Campus Life Diary My Diary Pengembangan Diri

Belajar Menjadi Dosen yang Menginspirasi

Written by Arry Rahmawan

Menjadi dosen dan peneliti di Universitas Indonesia itu menantang sekaligus menyengkan. Menantang karena dosen senantiasa berjumpa dengan mahasiswa / i terbaik di Indonesia yang kritis, kreatif, dan inovatif. Sehingga, seorang dosen harus mampu untuk terus belajar dan memastikan dirinya terus update dengan perkembangan zaman. Namun menjadi dosen juga menyenangkan, karena tentu profesi ini – apabila dijalani dengan tulus – adalah sebuah profesi mulia yang berupaya membentuk dan mendidik generasi muda Indonesia untuk menjadi lebih baik lagi.

Untuk setiap dosen di UI, ada sebuah mekanisme evaluasi yang dinamakan EDOM, kepanjangan dari Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa setiap akhir semester. Sebelum mahasiswa dapat melihat nilai, mereka harus terlebih dulu memberikan feedback kepada dosen mereka yang telah mengajar selama 1 semester. Aspek penilaiannya pun banyak, mulai dari kedisiplinan dosen, hingga kemampuan mengajar sang dosen tersebut.

Alhamdulillah, pada semester ini saya mendapatkan hasil EDOM dengan rata – rata di atas nilai 5 dari skala 6. Menurut saya hal ini harus disyukuri, karena berarti di mata mahasiswa setidaknya saya sudah dinilai cukup baik, walaupun masih banyak perbaikan yang harus dilakukan di sana sini.

EDOM Mata kuliah Manajemen Teknologi

Hal yang tidak saya sangka, adalah pada saat kemarin diumumkan bahwa ternyata saya masuk sebagai 3 besar peraih nilai EDOM tertinggi untuk kelas S1 Reguler dan S1 Kelas Khusus Internasional (KKI) di Departemen Teknik Industri. Jujur dalam hati saya mengucap rasa syukur, karena cara mengajar saya ternyata memiliki kemajuan, hehe.

Apa yang saya lakukan dalam mengajar, sebenarnya banyak belajar dari feedback yang saya dapatkan sebelumnya. Saya juga kadang sering mendengar mahasiswa / i saya yang curhat tentang preferensi mereka bagaimana pendapat mereka tentang dosen yang ideal. Jujur, dari cerita – cerita mereka saya banyak belajar untuk memperbaiki diri.

Sebagai contoh, ada mahasiswa yang menceritakan bahwa seorang dosen yang baik dan menginspirasi adalah dosen yang mau mendengarkan mahasiswanya dalam mengekspresikan gagasan / opini tanpa harus takut dicap salah. Dosen seperti ini umumnya memiliki cara mengajar yang interaktif, tidak satu arah di mana mahasiswa hanya mendengarkan pemaparan dosen, tetapi juga didorong untuk memberikan pandangan / opininya sendiri.

Pendapat lainnya, ada mahasiswa saya yang bercerita bahwa mereka enjoy dengan dosen yang mampu meyakinkan mahasiswa bahwa apa yang mereka pelajari adalah hal penting. Sehingga, mereka terus dapat termotivasi untuk belajar dengan lebih banyak lagi.

Hal ini senada dengan apa yang disampaijan oleh McCombs dan Whistler (1997) yang mengatakan bahwa proses belajar akan bermakna saat topik belajar yang diberikan relevan dengan kehidupan para mahasiswa dan juga mereka dilibatkan secara aktif dalam memahami konsep – konsep yang diberikan.

Secara umum, saya mempelajari bahwa untuk mengajar dan menginspirasi mahasiswa di era digital seperti saat ini perlu dilakukan transisi paradigma mengajar dari teacher centered (TC) menuju student centered (SC). Di mana letak perbedaannya?

Menurut Prof. Sri Hartati Suradijono, PhD, perbedaan antara TC dengan SC adalah sebagai berikut,

Teacher centered adalah cara mengajar klasik dimana ilmu itu diberikan langsung dari guru ke murid (transmitted) dan setiap murid secara pasif menerima ilmu yang diberikan. Guru lebih berperan sebagai pemberi informasi dan evaluator, di mana kultur yang dibangung pada TC adalah kultur kompetitif dan individualistik. Lebih jauh lagi, dalam TC yang dipandang sebagai pembelajar hanyalah murid saja, sementara gurunya tidak.

Lalu bagaimana dengan Student centered? SC adalah cara mengajar yang menekankan di mana ilmu pengetahuan itu diberikan kepada mahasiswa dengan cara membangun (constructed) pengetahuan itu secara aktif dari sisi murid. Guru di sini lebih berperan sebagai pelatih (coach) atau fasilitator, dan kultur yang dibangun dalam student centered ini adalah kultur kolaboratif dan suportif. Imbasnya, yang menjadi pembelajar di SC bukan hanya murid, tapi juga gurunya. Keduanya sama – sama terus belajar dan berkembang, dan merupakan partner dalam membangun pengetahuan bersama.

Selama saya mengajar, saya lebih banyak menggunakan model SC dibandingkan TC. Di setiap pertemuan, saya memberikan ceramah sedikit, di mana sisanya mereka diberikan tugas – tugas untuk membantu mereka berpikir kritis untuk mengonstruksi pengetahuan secara mandiri.

Seringkali justru saya yang banyak belajar dari mahasiswa, karena mereka lebih update akan perkembangan terkini dan memberikan banyak sekali gagasan – gagasan bagaimana menerapkan konsep teori yang ada di kehidupan saat ini.

Akhir kata, semoga tulisan ini dapat membantu Anda yang sekarang mungkin sedang berprofesi sebagai seorang guru, dosen, trainer, atau pendidik lainnya untuk dapat menjadi lebih menginspirasi dari sebelumnya. Saya juga sudah menuliskan tips public speaking untuk guru, yang mungkin akan berguna untuk Anda.

Bagaimana menurut Anda?

Salam,
Arry Rahmawan
Lecturer & Researcher, Universitas Indonesia
Founder, SignifierGames.com & CerdasMulia Institute

Silakan temukan inspirasi lainnya dari saya melalui:

Free Online Course di YouTube : Channel Arry Rahmawan
Free Kultwit di : Twitter @ArryRahmawan
Free Inspirational Quotes : Instagram @ArryRahmawan
Free Inspirational Notes : Grup Facebook

GRATIS! Ayo Gabung di Komunitas Indonesia Berpijar!

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

Bagaimana Menurut Anda?

Komentar

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen serta peneliti di Universitas Indonesia mengenai inovasi, kewirausahaan, dan strategi bisnis yang senang berbagi pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya. Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!