaha mereka dengan ukuran lain. Dan, percaya atau tidak, ketika mereka menceritakan kepada saya – wawasan saya jadi lebih terbuka. Ternyata, entrepreneur itu terbagi menjadi 3 jenis berdasarkan orientasi apa yang mereka kejar. Mau tahu?

Believer (strong entrepreneur)

 

Entrepreneur jenis believer adalah entrepreneur yang ‘meyakini’ bahwa dirinya terlahir untuk menjadi seorang entrepreneur. Saya terinspirasi salah satunya dari sahabat saya, yaitu @nurimannisa. @nurimannisa adalah seorang wanita yang sangat cerdas, dan saya yakin kalau banyak perusahaan yang sulit menolak dia untuk bekerja di perusahaan tersebut. Namun, @nurimannisa tetap teguh dan yakin dengan jalan yang dia pilih. Apapun yang terjadi, dia akan terus menjadi seorang entrepreneur.

Apa yang mereka kejar? Mereka mengejar impian mereka untuk bisa memiliki bisnis yang besar dan berdampak.

Opportunist (rich entrepreneur)

Tipe opportunist adalah mereka yang bisa jadi (bahkan seringkali) adalah mereka yang sebenarnya tidak memiliki niat sebelumnya untuk menjadi seorang entrepreneur. Mereka mulai berani terjun untuk membuka usaha mereka sendiri setelah mengalami keterdesakan, atau setelah mereka melihat peluang yang ‘aduhai’. Beberapa ciri mereka antara lain adalah senang bermain dalam bisnis musiman atau yang sedang tren pada saat ini.

Apa yang mereka kejar? Mereka mengejar uang untuk bisa didapatkan dengan sebanyak – banyaknya dalam waktu yang sesingkat – singkatnya. 

Expresionist (happy entrepreneur)

Tipe expresionist adalah para entrepreneur yang memilih untuk berwirausaha agar mereka bisa mengaktualisasikan diri mereka di tengah keterbatasan peluang atau kesempatan yang sebelumnya mereka dapatkan. Expresionist umumnya adalah mereka yang memiliki skill, ilmu, pengetahuan, dan kompetensi yang lebih besar dibandingkan orang lain, lalu mereka memutuskan untuk membuka usaha agar mereka bisa terus mengembangkan kemampuan mereka. Salah satunya adalah saya yang membuka usaha CerdasMulia Institute, agar bisa mencetak inspirator – inspirator muda Indonesia dengan kemampuan yang saya miliki.

Apa yang mereka kejar? Mereka mengejar kebahagiaan untuk bisa mengaktuallisasikan diri mereka dan bermanfaat bagi orang lainnya.

Itulah 3 tipe entrepreneur hasil dari pemetaan saya. Manakah tipe yang ‘elo banget’? Yuk, silakan share di kotak komentar di bawah ya.

About the author

Arry Rahmawan Destyanto

Arry Rahmawan adalah seorang yang memiliki cita - cita sebagai guru bagi pemimpin masa depan Indonesia. Saat ini berkarya sebagai dosen di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia yang sedang melaksanakan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda.

Selain beraktivitas sebagai pengajar tetap di UI dan peneliti di TU Delft, Arry juga mengisi hari-harinya dengan menjadi narasumber di berbagai instansi pemerintah, BUMN, swasta, lembaga pendidikan, serta lembaga non-profit terkait seputar pengembangan diri dan tulisan - tulisan yang ada di blog ini.

Untuk menghubunginya, silakan kontak melalui direct message LinkedIn atau Instagram

Tinggalkan Komentar