Life Skills

Mengurangi Filler “Ehm”, “Uh”, “Eng” Saat Berbicara di Depan Umum

Written by Arry Rahmawan

Saat Anda sedang berbicara di depan umum, pernahkah ‘tertahan’ mengeluarkan kata berikutnya dan kemudian mengisinya dengan bunyi ‘ehm’, ‘eng..’, ‘uh..’ dan lain sebagainya? Dalam dunia public speaking, kata – kata tersebut disebut dengan filler. Filler adalah kata yang mengisi perantara kalimat yang ingin dikeluarkan dan terlalu sering enggunakan filler membuat pengucapan menjadi kurang efektif dan mengganggu audience. Ketika terjadi filler, rasanya tuh seperti pikiran lebih cepat dari mulut, jadi ketahan, hehe..

Pertama kali saya menjadi pembicara dan berbicara di depan umum, saya justru tidak sadar  mengucapkan filler. Hingga ada penonton yang menghampiri saya dan mengatakan, “bang banyak filler nya tuh”. Pada saat saya kembali bicara lagi, saya minta ada teman yang merekam saya dan benar ternyata banyak sekali filler nya.

Duh, lalu bagaimana ya caranya menghilangkan filler tersebut? Mungkinkah saya dapat mengurangi filler dan berbicara dengan lebih lancar?

Alhamduillah, ternyata ada caranya. Kalau kita mencari di Google juga banyak sih sebenarnya. Cari saja dengan kata kunci, “how to reduce filler in public speaking”, maka Anda akan mendapatkan banyak sekali cara untuk menghilangkan filler yang bisa dipelajari dengan gratis.

Sebagai contoh saya ambilkan cara dari Harvard. Tulisan dari Steven D. Cohen ini diawali dengan bagus dan cukup membesarkan hati : pembicara publik yang berdampak itu berjuang keras untuk mengurangi filler nya. Jadi sebenarnya filler itu menjangkau siapapun dan kapanpun, bahkan tidak disadari.

Riset – riset mengenai penyebab filler ini ternyata memang sudah lama dilakukan. Cohen menuliskan dalam artikelnya bahwa penyebab filler karena seringkali kita ‘dipaksa’ untuk menjawab atau merespon pertanyaan ketika kita kecil. Kadang kala untuk membuat respek orang tua kita, kita juga berupaya secepat mungkin menanggapi opini. Sebagai konsekuensi, karena sudah terbiasa seperti itu kita selalu berupaya untuk secepat mungkin berbicara. Hingga pada suatu titik, kita memverbalkan proses berpikir kita juga.

Masuk akal juga sih, karena kalau dipikir – pikir lagi, sebenarnya filler itu kita gunakan untuk menunjukkan kepada orang bahwa memang kita sedang berpikir dan orang itu diminta untuk bersabar menunggu. Sesekali menggunakan filler dalam berbicara di depan publik itu sebenarnya bagus, karena dapat mengesankan bahwa kita natural dan berbicara apa adanya. Tetapi, kalau keseringan ya pada akhirnya malah jadi tidak bagus adanya.

 

Bagaimana caranya menghilangkan filler ini?

Lalu, bagaimana cara untuk menghilangkan filler ini? Pada dasarnya, filler ini seperti ‘kosakata’ yang kita bunyikan untuk memberitahu bahwa kita berpikir. Untuk mengurangi filler saat berbicara di depan umum ini, saya punya beberapa cara yang cukup efektif:

Pertama, adalah dengan melakukan pause atau jeda. Jadi, kalau misalkan saya sedang berbicara di depan umum dan sedang ingin beralih dari satu bagian ke bagian lainnya (misalkan beralih gagasan), maka yang saya lakukan adalah pause. Berhenti bicara sejenak, berpikir, dan berpikir positif bahwa audience kita pasti akan menunggu.

Kedua, adalah dengan mengganti kosakata “um..” atau “eng…” dengan kosakata konsonan yang merapatkan bibir, misalnya “p” atau “b” yang merapatkan bibir. Jadi, saya berkata kepada diri saya bahwa ketika saya sedang berpikir dan bibir ini ingin menunjukkan proses bahwa saya sedang berpikir, maka saya akan berkata “ep”, sehingga yang ada bibir saya rapat. Latihan yang kedua ini juga efektif untuk saya.

Ketika saya memutuskan untuk menjadi trainer, instruktur, dan dosen, saya semakin sering mempraktikkan cara -cara tersebut untuk menghilangkan filler. Alhamdulillah, saat ini filler saya jauh lebih berkurang dibandingkan dulu. Masih sih saya sisipkan 2 – 3 kali saya bicara

Itulah dua cara yang ingin saya bagikan kepada Anda hari ini. Semoga bisa membantu Anda dalam mengurang filler saat berbicara di depan umum. Saya yakin, ada banyak cara lainnya yang mungkin bisa efektif membantu Anda dalam mengurangi filler. Silakan bagikan cara – cara tersebut melalui kotak komentar di bawah.

Oh ya, artikel yang saya tulis ini juga merupakan artikel pelengkap dari artikel saya lainnya tentang public speaking : 11 cara meningkatkan keterampilan berbicara di depan umum.

Untuk mengundang saya memberikan pelatihan atau seminar tentang public speaking, silakan hubungi 085640879848 (Melinda) atau klik tautan berikut ini.

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

Bagaimana Menurut Anda?

Komentar

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Bidang keilmuan peminatannya adalah kewirausahaan, inovasi, dan strategi bisnis. Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!