Life Skills

Kesalahan Utama dalam Belajar Public Speaking

Written by Arry Rahmawan

Apa Saja Kesalahan – Kesalahan Utama yang Biasa Terjadi Saat Belajar Public Speaking?

Jujur saja, sebelumnya saya tidak menyangka bahwa tulisan yang paling banyak dibaca di blog ini adalah tentang topik public speaking. Posting yang paling top dari sekitar 700an posting yang telah saya buat ini adalah 11 Tips Sukses Berbicara di Depan Umum. Posting tersebut sudah dilihat sebanyak lebih dari 75,000 kali sejak ditulis sekitar 3 tahun lalu.

Berdasarkan data itu, saya menyimpulkan ternyata para pembaca blog saya banyak yang mencari dan sebenarnya ingin sekali belajar public speaking. Memang kemampuan public speaking merupakan nilai tambah yang sangat penting buat kita baik dalam karir maupun studi. Seorang pemimpin bisa dinilai efektif atau tidak, salah satunya dari kemampuannya berbicara di depan umum. Begitu pula dengan pelajar dan mahasiswa, kemampuan public speaking yang unggul dapat mendongkrak prestasi baik secara akademik (khususnya tugas – tugas presentasi) maupun non – akademik.

Saya bersyukur sekali bahwa sejak 8 tahun lalu hingga sekarang diberikan kesempatan untuk menjadi seorang trainer pengembangan diri. Menjadi seorang trainer yang efektif, tentu wajib memiliki kemampuan public speaking yang mumpuni. Karena itu, sampai sekarang saya masih berusaha untuk terus memperbaiki kemampuan public speaking saya. Tidak tanggung – tanggung, saya belajar dari para ahli baik yang ada di dalam maupun luar negeri. Di sanalah kemudian saya mendapatkan banyak masukan untuk terus memperbaiki gaya berbicara saya di depan umum.

Saya memberikan seminar di hadapan 500+ peserta

Saya memberikan seminar di hadapan 500+ peserta

Saat belajar public speaking, saya mempunyai catatan ‘kesalahan – kesalahan’ yang saya lakukan saat belajar public speaking. Kali ini, saya ingin berbagi kepada sahabat pembaca sekalian, agar nantinya tidak membuang waktu karena melakukan kesalahan yang sama. Biarlah saya saja yang mengalaminya, dan sahabat semua bisa belajar dari pengalaman saya.

Saya menulis artikel ini bukan karena saya seorang ahli yang tidak perlu belajar lagi, ya… Saya hanya ingin berbagi siapa tahu bermanfaat buat Anda yang saat ini sedang atau ingin belajar public speaking.

Baik, jadi apa saja sih kesalahan – kesalahan utama dalam belajar public speaking yang saya lakukan? Berikut ini beberapa di antaranya.

Kesalahan Belajar Public Speaking 1 – Belajar (Hanya) dari Buku

Ini adalah sebuah kesalahan yang saya lakukan sewaktu saya dulu baru awal – awal mula belajar public speaking. Sewaktu SMA, saya pernah percaya bahwa semua hal bisa dipelajari dari buku. Termasuk ketika saya sadar bahwa saya gugup dan tidak efektif saat berbicara di depan umum. Dari situ saya membeli beberapa buku tentang public speaking. Penulisnya adalah para “pakar” di bidang itu, pastinya…

Saya belajar dan menimba ilmu dengan lahapnya dari buku tersebut. Saya jadi tahu bagaimana sejarah public speaking, apa saja jenis – jenis pidato, bagaimana menghilangkan gugup, berinteraksi dengan audience, serta banyak hal lainnya yang saya tahu.

Tapi, apakah dengan saya tahu banyak hal itu saya bisa menjadi pembicara publik yang efektif? Jawabannya, sama sekali TIDAK! Mungkin ada tuh saya menghabiskan 10 buku, tapi saat diminta ke depan umum tetap saja saya ‘gelagapan’ dan jantung berdebar serasa mau copot.

Di situlah saya belajar bahwa public speaking ini adalah keterampilan, yang diasahnya adalah dengan praktek, bukan ujian tertulis. Jadi kalau mau diasah, ya praktek! Makanya kalau cuma dari buku, jangan berharap kita bisa langsung berbicara di depan umum.

Praktek adalah cara terbaik untuk menguasai public speaking

Praktek adalah cara terbaik untuk menguasai public speaking

Dulu saya coba nekat saja prakteknya. Sewaktu masih di sekolah, saya ikut aktif di organisasi. Sengaja, biar saya bisa latihan memberikan sambutan. Intinya : praktek!

Hal nekat selanjutnya, kalau misal ada tugas presentasi di depan kelas, saya bilang ke teman – teman saya siap jadi volunteer untuk menjelaskan bagian yang susah. Karena saya yakin, kalau saya bisa menjelaskan yang rumit menjadi mudah dicerna, berarti saya adalah seorang pembicara publik yang efektif. Hehehehe….

Dari hal – hal nekat itulah, ternyata berujung menjadi profesi. Saya pun tidak menyangka, akhirnya sekarang berprofesi sebagai trainer dan dosen. Keduanya adalah profesi yang sangat membutuhkan public speaking. Jika sampai sekarang saya hanya membaca buku terus, mungkin tulisan ini tidak akan pernah saya tulis. Hehehe…

Kesalahan Belajar Public Speaking 2 – Berlatih di Depan Cermin

Ini adalah cara belajar public speaking yang paling sering saya temui pada orang yang ingin belajar public speaking. Dulu waktu pertama saya ingin memberikan sambutan pelantikan saya sebagai ketua ekstrakurikuler, ada teman yang menyarankan saya harus berlatih di depan cermin. Saya pun mengikuti nasihatnya. Saya berlatih di depan cermin. Awalnya saya malu melihat diri saya, namun akhirnya ketika berlatih saya merasa bahwa diri saya cukup oke untuk tampil keesokan harinya.

Esoknya, saya diminta memberikan sambutan saat upacara sekolah sebagai salah satu ketua ekstrakurikuler yang baru. Ratusan pasang mata melihat saya. Saya kaget, deg – degan, dan betul – betul gugup. Kenapa? Karena waktu berlatih di depan cermin, saya membayangkan bahwa audience nya cuma 1 : yaitu diri saya! Padahal, public speaking itu berbicara kepada orang lain, bukan diri sendiri (kalau itu sih namanya monolog ya, hehehe).

Dari situ, saya kapok dan tidak menyarankan Anda untuk berlatih di depan cermin!

Berlatih di depan cermin memiliki 2 kelemahan:

  1. Anda berlatih di hadapan diri sendiri, padahal saat tampil Anda berhadapan dengan orang lain.
  2. Tidak ada yang bisa memberikan Anda masukan untuk memperbaiki penampilan karena Anda hanya menilai diri Anda secara subjektif (menurut pendapat pribadi)

Jadi, saran saya kalau mau belajar public speaking ya langsung di depan orang atau calon audience Anda (kalau bisa). Orang ini bisa siapa saja, bisa ibu, ayah, anak, adik, teman, sahabat, siapapun yang penting hidup dan bisa memberikan Anda timbal balik. hehehe…

Kesalahan Belajar Public Speaking 3 – Otodidak Terus – Menerus

Ketika saya mulai terbiasa untuk berbicara di depan umum dan rasa gugup semakin lama hilang (karena sudah terbiasa), saya mulai merasa bahwa diri saya bisa public speaking. Waktu itu saya belajar public speaking seorang diri (otodidak). Apalagi setelah ada YouTube, wah itu surganya belajar public speaking. Banyak banget penampilan orang – orang keren yang bisa langsung kita tiru, jiplak plek, dan langsung deh kita ikutan jadi keren.

Belajar otodidak saya lakukan karena murah. Bandingkan saja kalau saya harus ikut kursus public speaking, saya bisa bayar ratusan ribu hingga jutaan rupiah untuk sekali ikutan!

Hingga pada waktu itu saya sedang dapat rejeki lebih dan mencoba untuk ikut pelatihan berbayar. Intinya sih saya ingin mencari mentor alias guru yang membimbing saya. Awalnya, saya merasa kalau saya sudah bisa berbicara di depan umum. Saya sempat berkata dalam hati, “ah, paling materinya gitu – gitu aja.”

Hingga akhirnya, di pelatihan tersebut saya belajar public speaking yang lebiih detil lagi. Mulai dari memilih setelan pakaian yang harus dipakai, kerapihan diri, membuat materi yang efektif, mengatur sound agar suaranya jelas, cara pegang mic, hingga membuat slide yang efektif! Waah… ternyata, dengan belajar dari orang lain kita jadi cepat terakselerasi!

Bahkan di akhir pelatihan, saya diminta membuat presentasi beserta slide yang elegan. Saya bergumam, “ah, gampang.” Saya buat slide dan materi presentasi saya. Lalu, saya presentasi dengan durasi waktu 10 menit.

Saya sangat PD membawakan materi saya, hingga menit ke-4, tiba – tiba LCD untuk menampilkan slide saya mati! Saya tertegun dan agak sedikit panik. Saya tidak hafal materinya, dan saya bingung menjelaskan materi saya kepada audience.

Ternyata, LCD itu dimatikan secara sengaja oleh instrukturnya. Dia ingin menyampaikan bagaimana seorang public speaker tetap tenang ketika menghadapi krisis. Mulai dari mati listrik, hingga slide yang tidak berfungsi. Nah, ilmu baru lagi tuh. Saya juga baru tahu waktu itu bahwa seorang public speaker harus bisa menangani krisis.

Saya jadi teringat, salah satu guru saya mas @andradonatta pernah mengajarkan saya bagaimana menangani audience saat kita tiba – tiba sakit perut padahal sedang asyik memberikan materi dengan elegan. Lucu deh, caranya. Yaitu dengan pura – pura membuat kelompok untuk berdiskusi satu sama lain, memberikan studi kasus untuk didiskusikan, dan trainer nya ngacir ke toilet! Hehe… Trik mas @andradonatta itu pernah saya terapkan sewaktu saya mules juga ketika saya sedang perkenalan sebagai trainer. Langsung peserta saya minta bikin kelompok, nama, dan yel – yel (kan agak lama tuh, 10 menit). Sewaktu mereka beraktivitas, saya ngacir deh ke toilet, hehehe.. Elegan tanpa panik.

Belajar otodidak tidaklah salah. Apalagi saat kita memiliki budget terbatas. Lebih baik belajar otodidak, daripada tidak belajar sama sekali. Namun, jika ada rejeki berlebih tidak ada salahnya kita investasi untuk memiliki mentor karena keterampilan kita akan terasah semakin cepat.

Paling baru, sekarang saya sedang belajar oleh seorang mentor dari Amerika (investasi sekitar $15,000). Salah satu yang beliau ajarkan kepada saya teknik menulis di blog agar traffic nya naik. Eh, benar saja. Dalam jangka waktu 1 – 2 bulan, popularitas blog saya alhamdulillah naik. Ga percaya? Nih statistiknya.

Screen Shot 2016-07-21 at 11.14.29 PM

Kesalahan Belajar Public Speaking 4 – Ingin Menguasai Secara Instan

Saya heran juga dengan banyak orang yang bertanya, “mas gimana caranya agar saya bisa cepat bisa public speaking?”. Jujur, saya tidak tahu caranya. Namun yang saya tahu, pembicara publik terbaik menempuh proses yang sangat panjang untuk bisa menjadi pembicara handal.

Dalam bukunya Malcolm Gladwell berjudul outliers, dijelaskan bahwa jika kita ingin menjadi seorang world class dalam menguasai keterampilan tertentu maka kita harus menempuh 10,000 jam berlatih dengan terstruktur dan umpan balik. Maksudnya adalah kita berlatih bukan sekedar berlatih, tetapi juga terstruktur step by step, mulai dari yang mudah sampai yang sulit dan selalu dievaluasi performanya.

Jadi, kalau saat ini ada di antara pembaca yang bisa berbicara di depan umum tanpa menempuh proses prakteknya, tolong beritahu saya. Saya mau belajar. Karena setahu saya sampai saat ini tidak ada!

Baik, sahabat semua mungkin itu dulu yang bisa saya bagikan hari ini. Sudah malam juga, saya menulis ini saking asyiknya ternyata sudah pukul 23.30. Hehe…

Jangan lupa intip juga tulisan saya yang lain tentang public speaking. Tulisan – tulisan ini juga menjadi top post di blog saya:

Bagaimana menurut Anda? Setujukah dengan pendapat saya di atas? Silakan berikan masukan atau komentar melalui comment box di bawah.

Salam CerdasMulia!

Arry Rahmawan
Self Development Coach
Direktur CerdasMulia Group

Silakan temukan inspirasi lainnya dari saya melalui:

Free Online Course di YouTube : Channel Arry Rahmawan
Free Kultwit di : Twitter @ArryRahmawan
Free Inspirational Quotes : Instagram @ArryRahmawan
Free Inspirational Notes : Grup Facebook

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Bidang keilmuan peminatannya adalah kewirausahaan, inovasi, dan strategi bisnis.

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0856 4087 9848 (Melinda) atau email ke arryrahmawan@ui.ac.id.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!