Inovasi dan Kewirausahaan Mata Ajar

Bagaimana Menciptakan Produk atau Jasa yang Diminati Pembeli

Written by Arry Rahmawan

“Pak, saya menciptakan sebuah produk untuk pengusaha muda UI agar lebih mudah dalam berbisnis. Sebaiknya saya jual dengan harga x atau y ya pak? Berapa kira – kira spending yang biasa dikeluarkan oleh pengusaha muda UI?”

Beberapa kali WhatsApp saya berbunyi dengan pertanyaan mahasiswa atau bimbingan saya di Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis saat mereka ingin meluncurkan produknya. Mereka punya ide dan gagasan, kemudian bertanya berapa sebaiknya mereka memasang harga?

Jawaban yang paling sering kita dengar tentu adalah ‘tergantung target market nya’. Kalau target marketnya mampu untuk membayar harga premium, maka kita memasang harga mahal. Kalau targetnya hanya mampu membelanjakan uang secara terbatas, maka harga yang kita berikan cukup kecil saja.

Sayangnya, banyak pengusaha pemula yang terlalu fokus pada target pasar mereka. Mereka mencoba untuk mengenal sebaik – baiknya target pasar, mulai dari spendingnya, kebiasaannya, passion nya, dan lain sebagainya sehingga lupa satu hal penting – kualitas produk mereka.

Clayton Christensen, dalam bukunya Disrupting Class menceritakan sebuah cara baru dalam mengembangkan produk. Cara mengembangkan produk ini bukan berangkat dari demografi pelanggan, tetapi dari job to be done atau hal apa yang ingin diselesaikan oleh pelanggan kita.

Produk atau jasa sebenarnya disewa oleh pelanggan untuk membantu mereka ‘menuntaskan’ pekerjaan yang mereka lakukan. Begitu kira – kira kata Christensen.

Christensen menggunakan contoh kasus milkshake. Dia mengamati di tempat makan fastfood, banyak sekali orang membeli milkshake pagi – pagi dan takeaway. Sementara siang dan sore pembelinya tidak banyak.

Mengapa banyak milkshake dibeli di pagi hari? Karena ternyata milkshake ini memiliki tugas / job to be done untuk membantu customer sarapan dan menemani mereka bermacet – macet ria di jalan. Sehingga pada saat mereka sampai kantor, mereka punya makanan praktis dan sudah kenyang.

Pertanyaan saya, jika Anda ingin membuat produk milkshake untuk anak – anak SD, apa yang akan Anda lakukan? Apakah melakukannya dari data demografi pelanggan, atau job to be done nya?

Job to be done anak SD dalam membeli milkshake, selain rasa yang enak juga kecepatan untuk mengonsumsinya karena waktu istirahat yang terbatas. Maka milkshake untuk anak SD berarti selain memiliki rasa yang enak, juga dibuat gelas yang agak pendek, dan sedotan yang agak lebar agar cepat habis.

Analogi yang sama juga saya gunakan kepada mahasiswa atau bimbingan saya yang bertanya tentang bagaimana caranya mengembangkan produk agar diminati pembeli. Ketika mereka bertanya tentang target market, atau berapa harga yang harus mereka tetapkan, saya biasanya bertanya balik kepada mereka, “produk/jasa kamu ini membantu orang menuntaskan job to be done apa?”

Seringkali jawaban mereka kurang memuaskan tidak jelas. Jawaban yang tidak jelas seperti ini, walaupun sebuah produk / jasa diset di harga yang bisa dijangkau pembeli, maka tetap saja pada akhirnya tidak laku.

Lalu, bagaimana caranya agar produk / jasa yang kita buat bisa diserap atau diminati oleh pembeli?

Saya pernah belajar dari Neil Patel tentang Business Intelligence di tahun 2015 sewaktu masih aktif menjadi direktur di CerdasMulia Institute. Neil mengatakan, ada beberapa hal yang perlu kita jawab sebelum meluncurkan sebuah produk, agar produk tersebut dapat terserap dengan baik oleh pasar.

Ada empat pertanyaan menarik yang perlu kita jawab,

  1. What sort of results do your clients see as a result of using your product / service?
  2. If you could wave a magic wand and give your cliens an ideal result from using your product / service, what would it be?
  3. If you had 30 seconds to explain what you do and why it can help a prospect reach their goals / job to be done, what would that look like?
  4. Can you give us a list of your biggest competitors?

Setelah empat pertanyaan tersebut dijawab, baru kemudian saya develop produk atau jasa sesuai dengan isian tersebut.

Setelah prototype produk / jasa nya jadi, segera saya jual ke target market sambil kemudian meminta feedback untuk perbaikan produk / jasa saya. Baru kemudian melakukan launching dan produk yang diluncurkan bisa lebih diserap oleh pasar.

Semoga bermanfaat untuk membantu Anda meluncurkan produk. Apakah Anda memiliki cara yang lebih baik untuk memastikan produk Anda bisa diminati pembeli?

Untuk membuat produk yang diminati pembeli, kuncinya pastikan kita memiliki clarity atau kejelasan tentang apa job to be done atau result yang dihasilkan setelah orang menggunakan produk atau jasa kita.

Semoga bermanfaat!

Untuk mengundang saya sebagai narasumber seminar atau pelatihan kewirausahaan, silakan hubungi 085640879848 (Melinda) atau informasi seminar kewirausahaan oleh Arry Rahmawan.

Salam,
Arry Rahmawan
Lecturer & Researcher, Universitas Indonesia
Founder, SignifierGames.com & CerdasMulia Institute

Silakan temukan inspirasi lainnya dari saya melalui:

Free Online Course di YouTube : Channel Arry Rahmawan
Free Kultwit di : Twitter @ArryRahmawan
Free Inspirational Quotes : Instagram @ArryRahmawan
Free Inspirational Notes : Grup Facebook

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

Bagaimana Menurut Anda?

Komentar

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen serta peneliti di Universitas Indonesia mengenai inovasi, kewirausahaan, dan strategi bisnis yang senang berbagi pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya. Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!