Tips Akademik

Langkah Awal Menyusun Proposal Disertasi

Written by Arry Rahmawan

Bagaimana Langkah Awal dalam Menyusun Proposal Disertasi?

Tulisan kali ini sebnarnya lebih ke arah sharing terkait apa yang saya lakukan akhir – akhir ini, yaitu membuat proposal riset untuk persiapan S3 ke luar negeri. Melanjutkan kembali sekolah doktoral memang sudah menjadi cita – cita saya sejak kecil agar bisa menjadi seorang dosen yang lebih baik (cieee…).

Untuk memulai studi doktoral memang agak berbeda dengan ketika kita mendaftar program sarjana atau magister. Biasanya kan kita diharuskan untuk melalui berbagai macam tes yang disiapkan, dengan tujuan mengetahui persiapan kognitif kita saat nantinya menghadapi kuliah. Tes – tes yang kita lewati itu, misalnya SBMPTN atau SIMAK UI, sebenarnya dirancang secara khusus untuk menerima mahasiswa yang memang secara kognitif siap untuk menerima pembelajaran di tingkat universitas nanti. Harapannya, ketika sudah lulus mahasiswa dapat memecahkan masalah atau meningkatkan kualitas hidup di sekitarnya dengan bekal ilmu yang sudah dipelajari.

Lalu, apa perbedaannya dengan ketika kita melanjutkan kuliah S3? Kuliah S3 adalah kuliah yang memiliki tujuan berbeda, di mana tujuan utamanya untuk menjadikan mahasiswa memiliki kemampuan untuk menjalankan riset secara substansial dengan prosedur yang benar secara mandiri. Mahasiswa S3, setelah lulus diharapkan akan menjadi pendobrak riset – riset baru dan mampu memimpin tim riset secara mandiri.

Panduan untuk membuat proposal disertasi lebih lengkap sudah dituliskan oleh Lukito Edi Nugroho, yang sangat rinci dan menurut saya sangat baik. Anda bisa membaca tulisan beliau dalam tautan berikut ini.

Tulisan ini merupakan tambahan dari tulisan tersebut, di mana saya ingin berbagi tentang bagaimana caranya menemukan state-of-the art atau kebaruan dari proposal penelitian yang ingin kita ajukan. Memang salah satu hal yang paling sering ditanyakan calon mahasiswa S3 (termasuk saya) adalah, “topik apa yang ingin saya ajukan ke calom promotor yaa?”

Saya merasa beruntung karena dibimbing oleh seorang mentor, senior saya yang baru pulang dari S3 di Jerman yaitu Romadhani Ardi. Beliau memberikan langkah – langkah teknis dan konkrit bagaimana caranya agar saya bisa mendapatkan topik yang baru atau original untuk diajukan sebagai topik riset.

Kunci utama dalam menemukan kebaruan topik riset adalah : banyak membaca! Ini memang sepertinya agak non – sense, tetapi memang inilah yang harus dilakukan. Sebelum kita bertanya tentang topik apa yang ingin diteliti, coba kita tanyakan ke diri kita terlebih dulu, sudah seberapa banyak bacaan yang kita telan di bidang riset yang kita minati? Jangan – jangan bacanya masih sedikit, tapi sudah menyerah dan bingung mencari topik, hehe…

Bahan yang dibacapun tidak terbatas pada buku dan artikel populer saja, bahkan dalam proses mentoring awal saya diwajibkan untuk membaca 20 jurnal di bidang terkait! 20 jurnal, lho! Bukan conference proceeding dan jurnalnya adalah jurnal terakreditasi. Jadi selain buku, saya juga ‘menyelami’ tulisan – tulisan yang diterbitkan di jurnal oleh peneliti lain. Menyelami jurnal ini sebenarnya sangat bermanfaat karena akhirnya kita menjadi tahu perkembangan terakhir di bidang topik riset kita. Sedikit tips, sebelum mulai mencari jurnal kita juga perlu sudah mengetahui kata kunci / keywords apa yang ingin kita cari.

Banyaknya jurnal yang dibaca (bahkan sebenarnya saya membaca lebih dari 20), seringkali membuat kita bingung bagaimana ‘meringkas’ nya. Selain itu, kebingungan kita juga dari sekian banyak jurnal yang dibaca, di mana kita bisa mengetahui ‘celah’ kebaruan riset di bidang tersebut.

Untuk mengatasi hal tersebut, ada cara praktis yang bisa digunakan (dari sekian banyak cara yang ada), yaitu menggunakan matrix PCLF. Matrix PCLF adalah matrix berbentuk tabel yang berisikan poin – poin penting dari jurnal yang kita baca. Poin – poin ini mencakup 4 hal:

Previous Researchmenceritakan penelitian – penelitian apa yang sudah ada sebelumnya

Contributionkontribusi atau orisinalitas dari paper/makalah tersebut terhadap bidang keilmuan

Limitationbatasan – batasan yang digunakan dalam penelitian

Future Researchpeluang riset yang bisa dilakukan / di follow up di masa yang akan datang.

Contoh dari tabel PCLF dapat diunduh pada tautan berikut ini. PCLF yang saya buat merupakan matrix yang sudah dikembangkan sedemikian rupa sehingga berbeda dengan PCLF umumnya. Bidang topik riset saya adalah Business Model Simulation in Technology Digital Entrepreneurship. Melalui matrix PCLF itulah kemudian saya dapat menemukan ‘celah’ kebaruan riset yang akan saya presentasikan pada tanggal 18 nanti. Hehe…

Semoga bermanfaat untuk Anda yang saat ini juga sedang berjuang membuat proposal disertasi.

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

Bagaimana Menurut Anda?

Komentar

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Bidang keilmuan peminatannya adalah kewirausahaan, inovasi, dan strategi bisnis.

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0856 4087 9848 (Melinda) atau email ke arryrahmawan@ui.ac.id.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!