Keilmuan Pengembangan Diri

Mempersiapkan Manusia Indonesia Menuju Industri 4.0

Written by Arry Rahmawan

Pekan lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk menjadi narasumber seminar nasional di Universitas Gunadarma yang membahas mengenai apa yang perlu dipersiapkan di era disruptif industri 4.0. Industri 4.0 sendiri memang sekarang sedang banyak dibahas di mana – mana. Industri 4.0 adalah istilah yang muncul dari Jerman dan merujuk pada tren industri yang menggunakan teknologi automasi dan juga internet cepat sehingga membentuk cyber-physical systems yang turunannya kita kenal dengan internet of things, cloud and cognitive computing.

Pada acara tersebut, didatangkan 3 narasumber dari 3 latar belakang berbeda. Ada dari sisi pemerintah atau pengambil kebijakan yang diwakili oleh kementerian perindustrian. Lalu ada juga kalangan praktisi dari sektor financial technology (fintech), dan yang terakhir saya sebagai perwakilan dosen yang berkecimpung dalam dunia riset dan pengembangan SDM Indonesia.

Acara seminar tersebut menurut saya menarik, karena 3 latar belakang berbeda ini dapat saling melengkapi. Sehingga, Industri 4.0 ini bisa dibahas dari sudut pandang kebijakan, teknologi, dan juga dari sisi pengembangan SDM. Pada tulisan ini, saya ingin membahas sedikit dari apa yang saya sampaikan di seminar tersebut dalam rangka mempersiapkan diri untuk menyongsong industri 4.0 yang saat ini sudah banyak diaplikasikan di luar negeri.

Mengapa persiapan ini menjadi penting? Karena datangnya industri 4.0 ini, kita menghadapi sebuah era teknologi yang tidak pernah kita temukan sebelumnya. Di mana misalkan teknologi bisa digunakan untuk mengolah dan memberikan rekomendasi keputusan secara real-time tanpa perlu kita input datanya satu per satu. Anggaplah misalnya kita sedang naik mobil dan kemudian mengantuk. Lalu sensor di mobil akan mendeteksi jumlah kedipan mata yang menandakan kalau kita ngantuk,. Selanjutnya mobil tersebut akan memberikan rekomendasi untuk membawa Anda ke rest-area terdekat atau menepi di jalan dan melarang Anda menjalankan mobil sampai Anda segar kembali.

Itu adalah salah satu contoh kecil dari industri 4.0 yang mungkin jarang atau tidak pernah kita temukan di Indonesia. Padahal di luar negeri, orang – orang sedang mempersipakan bagaimana caranya untuk membuat mobil tanpa pengemudi, sehingga mobil tersebut dapat berjalan sendiri.

Sehingga, dapat diprediksi ke depannya, akan banyak sekali pekerjaan yang mungkin biasa kita kenal saat ini, namun di masa depan tidak akan pernah ada lagi. Begitu juga sebaliknya, terdapat banyak pekerjaan baru di masa yang akan datang di mana pada saat zaman sekarang tidak ada.

Maka, di seminar itu pun ada pertanyaan yang menggelitik untuk dijawab: “Bagaimana caranya agar kami (manusia) tidak terdisrupsi dengan teknologi? Bagaimana caranya agar manusia dapat tetap eksis dan betul – betul menjadikan teknologi sebagai sebuah alat yang memberikan keuntungan dengan sebesar – besarnya?

Pertanyaan yang lebih spesifik, apakah era industri 4.0 hanya dimiliki oleh mereka yang memiliki pemahaman dan pengalaman di bidang IT atau ilmu komputer? Karena tentu dengan melihat tren yang sekarang, di mana semuanya serba digital, tentu tren penyerapan tenaga kerja akan banyak mengambil dari sektor IT.

Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa bertahan dan bahkan ikut mengambil peran di era industri 4.0, walaupun diri kita bukan orang dengan latar belakang IT?

Pertanyaan ini dijawab dalam sebuah tulisan dari tulisan Jennifer Rita Richols 1 yang menantang setiap guru dan pendidik di muka bumi untuk menanamkan 7 keterampilan yang akan selalu dibutuhkan di masa yang akan datang. Terlepas dari apapun bidang kita berkarya atau bekerja, 7 keterampilan ini akan sangat dibutuhkan di masa yang akan datang.

Ketujuh keterampilan tersebut adalah:

  1. Berpikir kritis dan kemampuan memecahkan masalah secara terstruktur
  2. Berkolaborasi bersama dan mampu memimpin tim dengan pengaruh (bukan hanya titel/jabatan)
  3. Kelincahan untuk Beradaptasi (Agility to Adapt)
  4. Inisiatif tinggi dan berjiwa wirausaha
  5. Komunikasi efektif baik lisan maupun tulisan
  6. Mengakses dan menganalisa informasi dengan cepat dan tepat
  7. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan kemampuan imajinasi untuk menciptakan dunia yang lebih baik

Ketujuh keterampilan itu diprediksikan akan tetap sangat dibutuhkan di masa yang akan datang, karena 7 keterampilan itulah yang akan sulit digantikan dengan kemajuan teknologi. Maka dari itu, pendidikan sudah seharusnya diarahkan bukan hanya lagi fokus pada hard skill, karena saat ini hard skill dapat dengan sangat mudah berkembang dan berubah. Namun, keperluan akan soft skill set yang lengkap tidak akan pernah berubah. Maka dari itu, di setiap kelas yang saya ampu, saya selalu mencoba untuk mendorong mahasiswa agar bisa memiliki setidaknya salah satu dari soft skill set tersebut.

Sebagai contoh, saya mengajar mata kuliah kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia. Di salah satu kelas, saya minta mereka untuk mengajukan ide – ide cemerlang untuk membuat perusahaan awal (start-up) berbasis teknologi. Tidak seperti kelas kewirausahaan lainnya, saya meminta mahasiswa untuk berani betul – betul menjadi wirausaha, yaitu mereka yang ‘mewujudkan’ impian mereka, bukan hanya sampai di konsep gagasan kertas.

Hingga kemudian, saya mendorong 6 kelompok mahasiswa untuk mengikuti program hibah kewirausahaan UI Incubate. Dari 6 yang saya dorong, hanya 1 yang kemudian bergerak untuk submit. Namun kemudian, saya minta mereka untuk presentasi lagi gagasan mereka, lalu saya bilang, “jangan kalian menyesal ya jika nanti ada yang mengeksekusi ide kalian dan sukses, lalu kalian baru sadar bahwa ide kalian ini bernilai jutaan dolar.” Kata saya sambil senyum.

Keesokan harinya, dari hanya 1 kelompok yang menyerahkan proposal, akhirnya 6 kelompok kesemuanya menyerahkan proposal. Hasilnya, 2 dari 6 kelompok proposalnya diterima.

Saya jadi belajar, memang adakalanya kita sebagai pengajar / dosen, bukan hanya memberikan ilmu – ilmu yang dengan saat ini dengan mudah mereka dapatkan di internet dan buku. Namun, sudah kewajiban untuk setiap pengajar, bertugas bukan hanya mengajar, tapi juga mendidik, dan memasukkan ketujuh nilai tersebut agar bisa terus bertahan dan mengambil peran di masa yang akan datang.

Semoga bermanfaat.

Salam,
Arry Rahmawan

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0856 4087 9848 (Melinda) atau email ke arryrahmawan@ui.ac.id. Anda juga dapat terkoneksi langsung dengan Arry Rahmawan melalui beberapa jalur media sosial berikut ini:

Free Online Course di YouTube : Channel Arry Rahmawan
Free Kultwit di : Twitter @ArryRahmawan
Free Inspirational Quotes : Instagram @ArryRahmawan
Free Inspirational Notes : Grup Facebook

  1. Nichols, R.J. 2018. 7 Skills Students Will Always Need in “How to Prepare Student for 21st Century”. TeachThought, We Grow Teachershttps://www.teachthought.com/the-future-of-learning/how-to-prepare-student-for-21st-century-survival/ ?? 
Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen Kewirausahaan dan Manajemen Teknologi (Technology Entrepreneurship & Management) di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Selain menjadi dosen, Arry juga merupakan trainer Business Model Canvas dan Business Model Innovation di Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis, Universitas Indonesia. Arry juga aktif membagikan ilmu dan inspirasi di berbagai kampus, perusahaan, dan juga beberapa kementerian di Indonesia tentang inovasi dan kewirausahaan teknologi.

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)eng.ui.ac.id

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!