Keilmuan

Kisah Inspiratif Dua Orang Pembangun Piramida

Kisah Inspiratif Dua Pembangun Piramida
Written by Arry Rahmawan

Tadi malam, saya dan istri saya menyempatkan diri untuk berbincang – bincang. Diselingi canda dan tawa, namun akhirnya pembicaraan kami mengarah pada hal yang serius juga, hehe. Pembicaraan kami kali ini adalah tentang diskusi bisnis.  Istri saya, Melinda menurut saya merupakan seorang pengusaha muda yang tangguh. Dengan konsisten sejak saya mengenalnya dulu hingga menikah dan berkeluarga hingga saat ini, dia terus fokus untuk membangun kerajaan bisnis. Perlahan namun pasti, usahanya di Al Kindi Daycare dan Al Kindi Kids semakin berkembang.

Tetapi, adakalanya kita merasa ‘iri’ jika mungkin menemukan sahabat atau teman kita yang seusia atau bahkan lebih muda, namun capaiannya lebih menjulang. Apalagi jika menyangkut bisnis. Istri saya curhat, “kakak sayang, mengapa aku merasa bahwa progress ku menjalankan bisnis melambat ya? Sementara ada temanku yang baru mulai bisnis, namun kok sudah benar – benar melesat hebat?”

Saya berpikir, jika saya berada di posisi istri saya, mungkin saya akan iri juga ya. Saya sudah merasa mengeluarkan tenaga beratus – ratus persen, namun saat melihat akselerasi teman atau pesaing kita begitu kencang rasanya saya juga jadi geregetan, hehe.

Saya kemudian berpikir. Di saat seperti ini, saya harus menjaga motivasi istri saya agar terus berjuang. Hmm.. Setelah saya berpikir, akhirnya saya teringat dengan Kisah Dua Pembangun Piramida! Kisah inilah yang kemudian saya ceritakan kepada istri saya. Siapa tahu, semangatnya kembali bergelora, hehehe.

Kisah Inspiratif Dua Pembangun Piramida

Alkisah di zaman Mesir Kuno, ada seorang Firaun (Pharaoh) yang memerintahkan dua orang untuk masing – masing membangun sebuah piramida. Mereka adalah Azur dan Chuma. Firaun (Raja Mesir) ini menjanjikan bagi mereka yang bisa menyelesaikan piramida tersebut maka akan diberikan hadiah kekayaan seumur hidup, sehingga mereka tidak perlu bekerja lagi. Syaratnya, piramida tersebut harus dibangun seorang diri.

Azur tidak membuang waktu. Dia langsung bekerja di sebidang tanah yang telah disediakan. Setelah merancang bangunan secara sederhana, dia kemudian mulai menggali pondasi piramida. Dia bekerja keras untuk membuat agar pondasi tersebut kokoh. Setelah itu dia mulai mengangkat batu untuk membuat lantai dasar piramida. Dia bolak – balik menyusun dan menggotong batu – batu tersebut membentuk lantai dasar piramida. Luar biasa, dalam waktu singkat dasar piramida sudah jadi dalam beberapa minggu. Penduduk setempat mulai memuji – muji Azur.

Azur mulai mengintip sejauh apa progress yang dimiliki Chuma. Namun betapa terkejutnya Azur saat mengetahui bahwa sebidang tanah milik Chuma masih kosong plong! Chuma belum melakukan apapun!

“Bodoh sekali si Chuma itu! Dia tidak tahu betapa banyaknya waktu yang diperlukan untuk membangun piramida! Jika dia belum mulai bulan depan, maka aku pasti bisa unggul!” kata Azur merasa jumawa.

Benar saja, Azur selama beberapa bulan berikutnya berhasil membuat lapisan kedua piramida. Dia masih mengerjakan dengan cara yang sama seperti sebelumnya. Dia pecah dan potong batu sesuai ukuran, kemudian diangkat dan disusunnya batu itu satu per satu. Setelah sebulan, selesailah lantai kedua dan ketiga dari piramidanya. Orang – orang semakin memuji Azur, apalagi saat mengetahui bahwa hingga tahun pertama, piramida Chuma masih benar – benar kosong melompong!

Azur kemudian mengunjungi Chuma. Apa yang dia lihat kemudian adalah banyaknya corat – coretan Chuma yang berbentuk seperti piramida. “Hoi, Chuma. Kalau kamu ingin piramida itu cepat selesai, segeralah dibuat!” kata Azur.

Chuma hanya berkata, “tinggalkan aku sendiri. Aku sedang berusaha membuatnya saat ini.”

Azur hanya tertawa melihat Chuma. Dia menyimpulkan bahwa sepertinya Chuma belum menemukan desain yang pas untuk piramidanya. Azur pun kemudian kembali untuk mengerjakan piramidanya.

Tahun kedua, Azur memiliki tantangan berat. Saat ini, dia ingin menyelesaikan lantai keempat. Tidak seperti lantai sebelumnya, lantai keempat ini begitu menguras stamina saat Azur mencoba untuk mengangkatnya. Pekerjaannya pun melambat. Selama 4 bulan, dia hanya berhasil mengerjakan seperempat lantai saja.

Akhirnya, dia memutuskan untuk melatih fisiknya agar lebih kuat. Azur mencari informasi bagaimana cara meningkatkan stamina. Dia melakukan ubah pola makan, berolahraga khusus untuk meningkatkan staminanya. Latihan itu membutuhkan waktu 6 bulan untuk memastikan bahwa Azur kuat untuk mengangkat batu ke lantai 4.

Akhirnya, di akhir tahun kedua selesailah lantai keempat Azur setelah mengikuti pelatihan yang intensif dan melelahkan. Namun, Azur masih bisa berbangga karena Chuma hingga akhir tahun kedua belum melakukan apapun!

Tahun ketiga, Azur mulai memasuki pembangunan lantai kelima. Namun, sekali lagi semakin tinggi lantai yang Azur bangun, semakin lelah tubuhnya. Maka, dia menghabiskan waktu dan banyak emas untuk meningkatkan stamina tubuhnya. Dia berguru diet eksotis agar dapat menyelesaikan piramida itu. Setelah dia merasa kuat, dia meneruskan pembangunan piramida lantai selanjutnya. Begitu terus hingga akhirnya pembangunan piramidanya semakin lambat. Untuk setiap lantai bagian atas, kurang lebih dia membutuhkan waktu 2 tahun.

Azur merasa optimis saat mengetahui bahwa piramidanya sebentar lagi jadi, dia memproyeksikan bahwa kurang lebih 5 tahun lagi piramidanya selesai. “Si bodoh Chuma itu akan tersungkur saat dia tahu bahwa piramidaku akan jadi.”

Namun alangkah terkejutnya Azur saat dia sedang bekerja tiba – tiba dia mendengar suara dentuman keras di sekitar piramidanya. Ternyata, Chuma baru mulai mengerjakan piramidanya!

Namun, yang membuat Azur terkejut adalah:

Chuma membawa sebuah alat menyerupai crane setinggi 8 meter yang belum pernah ada sebelumnya. Alat tersebut terbuat dari tiang, kayu, batu, dan tambang yang dapat berfungsi sebagai katrol untuk meletakkan dan memindahkan batu – batu piramida.

Apakah yang terjadi? Azur perlu waktu setahun untuk membangun dasar piramidanya. Dengan alat tersebut, Chuma hanya perlu waktu seminggu! Bila Azur membangun 5 lantai piramida membutuhkan waktu 3 tahun, Chuma hanya perlu waktu 6 bulan! Ternyata, Chuma dapat mengerjakan 30x lebih cepat dari apa yang dikerjakan Azur dengan menggunakan mesin tersebut. Azur pun merasa hancur, saat apa yang mulai dia kerjakan selama bertahun – tahun mulai disusul oleh Chuma.

Total Chuma menyelesaikan pekerjaan membangun piramida itu adalah 6 tahun, di mana 3 tahun merupakan masa perencanaan dan perakitan alat, dan 3 tahun masa pengerjaan. Sementara Azur, yang sudah 10 tahun mengerjakan piramida belum mencapai 80% dari target pembangunan. Azur terus-menerus bekerja keras, melatih stamina, lalu bekerja keras lagi sama seperti sebelumnya. Tragis bagi Azur, piramidanya tidak pernah selesai karena dia terkena serangan jantung saat piramida menyisakan 2 lantai lagi. Azur mencoba untuk mengandalkan tubuhnya sendiri, sementara Chuma dengan gemilang membiarkan sistem yang bekerja untuknya.

Chuma, mendapatkan kekayaan seumur hidup pada usia 26 tahun. Berkat alat yang dia rancang dan selesaikan, walaupun di awal dia diejek tidak karuan namun pada akhirnya Chuma lah yang memenangkan tantangan ini.

Pelajaran Apa yang Dapat Anda Ambil?

Saat saya ceritakan kisah tersebut ke istri saya, matanya langsung berbinar – binar dan saya langsung dipeluk. Istri saya memahami bahwa mereka yang menang adalah yang membangun sistem dalam bisnis mereka, bukan hanya mengejar omzet.

Saya katakan ke istri saya, apa yang dia lakukan sudah bijak. Membangun sistem, SOP, koordinasi dengan karyawan, membangun sistem IT dan online marketing, agar semuanya bisa siap di masa akan datang. Kita seringkali tergoda untuk hasil – hasil yang instan, namun ternyata tidak bertahan lama. Apa yang dilakukan istri saya mungkin terlihat lambat, namun beberapa tahun lagi saat sudah stabil akan dapat meningkat pesat.

Saya juga teringat saat dulu awal – awal menjadi trainer, saya membiasakan diri untuk menulis di blog. Beberapa teman saya bilang, ‘ngapain lo bikin blog? yang namanya trainer itu yang penting ngisi training bro! Nulis – nulis begitu sih bukan yang utama!’

Dulu, saya belum mendengar kisah tentang piramida ini. Saya hanya melakukan sebagai hobi saja. Namun, siapa sangka ternyata blog yang sudah berumur 3 tahun ini menjadi ‘alat’ yang terus bekerja untuk saya. Blog ini terus online dalam waktu 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Blog ini terus menampilkan informasi yang dibutuhkan orang saat saya sedang ada aktivitas lain. Apa dampaknya?

Dampaknya, saat orang ingin belajar mengembangkan diri lebih dalam, mereka kemudian mengontak saya (berawal dari blog ini) untuk mengundang saya membawakan seminar / workshop yang mereka perlukan. Blog ini merupakan salah satu penyumbang terbesar kesempatan saya untuk mengisi di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di luar Jawa. Mulai dari Batam, Samarinda, hingga Mataram.  Saya tidak perlu keliling untuk menyebarkan proposal atau selebaran tentang training saya. Tinggal saya tulis saja di blog ini. Saya bersyukur, ternyata kerja lebih saya selama 3 tahun ini berguna juga. Mudah – mudahan saja bisa seperti alat yang dibuat oleh Chuma yang akhirnya memudahkan hidup saya. Hehehe…

Itulah sedikit kisah inspirasi untuk Anda hari ini. Salah satu hikmah lainnya yang bisa didapatkan, Ternyata hidup itu memerlukan perencanaan agar lebih mudah dijalankan ke depannya. Bagi Anda yang ingin mengundang saya membawakan pelatihan perencanaan hidup, silakan hubungi email saya di arry.rahmawan(at)gmail.com yaa… ^^

Hikmah apa yang Anda dapatkan setelah membaca cerita mengenai dua orang pembangun piramida tersebut? Setujukah Anda bahwa hidup ini perlu perencanaan terlebih dahulu agar lebih efisien?

Silakan berikan pemikiran Anda di kotak komentar, saya akan sangat senang hati membaca dan menanggapinya!

Salam Indonesia Berpijar!

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

Bagaimana Menurut Anda?

Komentar

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Bidang keilmuan peminatannya adalah kewirausahaan, inovasi, dan strategi bisnis. Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!