High Performance Me

Hiduplah dengan Lebih Bersyukur (Writing Challenge #17)

Written by Arry Rahmawan

Banyak dari kita yang mengartikan ‘bahagia’ adalah sebuah kondisi yang perlu dikejar atau baru kita bisa dapatkan setelah kita meraih sesuatu. Buat kamu yang sekarang sekolah atau kuliah, bahagia mungkin diartikan sebagai kondisi di mana kamu mendapatkan ranking atau IPK yang bagus. Bahagia mungkin diartikan saat kamu punya banyak teman. Bahagia mungkin diartikan sebagai seseorang yang dianggap keberadaannya oleh orang lain.

Setelah lulus kuliah, diharapkan kita bisa mendapatkan pekerjaan yang bagus. Pekerjaan yang bagus tentu maksudnya adalah pekerjaan yang memiliki gaji besar. Agar apa? Agar kita bisa memenuhi seluruh kebutuhan kita. Agar kita bisa membeli mobil, atau kita bisa membeli rumah yang sangat bagus. Tujuannya? Tentu agar kita merasa bahagia.

Sehingga, banyak sekali orang yang seringkali menggadaikan kebahagiaannya pada hal – hal yang ada di luar dirinya.

Begitupun dengan sebuah survey yang saya lakukan di halaman ini.  Survey tersebut saya tujukan pada pemuda berusia 16 – 25 tahun. Rata – rata dari mereka mengalami frustrasi yang serupa. Mulai dari kekhawatiran masa depan ingin menjadi apa, hidup tidak bahagia sebelum menemukan jodoh yang tepat, tidak bisa menemukan passion nya, ingin bisa mendapatkan uang dengan lebih banyak dan cepat, hingga lain sebagainya.

Menurut saya, hal tersebut sangatlah manusiawi.

Dulu, saya juga memiliki pandangan yang serupa. Saya menitikberatkan kebahagiaan saya pada prestasi dan pengakuan dari orang – orang sekitar saya. Saya menggadaikan kebahagiaan saya pada hal – hal tersebut. Sehingga, pada saat saya menemukan orang yang lebih kaya, lebih berpengaruh, saya akan segera berusaha untuk mengejarnya. Hidup saya pun kemudian menjadi tidak utuh. Maksudnya, walaupun hari ini saya diberikan kesempatan hidup, tapi saya terus memikirkan kekhawatiran masa depan. Hingga saya lupa untuk menikmati kehidupan saya hari ini.

Hingga akhirnya diri ini lelah untuk mengejar apa yang dinamakan bahagia.

Mungkinkah kita menciptakan apa yang namanya bahagia? Mungkinkah kita bahagia di hari ini, walaupun relatif kita tidak memiliki apapun?

Jawaban itu saya dapatkan ketika sehari – hari saya berangkat mengajar ke kampus UI. Di Stasiun Universitas Indonesia (saya biasa menggunakan commuter line), saya seringkali melewati seorang bapak tua yang lusuh dan sudah sulit sekali berjalan, tetapi dia berusaha memenuhi hidupnya secara mandiri dengan berjualan tisu. Ketika saya amati, saya melihat ada pancaran rasa syukur dari wajah bapak ini saat ada orang yang membeli tisunya. Ada senyuman terpancar, sambil mengucapkan terima kasih kepada orang / mahasiswa yang membeli dari bapak tua tersebut.

Terbayang dalam benak saya, bapak tua tadi “hanya” berhasil mengumpulkan uang dari penjualan tisunya yang hanya 2.000 – 4.000 itu sebanyak Rp30.000. Di Kota keras seperti Jakarta dan sekitarnya, uang segitu pun menurut saya belum cukup untuk makan 3 kali. Bagaimana ya caranya bapak tua ini mengatur uang yang sebegitu kecilnya untuk kehidupan diri dan keluarganya?

Saya pun hari ini mendapatkan kisah menarik dari istri saya yang juga memiliki kisah serupa di tempat berbeda. Kali ini, istri saya bercerita bahwa dia bertemu dengan seorang bapak tua penjual nangka. Hari sudah menjelang sore, dan istri saya melihat bahwa penjual nangka ini sedang termenung lesu. Ada goresan rasa lelah yang amat sangat dari wajahnya. Mungkin karena di hari yang sudah sore itu nangka yang dimilikinya masih sangat banyak (baru terjual sedikit). Istri saya menghampiri si bapak tua, dan melihat kuailtas nangkanya. Istri saya kaget, padahal kualitas nangkanya sangat bagus! Istri saya bertanya, berapa nangka yang dijual bapak ini. Dia bilang, Rp10.000. Langsung istri saya pun membelikannya untuk kami makan berdua di rumah nanti.

Pernahkah kita berpikir, bagaimana seandainya diri kita yang berada di posisi bapak tua tadi?

Saya jadi ingin mengucapkan rasa terima kasih dan syukur yang sebanyak – banyaknya kepada Allah. Betapa Allah menyadarkan saya, bahwa saya sudah diberikan banyak sekali nikmat yang (seringkali) kita lupa untuk mensyukurinya. Sungguh, betapa seharusnya diri ini bersyukur, bersyukur, dan bersyukur.

Pada posisi inilah, kemudian diri saya bisa merasakan bahagia yang teramat sangat. Saya memiliki orang tua yang baik. Saya memiliki istri yang cantik dan berbakti. Saya memiliki rezeki yang cukup. Saya memiliki mobil yang bagus untuk dipakai dan rumah yang sangat nyaman untuk ditinggali. Saat saya sadari, ternyata hidup saya amat sangat jauh lebih beruntung dari kedua bapak tadi.

Ah, ya…

Ternyata bahagia itu memang sederhana. Sangat sederhana. Bukanlah kita mengejar apa itu bahagia, tetapi kita ternyata diberikan pilihan untuk bisa menciptakan rasa bahagia.

Cukup dengan bersyukur, maka kita bisa menjadi orang yang sangat bahagia menjalani kehidupan ini.

Bagaimana menurut Anda? Semoga tulisan ini dapat membantu Anda untuk Menghidupkan kembali kebahagiaan dalam diri Anda.

Salam,

Arry Rahmawan
Youth Development Trainer
Founder CerdasMulia Institute
Founder Young Trainer Academy

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

Bagaimana Menurut Anda?

Komentar

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen serta peneliti di Universitas Indonesia mengenai inovasi, kewirausahaan, dan strategi bisnis yang senang berbagi pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya. Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!