High Performance Me

Great Leaders are (also) Great Managers

Seringkali dalam sebuah gathering bisnis, saya bertemu dengan teman-teman saya sesama pengusaha. Kita banyak sekali bercerita tentang bagaimana perkembangan bisnis masing-masing. Teman-teman saya ini kebanyakan adalah seorang business owner, boleh dibilang mereka adalah pendiri bisnis mereka sendiri, sekaligus biasanya adalah pemimpin di bisnis mereka. Sama seperti saya di CerdasMulia Leadership and Training Center.

Pernah ada satu pertemuan yang berkesan di hati saya, yaitu saat mengetahui bahwa ada seorang pemimpin perusahaan yang tidak tahu banyak tentang bisnis yang dijalankannya. Selalu akan ada alasan yang umum, “Semua sudah ada yang mengatur, tugas gue cuma mengontrol aja bro.” Saya sendiri pun cuma senyam-senyum jadinya. Di satu sisi mungkin inilah posisi yang diinginkan oleh banyak pengusaha muda, di mana bisnis tetap berjalan namun orangnya bisa jalan-jalan. Namun saya berpendapat, ada sebuah pemikiran yang membedakan antara seorang pemimpin (leader), dengan seorang pelaksana (manager) sehingga seringkali pemimpin bisnis hanya menyuruh ini dan itu tanpa berniat mengetahui lebih lanjut hal-hal secara teknis.

Pembedaan antara seorang leader dan manager semakin diperkuat jika kita membaca buku yang ditulis oleh Warren Bennis, Learning to Lead: A workbook on Becoming a Leader. Di situ dijelaskan bahwa ada bukti yang membedakan secara signifikan antara pemimpin dan seorang manajer. ‘To manage’ berarti to bring about, to accomplish, to have charge or responsibility for, to conduct. Secara umum menunjukkan bahwa fungsi seorang manajer adalah bertanggung jawab atas terlaksananya sebuah strategi dan tercapainya sebuah tujuan.

Sementara itu, leading dimaknai dengan influencing, guiding in direction, and action. Bahkan hal yang saya pelajari dalam beberapa mata kuliah ekonomi dan SDM di teknik industri, seorang manajer adalah mereka yang does things right, sementara pemimpin adalah mereka yang does right things.

Banyak sekali seminar dan pelatihan yang menjelaskan bahwa seorang business owner tidak perlu repot untuk memikirkan hal-hal bersifat teknis. Biarlah itu menjadi tanggungjawab bagi manajer atau bawahan. Tugas pemilik bisnis hanyalah mengontrol. Delegasikan saja hal-hal yang memang bersifat teknis, sementara pemimpin lebih bersifat memikirkan hal strategis dan menentukan ke mana arah dari bisnis yang kita bangun. Inilah salah satu dampak di mana jika seorang pemimpin dan manajer itu dibedakan dan seringkali justru menjadi sebuah excuse alias alasan bagi pemilik bisnis untuk belajar lebih jauh tentang teknologi, proses, teknis, dan orang-orang yang berada dalam bisnisnya sendiri.

Saya membaca buku Good to Great karya Jim Collins di mana disebutkan bahwa perusahaan yang luar biasa hebat salah satunya ditentukan dari kualitas pemimpinnya. Bahkan disebut sebagai pemimpin level 5. Pemimpin level 5 ini adalah tipe karakter pemimpin yang humble, paling atas, paling top, yang membedakan pemimpin level lainnya. Salah satu yang disebutkan adalah Bill George, mantan CEO dari Medtronics. CEO ini bahkan menghabiskan 75% waktunya untuk melihat secara langsung pembedahan dan pemasangan alat medtronics ke pasien, berbicara kepada dokter dan perawat, keluarga, serta staf rumah sakit untuk belajar aspek-aspek teknis dan mikro yang seringkali dilewatkan oleh CEO perusahaan besar. Medtronics akhirnya mampu tumbuh dan berkembang jauh di atas rata-rata dalam jangka waktu yang panjang.

Fakta-fakta tersebut semakin menguatkan saya bahwa dalam memulai dan memimpin sebuah bisnis, Pemimpin yang baik adalah mereka yang juga merupakan seorang manajer yang baik. Mungkin orang akan bertanya, “Gila, seorang CEO pun sampai turun ke aspek teknis! Mana staf atau karyawannya yang lain?” Apakah salah jika seorang pemimpin mengetahui aspek-aspek teknis dari hal yang memang merupakan core business dari perusahaannya? Mengapa selama ini kita lebih menganggap penting kebijakan bersifat strategis dibandingkan dengan para eksekutor yang berpikir keras agar strategi itu bisa terwujud?

Hal ini pula salah satu yang sering dialami oleh youthpreneur atau studentpreneur sekalipun. Seringkali seorang business owner berlomba-lomba untuk bagaimana caranya agar sesegera mungkin sistem dibentuk, mencari tim yang solid, hingga kemudian bisnis ditinggal. Begitu bangga rasanya jika bisnis jalan namun orangnya bisa jalan-jalan. Namun seringkali hal yang seperti ini membuat bisnis menjadi rawan untuk cepat tutup karena pemilik bisnisnya saja tidak mau tahu bagaimana operasional bisnis dan ingin sesegera mungkin hanya memikirkan strategi. Akibatnya kualitas pun menjadi tidak maksimal dan banyak faktor-faktor resiko lain yang luput dari perhitungan.

Ada juga para CEO atau business leader yang saya temui di berbagai macam gathering terlalu sombong dan merasa ‘tinggi’ untuk membiarkan mereka turun ke bawah dan mengecek segala sesuatunya secara teknis, di mana rasanya bisnis sudah berjalan dengan baik. Bisnis mereka memang bagus, dan berjalan. Namun cukup hanya dalam tataran ‘good’, di mana tidak akan menjadi ‘great’.

So, I think If you want to be great leaders, you should have to be great managers also.

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

*Anda ingin request tips dan trik bisnis untuk memecahkan masalah yang sedang Anda hadapi? Silakan tinggalkan komentar Anda. Temukan artikel berkualitas seputar tips bisnis, pemasaran, dan motivasi bisnis di ArryRahmawan.net setiap harinya.Klik di sini untuk mendapat kiriman artikel langsung ke email Anda. Gratis!

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

Bagaimana Menurut Anda?

Komentar

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen serta peneliti di Universitas Indonesia mengenai inovasi, kewirausahaan, dan strategi bisnis yang senang berbagi pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya. Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!