Blogging & Writing

Cerita Pengalaman Menerbitkan Buku di Penerbit GagasMedia

Cara Menerbitkan Buku di Penerbit GagasMedia
Written by Arry Rahmawan

Bagaimana Cara Menerbitkan Buku di Penerbit GagasMedia?

Sahabat pembaca, di tulisan kali ini saya ingin berbagi sebuah hal yang seringkali ditanyakan oleh sahabat atau peserta pelatihan saya : bagaimana caranya bisa menerbitkan buku di Penerbit GagasMedia?

Jujur saja, bisa menerbitkan buku di penerbit GagasMedia merupakan sebuah capaian tersendiri bagi saya. Saya memang bercita – cita untuk dapat menerbitkan buku secara nasional, yang bukunya bisa ada di toko – toko buku besar seluruh Indonesia. Namun, diterbitkan oleh GagasMedia merupakan sebuah anugerah dan kehormatan tersendiri dalam hidup saya. Menerbitkan buku di GagasMedia itu bisa berkali – kali lipat lebih bagus hasilnya dari draft awal yang saya tulis. Otomatis, hal itu berdampak lebih dalam untuk para pembaca buku.

Oke, jadi di sini saya ingin bercerita tentang bagaimana saya bisa menerbitkan sebuah buku berjudul Studentpreneur Guidebook pada Oktober 2013 yang lalu. Buku tersebut diterbitkan oleh Penerbit GagasMedia. Uniknya, buku tersebut adalah buku pertama saya yang diterbitkan nasional, dan saya belum punya satu buku pun yang diterbitkan secara nasional sebelumnya.

Lalu, bagaimana caranya saya bisa menerbitkan buku di GagasMedia?

Saya akan mulai dari hal yang paling prinsip dulu ya. Hal yang paling penting adalah memang kita perlu memiliki impian untuk menerbitkan buku dulu. Yap, ini penting. Untuk bisa menerbitkan sebuah buku, kita harus benar – benar bisa komitmen dan yakin bahwa kita suatu saat bisa menerbitkan buku.

Hal ini pernah saya praktikkan di tahun 2011 – 2012. Pada waktu itu, saya memiliki impian bisa menerbitkan buku. Tetapi banyak teman saya yang tidak yakin saya bisa. Kenapa? Karena saya dianggap ‘bukan siapa – siapa’ (emang bukan siapa – siapa sih, hehehe). Maksudnya bukan siapa – siapa itu, saya bukan seorang expert (umur masih 21), saya bukan anak orang kaya, saya tidak punya kenalan di penerbit besar, saya tidak punya pengalaman menulis (apalagi menerbitkan buku), saya tidak populer, saya tidak punya follower social media yang banyak. Ya begitulah kira – kira. Benar – benar ‘bukan siapa – siapa’.

Namun, pada akhirnya saya bisa menerbitkan buku. Berbekal semangat dan memiliki impian untuk menerbitkan buku secara nasional. Kenapa saya ngebet banget untuk bisa menerbitkan buku? Karena saya ingin bisa meninggalkan ilmu yang bermanfaat. Setidaknya selama saya hidup, akan ada satu karya yang saya wariskan sepeninggal saya nanti. Apalagi, manfaat dan ilmu di dalam buku itu juga bisa diwariskan ke anak-cucu nanti, amiiin… hehehe..

Oke, jadi saya akan langsung saja nih menjelaskan bagaimana pengalaman saya yang ‘bukan siapa – siapa’ ini bisa menerbitkan buku di penerbit GagasMedia. Berikut ini adalah tips dan trik yang bisa kamu coba!

Tips Menerbitkan Buku #1 : Mulai dengan Gagasan Unik

Cara paling ampuh untuk bisa menerbitkan buku yang pertama adalah mulai dengan gagasan unik. Gagasan unik ini bisa berupa sebuah gagasan yang baru, gagasan yang lebih baik, atau gagasan yang ‘berbeda’ dibandingkan dengan gagasan – gagasan yang ada sebelumnya.

Contohnya dulu pada tahun 2011, saya menemukan banyak sekali anak muda Indonesia (terutama pelajar dan mahasiswa) keranjingan untuk memulai bisnis. Demam bisnis gitulah, sampai saya juga deman ikut – ikutan buka bisnis (CerdasMulia Institute). Di sinilah masalahnya : mahasiswa yang biasa buka bisnis itu suka lupa sama tanggung jawab kuliahnya. Biasalah, kalo sudah bisa cari duit banyak dengan cepat, belajar pun pada akhirnya menjadi malas. Seringkali saya menemukan mahasiswa yang semacam ini terancam drop out dari kuliahnya. Bukan hanya terancam, yang beneran DO juga banyak.

Maka, saya menggagas konsep studentpreneur, sebuah konsep bagaimana cara agar kita bisa unggul di akademik kuliah dengan tetap mengembangkan bisnis. Saya banyak belajar ke berbagai studentpreneur di seluruh Indonesia, saya ikut beragam komunitas, dan saya temukan jawaban – jawaban untuk menjadi studentpreneur yang oke.

Tips tambahan : Tidak perlu expert untuk menulis buku, gunakan pengalaman dan perspektif dari expert lainnya.

Saya cari pada waktu itu, konsep studentpreneur masih belum booming dan masih sedikit sekali yang bahas. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk mulai banyak menulis tentang studentpreneur.

Tips Menerbitkan Buku #2 : Membuat Blog tentang Studentpreneur

Karena saya ‘bukan siapa – siapa’, saya ya tidak muluk – muluk langsung menyerahkan naskah ke penerbit. Saya bikin blog dulu. Ingat sekali dulu blog pertama yang saya buat beralamat di coretan-rahmawan.blogspot.com. Emang agak alay sih ya untuk blog perdana itu. Saya akhirnya terus belajar bagaimana cara agar bisa membuat blog profesional, hingga akhirnya muncullah arryrahmawan.net ini. :)

Setelah belajar ke sana kemari bagaimana membuat blog yang oke, akhirnya selesai juga blog sederhana ini. Saya pun kemudian menuliskan gagasan – gagasan saya tentang studentpreneur. Berbagai macam tips dan trik bagaimana meraih prestasi akademik sambil menjalankan bisnis saya posting di blog ini. Sambil berdoa, siapa tahu ada editor yang melirik! Hehe… Ternyata betul, sekitar 3 bulan kemudian alhamdulillah ada email masuk ke inbox yang berasal dari GagasMedia!

Berikut ini adalah isi pesannya:

Dilamar sama GagasMedia - alhamdulillah.

Dilamar sama GagasMedia – alhamdulillah.

Waah, mimpi menjadi kenyataan! Hehehe…. Dibilang hoki? Mungkin juga. Jangan ragu untuk banyak doa, karena banyak rejeki datang dari arah yang tidak disangka – sangka. Kalaupun belum ada kesempatan, rajin – rajin ngeblog aja.

Tips Menerbitkan Buku #3 : Menulis dengan Disiplin

Setelah terjadi sepakat untuk menerbitkan buku Studentpreneur Guidebook (yang mana saya seneng banget), akhirnya dimulailah perjuangan sebenarnya : menulis naskah dari blog ke buku!

Ini susah – susah gampang. Rule of thumb nya buat para penulis buku seluruh Indonesia : pastikan buku Anda selesai dalam waktu 1 – 2 bulan. Lebih dari itu, hampir dipastikan buku Anda tidak selesai! (berdasarkan pengalaman). Jadi pastikan di 1 – 2 bulan pertama naskah awalnya harus jadi. Silakan buat jadwal dan disiplinkan diri. Kalau perlu sehari dicicil, menulis sebanyak 5 – 10 halaman.

Tips tambahan : Pastikan saat Anda menulis, ada orang yang menagih – nagih naskah Anda. Kaya semacam debt collector gitulah. Ini tugas editor saya, mbak Patresia yang ngejar – ngejar terus membuat hidup saya tidak tenang, haha… Tapi saya sangat berterima kasih pada mbak Patres, karena salah satunya berkat dialah naskah saya selesai. Thank you so much, Patres!

Tips Menerbitkan Buku #4 : Tahan dengan Gempuran Revisi

Seperti layaknya tugas akhir, jangan dikiran naskah kita ga ‘disikat’ sama editor untuk direvisi. Dulu saya kira untuk tugas editing itu adalah kerjaan editor. Tapi ternyata, naskah saya banyak direvisi dan dikembalikan ke saya untuk direvisi! (mungkin, karena salahnya keterlaluan kali ya, hehehe).

Ampun deh, dari 9 bab buku saya, SEMUANYA direvisi! Hehe… Bahkan, ada yang revisinya sampai 3 kali! Dan…. coba tebak, berapa lama saya menyelesaikannya? 10 BULAN! Lama banget ya? Karena di waktu itu saya juga sedang menyelesaikan tugas akhir skripsi! Kebayang ya, betapa stress nya masa itu.

Berikut adalah salah satu cuplikan naskah saya yang ‘diacak-acak’ dan harus direvisi dari editor.

Proses paling perih dalam menulis - REVISIAN

Proses paling perih dalam menulis – REVISIAN

 

Tips Menerbitkan Buku #5 : Memiliki Nilai Tambah dalam Isi Buku

Kebanyakan buku tentang kewirausahaan saat itu untuk anak – anak muda terlalu banyak teks, teori, dan textbook banget. Intinya sangat boring. Membacanya malah bikin bingung, bukannya mendapatkan pencerahan.

Maka dari itu, di buku Studentpreneur Guidebook ini saya membuatnya sangat visual. Saya ingin memberikan nilai tambah yang tidak diberikan buku – buku sebelumnya. Bukunya juga saya buatu mudah dipraktikkan, action oriented. Di zaman itu, buku kaya gini masih jarang. Kalau sekarang, sudah berjamur di mana – mana.

Terus, kalau kita gabisa gambar gimana? Tenang. GagasMedia itu punya ilustrator keren! Saya cukup gambar sketsa di kertas, nanti sisanya dipercantik sama ilustratornya. Ga percaya? Misalnya ini sketsa tangan saya,

Sketsa tangan untuk praktik dalam buku (sori ga bagus - bagus amat)

Sketsa tangan untuk praktik dalam buku (sori ga bagus – bagus amat)

 

Kemudian, setelah disulap oleh ilustrator GagasMedia yang canggih, jadinya begini:

Lembar kerja yang udah disulap

Gimana? Kece kan? Hehe… Itulah yang saya salut dari ilustrator GagasMedia. Keren! Makanya buku saya jadi keren banget isinya (sudah baca belum? hehehe).

Tips Tambahan : Kalau punya ide untuk memberi nilai tambah di isi buku, segera konsultasikan ke editor dan ilustrator. Saat ini buku sudah berorientasi visual, jadi sebisa mungkin visualnya diperbanyak.

Dan… sampailah pada akhirnya di tanggal 1 Oktober 2013, buku saya Studentpreneur Guidebook terbit! Bukan cuma perempuan yang melahirkan, saya juga sudah melahirkan (baca : buku), hehe… Alhamdulillah, buku ini juga masuk dalam daftar best seller ketika awal – awal diluncurkan dulu. Peminatnya sangat banyak. Bagi Anda yang belum baca, bisa beli bukunya di Google Play atau Tokopedia.

Paling merasa bermakna saat orang mengapresiasi karya yang kita buat. Berikut ini adalah beberapa pesan dari pembaca:

“This book is really recommended for those newcomers who want to be involved in business world. My favorite quote from this book is “there is no better business which is well-prepared”. – Anita Majid

“Recomended Kamu mau buka bisnis? Baca buku ini. Semua ada disini. Praktekan juga. Dan liat omset yg akan kamu dapatkan.. Di jamin gak nyesel..” – Faisal Fathoni

Buat Anda yang sudah membaca buku saya, bagaimana pendapat Anda?

Oh ya, buku Studentpreneur Guidebook ini juga sudah melahirkan portal edukasi, namanya PortalStudentpreneur.com. Kalau ada waktu, silakan mampir yaa…

What’s Next?

Bernostalgia seperti ini, kadang membuat saya berpikir. “Kapan ya gue nerbitin buku lagi?” Hmm… pengen banget bisa nerbitin buku lagi. Sekarang sedang dalam proses, doakan mudah – mudahan akhir tahun ini jadi. Atau, pembaca punya saran buku apa yang sebaiknya saya tulis dan terbitkan berikutnya?

Silakan sahabat diskusikan dengan saya di kotak komentar di bawah. Semoga dengan tulisan ini, menyemangati Anda untuk bisa segera meluncurkan buku pertama yang mendunia.

Semoga bermanfaat.

Salam,
Arry Rahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

Bagaimana Menurut Anda?

Komentar

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan memiliki impian menjadi pendidik inovatif dan berdampak untuk memaksimalkan potensi sumber daya manusia Indonesia. Aktivitasnya saat ini adalah sebagai dosen di Universitas Indonesia, pengembang pembelajaran kreatif di SignifierGames.com, dan konseptor pelatihan inovatif di CerdasMulia Institute.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!