High Performance Me

Makna Sumpah Pemuda 2015 (Writing Challenge #23)

Written by Arry Rahmawan

Besok, tepat tanggal 28 Oktober 2015 merupakan hari bersejarah yang selalu diperingati oleh bangsa ini. Sebuah tanggal yang menentukan nasib bangsa Indonesia agar bisa merdeka dan berdiri dengan bebas di atas tanah mereka sendiri. Ya, pada tanggal 28 Oktober nanti adalah hari Sumpah Pemuda. Sebuah hari di mana kita ingat kala itu pemuda menginisiasi gerakan untuk bersatu di tengah keberagaman suku, bahasa, dan budaya daerah masing – masing.

87 tahun sudah peristiwa sumpah pemuda ini selalu diulang dan diperingati. Saya membayangkan, sumpah pemuda pada waktu Indonesia belum merdeka dulu pastilah sangat heroik. Beragam pemuda yang berlatar belakang beda – beda, berkomitmen menjadi satu karena disatukan oleh tanah air, bangsa, dan bahasa yang sama.

Tetapi, dalam kondisi Indonesia sudah merdeka seperti sekarang dan setiap orang bisa berbuat semaunya, masihkah Sumpah Pemuda menjadi penting? Atau, peringatan sumpah pemuda hanya sebagai formalitas mengingat sejarah saja?

Mengambil Esensi Makna Sumpah Pemuda

Menurut saya, sampai kapan pun Indonesia berdiri, peringatan sumpah pemuda ini adalah sesuatu yang sangat penting. Mengapa? Karena Indonesia adalah sebuah negara yang unik dibandingkan negara lain. Keanekaragaman orang, suku, budaya, dan bahasa memerlukan sebuah momen agar mereka selalu ingat perjuangan kakek – nenek kita dulu untuk membuat yang berbeda – beda ini tetap menjadi satu dan utuh.

Saya pernah mendapat cerita tentang teman saya, Aziiz saat mengerjakan sebuah proyek di sebuah perusahaan. Pemimpin mereka menyadari bahwa komposisi di dalam tim tersebut sangatlah beraneka ragam latar belakang dan budayanya. Apa yang dilakukan sang pemimpin? Dia berkata,

“Sekarang, keluarkan KTP kalian dan letakkan di atas meja dengan posisi peta Indonesia menghadap atas.”

Semua orang melakukan apa yang diminta si pemimpin ini. Apa yang kemudian dia katakan?

“Lihat semuanya. Walaupun di belakang KTP kita berbeda, tetapi kita semua bersatu karena kita adalah orang Indonesia. Kita satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa. Jadikan pekerjaan kita kali ini murni bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk memajukan Indonesia kita.”

Spontan, tim itu pun kemudian bekerja dengan solid di tengah keanekaragaman yang ada.

Sumpah pemuda perlu kita maknai bukan hanya sekedar pengambilan sumpah untuk bersatu. Namun, sebuah sumpah bersatu untuk meraih tujuan bersama. Sumpah pemuda muncul di tahun 1928 karena setiap pemuda memiliki tujuan sama : terbebas dari penjajah untuk bisa merdeka di negeri sendiri.

Namun, setelah Indonesia merdeka di tahun 1945, apa tujuan bersama yang perlu diperjuangkan?

Sumpah Pemuda di Era Global

Menurut saya, sumpah pemuda hanya sekedar retorika apabila kita bersumpah bersatu namun tidak mengetahui ke mana arah kita akan menuju sebagai sebuah bangsa.

Terlebih lagi, saat ini kita masuk ke dalam era globalisasi, sebuah era yang sangat berbeda dengan puluhan tahun lalu.

Di era globalisasi, batas – batas antar negara semakin tipis dan tidak terlihat. Terlebih lagi dengan kemajuan teknologi, social media, dan internet seperti saat ini. Kita bisa mengakses apa yang sekarang terjadi secara langsung di Amerika Serikat atau Eropa, tanpa perlu ke sana. Kita bisa dengan bebas mengakses informasi yang kita butuhkan.

Luar biasa, bukan?

Namun, globalisasi juga memiliki sisi yang lain. Karena batasan yang tipis ini, bangsa yang lemah dan tidak memiliki jati diri akan tergerus oleh dominasi negara adidaya. Bahasa mereka, pola pikir mereka, bahkan jati diri bangsa pun akan digadaikan untuk mengikuti negara adidaya.

Kalau seperti itu, apa bedanya dengan terjajah? Jika dulu kita dijajah secara fisik, di era global ini bisa ngeri lagi. Kita dijajah dan ditelanjangi secara moral, ekonomi, budaya dan kearifan lokal tercabut, karena kita berkiblat pada negara adidaya.

Maka, cobalah sesekali Googling tentang “Kondisi Pemuda Indonesia saat ini”. Berita apa yang kamu dapatkan? Mayoritas yang kita dapatkan adalah berita seperti ini:

  1. Seks Bebas
  2. Tawuran tak kunjung henti
  3. Penggunaan obat – obatan terlarang
  4. Meninggal karena overdosis
  5. Pornografi akut
  6. Pembunuhan terencana
  7. dan masih banyak lagi yang lainnya.

Hanya sedikit sekali pemuda yang muncul ke permukaan dengan prestasi – prestasinya. Namun, kita patut bersyukur bahwa masih ada pemuda seperti itu. Tetapi secara proporsi, masih banyak sekali pemuda yang belum sadar untuk apa dirinya hidup dan peran apa yang bisa dia lakukan untuk Indonesia.

Bahkan, saya jarang melihat pemuda yang posting tentang capaian – capaiannya di social media. Mereka lebih suka memberitahukan sedang makan apa, atau berlibur ke mana. Menurut saya, social media adalah sebuah hal yang sangat bagus untuk memberitahu prestasi apa yang sudah kita capai, karya apa yang sudah kita hasilkan, serta mimpi apa yang sudah kita raih. Bukan untuk sombong, tetapi menginspirasi orang lainnya.

Maka, di era global ini, menurut saya tujuan bersama dari diadakannya sumpah pemuda adalah,

Menjadikan negara Indonesia sebagai negara yang diperhitungkan di kancah global

Ketika besok sumpah pemuda diperingati, cobalah untuk memasang sebuah target lebih tinggi, bukan lagi sekedar pernyataan basi “mengisi kemerdekaan”. Hal ini khususnya mungkin untuk kamu para pemuda yang memperingatinya. Perjuangan Indonesia belum selesai ketika merdeka. Masih banyak yang harus dibenahi, salah satunya membuat Indonesia menjadi disegani di mata dunia. Sekali lagi, di mata dunia.

Era global membuat kita harus sadar bahwa diri kita bukan lagi hanya bagian dari Indonesia. Diri kita bukan hanya lagi bagian dari ASEAN. Diri kita bukan hanya lagi bagian dari benua Asia. Tetapi, diri kita adalah bagian dari apa yang dinamakan DUNIA!

Oleh karena itu saya seringkali sedih saat mendengar pelajar dan mahasiswa yang ‘tidak berani’ memiliki impian untuk bisa keluar negeri. Mereka sangat tidak percaya diri untuk melangkahkan kaki di negeri orang. Mulai dari kesulitan berbahasa, alasan tidak punya uang, atau bahkan tidak punya paspor! Jika bermimpi untuk menginjakkan kaki di luar negeri saja tidak berani, bagaimana mungkin bangsa ini bisa menjadi bangsa yang diperhitungkan oleh dunia?

Maka, di hari sumpah pemuda besok, sudahkah kamu mempersiapkan langkah – langkah untuk membuat Indonesia menjadi negara yang diperhitungkan di kancah global? Atau, sumpah pemuda kali ini hanya menjadi sebuah ritual peringatan seperti tahun – tahun sebelumnya?

Semoga hal ini bisa membuat kita menjadi pemuda yang lebih berdampak dari sebelumnya.

Salam,

Arry Rahmawan
Youth Development Trainer
Founder CerdasMulia Institute

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

Bagaimana Menurut Anda?

Komentar

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Bidang keilmuan peminatannya adalah kewirausahaan, inovasi, dan strategi bisnis. Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!