Uncategorized

Hari Gini Mikirin Passion?

Saat-saat menjelang wisuda itu pembicaraan akan selalu mengerucut pada satu topik: Kerja di mana? Rekan-rekan seangkatan saya, banyak yang sebelum lulus pun sudah bisa menjawab, entah itu di perusahaan multinasional, BUMN, dan deretan perusahaan mentereng lainnya. Saat itu saya ditanya untunglah masih bisa menjawab bahwa saya mengurus bisnis pelatihan saya, sambil meneruskan kuliah S2. Bagi yang tidak bisa menjawab, selamat datang dalam kelompok pengangguran terbuka.

Tulisan-tulisan saya tentang pentingnya passion dalam kehidupan dan bisnis seringkali memunculkan banyak diskusi menarik dengan teman-teman seangkatan saya yang memiliki pendapat lain. Banyak teman saya yang mengorbankan passion, yang penting kerja di tempat keren dengan gaji oke. Sementara saya, rela deh gaji kecil tetapi yang penting sesuai dengan passion yang saya miliki.

Misalkan ada suatu waktu teman saya mengajak diskusi dari sebuah akun Twitter yang membahas tentang karir dan ngetwit, “Hari gini (di saat nyari kerja susah) mikirin passion, mau makan apa? Makan tuh passion!”

Saya berpikir, ini adalah hal menarik untuk dibahas tentunya. Saya pun mencari passion saya lebih dari dua tahun. Empat tahun lalu saya adalah orang yang tidak tahu passion saya di mana. Sampai pada akhirnya saya menemukan satu titik bahwa passion saya itu adalah membaca, menulis, dan mengajar yang mungkin bisa dirangkum dalam satu kata: pendidikan.

Sejak tahu bahwa passion saya di bidang itu, maka saya fokuskan kekuatan passion saya ini. Teman saya benar, saya tidak bisa makan dari passion saya. Namun, saya merasakan kerja yang jauh lebih bersemangat dan membuat saya tidak merasa lapar, hehe. Sejak saat itu saya pun membaca lebih banyak, menulis lebih banyak, dan mengajar lebih banyak. Setahun kemudian, menjadi seperti ini,

Business: I have my own Training Provider Company, just check http://cerdasmulia.net

Careers: I am one of the youngest influencial writer in Blogosphere, Written 6 Books in Business and Self Development, Written more than 500 articles, Spoken in more than 200 events in more than 10 cities.

Lives: I am very happy, I have my passion, I have my money, and I can eat well.

Ternyata makan passion itu memang enak. Banget.

Perjuangan awalnya memang pahit, namun dari sini saya kemudian memiliki kesimpulan sendiri (tolong divalidasi jika salah) berdasarkan pengalaman saya, yaitu:

Orang yang menjalani passionnya akan banyak mengalami badai pada awal-awal keputusannya. Seperti penolakan, dibilang aneh, konyol, bodoh, dan sebagainya. TETAPI orang-orang ini terus berkembang, bersemangat, dan memiliki progres yang positif tanpa limit seiring berjalannya waktu.

Sementara orang yang menjalankan hidup tidak sesuai apa passion mereka, suatu saat kelak akan mengalami limit pertumbuhan dan membuat diri mereka tidak dapat berkembang lagi secara lebih jauh sehingga akan stuck pada satu titik secara stagnan.

Itu kesimpulan saya (yang tentunya masih perlu divalidasi lagi) berdasarkan pengamatan yang saya lakukan.

Nah, selanjutnya terserah Anda.

Hari gini masih mikirin passion? Jawaban saya, Of course! Passion is Delicious, you know?

Bagaimana pendapat Anda?

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

*Anda ingin request tips dan trik bisnis untuk memecahkan masalah yang sedang Anda hadapi? Silakan tinggalkan komentar Anda. Temukan artikel berkualitas seputar tips pengembangan bisnis, karier dan pencapaian hidup di ArryRahmawan.net setiap harinya.Klik di sini untuk mendapat kiriman artikel langsung ke email Anda. Gratis!

 

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan Destyanto

Arry Rahmawan adalah seorang yang memiliki cita - cita sebagai guru bagi pemimpin masa depan Indonesia. Saat ini berkarya sebagai dosen di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia yang sedang melaksanakan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda.

Selain beraktivitas sebagai pengajar tetap di UI dan peneliti di TU Delft, Arry juga mengisi hari-harinya dengan menjadi narasumber di berbagai instansi pemerintah, BUMN, swasta, lembaga pendidikan, serta lembaga non-profit terkait seputar pengembangan diri dan tulisan - tulisan yang ada di blog ini.

Untuk menghubunginya, silakan kontak melalui direct message LinkedIn atau Instagram

Tinggalkan Komentar