High Performance Me

Mengapa Sebagai Pemuda Kita Harus Belajar Setinggi – Tingginya? (Writing Challenge #25)

Written by Arry Rahmawan

Pada tanggal 30 Oktober ini, saya berkesempatan membawakan seminar nasional sumpah pemuda yang dihadiri oleh kurang lebih 450 peserta (wooow, angka yang menurut saya sangat fantastis!). Informasi dari panitia yang saya dapatkan, 450 tiket seminar nasional 2015 ini habis dalam waktu kurang dari 3 hari. Jujur saya salut dengan para peserta yang memiliki semangat belajar sangat tinggi seperti ini. Mereka belajar bukan hanya dari bangku formal atau bangku kuliah, tetapi juga seminar – seminar dan wawasan lain untuk menambah pengetahuan atau keterampilan mereka.

Ini menarik. Di tengah memperingati hari sumpah pemuda, kita bisa melihat bahwa masih banyak pemuda Indonesia yang terus – menerus belajar. Masih banyak pemuda yang ingin membuat Indonesia lebih maju. Masih banyak pemuda Indonesia yang ingin berkontribusi bagi bangsa ini. Di tengah berbagai masalah yang menimpa pemuda Indonesia, saya masih optimis Indonesia akan menjadi negara maju di kemudian hari. Karena memang inilah perjuangan kita berikutnya sebagai pemuda : membuat Indonesia lebih maju dan bahkan menjadi Indonesia adidaya.

Tentu saja menjadikan Indonesia Adidaya ini tidak mungkin tercipta apabila generasi pemudanya adalah generasi pemuda yang lemah. Maka, setiap pemuda perlu memiliki semangat untuk terus – menerus belajar tanpa henti.

Selama ini, banyak pemuda yang merasa kehilangan ‘makna’ saat belajar karena dimotivasi hanya untuk mendapatkan hal yang sangat merendahkan makna belajar itu sendiri. Sejak kecil, umumnya kita diminta belajar dengan lebih keras, belajar lebih rajin, masuk ke jurusan yang banyak peluang kerjanya, seolah – olah kita belajar untuk mencari uang. Pernyataan yang seringkali membuat saya sedih dari orang yang sudah bekerja umumnya seperti ini, “dalam dunia kerja, ilmu yang kita pelajari di kuliah dan sekolah itu paling banyak terpakai 5 – 10%. Sisanya adalah soft skill.”

Akibatnya, kita menjadi malas belajar karena seolah tidak ada tujuan mulia dalam belajar itu sendiri. Banyak yang memasang target, belajar itu yang penting lulus. Bahkan, kita terbiasa melihat fenomena contek – menyontek dalam belajar, yang membuat orang – orang yang sebenarnya tidak menguasai ilmunya menjadi lulus, sementara orang yang jutsru menguasai ilmunya dengan detil, nilainya lebih rendah daripada orang yang menyontek tadi. Ini benar – benar merusak sistem.

Bagi saya, belajar setinggi – tingginya bukan hanya masalah to get (dapat ini atau itu), tetapi saya belajar setinggi – tingginya itu agar to give (bisa memberi). Inilah bagaimana cara saya memaknai pendidikan.

Dengan belajar setinggi – tingginya, kita dapat menciptakan value dengan lebih baik. Dengan belajar setinggi – tingginya, kita dapat menciptakan nilai tambah dengan lebih tinggi. Sehingga, sudah saatnya para pemuda di Indonesia meluruskan kembali niat belajar mereka.

Luruskan niat belajar yang tadinya hanya sekedar untuk mendapatkan gaji, menjadi berniat untuk bisa menciptakan nilai tambah bagi masyarakat luas.

Saya pun seringkali ditanya sama beberapa teman saya, “Ry, lo ngapain sih sekolah tinggi – tinggi? Sekolah tinggi itu ga bikin loe kaya, tau!”

Bukan kekayaan yang saya cari. Saya bersekolah tinggi itu agar saya bisa menciptakan dengan lebih baik. Saya bersekolah tinggi itu agar bisa menghasilkan nilai tambah dengan lebih baik. Saya bersekolah tinggi itu agar bisa membuat sesuatu yang lebih bernilai.

Karena saya yakin,

Apabila kita dapat hidup menjadi seorang pencipta nilai atau kreasi yang selalu dibutuhkan oleh orang lain, maka uang itu pasti akan mengejar kita.

Beginilah cara saya memaknai belajar, sehingga saya sangat happy sekali untuk bisa selalu menambah ilmu – ilmu baru agar saya bisa menciptakan dengan lebih baik lagi.

Makna belajar yang sesungguhnya adalah dengan semakin banyaknya ilmu yang didapat, maka akan semakin banyak pula kebermanfaatan yang disebarkan. It’s not about what can I get, but It’s about what value can I give to people.

Bagaimana menurut Anda? Apa makna belajar menurut Anda?

Semoga bermanfaat ya!

Salam,

Arry Rahmawan
Youth Development Trainer
Founder CerdasMulia Institute

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

Bagaimana Menurut Anda?

Komentar

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Bidang keilmuan peminatannya adalah kewirausahaan, inovasi, dan strategi bisnis. Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!