Life Skills

8 Kebiasaan Utama yang Dimiliki Orang Produktif

Written by Arry Rahmawan

Membicarakan mengenai produktivitas, memang tidak akan ada habisnya. Apalagi seiring dengan perkembangan zaman, semakin besar tantangan yang kita hadapi untuk membuat hidup kita produktif. Seringkali dengan berbagai perkembangan teknologi yang ada, bukan membuat kita produktif dan bisa memanfaatkan waktu dengan baik, justru yang terjadi malah ‘mengganggu’ aktivitas kita yang utama.

Jika membaca sejarah, justru banyak hal mengagetkan yang saya temukan terkait dengan betapa produktifnya para ulama zaman dulu. Ibnu Taimiyah misalnya, mampu menyelesaikan satu buku dalam waktu satu minggu. Di mana dari buku – buku tersebut dijadikan rujukan oleh 1000 orang penulis. Abu Ishaq asy-Syairazi, sepanjang hidupnya menghasilkan 100 jilid buku. Imam Ath-Thabari, seorang ahli sejarah dan ahli tafsir pernah dihitung berapa banyak karya yang dihasilkan selama beliau hidup. Ternyata, diketahui bahwa sejak beliau baligh (dewasa) hingga wafat, beliau menulis tidak kurang dari 14 lembar setiap hari.

Mengetahui sejarah – sejarah itu, kadang membuat diri saya malu. Bukankah dengan kemajuan zaman, seharusnya kita jauh, jauh, dan jauh lebih produktif dibandingkan dengan orang – orang terdahulu?

Memang seharusnya demikian. Namun, perkembangan zaman seringkali membuat hidup kita memiliki sangat banyak pilihan. Di mana pilihan – pilihan tersebut seringkali menjadi gangguan (distraction) pada tujuan hidup kita yang utama. Mulai dari pilihan untuk merespon berbagai peluang yang muncul tiba – tiba, pertemanan dengan orang – orang baru, pilihan untuk mengupayakan terus eksis di dunia maya, dan berbagai macam pilihan lain yang membuat hidup menjadi tidak produktif.

Lalu, bagaimanakah caranya agar kita memiliki hidup yang produktif di zaman yang serba cepat seperti saat ini? Salah satu cara yang bisa kita gunakan adalah meniru kebiasaan – kebiasaan (habit) yang dilakukan oleh mereka yang produktif. Celestine Chia, founder Personal Excellence, meneliti ada 8 kebiasaan orang produktif di zaman modern yang bisa kita gunakan untuk meningkatkan produktivitas hidup kita.

8 kebiasaan tersebut adalah,

  1. Fokus Mengerjakan Hal Penting. Orang produktif berupaya untuk menggunakan waktu mereka sebaik mungkin dengan mengerjakan hal – hal yang penting. Hal – hal penting ditandai dengan apabila kita mengerjakan hal tersebut, maka akan memberikan dampak positif yang besar (bernilai tambah) dan mendekatkan diri kita pada impian yang ingin kita capai.
  2. Mengalokasikan Waktu Istriahat secara Strategis. Produktif bukan berarti terus-menerus bekerja tanpa henti. Mereka juga mementingkan waktu istirahat untuk tubuh dan pikiran mereka. Salah satu cara yang bisa digunakan adalah teknik pomodoro. Di mana mereka bekerja fokus dalam waktu 25 – 30 menit, setelah itu mereka istirahat selama 5 – 10 menit. Singkatnya, ada 1 – 2 break singkat per jam mereka bekerja. Selain itu, dalam sepekan mereka melakukan 2 – 3 kali exercise untuk membuat tubuh tetap bugar
  3. Menghilangkan Gangguan / Distraction. Orang produktif berupaya untuk menjaga hidup mereka tetap fokus, sehingga mereka mengurangi gangguan yang sekiranya dapat mengganggu produktivitas mereka. Misalnya, mematikan notifikasi social media selama jam kerja, memperbaiki komputer yang sudah melambat agar lebih responsif, dan lain sebagainya.
  4. Bekerja dengan Hati untuk Menghasilkan yang Terbaik. Orang produktif selalu memutuskan untuk memberikan karya terbaik, karena di setiap karya yang dihasilkan merupakan karya unik, pertama, dan yang terakhir dibuat dalam satu waktu tersebut. Mereka berkarya dengan hati untuk menghasilkan kualitas tertinggi.
  5. Membuat Orang (Sedikit) Lebih Sulit Menghubungi. Apabila pekerjaan utama Anda tidak terkait dengan aktivitas komunikasi, maka cara ini bisa Anda gunakan. Di era komunikasi yang serba terbuka, seringkali kita ‘diganggu’ dengan berbagai macam notifikasi email, sms, whatsapp, missed call yang mungkin tidak diinginkan. Hal yang biasa saya lakukan, umumnya adalah ‘menjadwal’ kapan waktu saya membuka handphone dan membalas pesan (jadi tidak setiap saat). Untuk call, selain orang yang saya kenal maka harus membuat janji dulu untuk telpon. Atau, saya delegasikan ke manajer saya agar dia yang merespon telepon itu. 
  6. Mengoptimalkan Time Pockets (Kantong Waktu). Kantong waktu / time pockets adalah istilah di mana kita memiliki waktu luang di antara dua kejadian / event. Contoh kantong waktu adalah saat kita sedang menunggu seseorang, berada di perjalanan, berjalan kaki dari satu tempat ke tempat lain, dan sebagainya. Saya biasa menggunakan waktu saat saya naik commuter line dengan membaca buku atau menonton video seminar. Hal itu membuat 45 menit waktu perjalanan saya lebih bernilai tambah dibandingkan dengan saya hanya diam saja.
  7. Menetapkan Timeline atas Target. Orang produktif terbiasa menetapkan target untuk menyelesaikan segala pekerjaan mereka. Kemarin, saya dan istri ketemuan dengan relationship coach (Indra & Nunik Noveldy). Beliau menantang kami agar akhir bulan Maret sudah bisa menyelesaikan naskah buku, bahkan tidak sungkan untuk ‘gembar – gembor’ di Facebook. Saya paham maksudnya, dengan diset seperti itu maka mau tidak mau, suka tidak suka, kita akan berupaya untuk menyelesaikan tugas kita.
  8. Membiasakan Delegasi atau Otomasi Sistem. Teknologi saat ini sudah berkembang pesat, saatnya kita gunakan agar bisa membantu hidup kita. Contohnya adalah blog ini dilengkapi dengan teknologi newsletter. Di mana bagi mereka yang memutuskan berlangganan akan secara otomatis mendapatkan update artikel terbaru ke email mereka. Dengan teknologi newsletter ini, saya menghemat banyak waktu tanpa perlu susah payah mengirimkan email secara manual ke pengunjung blog ini. Beberapa hal yang saya otomasi juga adalah share otomatis dari blog ini ke social media yang saya punya. Sehingga, ketika tulisan ini dirilis, saya tidak perlu repot untuk melakukan share di social media saya satu per satu.

Selain mempelajari habit orang – orang yang produktif ini, Anda juga bisa belajar dari ebook saya, SimplyProductive. Ebook SimplyProductive yang bisa Anda unduh secara gratis. Apakah Anda sudah mengunduhnya? Jika belum, silakan Anda klik link berikut ini.

Semoga bermanfaat untuk membuat hidup Anda semakin bermakna, bertumbuh, dan berdampak.

Salam,
Arry Rahmawan

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Bidang keilmuan peminatannya adalah kewirausahaan, inovasi, dan strategi bisnis.

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0856 4087 9848 (Melinda) atau email ke arryrahmawan@ui.ac.id.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!