Keilmuan

Meningkatkan Keunggulan Model Bisnis dengan Prinsip Earn Before Spend

Written by Arry Rahmawan

Pada tulisan sebelumnya, saya membahas mengenai salah satu hal yang membuat model bisnis kompetitif di era disruptif adalah memiliki cost structure yang cenderung rendah. Hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi yang membuat proses lebih efisien, serta menggunakan sharing economy yang memanfaatkan aset pihak lain untuk mendulang keuntungan bersama.

Kali ini saya ingin berbagi tentang apa yang saya pelajari dari Strategyzer Academy tentang salah satu prinsip lainnya yang membuat bisnis bertahan di era disruptif. Prinsip tersebut adalah earn before spend.

Apa maksud prinsip earn before spend? Earn before spend adalah sebuah prinsip dalam model bisnis di mana sebuah organisasi atau perusahaan mendapatkan uang terlebih dahulu untuk kemudian digunakan dalam rangka menciptakan value.

Saat ini masih banyak sekali perusahaan mapan atau incumbent yang tidak sadar menggunakan model bisnis terbalik : spend before earn. Sebelum mereka menciptakan sebuah value dalam bentuk produk ataupun jasa, mereka mengeluarkan investasi yang sangat besar terlebih dulu seperti membangun pabrik, membuat jaringan distribusi, melakukan riset yang mahal, dan lain sebagainya.

Model bisnis spend before earn ini kadang juga masih saya temui dalam kelas – kelas yang mengajarkan tentang entrepreneurship. Bahkan untuk produk yang berurusan dengan standar dan regulasi, sebelum produk dapat dilepas ke pasar, seorang entrepreneur dipaksa untuk memenuhi standar mutu, membuat pabrik, menggaji karyawan, dan hal – hal lain yang membuat spend before earn, alias menghabiskan uang terlebih dulu baru mendulang keuntungan. Seorang teman pernah bercerita bahwa produk inovatif yang dihasilkannya berupa pupuk yang juga berfungsi pestisida harus mentok di regulasi karena tidak boleh dua izin. Banyak uang keluar untuk mengurus perizinan tersebut, dan izin yang dipilih harus salah satunya : pupuk saja atau pestisida saja. Model bisnis berupa spend before earn ini dalam banyak kasus seringkali tidak bertahan lama karena sudah menimbulkan banyak kerugian dan saat dilepas ke pasaran tidak menunjukkan keuntungan yang memuaskan.

Sebuah contoh saya ambil dari StartUP Vestifarm dengan salah satu produknya invest qurban. Vestifarm merupakan salah satu startup yang menerapkan prinsip earn before spend yang memberdayakan peternak dan investor yang ingin qurban patungan. Cara kerjanya investor dapat order sapi melalui web (earn) kemudian vestifarm akan membelikan sapi beberapa bulan sebelum idul adha atau sebelum harga naik (spend) untuk digemukkan lalu dijual yang kemudian akan diterapkan sharing profit (bagi keuntungan). Sekali lagi, teknologi memegang peranan kunci mengubah model bisnis yang tadinya spend before earn menuju era earn before spend.

Terlepas dari berapa omzet dan keuntungan yang didapatkan vestifarm saat ini, namun model bisnis seperti inilah yang memiliki peluang besar untuk bertahan di era disruptif. Prinsip earn before spend merupakan salah satu prinsip yang sangat direkomendasikan untuk dipertimbangkan bagi kamu terutama entrepreneur pemula yang sedang mencoba bagaimana membangun sebuah bisnis yang dapat bertahan.

Semoga bermanfaat untuk membantu kamu mengembangkan bisnis ya.

Salam,
Arry Rahmawan
Lecturer & Researcher, Universitas Indonesia
Founder, SignifierGames.com & CerdasMulia Institute

Silakan temukan inspirasi lainnya dari saya melalui:

Free Online Course di YouTube : Channel Arry Rahmawan
Free Kultwit di : Twitter @ArryRahmawan
Free Inspirational Quotes : Instagram @ArryRahmawan
Free Inspirational Notes : Grup Facebook

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Bidang keilmuan peminatannya adalah kewirausahaan, inovasi, dan strategi bisnis.

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0856 4087 9848 (Melinda) atau email ke arryrahmawan@ui.ac.id.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!