Blogging & Writing

Bagaimana Cara Menyelesaikan Sebuah Naskah Buku?

Cara Menyelesaikan Naskah Buku
Written by Arry Rahmawan

Ingin menyelesaikan sebuah naskah buku? Berikut ini adalah caranya

Bagi kamu yang ingin menjadi seorang penulis, pastinya bisa menerbitkan buku adalah sebuah hal yang sangat diidam-idamkan! Begitu pula dengan saya dulu. Sejak SMA, saya bercita – cita menjadi seorang penulis. Inget banget pada waktu itu saya menulis seputar dunia teknologi. Menulis naskah dalam waktu 1 minggu, kemudian saya kirim ke penerbit. Hasilnya? Naskah saya ditolak! Hehe… Gapapa, namanya juga belajar.

Hingga kuliah saya sempat lupa punya impian menerbitkan buku. Sampai akhirnya saya bergabung dengan sebuah lembaga pelatihan sebagai trainer, dan setiap trainer di sana wajib untuk bisa menerbitkan sebuah buku.

Karena pada waktu itu saya belum pernah menerbitkan buku, saya coba saja membuat sebuah naskah buku pengembangan diri dan kewirausahaan. Ada sekitar 5 naskah buku yang saya buat waktu itu (baru sadar, ternyata banyak juga ya hehe…). 5 naskah buku ini adalah 5 naskah buku yang selesai. Alhamdulillah, salah satu naskahnya bisa diterbitkan secara nasional, yaitu buku Studentpreneur Guidebook4 naskah lainnya ditolak, dan saya putuskan untuk diterbitkan secara mandiri saja (self-publishing).

Walaupun kelihatannya 5 naskah yang selesai itu banyak, yang tidak selesai jauh lebih banyak. Saya dulu seringkali terinspirasi untuk membuat naskah – naskah buku baru, ingin diterbitkan menjadi buku, namun sayangnya hal itu seringkali berujung pada naskah setengah jadi alias tidak selesai. Penyebabnya beragam, mulai dari lepas alur, hingga kehilangan semangat untuk menyelesaikan naskah.

Di tulisan kali ini, saya ingin berbagi apa yang biasa saya lakukan agar bisa menyelesaikan naskah. Bagi penulis, menyelesaikan naskah berat lho. Lebih berat daripada memulai naskah. Memulai naskah itu gampang banget, serius. Menyelesaikan naskahnya itu yang berat.

Lalu, bagaimana caranya agar kita dapat menyelesaikan sebuah naskah buku?

Tips Menyelesaikan Naskah Buku 1 – Membuat Outline yang Jelas

Sebelum menyelesaikan naskah buku, bikin outline yang jelas itu sangat penting. Outline ini dibuat agar kita tidak kehilangan alur dalam menulis. Tidak adanya outline yang jelas seringkali menyebabkan naskah yang kiat tulis terus ditambah ini dan itu, pada akhirnya naskahnya menjadi tidak berujung yang akhirnya tidak jadi – jadi.

Sedikit tips bagaimana membuat outline buku. Saya akan berikan satu teknik dari ratusan teknik lainnya dalam membuat outline buku. Salah satu teknik yang saya gunakan dalam membuat outline buku (khususnya non – fiksi) adalah teknik 3W + 1H.

Teknik 3W + 1H adalah teknik menyusun outline yang terdiri dari Why, What, How, What If.

Why menjelaskan latar belakang dan alasan kenapa buku itu ditulis, masalah apa yang ingin diselesaikan. What menjelaskan apa solusi yang akan dibahas dalam buku untuk menyelesaikan masalah tersebut. How menjelaskan bagaimana pembaca dapat menerapkan solusi dalam kehidupan sehari – hari. What If menjelaskan apa dampak yang akan dirasakan pembaca bila mengikuti atau tidak mengikuti saran yang ada dalam buku tersebut.

Dengan begitu saja, kamu sudah memiliki sebuah outline buku yang lengkap dari awal hingga akhir! Nah, dengan memiliki outline buku yang jelas ini, kita jadi bisa lebih mudah untuk menyelesaikan naskah buku yang ingin kita terbitkan.

Tips Menyelesaikan Naskah Buku 2 – Menempatkan Diri dalam Risiko

Saya mempelajari teknik ini dari Adam Khoo, seorang pelatih pengembangan diri yang menyarankan agar kita bisa menyelesaikan banyak hal, maka tempatkan diri kita dalam risiko. Maksudnya gimana sih?

Jadi gini, seringkali kita tidak bisa menyelesaikan naskah buku kita karena kita merasa ‘tidak masalah’ jika naskah itu tidak segera selesai. Karena kita tidak memiliki tekanan inilah, jadinya kita santai dalam menyelesaikan naskah buku. Hingga pada akhirnya naskah buku itu pun jadi benar – benar tidak selesai. Ini terjadi karena ketiadaan risiko saat kita tidak menyelesaikan naskah buku itu.

Dengan menempatkan diri dalam risiko, diri kita cenderung lebih semangat dan tertekan untuk segera menyelesaikan naskah buku. Misalnya, sewaktu saya menulis Studentpreneur Guidebook, saya memberikan pengumuman kepada pembaca blog saya bahwa saya akan menerbitkan buku tersebut pada bulan Oktober 2013, padahal waktu itu bulan Mei dan naskah baru jadi setengahnya.

Namun karena saya sadar saya mempertaruhkan reputasi saya dan terperangkap dalam risiko malu apabila saya tidak menyelesaikannya tepat waktu, saya jadi mau tidak mau harus menyelesaikan naskah tersebut. Alhamdulillah, buku tersebut terbit tepat pada waktunya. Beranikah Anda menempatkan diri dalam risiko? hehehe… Cara ini tidak hanya bisa dipakai untuk menyelesaikan naskah buku, lho. Tetapi juga bisa digunakan untuk menggapai impian kamu lainnya.

Tips Menyelesaikan Naskah Buku 3 – Milikilah Mentor / Supervisor

Seperti layaknya kita menyusun naskah skripsi, di mana ada pembimbing yang selalu menanyakan progress kerja kita, menulis buku juga memerlukan ‘pembimbing’ seperti itu. Jika ingin naskah buku kita selesai, memiliki mentor atau supervisor yang selalu menanyakan bagaimana kemajuan kita dalam menulis buku akan terus membuat kita terdorong untuk menyelesaikannya.

Misalnya sewaktu menulis Studentpreneur Guidebook, saya memiliki supervisor Patresia Kirnandita (editor GagasMedia waktu itu) yang terus mengajari, mengoreksi, dan menanyakan bagaimana progress naskah buku saya. Ada kali tuh waktu itu saya diteror setiap 2 – 3 hari sekali. Hehehe… pernah sempet sampai agak stress juga, tetapi alhamdulillah semua lancar.

Alumni pelatihan saya, Saskia Ratry sejak SMA ingin menerbitkan buku. Pada waktu itu juga pas saya dan Rezky Firmansyah, membuka program mentoring penulisan. Dalam mentoring itu, progress naskah setiap peserta kami pantau. Alhamdulillah, Saskia yang waktu itu baru berusia 19 tahun sudah dapat menerbitkan buku berjudul Love, Faith, and Attitude di Penerbit Quanta.

Tips Menyelesaikan Naskah Buku 4 – Menulislah Setiap Hari

Selalu sediakan ruang untuk menulis setiap hari, ketika kita komitmen menyelesaikan naskah buku. Menulis setiap hari bukan berarti menulisnya harus banyak, tetapi untuk menjaga komitmen bahwa setiap hari naskah buku kita harus memiliki kemajuan.

Sewaktu saya mengikuti mentoring kepenulisan, mentor saya berkata,

Luangkanlah waktu untuk menulis, bukan menulis di waktu luang

Nasihat tersebut sangat membekas untuk saya. Maka dari itu, ketika menyelesaikan naskah buku Studentpreneu Guidebook, saya membuat blok waktu saya di malam hari dari pukul 21.00 – 23.00 untuk hanya menulis naskah buku ini. Saya fokus dan fokus. Tidak masalah apabila tulisan kita berantakan, tidak ada ide. Pokoknya tuliskan saja apa yang ada di kepala kita. Biarkan saja mengalir.

Oh iya, setiap orang itu memiliki waktu kreatif mereka sendiri – sendiri. Kalau saya, biasanya waktu kreatifnya ada di malam hari. Tapi ada juga orang yang waktu kreatifnya di pagi, siang, atau sore hari. Nah, waktu kreatif ini kamu sesuaikan. Kamu bisa melakukan blok waktu ini sesuai dengan kapan waktu kreatif kamu.

Tips Menyelesaikan Naskah Buku 5 – Tidak Mengosongkan Sumur

Sebuah tips yang saya dapatkan dari Ernest Hemingway, penulis kreatif terkenal yaitu jangan mengosongkan sumur. Maksudnya adalah ketika menulis, otak kita itu seperti sumur inspirasi. Kita terus menimba dari sumur dan meletakannya dalam tulisan. Nah, maksudnya tidak mengosongkan sumur adalah jangan menulis sampai kita merasa bosan atau burnout.

Saya seringkali menemukan di beberapa orang yang baru belajar menulis, ketika mereka sangat bersemangat untuk menulis buku, mereka menghabiskan 2 – 3 hari pertama mereka menulis sepanjang waktu hingga sumur inspirasi di otak mereka habis. Mereka pun akhirnya merasa lelah, burn out, kemudian beristirahat dari menulis 2 – 3 hari berikutnya. Saat kembali ke meja naskah, mood mereka pun hilang dan akhirnya terus menunda mengerjakan naskah. Akhirnya naskah itu tidak kunjung selesai.

Nasihat ini mengingatkan kita kalau menulis sebaiknya sedikit demi sedikit namun pastikan kita konsisten melakukannya. Sisakan sedikit inspirasi di kepala kita untuk digali keesokan harinya. Begitu seterusnya hingga naskah buku tersebut selesai.

Itulah dia 5 tips untuk bisa menyelesaikan naskah buku yang bisa saya bagikan kepada kamu yang sedang merajut impian menjadi seorang penulis dan ingin menerbitkan buku. Siapa tahu bermanfaat untuk membantu kamu menyelesaikan naskah buku yang sedang kamu tulis sekarang ini.

Kamu juga bisa membaca tulisan saya lainnya tentang menerbitkan buku, antara lain:

Bagaimana menurutmu tentang tips menyelesaikan naskah buku di atas?

Apakah kamu memiliki tips lain untuk menyelesaikan naskah buku? Silakan bagikan tips kamu melalui kotak komentar di bawah.

Semoga bisa membantu kamu mewujudkan hidup yang lebih bahagia, berprestasi, dan berdampak bagi sesamanya.

Salam CerdasMulia!

Arry Rahmawan
Self Development Coach
Direktur CerdasMulia Group

Silakan temukan inspirasi lainnya dari saya melalui:

Free Online Course di YouTube : Channel Arry Rahmawan
Free Kultwit di : Twitter @ArryRahmawan
Free Inspirational Quotes : Instagram @ArryRahmawan
Free Inspirational Notes : Grup Facebook

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

Bagaimana Menurut Anda?

Komentar

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah seorang praktisi inovasi, kewirausahaan, dan bisnis yang senang berbagi pengetahuan serta pengalaman yang dimilikinya. Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!