Tuesday , 2 September 2014
Kabar Terkini
Home » Pengembangan Diri » 8 Cara Pemanasan Sebelum Menulis

8 Cara Pemanasan Sebelum Menulis

Bingung! Laptop sudah menyala di depan mata. Layar putih sudah menantang untuk diisi kata-kata. Semangat dan keinginan menulis sudah sangat memuncak. Tetapi kenapa tidak ada kata-kata yang keluar? Kenapa inspirasi yang ditunggu tidak kunjung datang? Apa yang mau saya tulis selanjutnya?

Kejadian di atas adalah salah satu kejadian yang paling sering saya alami beberapa waktu lalu yang tiba-tiba stuck dan tidak tahu ingin menulis apa. Padahal saat itu semangat menulis sedang tinggi-tingginya. Nah, kali ini saya akan menulis teknik pemanasan yang bisa dilakukan sebelum menulis. Sama seperti mobil yang sudah lama tidak dipakai, mesinnya harus dipanaskan dulu, Sama dengan kita, agar bisa berjalan lancar maka haruslah dipanaskan dulu juga. Dalam tulisan kali ini saya ingin berbagi 8 cara pemanasan sebelum menulis yang biasa saya lakukan. Siapa tahu berguna buat teman-teman yang sedang on fire dalam menulis, hehe.

Pengalaman saya melakukan pemanasan sebelum menulis ternyata mampu memberikan dampak dan sensasi yang berbeda, sehingga menulis pun lebih lancar. Berikut ini beberapa di antaranya,

Corat-Coret di Kertas - saya sering sekali melakukan pemanasan dengan mencorat-coret ide yang keluar di selembar kertas kosong atau sticky notes. Bagi saya, kreativitas lebih mudah keluar dengan menggoreskan tinta di tangan daripada harus berhadapan dengan layar digital. Siapa tahu ini berlaku juga bagi Anda. :)

Membaca Buku/Koran/Biografi - Ini adalah teknik yang lumrah dan paling umum digunakan oleh banyak penulis. Pemanasan sebelum menulis bisa dilakukan dengan membaca, membaca, dan membaca. Banyak membaca ibarat mengumpulkan bahan mentah, yang kemudian diolah menjadi masakan lezat dengan resep (ide) yang kita berikan. Jadilah sebuah tulisan bermutu. Saya pernah mendapat wejangan dari salah satu penulis terkenal, bahwa seorang penulis itu selalu membaca setiap hari agar bisa produktif menulis.

Wudhu dan Shalat - Saya mencoba mengikuti bagaimana tata cara ulama terdahulu dalam melakukan pemanasan sebelum menulis, yaitu memulainya dengan wudhu dan shalat. Setelah dicoba ternyata hal tersebut membuat hati ini menjadi lebih tenang sehingga inspirasi dapat berjalan dengan lebih lancar.

Blogwalking - Jalan-jalan ke blog orang lain yang memiliki topik mirip dengan apa yang kita tulis dapat menjadi inspirasi. Cobalah berkunjung ke blog tetangga sebelah untuk bertegur sapa dan mencari inspirasi-inspirasi dari sana.

Berdiskusi - Kadang apabila saya sedang buntu, saya melakukan pemanasan dengan melempar diskusi kepada beberapa teman saya secara lisan. Meminta pendapat dan masukan, yang kadang tidak terpikirkan oleh saya.

Membuka Catatan – Catatan Lama - Saya memiliki banyak sekali catatan-catatan seminar yang tidak terpublikasi dengan baik dan akhirnya berbagai macam konsep yang saya dapatkan dari catatan-catatan lama itu mampu menjadi inspirasi luar biasa untuk dituliskan.

Melihat Gambar atau Foto - Satu gambar bisa menjelaskan lebih dari seribu kata. Saya kadang suka melihat foto-foto yang tersebar di timeline Instagram saya, dan itu bisa menjadi inspirasi tersendiri untuk memulai tulisan. Saya sangat senang melihat-lihat foto alam yang indah, membantu saya berimajinasi dan berpikir lebih kreatif.

Mendengarkan Musik Kesukaan atau Relaksasi - Sebelum memulai menulis, bisa juga kita mendengarkan musik-musik kesukaan kita. Bisa juga mendengarkan musik dengan beat yang cepat. Musik secara langsung tidak langsung dapat mengendalikan emosi/mood kita. Saya lebih suka mendengarkan musik-musik relaksasi yang ciptaan Ryan Farish.

Yap, demikianlah beberapa tips pemanasan yang bisa dilakukan sebelum kita memulai untuk menulis. Ingat untuk istirahat ya, jangan terlalu asyik dengan menulis sehingga lupa makan dan istirahat. Berhubung namanya juga pemanasan, maka lakukanlah secukupnya, tidak berlebihan. Sebaiknya berkisar 5 – 15 menit saja. Bagi saya itu sudah cukup.

Bagaimana menurut Anda? Apa yang biasanya Anda lakukan sebagai pemanasan untuk memulai menulis?

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

About Arry Rahmawan

Arry Rahmawan merupakan pelatih dan pembicara publik di bidang pengembangan potensi, kewirausahaan, dan life skills. Menamatkan pendidikan formal S1 Teknik Industri Universitas Indonesia dengan kekhususan rekayasa sistem, pemasaran industri, dan service excellence. Saat ini mengenyam pendidikan S2 di Jurusan yang sama dengan kekhususan dinamika bisnis dalam organisasi. 6 buah buku telah ditulisnya, dan buku terakhirnya berjudul Studentpreneur Guidebook (GagasMedia) merupakan buku best-seller nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Konsultasi Gratis
Pesan kamu sudah dikirim! Terima kasih :)



6 + 9 =