Wednesday , 23 July 2014
Kabar Terkini
Home » Activities » Memetakan Bisnis dengan Business Model Canvas

Memetakan Bisnis dengan Business Model Canvas

Siapa yang tidak mau di antara kita memiliki bisnis yang berkembang pesat dan terus menerus menjadi besar? Tentunya kita semua menginginkan hal tersebut bukan? Bayangkan saja suatu saat kita menjadi pemilik usaha dan bisnis yang besar dan betapa banyak manfaat yang bisa kita ambil dan sebarkan dari bisnis kita itu.

Tentunya membangun sebuah bisnis memerlukan proses. Tidak bisa kemudian langsung besar begitu saja tanpa usaha dan perjuangan. Khususnya bagi para pengusaha mahasiswa yang masuk dalam kategori start-up, pastilah merasakan betapa kerasnya perjuangan untuk mengembangkan bisnis. Maka menjadi penting kenapa pengusaha start-up harus memiliki sebuah business model, agar dapat dipetakan, tergambar secara sistematis, yang nantinya dapat digunakan untuk pengambilan keputusan pengembangan manajemen stratejik bisnis. Masalahnya tidak semua pengusaha pemula (bahkan yang sudah lama berbisnis) tahu apa itu business model dan juga memilikinya.

Apa sih business model itu dan untuk apa manfaatnya?

Business Model dapat kita katakan merupakan sebuah template yang digunakan untuk menggambarkan seperti apa bisnis yang ingin kita bangun atau bisnis apa yang sedang kita jalani sekarang secara menyeluruh dan dari berbagai aspek. Saat ini, mungkin bagi pengusaha pemula sudah cukup menjelaskan tentang bisnisnya dengan singkat. Seperti “saya pengusaha kuliner”, “saya pengusaha fashion“, atau “saya pengusaha consulting services“. Tapi kemudian ada pertanyaan, “siapa target customernya?“, “bagaimana cara untuk mempertahankan hubungan dengan pelanggan?”, sampai akhirnya banyak hal lain yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh pengusaha start-up dan itu semua terangkum dalam sebuah business model untuk menggambarkan bisnis kita secara lengkap.

Berikut ini gambaran singkat business model dalam 2 menit:


Nah, kita sudah ada sedikit gambaran tentang business model yang dituangkan dalam sebuah business model canvas. Nah, sebagai review saja berikut ini adalah beberapa aspek deskripsi bisnis yang dijelaskan:

Infrastructure

  • Key Activities: adalah aktivitas atau proses kunci yang ada di bisnis tersebut
  • Key Resources: merupakan sumber daya kunci atau utama yang diperlukan dalam menciptakan nilai tambah bagi para pelanggan
  • Partner Network: dalam bisnis kita tidak bisa melakukan semua sendirian, namun pasti akan berhubungan dengan supplier, distributor, atau partner dalam hal lain. Dalam business model ini juga turut digambarkan agar nantinya dapat mengurangi ketidakpastian dan resiko bisnis yang terkait dengan partner.

Product or Services Offering

  • Value Propositions: adalah keseluruhan gambaran produk atau jasa yang ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan para customer. Nilai-nilai tambah apa saja yang bisa diberikan terkait untuk membantu pelanggan memenuhi kebutuhannya? Atau justru selama ini kita menjual produk atau jasa yang tidak dibutuhkan pelanggan?

Customer Aspect

  • Customer Segments: menjelaskan siapa saja target-target pelanggan kita. Apakah memang untuk pasar masal, pasar tertentu yang tersegmentasi, pasar yang bersifat lebih khusus, atau yang seperti apa? Mendeskripsikan segmen pelanggan akan menentukan apa produk dan jasa yang nantinya akan kita berikan kepada pelanggan
  • Channel: yaitu bagaimana cara agar produk, jasa, dan nilai tambah yang kita ciptakan ini disadari, dibeli, dan sampai ke tangan customer sesuai dengan apa yang kita janjikan.
  • Customer Relationship: Di era kompetisi yang ketat seperti sekarang ini sangat penting untuk menjaga hubungan dengan pelanggan agar pelanggan merasa nyaman dan dekat. Di bagian ini akan dijelaskan bagaimana sebuah bisnis menjaga hubungan dengan para pelanggannya.

Finances

  • Cost Structure: yaitu penjelasan mengenai struktur-struktur biaya yang terlibat dan dikeluarkan dalam bisnis, baik itu fixed and variable cost, maintenance cost, operational cost, dan lain sebagainya.
  • Revenue Stream: penjelasan tentang apa saja hal-hal yang membuat bisnis mendapatkan pemasukan dari para pelanggannya.

Yap, mudah-mudahan saja tulisan ini bisa bermanfaat buat sahabat yang khususnya masih baru memulai usaha namun tidak dapat mendeskripsikan usahanya dengan jelas. Menggunakan pemetaan seperti ini kita akan menjadi tahu sebenarnya seperti apa bisnis kita dan nantinya akan berpengaruh pada strategi manajemen yang akan diambil. Coba kalau tidak tergambar dengan jelas, tentunya akan ngasal bukan?

Sebuah contoh innovation business model canvas:

Untuk mendownload gratis contoh template business model canvas, silakan klik di sini. Untuk penjelasan lebih lanjut silakan buka halaman ini.

Semoga bermanfaat! Ingin berkomunikasi dengan saya? Silakan Follow @ArryRahmawan

About Arry Rahmawan

Arry Rahmawan merupakan pelatih dan pembicara publik di bidang pengembangan potensi, kewirausahaan, dan life skills. Menamatkan pendidikan formal S1 Teknik Industri Universitas Indonesia dengan kekhususan rekayasa sistem, pemasaran industri, dan service excellence. Saat ini mengenyam pendidikan S2 di Jurusan yang sama dengan kekhususan dinamika bisnis dalam organisasi. 6 buah buku telah ditulisnya, dan buku terakhirnya berjudul Studentpreneur Guidebook (GagasMedia) merupakan buku best-seller nasional.
Konsultasi Gratis
Pesan kamu sudah dikirim! Terima kasih :)



6 + 6 =