Keilmuan

Membuat Business Plan Sederhana dengan Business Plan Canvas

Written by Arry Rahmawan

Bagaimana Cara Membuat Business Plan yang Sederhana?

Kata “membuat business plan” merupakan salah satu kata paling dicari di Google. Hal tersebut wajar, karena memang kita seringkali menemukan banyaknya lomba – lomba business plan (perencanaan bisnis) bertebaran di Indonesia. Bentuk dan format business plan bermacam – macam. Ada yang tipis, namun ada juga yang tebal. Dulu, ada anggapan bahwa sebuah bisnis yang baik perlu dianalisis terlebih dahulu sebelum dimulai. Sehingga, seringkali kita temukan business plan itu sangat tebal, penuh analisis, angka – angka, dan berbagai pernyataan asumtif tentang bisnis tersebut. Padahal, bisnis tersebut sama sekali belum dijalankan.

Sehingga, hal ini seringkali membuat ‘geram’ para praktisi bisnis yang sering mendapat kesempatan untuk memberikan seminar untuk mahasiswa. Mereka mengatakan, “Bisnis yang baik itu DIJALANKAN, bukan DIPIKIRKAN.” Saya sendiri sebagai seorang akademisi dan praktisi, sepakat dengan kata – kata ini. Namun, bukan berarti business plan itu tidak penting. Jadi, jika boleh merevisi, saya berpendapat seperti ini,

“Untuk memulai & memiliki bisnis, maka milikilah keterampilan menjual dan berjualanlah sekarang juga. Lalu jika ingin mengembangkan bisnis, maka buatlah perencanaan bisnis yang matang.”

So, buat Anda yang ingin memulai dan memiliki bisnis, maka yang paling penting Anda lakukan terlebih dulu adalah mencari pengalaman menjual. Inilah yang seringkali menjadi batu sandungan para mahasiswa yang memiliki business plan tingkat dewa, tetapi di lapangan kinerja dan profit yang dihasilkan usahanya sangat buruk. Mahasiswa S1 atau sarjana lebih ditekankan untuk berpikir, tetapi takut jika diminta untuk berjualan. Padahal, selling skill adalah kemampuan dasar untuk mengeksekusi ide usaha Anda.

Lalu, Bagaimana Jika Saya Ingin Membuat Business Plan untuk Usaha Baru?

Saya tetap menganjurkan agar Anda memiliki pengalaman menjual terlebih dahulu. Bagi Anda yang ingin berbisnis, siapapun Anda, wajib membiasakan diri untuk menjual dan menghitung uang yang Anda miliki. Ini adalah keterampilan dasar yang perlu Anda miliki.

Baru setelah itu Anda bisa membuat business plan untuk dikomunikasikan kepada tim Anda tentang apa rencana Anda ke depannya. Anda juga bisa menggunakan business plan itu untuk mengajukan dana ke investor.

Berbagai cara membuat business plan sudah pernah saya tulis di artikel sebelumnya. Anda bisa membaca beberapa artikel saya berikut ini:

Lalu, apa yang akan saya tulis dalam artikel ini?

Belajar Membuat Business Plan Sederhana dengan Business Plan Canvas

Kali ini saya ingin share kepada Anda yang ingin bisa membuat perencanaan bisnis dengan sederhana, singkat, dan menyeluruh. Business plan yang ini dijamin tidak rumit, karena hanya setebal 1 halaman saja. Yap, dengan ini Anda beserta tim bisa membuat sebuah business plan dengan cukup 1 halaman kertas saja.

Saya terinspirasi dari Business Model Canvassebuah model sederhana yang dapat menjelaskan bagaimana suatu bisnis bekerja. Anda dapat mempelajari lebih jauh tentang Business Model Canvas dengan klik tulisan saya berikut ini.

Kelebihan dari business plan ini adalah, Anda tidak perlu terjebak terlalu dalam di perencanaan Anda yang (biasanya) berakibat Anda takut untuk memulai tindakan untuk mewujudkan bisnis Anda karena risiko yang ditemukan semakin banyak. Sehingga, aspek perencanaan dan action dalam business plan ini menurut saya cukup seimbang. Anda punya perencanaan, juga disertai keberanian untuk mewujudkannya. Saya menamakannya sebagai Business Plan Canvas.

Tampilan Business Plan Canvas

Secara umum, business plan canvas digambar di sebuah kertas berukuran besar (A1 / A0) dengan struktur seperti berikut ini:

Business Plan Canvas

 

Business Plan Canvas ini memiliki 9 blok yang perlu Anda isi terkait dengan rencana bisnis Anda. Bagian tersebut antara lain,

  1. Problem : Masalah apa yang coba diselesaikan oleh produk / jasa Anda?
  2. Pelanggan : Siapa target pelanggan produk / jasa Anda?
  3. Keunikan : Apa keunikan / perbedaan produk / jasa Anda dibandingkan dengan yang telah ada di pasaran?
  4. Pemasaran : Apa strategi pemasaran yang cocok agar produk / jasa Anda laris manis?
  5. Keunggulan : Apa keunggulan produk / jasa Anda yang sulit ditiru oleh orang lain?
  6. Struktur Biaya : Biaya apa saja yang diperlukan untuk membuat produk / jasa ini? dan berapa?
  7. Harga Jual : Berapa harga jual yang akan Anda tetapkan?
  8. SDM : Siapa saja orang – orang yang bisa membuat bisnis Anda lebih maju?
  9. Distribusi : Bagaimana caranya agar produk Anda bisa sampai ke konsumen dengan cepat?

Business Plan Canvas ini sudah mencakup 9 pertanyaan mendasar saat Anda ingin membuka bisnis. Saya menulisnya juga dalam buku saya, Studentpreneur Guidebook. Namun, versi yang ini lebih rinci dari sebelumnya. Cukup dengan 1 halaman kertas saja, Anda sudah bisa melihat bagaimana rencana untuk bisnis Anda ke depannya. Anda pun dapat dengan mudah mengkomunikasikan rencana tersebut kepada tim atau calon investor Anda.

Workshop Business Plan Canvas

Di bulan ini, saya sempat memberikan workshop Business Plan Canvas kepada mahasiswa terpilih agar mereka bisa membuat sebuah rencana bisnis yang juga mudah dieksekusi. Sebelumnya, mahasiswa ini dilatih untuk berjualan secara langsung di lapangan. Mereka menjual produk – produk yang bahkan menurut saya sulit dijual kembali – seperti barang bekas, misalnya.

Setelah mereka memiliki selling skill yang cukup, kemudian mereka membuat business plan canvas ini. Berikut ini adalah beberapa hasil business plan canvas yang telah jadi,

Feedback dari peserta yang mengikuti workshop ini ternyata tidak hanya bisa lebih memahami bagaimana membuat business plan, tetapi juga melatih kemampuan mereka dalam berpikir kreatif.

Untuk informasi dan mengundang saya untuk memberikan Workshop ini, silakan hubungi 085640879848 (Melinda) atau BBM saya di 2BE3DD26.

Semoga bermanfaat untuk Anda yang sedang mencari cara bagaimana membuat sebuah business plan yang mudah, sederhana, dan menyenangkan.

Salam,

Arry Rahmawan
Founder CerdasMulia Institute
Entrepreneurship Coach

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Bidang keilmuan peminatannya adalah kewirausahaan, inovasi, dan strategi bisnis.

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0856 4087 9848 (Melinda) atau email ke arryrahmawan@ui.ac.id.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

1 Comment

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!