Productive Writer

8 Cara Pemanasan Sebelum Menulis

0

Pelatihan Peningkatan Produktivitas Bersama Arry Rahmawan

Bingung! Laptop sudah menyala di depan mata. Layar putih sudah menantang untuk diisi kata-kata. Semangat dan keinginan menulis sudah sangat memuncak. Tetapi kenapa tidak ada kata-kata yang keluar? Kenapa inspirasi yang ditunggu tidak kunjung datang? Apa yang mau saya tulis selanjutnya?

Kejadian di atas adalah salah satu kejadian yang paling sering saya alami beberapa waktu lalu yang tiba-tiba stuck dan tidak tahu ingin menulis apa. Padahal saat itu semangat menulis sedang tinggi-tingginya. Nah, kali ini saya akan menulis teknik pemanasan yang bisa dilakukan sebelum menulis. Sama seperti mobil yang sudah lama tidak dipakai, mesinnya harus dipanaskan dulu, Sama dengan kita, agar bisa berjalan lancar maka haruslah dipanaskan dulu juga. Dalam tulisan kali ini saya ingin berbagi 8 cara pemanasan sebelum menulis yang biasa saya lakukan. Siapa tahu berguna buat teman-teman yang sedang on fire dalam menulis, hehe.

Pengalaman saya melakukan pemanasan sebelum menulis ternyata mampu memberikan dampak dan sensasi yang berbeda, sehingga menulis pun lebih lancar. Berikut ini beberapa di antaranya,

Corat-Coret di Kertas – saya sering sekali melakukan pemanasan dengan mencorat-coret ide yang keluar di selembar kertas kosong atau sticky notes. Bagi saya, kreativitas lebih mudah keluar dengan menggoreskan tinta di tangan daripada harus berhadapan dengan layar digital. Siapa tahu ini berlaku juga bagi Anda. :)

Membaca Buku/Koran/Biografi – Ini adalah teknik yang lumrah dan paling umum digunakan oleh banyak penulis. Pemanasan sebelum menulis bisa dilakukan dengan membaca, membaca, dan membaca. Banyak membaca ibarat mengumpulkan bahan mentah, yang kemudian diolah menjadi masakan lezat dengan resep (ide) yang kita berikan. Jadilah sebuah tulisan bermutu. Saya pernah mendapat wejangan dari salah satu penulis terkenal, bahwa seorang penulis itu selalu membaca setiap hari agar bisa produktif menulis.

Wudhu dan Shalat – Saya mencoba mengikuti bagaimana tata cara ulama terdahulu dalam melakukan pemanasan sebelum menulis, yaitu memulainya dengan wudhu dan shalat. Setelah dicoba ternyata hal tersebut membuat hati ini menjadi lebih tenang sehingga inspirasi dapat berjalan dengan lebih lancar.

Blogwalking – Jalan-jalan ke blog orang lain yang memiliki topik mirip dengan apa yang kita tulis dapat menjadi inspirasi. Cobalah berkunjung ke blog tetangga sebelah untuk bertegur sapa dan mencari inspirasi-inspirasi dari sana.

Berdiskusi – Kadang apabila saya sedang buntu, saya melakukan pemanasan dengan melempar diskusi kepada beberapa teman saya secara lisan. Meminta pendapat dan masukan, yang kadang tidak terpikirkan oleh saya.

Membuka Catatan – Catatan Lama – Saya memiliki banyak sekali catatan-catatan seminar yang tidak terpublikasi dengan baik dan akhirnya berbagai macam konsep yang saya dapatkan dari catatan-catatan lama itu mampu menjadi inspirasi luar biasa untuk dituliskan.

Melihat Gambar atau Foto – Satu gambar bisa menjelaskan lebih dari seribu kata. Saya kadang suka melihat foto-foto yang tersebar di timeline Instagram saya, dan itu bisa menjadi inspirasi tersendiri untuk memulai tulisan. Saya sangat senang melihat-lihat foto alam yang indah, membantu saya berimajinasi dan berpikir lebih kreatif.

Mendengarkan Musik Kesukaan atau Relaksasi – Sebelum memulai menulis, bisa juga kita mendengarkan musik-musik kesukaan kita. Bisa juga mendengarkan musik dengan beat yang cepat. Musik secara langsung tidak langsung dapat mengendalikan emosi/mood kita. Saya lebih suka mendengarkan musik-musik relaksasi yang ciptaan Ryan Farish.

Yap, demikianlah beberapa tips pemanasan yang bisa dilakukan sebelum kita memulai untuk menulis. Ingat untuk istirahat ya, jangan terlalu asyik dengan menulis sehingga lupa makan dan istirahat. Berhubung namanya juga pemanasan, maka lakukanlah secukupnya, tidak berlebihan. Sebaiknya berkisar 5 – 15 menit saja. Bagi saya itu sudah cukup.

Bagaimana menurut Anda? Apa yang biasanya Anda lakukan sebagai pemanasan untuk memulai menulis?

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

Gabung di Komunitas Indonesia Produktif untuk Mendapat Kiriman Artikel Terbaru

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

Pelatihan Peningkatan Produktivitas Bersama Arry Rahmawan

Arry Rahmawan
Hello, guys. I'm Arry Rahmawan (24). A blogger, author, and trainer in Life Productivity Improvement. I live in Bogor, Indonesia with my lovely wonderful wife, Melinda Nurimannisa. Founder of CerdasMulia Institute (2012), Komunitas TDA Kampus (2013), Young Trainer Academy (2014), Lingkar Trainer Muda Indonesia (2015) and TeknikPublicSpeaking.Com (2015). Listed as Researcher at University of Indonesia. I'm also author of Best-Selling Book Studentpreneur Guidebook (2013) and Sekeping Cinta (2015). I learn a lot of things everyday about how to improve my life productivity and I hope this blog can help you to increase your productivity too. PIN BBM : 2BE3DD26 Email : arry.rahmawan (at) gmail.com Twitter : @ArryRahmawan Instagram : @ArryRahmawan Facebook : arry.rahmawan
You may also like
Menulis itu Perlu "Mission Statement"
Catatan Kultwit #jadipenulis
1 Comment
  • aldirahmanuntoro Mar 3,2015 at 1:32 pm

    terima kasih infonya, sangat bermanfaat, ternyata banyak sekali cara, untuk melakukan pemanasan sebelum menulis

Leave a Reply