High Performance Me

Menanamkan Mental Pemenang dalam Diri Kita

Memiliki Mental Pemenang
Written by Arry Rahmawan

Beberapa hari lalu, saya disapa oleh sahabat saya, Diana melalui BBM. Sahabat saya yang satu ini cukup unik. Jujur saya belum pernah bertemu dengannya secara langsung. Dia mengenal saya lewat buku yang saya tulis, Studentpreneur Guidebook. Kemudian, dia menghubungi saya (yang pada waktu itu juga ketua Komunitas TDA Kampus). Sejak saat itulah kemudian kami berteman. Beberapa kali kami saling bertanya kabar, dan juga berbagi kondisi kewirausahaan di domisili kami masing – masing.

Melanjutkan chat saya dengan Diana, dia kemudian mengatakan kepada saya bahwa kondisi bisnisnya sedang tidak bagus. Bahkan, cenderung sulit. Saya membaca apa yang diutarakannya melalui chat. Saya merasakan apa yang dia rasakan. Saat kita memiliki impian yang begitu tinggi, tetapi begitu banyak hal yang membuat impian itu begitu sulit dicapai. Berbagai cobaan, tantangan, dan ujian datang menerpa. Hingga kita pun akhirnya berpikir : apakah saya harus berhenti dan harus menyerah?

Apa yang saya sampaikan ke Diana, mungkin agak sedikit normatif : “Kita masih muda, Di. Justru dengan kegagalan dan kesulitan yang kita alami di bisnis, membuat kita akan semakin tangguh di masa akan datang. Selagi muda, justru kita perlu menghabiskan jatah kegagalan kita.”

Sebuah kalimat singkat ini kemudian membuat sahabat saya tergerak untuk bangkit. Saya sendiri salut, karena justru inilah salah satu contoh dari entrepreneur sejati. Memilih jalan jadi entrepreneur bukan hanya siap untuk menang atau kaya, tetapi bagaimana caranya tetap menjaga impian dan cita – cita walaupun dalam kondisi yang serba sulit dan menyedihkan.

Bukan hanya Kemenangan yang Diperlukan, tetapi juga Mental Untuk Menang

Jika boleh sedikit cerita, walaupun saya adalah seorang penulis buku best seller di bidang kewirausahaan pemuda (baca : Studentpreneur Guidebook), namun yang namanya naik turun dalam bisnis juga sering saya dan istri saya alami. Salah satunya adalah bisnis kami, Alkindi DaycareAlkindi Daycare adalah sebuah penitipan anak yang juga memberikan pendidikan islami untuk anak usia dini. Namun, tantangan untuk menjalankan bisnis ini begitu besar. Permintaan orang tua untuk menitipkan anaknya sangatlah variatif. Dengan permintaan yang tidak pasti itu, kami berupaya memberikan layanan excellence yang diiringi dengan pengeluaran besar rutin seperti sewa tempat dan membayar karyawan membuat saya dan istri sebagai owner sering deg – degan apakah kita bisa menggaji karyawan atau tidak. Buat kami, jatah owner belakangan, yang penting semua karyawan bisa terbayarkan haknya.

Ada kalanya masa di mana performa bisnis berada di titik terendah. Tidak jarang, bisnis yang membutuhkan uang harus ditalangi oleh uang pribadi atau dengan hutang. Saya sebagai investor secara dorongan manusia biasa kadang merasa lelah juga dengan kondisi ini yang terus – menerus. Namun, tidak begitu dengan istri saya.

Di sinilah saya belajar hal luar biasa dari istri saya selaku pengurus operasional dari bisnis itu. Saya melihat, istri saya tidak hanya menginginkan kemenangan dengan membuat daycare sukses, tetapi dia juga memiliki “mental untuk menang.” Dia tidak menyerah, dan hingga saat ini baik bisnis dalam keadaan bagus atau tidak, dia tetap berjuang. Di tengah krisis gelap yang melanda bisnis ini, dia tetap melihat sebuah titik cahaya yang tidak saya lihat. Dia berhasil meyakinkan saya, bahwa usaha ini haruslah dijalankan secara kontinu.

Kalau dipikir, istri saya ini dulunya adalah juara umum di SMAN 3 Semarang, SMA paling favorit di Jawa Tengah waktu itu. Dengan tingkat persaingan yang keras, kita sering melihat bahwa orang yang biasanya ingin menjadi pemenang tidak siap untuk kalah, apalagi yang biasa jadi juara umum sejak pelajar. Pada saat kalah, dia akan marah, berusaha mati – matian menjegal lawan, dan memiliki emosi yang tidak terkendali. Apalagi kalau dulu yang sering berprestasi di sekolah atau kuliah. Karena terbiasa mendapat nilai bagus, dia tidak siap untuk mendapat nilai jelek. Dulu saya punya teman yang biasa dapat nilai 100. Saat nilainya 90, dia marah dan kesal terhadap dirinya. Ini adalah contoh yang menyedihkan.

Sebagai dosen di Universitas Indonesia, saya masih menemukan fenomena ini. UI adalah tempat para juara berkumpul dari sekolah terbaik seluruh Indonesia. Bisa dibilang, mahasiswa di tempat saya mengajar “terbiasa mendapat nilai bagus.”

Hingga tibalah saatnya ketika saya memberikan sebuah parameter nilai objektif, di mana saya memberikan nilai buat yang bagus ya bagus, yang sedang ya sedang, dan yang jelek ya saya berikan jelek. Ternyata, yang saya berikan nilai sedang ini (B- atau B), beberapa ada yang protes, tidak terima, dan meminta untuk diadakan tambahan tugas agar nilai mereka bisa terangkat. Sebagai dosen, bagaimana perasaan Anda saat harus mengangkat nilai seseorang yang sebenarnya tidak kompeten? Tentu, hal ini akan mengacaukan pemetaan dan esensi pendidikan itu sendiri.

Saya ingin sekali berkata kepada mahasiswa saya yang protes ini, “Dalam kehidupan sebenarnya setelah lulus nanti, tidak selamanya Anda akan selalu mendapatkan kondisi sebagai pemenang. Namun, yang paling penting, Anda tetap memiliki mental pemenang walaupun sesungguhnya Anda sedang ada dalam kondisi yang kalah.”

Orang yang hanya ingin menang, saat diumumkan bahwa pemenangnya bukan dirinya, yang dilakukan adalah mengkritik sistem yang ada dan mengatakan bahwa sistemnya bias.

Namun bagi orang yang bermental menang, dia akan menerima kekalahan sebagai evaluasi diri agar lebih baik ke depannya. Dia bangkit, belajar, dan menggunakan strategi yang berbeda. Terlepas dari sistemnya seperti apa, dia memastikan dirinya terus – menerus berkembang dengan lebih baik.

Pertanyaannya, yang manakah diri kita?

Apakah kita adalah seorang yang hanya ingin menang?

Atau seseorang yang memiliki ‘mental pemenang?’

Jawabannya, hanya Andalah yang tahu. Semoga, setelah ini kita menjadi orang – orang yang senantiasa menanamkan ‘mental pemenang’ di dalam diri kita.

Salam,

Arry Rahmawan
Educator | Trainer | Author
Founder CerdasMulia Institute

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

Bagaimana Menurut Anda?

Komentar

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah seorang praktisi inovasi, kewirausahaan, dan bisnis yang senang berbagi pengetahuan serta pengalaman yang dimilikinya. Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!