Life Skills

Bagaimana Meningkatkan Produktivitas Saat Kerja di Rumah

Written by Arry Rahmawan

Saat Kerja di Rumah, Benarkah Diri Kita Lebih Produktif?

Bekerja dari rumah dan menghasilkan banyak uang tentu saja menjadi impian sebagian besar orang. Bayangkan saja, kita tidak perlu bangun dini hari, pergi pagi, hingga pulang pagi lagi untuk mendapatkan uang demi sesuap nasi. Tidak perlu juga berdesak – desakan di communter line yang sangat penuh, umpek-umpekan udah kayak pepes setiap hari. Belum lagi kalau pada bau keringet, aduh…

Coba bandingkan dengan orang yang kerjanya di rumah. Kerja waktunya bisa diatur. Dikerjakannya juga dari rumah. Tidak perlu keluar rumah untuk bisa mendapatkan uang banyak.

Jika Anda bisa seperti itu, pastilah Anda dituduh melihara tuyul sama tetangga Anda, hehe…

Tapi coba kita pikirkan kembali. Di zaman sekarang ini, mungkinkah hal itu terjadi? Mungkinkah seseorang menghasilkan uang tanpa harus keluar rumah?

Saya pernah berjumpa dengan seorang sahabat, namanya Dedy. Kami banyak ngobrol tentang gaya hidup baru ini di mana ternyata teman – teman sekitar kami banyak yang bisa menghasilkan uang dari rumah!

Sebutlah nama si Joni. Sehari – hari kerjanya tengkurep di depan laptop. Ibunya bolak-balik bilang ke si Joni untuk nyari pekerjaan dan jangan nganggur lama – lama. Ternyata, setelah ditelisik lebih jauh, Joni ini punya tabungan duit yang oke dan jarang meminta uang ke ibunya. Kenapa? Ternyata sehari – harinya si Joni ini menjadi seorang freelance graphic designer. Sewaktu kuliah dulu, dia sering membuat poster-poster acara organisasi yang kece. Setelah lulus, namanya melegenda di kalangan almamater. Order terus penuh, hingga akhirnya dia selalu kebanjiran order untuk membuat desain. Di mana dia mengerjakan semuanya? Di rumah!

Ada lagi teman saya yang lebih epik, sebutlah si Agnes. Agnes ini walaupun perempuan tapi kreatif abis. Dia ternak dan jual beli akun instagram dengan follower yang melimpah. Misal, dia melihat orang Indonesia ini suka dengan lawak dan hiburan. Maka dia membuat akun instagram yang lucu – lucu, hingga akhirnya memiliki puluhan ribu follower. Menariknya, dia memasang tarif apabila ada orang atau bisnis yang ingin jasanya dipublikasikan di akun instagramnya tersebut. Per fotonya dikenakan Rp500,000! Wow. Agnes, dengan profesinya yang dikerjakan sambil tengkurep megangin hape di rumah, kita kenal sebagai seorang buzzer. Kerja sambil di toilet, apalagi sambil nonton bioskop, itu bisa banget.

Tapi, pertanyaannya : apabila kita bekerja di rumah, benarkah kita menjadi lebih produktif? Ternyata jawabannya tidak juga! Malah bisa jadi kerja di rumah itu membuat produktivitas Anda menurun. Kenapa?

Bekerja di Rumah itu Banyak Tantangannya!

Sejak tahun 2011, saya menerapkan apa itu yang namanya kerja di rumah. Tugas saya adalah membuat modul – modul pelatihan untuk CerdasMulia Institute dari rumah, menulis blog, merancang program, mengontrol tim, semua saya lakukan dari rumah. Alhamdulillah, ada beberapa persen rezeki yang mengalir dari kerja di rumah ini, walaupun tidak banyak.

Gambar screenshot saya sedang memonitor kerja tim menggunakan aplikasi Slack – dari Rumah

 

Namun, yang ingin saya sampaikan di sini adalah kesadaran bahwa zaman sudah berubah. Setiap orang bisa mengerjakan profesi apa yang disukainya dan dari tempat mana saja. Seperti misalkan saya mengerjakan tulisan ini saat saya sedang menginap di Hotel Lombok Raya, NTB. Tidak perlu banyak ngantor. Thanks a lot for the internet!

Tapi, itu semua dilakukan sungguh nggak gampang. Orang sih memang bilang bahwa menjadi seorang yang bisa kerja di rumah, menghasilkan duit berlimpah dari rumah, entah istilahnya tengkurepreneur, passionpreneur, internetpreneur, atau apapun itu adalah pekerjaan enak. Kenyataannya, bekerja dari rumah itu banyak tantangannya. Berikut ini adalah beberapa di antaranya,

Tantangan #1 : Batas Kerja dan Santai yang Tipis

Karena batas – batas antara kerja dan santai di rumah itu sangat tipis, orang yang kerja di rumah itu seringkali menjadi gampang malas – malasan. Apalagi kalau kita kerja itu ga punya bos alias bos untuk diri sendiri. Wah, itu semakin sulit saja rasanya. Ngantuk dikit tempat tidur sudah menanti. Niatnya cuma selonjoran, eh malah ketiduran. Bisa akses internet sedikit, kita buka dan kepo kabar temen di social media. Hingga tidak terasa waktu demi waktu berlalu. Bukannya kerja, eh malah facebookan atau twitter an. Pernah coba ga Puasa Social Media?

Tantangan #2 : Individualis dan Kurang Interaksi Sosial

Salah satu tantangan besar dari kerja di rumah adalah kurangnya interaksi sosial. Sehingga, kita terbiasa bekerja seorang diri, sulit berkomunikasi, dan canggung untuk ketemu orang – orang baru. Bahkan, kalau misal lagi kumpul bareng temen – temen nih, hapeee aja yang diliatin. Atau sibuk dengan urusannya sendiri. Bekerja di rumah juga membuat kita jadi jarang belajar dan menimba ilmu dari pengalaman orang lain. Bahkan saat motivasi kita sedang turun, kita tidak memiliki teman sharing. Berbeda dengan model kerja di mana kita sering berjumpa dengan orang sehari – hari, sesungguhnya kita bisa belajar banyak dari orang yang kita temui. Kerja itu juga perlu mentor, setuju?

Tantangan #3 : Waktu yang Tidak Teratur

Ini juga tantangan yang saya rasakan sewaktu bekerja di rumah : karena kerja di rumah itu aturannya suka – suka gue, maka kerjanya juga suka – suka gue. Bahkan bisa jadi hari ini kerja begadang sampai malam. Besoknya libur kerja. Besoknya kerja sampai setengah hari aja. Karena waktu yang tidak teratur ini, akhirnya ritme kerja tubuh kita pun menjadi aneh. Apalagi bagi yang suka keseringan begadang, sadari bahwa begadang itu mengganggu kesehatan. Apakah produktif itu harus dengan mengurangi waktu tidur?

Jadi, bagaimana caranya agar kita bisa tetap produktif saat kerja di rumah?

So, gimana caranya ya agar saya bisa tetap produktif saat bekerja di rumah? Bagaimana caranya agar saya bisa produktif saat menulis naskah buku, blog, mengatur tim secara remote, dan lain sebagainya? Berikut ini adalah beberapa cara (yang bekerja untuk saya) untuk meningkatkan produktivitas saat kerja di rumah:

Tips #1 : Memiliki Target Capaian yang Jelas

Sudahkah kita memiliki target capaian yang jelas atas kerja kita? Misalkan, ketika saya menulis naskah buku. saya menargetkan setiap pekan minimal jadi 15 halaman. Atau saat menulis blog, saya menargetkan setiap pekan minimal 2. Ketika saya memiliki kejelasan capaian seperti ini, saya bisa memprioritaskan kegiatan kerja dan santai saya di rumah. Saya bisa melakukan hal yang penting dulu, ketika sudah selesai baru saya melakukan hal – hal yang lebih santai.

Tips #2 : Membuat Schedule Kerja Rutin

Buatlah sebuah jadwal terstruktur layaknya orang kerja kantoran saat kita bekerja di rumah. Misalnya nih saya membuat jadwal mulai kerja yang terbagi menjadi 3 sesi. Sesi pertama dimulai pukul 8 pagi – 12 siang. Sesi 2 dimulai pukul 1 siang – 3 sore. Sesi 3 dimulai dari pukul 4 – 6 sore. Membuat schedule kerja seperti ini bukan berarti kita menjadi tidak fleksibel, namun melatih diri kita untuk menjadi seorang yang disiplin serta tepat waktu.

Tips #3 : Menunjuk Seorang Supervisor

Entah ini benar atau tidak, namun saya menjadi lebih termotivasi dalam bekerja saat saya dimonitor dan terlihat berprogres oleh orang lain. Maka dari itu biasanya pada saat saya kerja di rumah, saya saling bertukar to-do list oleh istri saya, @Nurimannisa tentang apa yang harus kami kerjakan serta lakukan di hari itu. Jika saya mulai lalai, saya kemudian minta diingatkan dan agar masing – masing dapat fokus ke to-do list nya.

Tips #4 : Masuk ke Focus Mode

Dalam tulisan sebelumnya, saya pernah menyebut tentang apa yang namanya focus mode. Focus mode adalah sebuah kondisi di mana kita berkomitmen untuk stay focus selama 25-30 menit dengan cara menjauhi segala gangguan yang mungkin. Misal, mematikan internet, social media, atau mengurung diri di kamar dan kita fokus mengerjakan pekerjaan kita hingga 30 menit itu. Setelah itu barulah boleh break sekitar 5 – 10 menit.

Tips #5 : Selingi Waktu untuk Silaturahim dan Belajar kepada Orang Lain

Saya meyakini, bahwa salah satu pembelajaran yang paling berharga adalah dengan kita belajar dari pengalaman orang lain sehingga tidak perlu mengulangi kesalahan yang sama. Di sela – sela kita kerja di rumah, sempatkan untuk berkunjung ke tetangga, silaturahim ke guru atau mentor, atau bisa juga kita bergabung dengan komunitas / club yang sesuai dengan apa yang kita kerjakan untuk memperluas jaringan kita. Hal ini dapat kita jadikan pemicu semangat di saat kita sedang kendur dalam bekerja. Siapa tahu, silaturahim juga dapat memcahkan masalah – masalah yang kita hadapi dalam bekerja.

Tips #6 : Memberikan Reward atas Capaian yang Telah Diraih

Apakah kerja di rumah artinya kita tidak boleh bermain atau bermalas-malasan? Menurut saya, boleh. Boleh selama itu bermaksud untuk merayakan hasil yang telah dicapai. Ketika saya misalnya telah selesai membuat dua artikel blog dalam sehari, saya memberikan hadiah untuk diri saya sendiri es krim atau semangkuk puding yang enak. Memberikan hadiah tidak perlu yang mahal – mahal. Atau, bisa juga kita ‘rehat’ sejenak dalam bekerja untuk bisa berlibur ke tempat di mana kita suka.

Tips #7 : Produktif Bukan Berarti Mengerjakan Semua Hal

Ini dia tips terakhir dan tidak kalah penting. Menurut saya, ketika kita bekerja di rumah, produktivitas itu bukan berarti mengerjakan semua hal. Apa yang dinamakan produktif adalah ketika kita bisa menyelesaikan tugas atau pekerjaan – pekerjaan kita yang paling penting di hari tersebut. Bentuk aplikasinya bagaimana? Misalnya setiap hari saya fokus untuk mengerjakan 2 – 3 tugas paling penting dulu di saat itu. Baru kemudian saya mengerjakan hal – hal lainnya. Sibuk itu belum tentu produktif, karena orang sibuk belum tentu melakukan sesuatu yang penting.

Jangan lupa juga untuk menjaga aspek keseimbangan dalam hidup. Perhatikan kesehatan, keluarga, karir, pendidikan, pengembangan diri, serta aspek – aspek lainnya. Semakin seimbang diri kita, bukan hanya hasil produktif yang kita dapatkan, tetapi juga kebahagiaan dalam hidup.

Semoga bermanfaat ya!

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan. Anda juga bisa curhat atau konsultasi langsung dengan saya melalui halaman berikut ini.

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

Bagaimana Menurut Anda?

Komentar

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Bidang keilmuan peminatannya adalah kewirausahaan, inovasi, dan strategi bisnis.

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0856 4087 9848 (Melinda) atau email ke arryrahmawan@ui.ac.id.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!