High Performance Me

Menentukan Segmen Pasar pada Business Model Canvas

Setelah tulisan saya yang mengulas tentang Memetakan Bisnis dengan Business Model Canvas, banyak pembaca blog ini mengusulkan kepada saya untuk membuatkan artikel berseri yang membahas 9 Building Blocks pada BMC dengan lebih spesifik. Untuk mengetahui gambaran umum mengenai 9 Building Blocks, silakan untuk mengecek kembali artikel pertama saya.

Pembahasan blok yang pertama, dan menurut saya memang sangat penting untuk dibahas pertama kali adalah segmen pasar. Banyak para praktisi bisnis yakin bahwa bisnis yang bertahan lama adalah bisnis yang memang berangkat dari kebutuhan para pelanggan. Namun, pelanggan yang mana? Pelanggan yang seperti apa? Pada pemabahasan kali ini kita akan sedikit mengupas tentang menentukan segmen pasar pada Business Model Canvas (BMC).

Pelanggan bisa diibaratkan adalah jantung dari BMC karena berasal dari kebutuhan dan permintaan pelanggan lah kemudian bisnis itu sendiri kemudian bisa tercipta. Tidak ada bisnis jika tidak menghasilkan keuntungan, dan tidak ada keuntungan apabila pelanggan tidak mau membeli atau memiliki apa yang kita tawarkan.

Dalam buku business model generation, dijelaskan bawa ada beberapa contoh tipe segmentasi pelanggan. Seperti misalnya: mass market, di mana ini adalah untuk tujuan produksi masal yang mampu memenuhi kebutuhan konsumen secara umum, seperti misalnya produksi kertas atau komoditi. Ada juga yang berupa niche market atau pasar ceruk di mana produk yang ditawarkan benar-benar khusus, misalnya spare part kendaraan bermotor, yang memang secara pasti akan selalu diproduksi selama motor tersebut ada (spesifik). Ada juga tipe segmented, kalau yang ini membedakan antara kebutuhan serta keinginan target pasar karena memang latar belakangnya berbeda-beda.

Kali ini kita lebih cenderung membahas tips untuk menentukan segmen pelanggan. Tidak masalah jika memang pelanggan Anda berjenis mass market atau niche market, namun untuk yang segmented, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk bisa survive di persaingan pasar.

Menentukan target pasar yang tepat, khususnya untuk UKM dapat sangat mempengaruhi performa bisnis UKM tersebut. Berbeda dengan bisnis-bisnis atau industri besar yang sudah stabil dan bersifat produksi masif (walaupun mereka juga perlu), UKM yang memiliki berbagai macam keterbatasan jika salah dalam menentukan target pasar justru mampu membuat berdarah-darah *lebay, haha.

Dalam menentukan segmen pasar, perhatikan beberapa hal berikut,

Pertama, user dan decision maker. User di sini adalah siapa yang akan memakai produk atau jasa Anda, sementara decision maker adalah mereka yang memutuskan untuk membeli produk Anda atau tidak. Ada kalanya antara user dan decision maker itu berbeda. Sebagai contoh produk popok bayi. Sang bayi adalah user, sementara sang ibu adalah decision maker. Jika sama, lanjut ke tips kedua. Jika berbeda, perhatikan bagaimana Anda bisa memenuhi dua kebutuhan pelanggan Anda, yaitu user dan decision maker.

Kedua, menentukan latar belakang. Percayalah, orang yang memiliki perbedaan latar belakang pasti akan memiliki gaya dan kebutuhan yang berbeda. Beberapa yang paling umum menjadi patokan untuk menentukan target pasar adalah berbasis gender, demografi, dan geografi. Gender adalah berbasis kelamin dan juga usia. Demografi adalah dinamika kependudukan di suatu tempat, yang paling mudahnya diukur melalui tingkat pendidikan, ekonomi, pekerjaan, kewarganegaraan, atau etnisitas. Geografi lebih cenderung ke target untuk wilayah tertentu. Dalam beberapa riset belakangan ini, ternyata perlu ditambahkan aspek psikografi dan behavior atau perilaku. Psikografi secara sederhana merupakan atribut yang berkaitan dengan kepribadian, sikap, minat, dan gaya hidup seperti misalnya kebiasaan-kebiasaan pelanggan di waktu senggang, hobi pelanggan, dan sejenisnya. Behavior adalah tingkah laku yang mencerminkan bagaimana pandangan-pandangan mereka terhadap sesuatu, opini pribadi, nilai-nilai, serta hubungan dengan sesama manusia dan lingkungannya.

Terkesan panjang? Tidak juga. Coba tuliskan segmen pasar Anda. Kalau saya, misalnya untuk segmen pasar pembuatan web, kira-kira menjadi seperti ini,

“Pria/wanita di bawah 30 tahun, pelaku UKM, awam terhadap website, mengerti sedikit internet, bermindset bahwa website penting, tergabung dalam komunitas wirausaha besar, tinggal di ibukota, punya budget pengembangan web di atas Rp2 juta.””

Ketiga, evaluasi segmen pasar Anda. Jika sudah melakukan langkah pertama dan kedua, langkah selanjutnya adalah menanyakan hal-hal berikut ini terhadap hasil segmen pelanggan Anda,

* Apakah ada cukup banyak orang yang memenuhi kriteria Anda?
* Apakah target Anda benar-benar akan mendapatkan manfaat dari produk atau jasa yang Anda tawarkan? Apakah mereka membutuhkannya?
* Apakah Anda memahami apa yang mendorong audiens Anda untuk membuat keputusan pembelian?
* Apakah sudah ada pesaing yang memiliki segmen pasar yang sama?

* Apakah harga yang Anda tetapkan terjangkau bagi mereka?

Semakin bagus jika banyak orang yang sesuai kriteria Anda, berarti peluang Anda sangat besar. Namun perhatikan juga pesaing-pesaing yang berada di segmen pasar yang sama. Inilah nanti yang menuntut Anda untuk menghasilkan value yang lebih dibandingkan pesaing Anda yang lainnya.

Bagaimana menurut Anda? Sudahkah menemukan segmen pasar Anda?

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

Bagaimana Menurut Anda?

Komentar

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah seorang yang memiliki passion dalam membangun sumber daya manusia Indonesia untuk menjadi pribadi yang cerdas (mengoptimalkan talenta) dan mulia (menghasilkan banyak karya nyata). Aktivitasnya saat ini adalah sebagai seorang dosen di Universitas Indonesia dan trainer di CerdasMulia Institute.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!