Life Skills Mata Ajar Motivasi & Pengembangan Kepribadian

Kesalahan Dalam Memahami Konsep Kekuatan Diri dan Bekerja Dengan Passion

Written by Arry Rahmawan

Beberapa waktu lalu, saya mendapatkan pesan di sebuah grup WhatsApp yang menyindir mereka yang memilih kerja dengan passion. Di pesan tersebut, seorang teman memposting bahwa memilih kerja dengan passion adalah sebuah mitos. Banyak dari mereka yang sudah kerja dengan cukup stabil, menjadi PNS misalnya, namun kemudian hidup mereka berantakan setelah resign dan mengikuti apa kata passion mereka. Pada tataran realita, bekerja menuruti passion tidak semulus itu, karena banyak sekali kebutuhan hidup yang tidak terpenuhi jika seseorang hanya bergantung pada passion. Pada akhir ‘sindirannya’ itu, saya menyimpulkan bahwa teman saya ini ingin mengatakan bahwa jangan jadikan passion sebagai alasan untuk malas bekerja dan jadi orang yang pilih – pilih pekerjaan.

Sindiran di grup ini pun menimbulkan pro dan kontra pada akhirnya. Ada yang setuju, dan juga ada yang tidak setuju dengan hal tersebut. Ada di antara mereka yang bisa survivedan bahkan melejit setelah memutuskan resign dari pekerjaan lama karena tidak sesuai passion. Namun, tidak sedikit juga di antara mereka yang hidupnya berantakan karena mengejar passion mereka. Sebagai contoh, ada seorang PNS yang resign karena ingin menjadi seorang trainer independen. Menurutnya, menjadi seorang trainer itu asyik. Selain pekerjaannya yang berusaha untuk terus memperbaiki diri dengan cara memperbaiki orang lain, seorang trainer juga seringkali mendapatkan fee yang besar dibandingkan dengan rata – rata orang pada umumnya. Benarkah menjadi trainer seasyik itu? Jawaban dari saya adalah YA, namun tentunya dengan syarat Anda mau bekerja keras siang dan malam untuk mendapatkan klien. Nah, seringkali saya melihat yang resign ini tidak siap dengan harga kerja keras yang harus dibayar, dan hanya berpikir yang enaknya saja. Pada akhirnya apa yang mereka ekspektasikan pun menjadi tidak tercapai.

Sekarang, mari coba kita mencari polanya. Jika Anda ingin hidup dan bekerja sesuai dengan potensi diri dan passion Anda, maka ada beberapa catatan yang perlu kita ketahui.

BEKERJA DENGAN PASSION & KEKUATAN DIRI TERBUKTI SECARA ILMIAH MENCIPTAKAN “FLOW”

Secara ilmiah, banyak sekali yang membuktikan bahwa apabila kita bekerja dengan passion, maka diri kita akan bekerja dalam ‘flow’ atau ada dalam kondisi penuh semangat, antusias, dan terlibat secara mendalam di pekerjaan tersebut. Salah satu ciri yang paling mudah untuk mengetahui apakah kita berada dalam ‘flow’ saat bekerja adalah waktu terasa berlalu begitu cepat. Wajar, karena kita sedang dalam in-zone, menikmati betul apa yang kita kerjakan, sehingga waktu pun menjadi lebih cepat berlalu.

Hal ini dikonfirmasi oleh seorang psikolog kognitif yaitu Scott Barry Kauffman, yang menyatakan bahwa passion itu memiliki peranan penting dalam memberikan bahan bakar saat seseorang ingin menyelesaikan proyek yang rumit atau berada dalam pekerjaan yang membutuhkan kreativitas. Passion menciptakan flow, dan seseorang yang bekerja dalam flow, memiliki kualitas hasil kerja yang lebih baik dan mental yang lebih sehat, karena mereka happy dengan apa yang mereka kerjakan. Penelitian – penelitian yang terkait dengan hal ini dapat dilihat pada publikasinya di Psychology Today, Harvard Business Review Online, dan Scientific American.

Berdasarkan hasil pengamatan sederhana saya, sebenarnya hal utama yang dikejar orang adalah bisa bekerja dalam flow. Bayangkan saja, betapa nikmatnya jika kita bisa fully engaged saat mengerjakan sesuatu. Bukan hanya kita bisa mengerjakannya dengan antusias, mungkin juga kita jadi merasa seperti ‘bermain’. Sudah begitu, kita dibayar dengan rate yang cukup tinggi pula. Hidup seperti apalagi yang lebih enak dibandingkan dengan dibayar tinggi pada saat kita sedang bermain?

Itu pula alasan mengapa banyak orang berlomba – lomba untuk mengetahui apa potensi diri mereka. Mereka ingin mengetahui strengths atau kekuatan yang ada dalam diri mereka. Saya pernah mengikuti tes MBTI dan hasilnya adalah saya seorang INTJ. Ada banyak tes lainnya di luar sana, seperti STIFIn atau DISC yang secara garis besar mencoba untuk memetakan apa kekuatan diri kita.

Pertanyaannya kemudian yang menggelitik adalah, jika passion dan strengths ini menciptakan flow dalam kerja, mengapa banyak sekali orang yang jadi messed up atau hidup mereka menjadi berantakan?

Jawabanya adalah, untuk menjadi berhasil tidak cukup hanya sekedar bekerja berdasarkan passion dan kekuatan diri kita.

KESALAHAN DALAM MEMAHAMI PASSION DAN KEKUATAN DIRI

Saya pernah memiliki seorang rekanan bisnis. Orangnya sangat kreatif dan selalu dipenuhi ide – ide segar. Suatu hari, pernah saya mengajak dia untuk memimpin sebuah proyek pelatihan. Menjadi project leader tentu akan berbeda saat dia terbiasa menjadi seorang content creator. Tahukah apa jawaban yang saya dapatkan?

“Ry, gue gabisa deh jadi project leader. Itu bukan gue banget. Lo kan tahu gue itu content creator, gue gabisa kalo harus mimpin dan manage orang.”

Beberapa kali saya coba mengajaknya untuk ‘berani’ mengambil tantangan ini, berulang kali pula ajakan saya ini kemudian mentah. Karena seringkali ajakan – ajakan lainnya dimentahkan, akhirnya kami pun memutuskan untuk berjalan di jalur masing – masing. Saya sebagai dosen dan peneliti, dan dia sebagai content creator, sesuai denganpassionnya. Hingga kemudian 2 tahun berjalan, hal yang cukup miris adalah perkembangan hidupnya seperti stuck di tempat atau bahkan turun.

Saya sungguh banyak belajar dari mantan partner saya ini. Pembelajaran utama yang saya dapatkan adalah bahwa sebenarnya hanya dengan menjalani hidup sesuai potensi dan passion kita, bukan jaminan bahwa kita akan mencapai performa terbaik. Performa terbaik kita dapatkan jika kita juga berani mengambil tantangan yang lebih besar, bertumbuh di luar zona nyaman, dan berlatih untuk terus memperbaiki diri kita.

Jangan sampai kita masuk ke dalam zona comfort trap, yaitu jebakan yang membuat kita merasa nyaman sehingga kita tidak mau menerima tantangan yang lebih besar. Memang sangat dilematis, ya. Di mana sebenarnya kan alasan kita bekerja sesuai passion dan kekuatan diri adalah agar kita bisa bekerja dengan nyaman. Namun di sisi lain, justru ‘kenyamanan’ ini bisa membunuh apabila diri kita tidak mau bertumbuh ke luar zona nyaman.

Ini juga merupakan salah satu filosofi pengajaran yang biasa saya berikan ke mahasiswa. Selain memandu mereka untuk senantiasa belajar dengan passion, namun penugasan yang saya berikan selalu berupaya untuk memberikan tantangan di luar zona nyaman mereka. Tujuannya hanya satu, agar mereka bertumbuh dengan lebih baik lagi.

Saya mengutip apa yang disampaikan Brendon Burchard, seorang high performance coach dalam bukunya high performance habit yang memiliki argumentasi sebagai berikut,

”Effectiveness in life does not come from focusing on what is automatic, easy, or natural for us. Rather, it is the result of how we consciously strive to meet life’s harder challenges, grow beyond our comforts, and deliberately work to overcome our biases and preferences, so that we may understand, love, serve, and lead others.

Kesimpulan dari tulisan ini adalah, kesalahan utama dari mereka yang hidup berdasarkan passion dan kekuatan diri mereka adalah seringkali mereka

membiarkan diri untuk masuk ke dalam comfort trap yang terlalu jauh. Hal ini mengakibatkan diri mereka untuk ‘menolak’ tantangan – tantangan yang datang ke dalam diri mereka. Kesalahan mereka adalah mereka ‘memaksa’ tantangan yang datang untuk menyesuaikan diri mereka. Jika tidak sesuai, maka tidak perlu dikerjakan. Padahal, mereka yang berhasil bekerja dengan passion melakukan hal kebalikannya: merekalah yang menyesuaikan dengan tantangan yang datang. Mereka tidak membiarkan diri terjebak dalam comfort trap,dan berusaha menaklukkan tantangan yang datang sesuai dengan passion dan kekuatan diri mereka sendiri.

Jadi, hati – hati bagi kita semua (saya juga terutama) untuk selalu bagaimana caranya bekerja sesuai passion dan kekuatan diri, namun juga tidak membiarkan diri ini masuk ke comfort trap yang terlalu jauh. Semoga kita semua berani untuk terus bertumbuh, sesuai dengan passion dan keunikan diri kita masing – masing. Kalau dalam bahasa saya, always be the best version of you.

Beberapa tulisan lain tentang passion yang bisa Anda baca di blog ini:

Daftar Rujukan:

Burhcard, Brendon. 2017. High Performance Habits. UK: Hay House.
Kaufman, Scott Barry. 2012. The Paradox of Passion.

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0856 4087 9848 (Melinda) atau email ke arryrahmawan@ui.ac.id. Anda juga dapat terkoneksi langsung dengan Arry Rahmawan melalui beberapa jalur media sosial berikut ini:

Free Online Course di YouTube : Channel Arry Rahmawan
Free Kultwit di : Twitter @ArryRahmawan
Free Inspirational Quotes : Instagram @ArryRahmawan
Free Inspirational Notes : Grup Facebook

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Bidang keilmuan peminatannya adalah kewirausahaan, inovasi, dan strategi bisnis.

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0856 4087 9848 (Melinda) atau email ke arryrahmawan@ui.ac.id.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

1 Comment

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!