Achievement Pengembangan Diri

Menyelaraskan Passion dengan Jurusan Kuliah

Written by Arry Rahmawan

Apa yang Harus Dilakukan Jika Passion tidak Sama dengan Jurusan Kuliah?

Itulah pertanyaan yang disampaikan oleh beberapa pembaca blog ini langsung ke email saya. Salah satunya adalah mas Asep Hendrik, yang bercerita bahwa saat ini sedang kuliah di jurusan Hukum, namun dia memiliki passion dalam bidang dunia musik atau kreativitas. Bayangkan saja, kuliah di jurusan hukum, namun passion nya di musik.

Kesannya memang saling bertolak belakang, ya. Lalu bagaimana yang harus dilakukan? Terutama untuk berkarir nanti?

Pengalaman Pribadi Saya

Saya sering mendapatkan pertanyaan tersebut, karena banyak juga pembaca yang menganggap saya kuliah di jurusan yang tidak sesuai dengan passion saya. Saya memiliki passion dalam bidang pelatihan, penulisan, pengajaran, dan blogging. Sementara itu, saya kuliah di jurusan Teknik Industri. Sebuah jurusan yang kesannya bertolak belakang. Karena kalau saya mengikuti passion, seharusnya saya kuliah di jurusan psikologi saja, bukan di teknik industri.

Bagaimana caranya agar saya tetap dapat menyeleraskan antara jurusan kuliah dengan passion yang saya miliki?

Pertama, saya senantiasa bersyukur terlebih dulu karena saya masih bisa kuliah atau melanjutkan pendidikan tinggi. Apalagi, saya melanjutkan pendidikan tinggi di salah satu universitas dan jurusan terbaik di UI.  Kuliah, buat saya bukan hanya sekedar untuk menuntut ilmu, tapi juga menuntaskan amanah. Apalagi, amanah kepada orang tua dan keluarga. Jadi, untuk kuliah ini, yang saya lakukan adalah mengesampingkan passion terlebih dulu dan bekerja keras untuk menyelesaikan kuliah dengan baik.

Kedua, saya betul – betul memetakan apa passion saya semenjak saya kuliah. Untuk menemukan passion ini, saya sudah berbagi banyak sekali tips dan triknya. Beberapa yang bisa kamu coba baca adalah tulisan saya berikut ini:

Jadi, kalau memang kita ingin menyelaraskan antara jurusan kuliah dengan passion, kita betul – betul harus tahu apa passion kita, hehe.

Ketiga, menyelaraskan antara passion dengan bidang kuliah kita. Bagaimana caranya? Kalau saya, menjadikan hal ini lebih sederhana. Ketika membicarakan passion, maka saya membicarakan bidang. Kalau membicarakan jurusan kuliah, maka saya membicarakan kompetensi. Untuk menyelaraskannya tinggal digabung saja.

Misal, passion saya adalah di bidang pelatihan, pendidikan, dan blogging.

Jurusan kuliah saya, membuat saya menjadi seorang yang memiliki keterampilan bisnis dan keilmuan teknik industri. Apa yang terjadi jika disatukan? Jika disatukan, maka inilah beberapa karir yang mungkin untuk saya:

  1. Dosen departemen Teknik Industri UI
  2. Trainer dan konsultan profesional untuk perusahaan / industri
  3. Blogger di bidang keilmuan yang telah saya tekuni, dll.

Itu kalau studi kasusnya saya, ya. Nah sekarang, gimana kalau seperti kasusnya mas Asep Hendrik seperti di atas tadi? Jadi kalau mendengar cerita mas Hendrik, dia akan punya kompetensi sebagai ahli hukum. Sementara passion nya di bidang musik. Kalau disatukan, maka akan menjadi seperti berikut ini:

  1. Konsultan hukum / HKI di bidang musik atau kesenian
  2. Menjadi bagian pengurusan legal di industri musik Indonesia
  3. Menjadi advokat / kuasa hukum ternama di industri musik, dan lain sebagainya.

Ada lagi satu contoh kasus, misalkan ada seseorang yang memiliki passion senang berkomunikasi atau bersosialisasi dengan orang lain. Sementara saat ini dia sedang kuliah di jurusan teknik kimia. Maka bagaimana cara menggabungkannya?

Dia memiliki kompetensi sebagai seorang yang paham tentang rekayasa di bidang kimia. Sementara itu, passion nya di bidang komunikasi. Maka jika digabungkan, dia bisa menjadi seorang yang ahli di public relation perusahaan farmasi atau yang berbasis kimia.

Intinya yang ingin saya sampaikan, jika kita lebih ‘jeli’ dalam memandang passion dan jurusan kuliah kita, pasti kita akan menemukan titik temu, pasti. Hanya saja, tantangannya adalah bagaimana menemukan peluang atau prospek pekerjaan yang sesuai tadi. Banyak orang yang menyerah terhadap passion nya, karena ternyata di lapangan peluang atau prospek tersebut tidak tersedia. Sehinigga, daripada menganggur lebih baik bekerja walaupun dalam hal yang tidak kita sukai.

Maka bagi kamu yang saat ini menjelang lulus, coba petakan kekuatan passion kamu ditambah kompetensi yang sudah kamu pelajari selama kuliah. Setelah itu cocokkan juga dengan ketersediaan lapangan kerja yang ada. Jika tidak ketemu, cobalah buat lapangan kerja sendiri. Saat ini sudah begitu jauh lebih mudah menciptakan lapangan kerja dan menjadi entrepreneur dengan beragam dukungan teknologi yang ada. Mudah – mudahan, kamu bisa semakin menghasilkan banyak karya karena mengerjakan sesuatu yang memang kamu cintai.

Semoga bermanfaat ya,

Salam,
Arry Rahmawan.

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

Bagaimana Menurut Anda?

Komentar

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen serta peneliti di Universitas Indonesia mengenai inovasi, kewirausahaan, dan strategi bisnis yang senang berbagi pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya. Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!