Thursday , 2 October 2014
Kabar Terkini
Home » Mindset » Mengapa Memilih Jalan Sebagai Entrepreneur?

Mengapa Memilih Jalan Sebagai Entrepreneur?

SATU PER SATU teman saya yang memutuskan menjadi entrepreneur berguguran. Mereka tidak sanggup menyelami kenyataan bahwa menjadi entrepreneur memang sulit. Bukan memulainya, tetapi mempertahankannya. Ketika badai itu menerpa bisnis yang sedang mereka geluti, mereka pun tidak sanggup untuk menjawab sebuah pertanyaan penting, “kenapa kamu memilih jalan sebagai entrepreneur?”

Rata-rata orang ingin menjadi seorang entrepreneur karena ingin menjadi kaya. Ingin bisa membuka lapangan kerja, tetapi apakah cuma itu saja?

Selama bergabung dengan Komunitas TDA dan menggawangi bahkan memimpin Komunitas TDA Kampus, banyak sekali pengalaman yang membuat saya mengerti dan terus bertahan untuk menjadi seorang entrepreneur. Berikut ini adalah alasan dan visi-visi yang harus diperhatikan sebagai seorang entrepreneur.

Financial Freedom

Menjadi seorang entrepreneur harus memiliki visi menjadi seorang yang bebas finansial. Maksudnya adalah kita sudah tidak lagi mempermasalahkan besok ingin makan apa? Bagaimana dengan biaya sekolah dan biaya kuliah? Dan sebagainya. Maka, jangan malu apabila ditanya berapa omzet usaha sekarang. Kita juga harus bisa membuat sebuah usaha yang memberikan cashflow yang positif.

Time Freedom

Menjadi seorang pengusaha juga harus memiliki visi untuk bebas secara waktu. Ini adalah salah satu hal yang sangat mendorong saya kenapa ingin jadi pengusaha. Pernah dulu saya mencoba untuk magang di sebuah perusahaan BUMN terkemuka dan bekerja mulai pukul 8.00-16.30 setiap hari! Saya merasa bosan, padahal pekerjaannya menantang. Bagaimana dengan para petugas operator atau buruh yang hanya melakukan pekerjaan yang sama setiap harinya? Sementara menjadi pengusaha, kita bisa membuat berapa lama waktu kerja kita, atau bahkan mendelegasikan bisnis kita kepada yang lain dan menghabiskan waktu untuk melakukan apa yang kita suka.

Kualitas dan Gaya Hidup Meningkat

Pengusaha yang konsisten akan dapat memiliki kualitas dan gaya hidup yang meningkat. Saya yang bisa dikategorikan sebagai pengusaha startup sudah bisa menggaji untuk diri saya sendiri sekitar 5 juta per bulan di saat saya masih harus menyelesaikan kuliah 2 tahun lagi. Alhamdulillah, walaupun kecil tapi ini merupakan peningkatan bagi diri saya pribadi. Bagaimana jika memang kita terus-menerus konsisten?

Bermanfaat Bagi Orang Lain

Seorang pengusaha yang pemasukannya tidak pasti, memiliki sisi positif di mana sewaktu-waktu penghasilannya dapat menjadi puluhan bahkan ratusan kali lipat dalam dua tahun ke depan dibandingkan dengan saat ini. Nah, untuk itu dampak yang bisa diberikan orang lain pun meningkat. Saya senang sekali melihat banyak kemudian NGO-NGO penyaluran sedekah dan zakat terpercaya yang muncul dari kalangan pengusaha dan saya yakin entrepreneur bisa memberikan kontribusi yang sangat signifikan bagi pengembangan bangsa ini.

Mengisi Misi di Bumi Allah

Ini adalah alasan terakhir dan paling pamungkas. Steve Jobs sudah tiada, tetapi selama Apple yang dia dirikan dan produknya yang sangat bermanfaat itu ada, maka namanya akan selalu terkenang. Yap, mirip seperti itulah pengusaha. Seorang manusia, siapapun, ditentukan untuk hidup demi sebuah misi. Misi untuk mengabdi kepada Tuhan dan memimpin yang lain dalam kebaikan. Bagaimana cara melaksanakan misi tersebut? Salah satunya adalah menjadi pengusaha yang mampu meninggalkan legacy, sehingga nanti kita bisa siap untuk menjawab bahwa kita meninggalkan manfaat untuk orang banyak, saat ditanya oleh Sang Pencipta apakah misi kita telah selesai dan berhasil menjalankannya?

Memulai suatu usaha tidaklah sulit, yang sulit adalah mempertahankannya. Poin-poin di atas adalah sebuah visi dan ‘bagian enaknya’ saat kita menjadi pengusaha sukses. Salah satu hal yang harus kita pegang adalah kita memiliki alasan yang kuat mengapa memilih jalan menjadi pengusaha itu. Tapi tentu saja, ada harga mahal yang harus dibayar. Perjuangan, kerja keras, dan lain sebagainya karena setiap kesuksesan itu tidak ada yang dibayar instan.

Ingin ngobrol lebih lanjut dengan saya? Follow aja @ArryRahmawan

 

 

About Arry Rahmawan

Arry Rahmawan merupakan pelatih dan pembicara publik di bidang pengembangan potensi, kewirausahaan, dan life skills. Menamatkan pendidikan formal S1 Teknik Industri Universitas Indonesia dengan kekhususan rekayasa sistem, pemasaran industri, dan service excellence. Saat ini mengenyam pendidikan S2 di Jurusan yang sama dengan kekhususan dinamika bisnis dalam organisasi. 6 buah buku telah ditulisnya, dan buku terakhirnya berjudul Studentpreneur Guidebook (GagasMedia) merupakan buku best-seller nasional.

3 comments

  1. Salam kenal…
    Terimakasih atas sharing nya…sangat mencerahkan …..

    Memang mencari NIAT atau MOTIVASI yg abadi adalah obat dari sifat putus asa ketika kita mengawali langkah belajar menjadi entrepreuner…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Konsultasi Gratis
Pesan kamu sudah dikirim! Terima kasih :)



9 + 7 =