Productive Me

5 Tips Menentukan Pilihan Hidup

1

Pelatihan Peningkatan Produktivitas Bersama Arry Rahmawan

Hidup adalah pilihan. Ya, itulah kehidupan. Terdiri atas banyak sekali pilihan-pilihan hidup yang seringkali memusingkan kita karena kita tidak akan tahu mana pilihan yang terbaik untuk kita pilih. Kadang memilih sesuatu menjadi tantangan tersendiri yang sulit sekali untuk diputuskan. Seperti misalnya saya di waktu dulu seringkali berada di suatu persimpangan hidup yang mengharuskan untuk memilih, karena kita tidak mungkin memiliki semuanya sekaligus.

Mulai dari memilih sekolah, kuliah, program studi kampus, memilih untuk aktif di suatu organisasi tertentu, hingga memilih untuk membuka bisnis. Masing-masing pilihan tersebut seringkali benar-benar membingungkan dan ‘takut’ jika sewaktu-waktu keputusan yang kita pilih tidak tepat. Namun alhamdulillah, kegalauan tersebut jarang terjadi karena ada loh ternyata cara agar kita bisa memilih dengan tepat. Penasaran bagaimana caranya? Silakan baca lebih lanjut!

Memilih itu memang tidak mudah. Namun dari pengalaman, saya melihat bahwa dalam menyikapi suatu pilihan, yang berperan justru bukanlah alternatif pilihannya, namun bagaimana mental kita bereaksi terhadap pilihan-pilihan tersebut. Intinya, apapun pilihannya, selama mental kita kuat dan positif maka tidak akan menjadi masalah. Justru, sebagus apapun alternatif pilihan kalau orang yang memilih memiliki mental negatif dan buruk, justru pilihan tersebut akan menjadi tidak tepat.

Nah, lantas bagaimana sih tips agar kita bisa menentukan pilihan dengan tepat?

Melakukan Analisis SWOT

Tips pertama yaitu melakukan analisis SWOT (strength, weaknesses, opportunities, threats), yaitu keunggulan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Jadi dalam setiap alternatif pilihan yang ada, paling mudah adalah dengan melakukan analisis SWOT pada masing-masing pilihan tersebut. Apa ya keunggulannya? Apa kelemahan dari pilihan ini? Apa peluang dan ancamannya? Kemudian dibuat list dari analisis SWOT tadi. Bandingkan, dan pilih yang terbaik.

Berdiskusi dengan Orang Tua / Kerabat

Tidak jarang dalam mengambil keputusan saya berdiskusi dengan orang tua, sahabat, dosen, dan masih banyak lagi yang lainnya. Dengan berdiskusi, kita menjadi tahu pandangan-pandangan orang lain terhadap alternatif pilihan yang ada. Tidak jarang seringkali lho nasihat atau petuah dari mereka justru ga kepikiran sama kita. Jadi, sebelum menentukan pilihan bisa berdiskusi terlebih dahulu Tapi tetap, pemegang keputusan untuk memilih adalah kita sendiri. Jadi, jangan mau disetir. Hehe..

Melakukan Shalat Istikharah

Kalau kita percaya bahwa manusia bisa memberikan masukan kepada kita terkait pilihan-pilihan hidup yang cukup berat, pasti Tuhan kita akan jauh lebih powerful dalam memberikan saran untuk memutuskan. Dalam keyakinan saya, salah satu caranya adalah dengan melakukan shalat istikharah. Lakukan minimal 3 kali shalat istikharah dalam 3 hari berturut-turut dan tulus dalam berdoa, insyaAllah akan terjawab. Saya pernah melakukannya saat bingung ingin memutuskan kuliah di UI dan ITB. Finally, saya kuliah di UI dan itu amat sangat menyenangkan. Sampai sekarang.

Membuat Kontrak Diri

Baik, sekarang saatnya menentukan pilihan. Satu tips dari saya yang mungkin berguna adalah kita bisa memulai dengan membuat kontrak diri. Apa itu kontrak diri? Kita buat perjanjian dengan diri kita sendiri bahwa apapun pilihan yang kita pilih tidak akan pernah membuat kita menyesal di kemudian hari. Menyesal hanyalah akan mengurangi produktivitas hidup. Saya mendapat nasihat ini dari seorang kakak senior yang sekarang sudah sukses. “Hidup itu adalah pilihan, dan pastikan ketika kita sudah memilih tidak terucap satu kata menyesal pun dari mulut dan hati kita.”

Ketika Sudah Memilih, Perjuangkan Sampai Selesai

Saya belajar banyak sewaktu kuliah di UI, terutama dari berbagai organisasi yang saya ikuti. Saya pernah satu kali ‘salah masuk’ ke sebuah organisasi yang sama sekali di luar bayangan saya dan tidak saya sukai cara kerjanya. Padahal, saya sudah memilih untuk bergabung di sana. Akhirnya kerja pun menjadi tidak optimal dan saya mengundurkan diri.

“Mengundurkan diri dari sebuah pilihan adalah sebuah contoh yang buruk.”

Hal ini saya dapatkan ketika bergaul dengan orang-orang dan pengusaha yang luar biasa, bahwa hidup mereka juga seringkali diliputi dengan pilihan yang berat, tetapi mereka memiliki prinsip, “apa yang sudah kita pilih, maka perjuangkanlah sampai selesai.”

Yap, mungkin inilah 5 tips yang bisa saya share pada hari ini. Nantikan tips-tips selanjutnya. Jangan lupa untuk berlangganan, dan bagaimana menurut Anda?

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow @ArryRahmawan

Gabung di Komunitas Indonesia Produktif untuk Mendapat Kiriman Artikel Terbaru

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

Pelatihan Peningkatan Produktivitas Bersama Arry Rahmawan

Arry Rahmawan
Hello, guys. I'm Arry Rahmawan (24). A blogger, author, and trainer in Life Productivity Improvement. I live in Bogor, Indonesia with my lovely wonderful wife, Melinda Nurimannisa. Founder of CerdasMulia Institute (2012), Komunitas TDA Kampus (2013), Young Trainer Academy (2014), Lingkar Trainer Muda Indonesia (2015) and TeknikPublicSpeaking.Com (2015). Listed as Researcher at University of Indonesia. I'm also author of Best-Selling Book Studentpreneur Guidebook (2013) and Sekeping Cinta (2015). I learn a lot of things everyday about how to improve my life productivity and I hope this blog can help you to increase your productivity too. PIN BBM : 2BE3DD26 Email : arry.rahmawan (at) gmail.com Twitter : @ArryRahmawan Instagram : @ArryRahmawan Facebook : arry.rahmawan
You may also like
Ketika Inspirator Muda Merangkai Kata #1
Formula Biar Lebih PeDe
11 Comments
  • simon Aug 7,2014 at 3:08 pm

    mas ari..kenapa pilihanku slalu gagal mohon pencerahanya..

  • lynda Oct 12,2013 at 8:30 pm

    Terima kasih pak Arry. Sangat bermanfaat. Sy berusia 26 tahun namun msh bingung dan ragu-ragu dalam menentukan pilihan hidup.

    • Arry Rahmawan Oct 13,2013 at 10:52 am

      Gali potensi Anda, kemudian buat lifeplan untuk mengasah potensi Anda tersebut. Kemudian berbagi inspirasilah kepada sebanyak-banyaknya orang mbak Lynda. Semoga mencerahkan. :)

  • triwibowoilmu3 Oct 11,2013 at 9:52 pm

    KERENN

  • frasta Sep 29,2013 at 9:51 am

    Bang,saya masih bingung,perasaan saya ga berbakat dalam segala hal ?:D

    • Arry Rahmawan Sep 29,2013 at 10:48 am

      @Frasta, jika kamu berpikir demikian maka sampai kapanpun kamu akan jadi orang yang tidak berbakat. Berbakat itu bukan ditunggu datang, berbakat itu DICARI agar ketemu. oke?

  • teguh Jun 20,2013 at 6:05 am

    salam kenal, mas saya bingung sekali cari kerja apa saya cocoknya jadi pengusaha saja

  • Arry Rahmawan Dec 6,2012 at 9:31 am

    Wah maaf mas Ade, untuk yang menjadi pengusaha itu mudah hanya ada versi cetaknya. Tidak ada versi ebooknya.. :)

  • Ade Setiawan Dec 5,2012 at 5:07 am

    kak arry,,ebook “menjadi pengusaha muda itu mudah, inilah buktinya ” ada ga :)

  • Share4rt Berbagi Nov 10,2012 at 7:39 am

    makasih kak arrry tips nya ^_^

    Salam Share4rt

    • Arry Rahmawan Dec 6,2012 at 9:31 am

      Sama-sama, terima kasih juga ya atas kunjungannya… ^_^

Leave a Reply