Life Skills

Menerbitkan Buku Best-Seller dari Sebuah Blog Bagian 2

Written by Arry Rahmawan

Sahabat pembaca blog arryrahmawan.net, bagaimana kabar puasa dan aktivitas Ramadhan Anda? Semoga senantiasa menjadi jauh lebih baik dari hari ke hari, ya.

Seperti yang telah saya janjikan beberapa waktu lalu, sebagai lanjutan dari tulisan saya Menerbitkan Buku Best-Seller dari Sebuah Blog maka saya menulis sambungan bagian duanya kali ini. Bagi Anda yang belum membaca bagian 1, saya harap Anda membaca terlebih dahulu apa saja yang saya tulis di artikel sebelumnya agar Anda bisa memiliki pemahaman yang lebih lengkap terkait cara bagaimana saya menerbitkan sebuah buku best-seller dari sebuah blog.

Oke, kalau gitu saya akan melanjutkan menjawab pertanyaan dari @HijUp mengenai bagaimana cara saya (kok bisa?) menerbitkan sebuah buku best-seller bermodalkan sebuah blog. Ini dia lanjutan ceritanya.

Menarik sekali! Jadi intinya kita harus konsisten dan sungguh2 yah, karena memang tidak ada sesuatu yang instan! Kalau begitu, sejak 2007, apa aja sih suka dan duka yang dialami kak @ArryRahmawan sebagai seorang blogger?

Jujur aja, selama saya menjadi seorang blogger sejak tahun 2007 banyak sekali suka dan duka yang saya lalui. Kalau kita bicara sukanya nih ya, menjadi blogger itu banyak banget enaknya. Pertama, karena kita dituntut untuk terus update blog kita, maka wawasan kita pun akan terus bertambah. Blogging membuat saya terus belajar, banyak baca, banyak nulis, dan akhirnya wawasan juga terus bertambah.

Kedua, sukanya adalah pada saat banyak pembaca yang merasa terbantu dengan keberadaan blog kita. Nah, yang ini perasaan sukanya tuh sangat sangat sangat membahagiakan banget. Pernah ada tiba – tiba seorang pembaca blog yang mengirimkan email untuk berkenalan dan sekedar mengucapkan terima kasih karena banyak tulisan di blog saya yang membantu perbaikan hidupnya. Di kotak komentar juga banyak beragam komentar positif dan luar biasanya pembaca tidak hanya dari dalam negeri namun juga luar negeri. Dari blogging ini saya merasa hidup saya menjadi lebih bersemangat dan bermakna.

Ketiga, selama blog kita bagus, tentu akan semakin banyak orang yang mengenal dan bahkan menyapa kita untuk berkenalan. Entah sesama blogger, dengan penerbit, atau dengan pembaca itu sendiri. Jaringan kita terus-menerus berkembang luas pastinya. Hal ini juga yang pada akhirnya membuat saya mampu mewujudkan impian saya untuk menulis buku.

Kalau untuk dukanya, pengalaman yang paling memilukan saat saya menjadi seorang blogger adalah saat blog kita di hack orang. Ya, tiba – tiba blog kita tidak bisa dibuka atau malah hilang tidak berbekas, sementara kita lupa membackup blog kita! Kalau sudah itu yang terjadi, sakitnya tuh di sini *nunjuk kepala*. Maka sebagai blogger jangan lupa untuk update dan backup data – data kita.

Untuk rekan – rekan yang ingin bertanya, kami membuka 3 kesempatan ya hari ini. Pertanyaan dari @oline_BMI – “Bagaimana @ArryRahmawan dari cuma blog bisa dihubungi editor? Apa karena traffic nya bagus? Alexa? atau apa?”

Pertanyaan yang bagus @oline_BMI. Inti dari pertanyaan ini sebenarnya mengacu pada, “apa sih yang bikin penerbit melirik blog kita?”. Berdasarkan pengalaman saya menulis blog, perlu kita ketahui bahwa kebijakan setiap penerbit berbeda – beda. Setahu saya, salah satu cara yang dilakukan GagasMedia untuk menjadi penerbit kreatif adalah dengan melakukan blogwalking ke blog yang menurut mereka keren. Sementara penerbit lainnya belum tentu.

Apa saja kriteria blog keren ini? Kriterianya adalah sebagai berikut:

  1. Topik dalam blog jelasterkait isi dan targetnya. Misalkan blog Raditya Dika adalah tentang humor sehari – hari, blog saya tentang entrepreneurship dan produktivitas, atau blog Ollie adalah tentang travelling. Cobalah menjawab pertanyaan, ‘blog gue ini tentang apa sih?’. Banyak blog yang terbengkalai dan dilewati penerbit karena isinya tidak jelas, sehingga keunikannya sulit ditemukan.
  2. Blog memiliki Tribes. Apa maksud dari tribes? Maksudnya adalah peminat atau follower. Pastikan bahwa blog kita itu banyak diikuti orang. Melihatnya dari mana? Cara paling mudah misalkan dari komentar atau banyaknya jumlah share dari artikel – artikel kita. Lebih bagus lagi kalau tribes nya itu fanatik dan tidak mau ketinggalan satu pun update yang ada di blog kita.

Menurut saya 2 itu adalah yang terpenting, di mana ada kejelasan tentang apa blog kita, plus diikuti dengan jumlah tribes yang banyak. Tribes berbeda dengan traffic, kalau traffic itu orang hanya sekedar pengunjung, tapi kalau tribes itu adalah orang yang mengikuti dan nge fans sama tulisan – tulisan kita. Menurut saya, tribes lebih penting daripada traffic.

Baca juga : 8 Tips Menulis Artikel Blog yang Disukai Pembaca

Selain 2 hal di atas tadi, dianjurkan juga bagi Anda untuk sering – sering berbagi tulisan Anda di berbagai social media. Anda juga bisa mengikuti berbagai macam networking event atau kumpul – kumpul blogger untuk membuat Anda lebih dikenal banyak orang. Hal ini akan meningkatkan peluang blog Anda dibaca oleh orang – orang yang Anda harapkan, salah satunya editor sebuah penerbitan.

Baca juga : Membuat Tulisan Berkualitas untuk Blog dalam Waktu 20 Menit

Pertanyaan dari @R_Dhewie75 : Assalamualaikum kak, bagaimana kiat2 nya untuk tetap rajin menulis blog walau punya aktivitas yang banyak?

Terima kasih, pertanyaan bagus @R_Dhewie75. Sebenarnya untuk bisa rajin menulis blog, kita perlu merubah dulu mindset kita. Pertama, blogging adalah sesuatu yang serius untuk diurus, bukan cuma main – main saja. Kedua, karena blogging ini kita lakukan serius maka kita harus meluangkan waktu untuk menulis, bukan menulis di waktu luang. Perbedaan pola mindset ini memang sederhana, namun dampaknya bisa bagaikan bumi dengan langit.

Baca juga : Disiplin Apa yang Sudah Kita Terapkan dalam Hidup Kita?

Setelah kita memiliki mindset tersebut, maka kita jadwalkan secara rutin, entah itu sepekan sekali, sepekan dua kali, tergantung dari kesanggupan kita. Kita masukkan dalam to-do list kita untuk pekan itu. Jaga ritmenya, dan jangan digempur di awal. Sedikit tapi konsisten lebih baik daripada digempur di awal tapi tahan hanya beberapa hari saja. Saya sering melihat banyak sekali blogger pemula yang banyak menulis di awal, bahkan 3x dalam sehari. Namun itu hanya bertahan beberapa minggu karena dia mengalami bosan dan burnout.

Disiplin dan jaga ritme merupakan faktor penting dalam menjaga konsistensi kita ngeblog, walaupun kita sangat sibuk dan banyak aktivitas.

Anda juga bisa baca beberapa tulisan berikut ini:

  1. Bagaimana Menjadi Blogger yang Konsisten Menulis?
  2. Bagaimana Mengatasi Rasa Malas Menulis?
  3. Bagaimana Memulai untuk Menulis dan Menerbitkan Buku

Pertanyaan dari Vina Oktavia : Saya ingin sekali bisa memiliki blog, namun saya bingung dari manakah saya harus memulai untuk menulis?

Pertanyaan tersebut juga saya tanyakan ke diri saya beberapa tahun yang lalu. Namun, jawaban dari pertanyaan tersebut adalah, “tuliskan saja semua yang bisa Anda tuliskan.”. Entah itu tulisan yang menyangkut pengalaman pribadi Anda, pengalaman orang lain yang Anda tahu, hikmah kehidupan sehari – hari, pembelajaran dari buku, majalah, atau televisi, apapun. Silakan tuliskan sekarang juga.

Sekedar cerita, blog arryrahmawan.net yang Anda baca sekarang ini merupakan hasil akhir dari pengalaman saya blogging selama bertahun – tahun. Di tahun awal (2007), saya sendiri bingung mengenai hal apa yang bisa saya tuliskan. Maka saya menulis mengenai ilmu komputer, sistem operasi Windows, karena saya suka itu. Sampai kemudian saya merasa jemu dan beralih topik menjadi blogger motivasi di tahun 2011 karena profesi saya sebagai seorang trainer.

Tahun 2012 saya menulis tentang entrepreneurship dan tips bisnis. Tahun 2014 – 2015 mulai beralih ke produktivitas hidup. Apakah kelak akan berganti lagi? Saya tidak tahu, tapi yang pasti saya lakukan adalah : tuliskan saja, sekarang juga!

Baik sahabatku semuanya, semoga tulisan di atas bisa bermanfaat dan menginspirasi Anda untuk melahirkan buku – buku best-seller berikutnya. Sambil kita menghabiskan waktu kita di akhir bulan Ramadhan ini dengan kebaikan dan amalan yang lebih banyak. Apabila ada dari Anda yang ingin bertanya, atau bahkan memiliki jawaban untuk pertanyaan – pertanyaan di atas, jangan sungkan membaginya bersama saya dan pembaca lain melalui kotak komentar di bawah.

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan. Anda juga bisa curhat atau konsultasi langsung dengan saya melalui halaman berikut ini.

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

Bagaimana Menurut Anda?

Komentar

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Bidang keilmuan peminatannya adalah kewirausahaan, inovasi, dan strategi bisnis.

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0856 4087 9848 (Melinda) atau email ke arryrahmawan@ui.ac.id.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!