High Performance Me

Best Father in the World

Written by Arry Rahmawan

Hari ini, tepat pada tanggal 8 Maret 2015 ayah saya berulang tahun. Seperti biasa, di setiap anggota keluarga kami yang bertambah usia, umumnya kami merayakannya secara sederhana dengan keluarga. Saya merasa beruntung, memiliki keluarga yang sederhana, hangat, dan lengkap. Di tengah kesibukan saya mengisi training, mengajar di UI, serta mengurus beberapa bisnis, berkumpul bersama keluarga merupakan salah satu hal yang selalu saya tunggu – tunggu.

Ayah saya hari ini berusia genap 53 tahun. Sebuah usia yang tanpa disadari berjalan dengan begitu cepatnya. Minggu malam, ayah mengajak kami sekeluarga untuk menikmati waktu berkualitas dengan makan di sebuah restoran kesukaan kami.

Selalu ada momen yang membuat saya sedih ketikan orang tua saya berulang tahun. Momen itu adalah di mana ketika setiap dari kami – ibu, saya, Dhita, dan Fauzan (keduanya adik saya), saling berbicara dan bertutur doa untuk kebaikan ayah kami tercinta.

Diantara berempat, Dhita adalah orang yang paling tidak bisa menahan haru tangis. Ketika kami sedang bersama – sama di meja, dia melantunkan doa sambil dibanjiri air mata. Saya pun jadi tidak tahan melihat derasnya air mata yang dikeluarkan Dhita. Semua dari kami mendoakan hal yang sama untuk ayah : ayah diberikan keberkahan hidup, kesehatan, hingga rezeki yang semakin berlimpah. Doa masing – masing dari kami terlantun dengan perasaan yang mengharukan. Tulus.

Pesan Dari Ayah Terbaik di Dunia

Setiap anak, pasti akan selalu mengidolakan ayahnya masing – masing sebagai ayah yang terbaik di dunia. Ya, jarang rasanya saya mendengar bahwa ada seorang anak yang membenci ayahnya sendiri. Karena memang harusnya seperti itulah seorang ayah, dicintai oleh keluarganya.

Di hari ulang tahunnya yang ke-53, berikut ini adalah pesan yang disampaikan ayah kepada kami. Pesan dari ayah terbaik di dunia.

“Anak – anakku, di usia ayah yang ke-53 ini ayah tidak mengharapkan hadiah apapun dari kalian. Terima kasih karena selama ini kalian telah menjadi anak – anak yang baik. Pesan dari ayah hanya satu : seimbangkanlah capaian dunia dan akhiratmu. Jadilah yang terbaik selalu di keduanya. Jika ayah boleh meminta hadiah, maka ayah hanya meminta setiap anak ayah memelihara shalatnya. Khusus untuk yang laki – laki, shalatlah di masjid dan shalatlah tepat pada waktunya. Karena sesungguhnya ibadah yang pertama kali akan dihisab adalah shalat, dan ketika kita tidak shalat maka semua amalan yang kita lakukan adalah sia – sia.”

Inilah pesan terbaik dari seorang ayah terbaik di dunia. Bagaimana tidak? Ayah hanya memberi pesan kepada kami dengan sebuah yang sederhana : peliharalah shalatmu. Ini yang membuat saya salut : Sejak saya mengenal ayah dari kecil hingga sekarang saya sudah menamatkan gelar magister, saya tidak pernah sekalipun melihat ayah saya meninggalkan shalat di masjid. Saya kadang merasa malu, ketika saya dibangunkan ayah shalat subuh saat beliau sudah pulang dari masjid menunaikan shalat subuh berjamaah.

Begitupun nasihat ayah ketika saya akan menikah (yang insyaAllah) akan dilaksanakan 16 hari lagi dari saat ini. Saat memberikan nasihat, ayah mengatakan, “seorang imam keluarga yang baik salah satunya dapat dilihat apakah dia bisa menjaga shalatnya.” Sekali lagi, ini adalah sebuah nasihat yang sangat simpel namun maknanya sangat dalam. InsyaAllah akan aku laksanakan ayah.

Ayah saya, adalah seorang ayah yang menurut saya adalah seorang contoh ayah yang ideal. Beliau dikenal jujur dalam bekerja, berkepribadian sederhana, benar – benar menjaga shalatnya, dan merupakan seorang pekerja keras. Jika saya sekarang berprofesi sebagai seorang trainer, maka ayah saya adalah trainer terbaik bagi saya untuk membuat saya menjadi seorang yang berprestasi baik di dunia maupun di akhirat.

Ayah, dalam tulisan ini Arry meminta maaf yang sebesar – besarnya kepada ayah jika selama ini memiliki banyak salah. Maafkan jika selama ini Arry belum bisa menjadi seorang anak yang baik dan membanggakan.

Ayah adalah ayah terbaik di dunia. Seorang ayah yang tidak hanya memberikan nasihat dan arahan, namun dari ayahlah saya belajar bagaimana menjadi seorang role model kebaikan.

I love you, Dad.

Apakah ayahmu adalah ayah yang terbaik di dunia? Apa alasannya? Silakah share dalam kotak komentar di bawah ya…..

IMG_9826

We are small happy family 🙂

 

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Bidang keilmuan peminatannya adalah kewirausahaan, inovasi, dan strategi bisnis.

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0856 4087 9848 (Melinda) atau email ke arryrahmawan@ui.ac.id.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!