High Performance Me

7 Tantangan di Bulan Ramadhan

Marhaban ya Ramadhan! Tidak terasa ya, alhamdulillah sekarang kita semua bisa kembali merasakan lagi indahnya Ramadhan. Bulan yang suci, penuh ampunan, penuh pahala, yang benar-benar istimewa dan lain daripada biasanya. Walaupun banyak orang yang menganggap Ramadhan adalah bulan ‘latihan membentuk fisik, mental, dan spiritual’, saya sendiri lebih suka menganggap bahwa bulan Ramadhan adalah bulan perjuangan. Ibaratnya, jika dalam 1 tahun ada 12 bulan, maka untuk menghadapi Ramadhan, kita perlu ‘latihan’ dulu sepanjang 11 bulan sebelumnya agar benar-benar siap menghadapi peperangan sesungguhnya melawan hawa nafsu di Ramadhan kali ini.

Mengapa begitu? Karena sering sekali saya mengamati orang ‘tiba-tiba’ menjadi shaleh ketika Ramadhan saja. Bahkan, mungkin hanya 3 minggu awal Ramadhan, di mana Ramadhan selanjutnya sudah kembali seperti sedia kala. Jadinya seperti orang yang ikut-ikutan saja. Contohnya shaf shalat tarawih di masjid, jika awal ramadhan susah mencari shaf kosong, tapi semakin lama Ramadhan berlangsung, semakin maju shaf shalatnya (semakin sedikit). Bahkan mungkin setelah Ramadhan usai, tidak pernah terpikir kembali untuk shalat tahajud setiap hari.

Bagaimana seandainya jika diri kita memang belum mempersiapkan apapun untuk Bulan Ramadhan ini? Nah, di sini saya ingin menuliskan 7 tantangan yang bisa sahabat lakukan agar Ramadhan kali ini lebih terarah dan menantang. Tujuannya agar kita lebih memaknai Ramadhan dengan nikmat dan syukur-syukur tantangan ini dilanjutkan ke bulan-bulan berikutnya untuk mempersiapkan Ramadhan tahun depan menjadi lebih baik lagi. Ingin tahu apa saja tantangannya?

1. Buatlah Targetan Ramadhan yang Jelas

Kualitas Ramadhan seseorang, akan sangat ditentukan dengan targetan-targetan yang dia tetapkan. Sebenarnya sama seperti hidup kita. Nah, Ramadhan adalah bulan yang luar biasa, kenapa kita tidak menetapkan targetan yang jelas dan menantang? Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah,  “Barang siapa yang melakukan ibadah pada malam hari bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan ridha Allah, dosa-dosanya yang telah lalu diampuni.” (Muttafaqun ‘Alaihi). Jadi, sayang kan jika kita tidak memiliki targetan Ramadhan yang jelas?

2. Mencari Sahabat / Partner untuk Saling Mengingatkan.

Ini juga penting, yaitu sahabat yang sama-sama ingin memanfaatkan Ramadhan ini dengan baik dan optimal. Carilah sahabat yang klop dengan kita untuk berbagi target-target ibadah. Intinya sharing, yang kemudian melakukan evaluasi di setiap malam. Saya merasakan sekali manfaatnya ketika sebelum Ramadhan melakukan hal ini kepada sahabat saya. Saya membagi catatan targetan saya, dan dia juga melakukan hal yang sebaliknya. Setiap malam menjelang tidur kita saling evaluasi. Dampaknya dahsyat!

3. Berapa Kali Khatam? Berapa Banyak Pemahamannya?

Ini terkait dengan salah satu kegiatan yang identik dengan bulan Ramadhan, khususnya di lingkungan para ikhwah atau aktivis dakwah. Berlomba-lomba untuk mengkhatamkan Quran. Tetapi, seperti yang banyak saya amati (saya suka banget mengamati ya, hehe) kita biasanya hanya berfokus pada kuantitas yang kita baca, tanpa memperhatikan kualitas bacaan kita. Baik itu tahsin, tajwid, hingga pemahaman terhadap ayat-ayat yang kita baca. Makanya saya sering bertanya pada mereka yang berkali-kali khatam apakah memahami apa yang mereka baca? Akan lebih baik jika mengutamakan kualitas dan juga kuantitas sekaligus.
Tips: Setelah menyelesaikan tadarus/tilawah Quran, baca dan pahami juga maknanya. Bacalah Quran yang ada terjemahnya. 🙂

4. Fenomena Shalat Fardhu dan Tarawih yang Lucu

Suatu saat saya shalat subuh berjamaah di masjid, hanya ada dua shaf (padahal bulan Ramadhan). Begitu pula shalat maghrib yang malah hanya 1 shaf, baru kemudian shalat isya dan tarawih jamaah meluber sampai keluar-luar. Saya hanya ingin mengingatkan, bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Seorang lelaki buta menjumpai Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam dan berkata: “Wahai Rasûlullâh shallallâhu ‘alaihi wasallam sungguh aku tidak memiliki seorang penuntun yang menuntunku berjalan ke masjid. Lalu ia memohon kepada Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam agar diberikan keringanan sehingga boleh shalat di rumahnya.  Lalu beliau shallallâhu ‘alaihi wasallam membolehkannya. Ketika orang tersebut berpaling pergi, beliau memanggilnya dan bertanya: “Apakah kamu mendengar adzan shalat?”  Ia menjawab: “Ya”. Beliau pun menyatakan: “Maka datangilah!” .

Pelajarannya adalah (khususnya bagi ikhwah), bahwa shalat berjamaah di masjid adalah suatu amalan yang sangat utama, bahkan orang yang buta pun tetap diperintahkan untuk mendatanginya. Pernah ada suatu riwayat yang mengumpamakan, jika ada yang tidak shalat di masjid, maka bakar rumah-rumah mereka (sebagai sebuah perumpamaan betapa pentingnya shalat berjamaah di masjid dibandingkan di rumah.

Fenomena yang lucu adalah, “kenapa hanya shalat tarawih yang ramai yaa?”

Jadi, tantangan berikutnya adalah selalu shalat wajib berjamaah di masjid.

TIPS: Luruskan pola pikir bahwa sebenarnya shalat wajib berjamaah di masjid itu jauh lebih utama, dan tarawih adalah salah satu sarana latihan untuk itu. Mulai hari ini biasakan untuk shalat berjamaah di masjid ya, tepat waktu. 🙂

5. Sedekah, Wani Piro?

Ini juga tantangan keren nih di bulan Ramadhan. Berapa target sedekahmu per hari? Berhubung bulan Ramadhan, coba dong untuk bersedekah dengan nominal lebih besar. Kalau biasanya sedekah hanya dengan modal golok (duit seribu), sekarang harus pake peci (duit seratus ribu). Tapi mungkin itu berat yah, turunin aja deh minimal 10.000. Ga berani juga? Trus Wani piro?

TIPS: Sedekah harus diiringi oleh dua hal, kualitas dan kuantitas. Kualitas adalah keikhlasan dalam bersedekah dan niat yang lurus, kuantitas adalah banyaknya sedekah itu. Sekarang udah jaman kompetisi, jangan mengkotak-kotakkan antara kuantitas dan kualitas. Kalo liat ada yang sedekah gede, kita langsung berpikir, “sedekah yang penting niatnya.” Ya kenapa ga dicoba juga sedekah yang besar tapi dengan niat yang untuk karena Allah? :). Emang gabisa?

6. Hafalan Quran, Berapa Banyak?

Ramadhan adalah momentum tepat untuk mengingatkan kembali kepada kita betapa tinggi derajat seorang penghafal Quran di mata Allah. Dari Abu Hurairah ia berkata, “Telah mengutus Rasulullah SAW sebuah delegasi yang banyak umlahnya, kemudian Rasulullah mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampaikanlah pada Shahabi yang paling muda usaianya, beliau bertanya, “Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab, “Aku hafal surat ini..surat ini..dan surat Al Baqarah.”Benarkah kau hafal surat Al Baqarah?” Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, “Benar.” Nabi bersabda, “Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi.” (HR. At-Turmudzi dan An-Nasa’i). Itu baru satu keutamaan, yang lainnya adalah “Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang dzalim.” (QS Al-Ankabut : 49)

Tidak sembarang orang bisa menghafal Quran, tetapi setiap penghafal Quran yang saya temui pasti memiliki ‘aura’ yang berbeda serta karisma tersendiri (*-*). Berapa banyak ayat yang kita hafal?

TIPS: Cobalah setiap shalat fardhu, setelah tilawah quran mencoba untuk menghafalkan 10-20 ayat Quran. Pengalaman saya menghafalkan Quran, membuat pikiran menjadi lebih tajam, lebih cepat menghafal pelajaran, dan hati menjadi damai. :), kekuatan dan rasa yang tidak bisa saya jelaskan.

7. Apa Manfaat yang Bisa Ditebar?

Islam adalah rahmatan lil ‘alamin. Rahmat bagi seluruh alam. Artinya bahwa Islam membawa cahaya, membagikannya, dan membuat senang orang-orang yang ada di dekatnya. Maka, ada sebuah pesan penting bahwa hidup kita bukan hanya tentang aku, aku, dan aku jika kita ingin menjadi rahmat bagi seluruh alam. Di bulan Ramadhan ini, apa manfaat yang ingin kita berikan? Apakah ingin mengajar TPA? Ingin mengadakan pesantren kilat? Ingin mengadakan bakti sosial? atau program yang lainnya?

TIPS: Hidup yang berkah dan bahagia adalah hidup ketika kita tidak hanya berorientasi pada diri sendiri, tetapi juga berkontribusi untuk orang lain. Selagi Ramadhan baru mulai, silakan pikirkan program apa yang kira-kira kita bisa berikan (tidak harus besar, simpel saja) untuk berbagi manfaat di sekitar kita. Saya misalnya, menulis artikel-artikel Ramadhan. Mudah-mudahan ini menjadi salah satu amalan utama saya dalam menebarkan manfaat bagi banyak orang.

Itulah 7 tantangan yang bisa kamu pertimbangkan untuk dilakukan di Ramadhan ini. Tapi ingat, 7 tantangan ini juga harus dilakukan di bulan-bulan seterusnya. Jika kita ingin Ramadhan tahun depan lebih baik daripada Ramadhan kita saat ini, otomatis kita harus mempersiapkan selama 11 bulan sebelumnya. Semoga 7 tantangan ini bisa menjadi panduan untuk tetap optimal dalam beribadah mendekatkan diri kepadaNya.

 

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Bidang keilmuan peminatannya adalah simulasi bisnis, business model innovation, dan entrepreneurship development.

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0856 4087 9848 (Melinda) atau email ke arryrahmawan@ui.ac.id.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment