Blogging & Writing Pengembangan Diri

Panduan Membuat Blog untuk Dosen Menggunakan WordPress

Written by Arry Rahmawan

Beberapa rekan saya sesama dosen, suatu saat pernah bertanya mengapa saya senang menulis blog di http://arryrahmawan.net. Pertanyaan ini sebenarnya juga pernah saya dapatkan sewaktu saya masih mahasiswa. Jawaban saya tidak berubah: ingin berbagi kebermanfaatan secara lebih luas kepada orang lain. Apalagi kalau kita berperan sebagai mahasiswa atau dosen, yang pastinya memiliki kapasitas ilmu mumpuni dan lebih tinggi dibandingkan orang lain, pastinya akan banyak sekali ilmu bermanfaat yang bisa dibagikan dengan lebih luas lagi, bukan? Lha wong anak SMP dan ibu rumah tangga aja sampe bikin blog, masa ini yang mahasiswa dan dosen ga bikin dan ga sharing lewat blog? Kan keterlaluan, hehe…

Selain bisa menjadi sarana berbagi manfaat, memiliki blog juga bisa membuka peluang – peluang baru. Misalnya, kita bisa menemukan teman – teman baru sesama blogger di dunia maya. Contoh lainnya adalah seringkali kita juga akan mendapatkan tawaran untuk kerjasama dan kolaborasi. Sebagai dosen yang merancang mata kuliah kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia, saya sering mendapatkan peluang untuk memberikan kuliah umum di kampus lain karena membaca tulisan yang saya bagikan di blog ini.

So, tidak ada kata lain selain WAJIB bagi setiap mahasiswa dan dosen untuk rajin berbagi di blognya.

Jika semangat untuk mulai menjadi blogger sudah membara, sekarang saatnya kita bicara sedikit ke ranah teknis. Bagaimana mulai membuat blog? Pada tulisan kali ini, saya ingin berbagi sedikit pengalaman untuk membuat sebuah blog dari awal alias titik nol, berdasarkan pengalaman saya ngeblog sejak 10 tahun yang lalu.

Tulisan kali ini akan membahas panduan penting yang perlu diketahui dalam dunia blogging, khususnya untuk para mahasiswa dan dosen yang ingin nge-blog dengan menggunakan WordPress.

Mengapa saya menyarankan (sekaligus memakai) WordPress dibandingkan dengan Blogger untuk membuat sebuah blog? Untuk pemula dan bagi pengguna blog baru, dulu saya lebih senang menggunakan blogger karena lebih mudah digunakan. Saya dulu memiliki blog di alamat http://coretan-rahmawan.blogspot.com. Namun, setelah kurang lebih setengah tahun saya menggunakannya, saya kesulitan untuk menambah fitur – fitur tambahan seperti misalnya membuat slider atau membuat pop-up message yang menawarkan pengunjung untuk mengunduh buku pengembangan diri yang saya tulis. Setelah dicek, ternyata di WordPress lebih mudah karena ada banyak plugins atau fitur tambahan yang bisa digunakan. Jadi saran saya, jika blog yang ingin Anda buat itu diurus dan diseriusin secara jangka panjang, gunakan WordPress walaupun untuk tahap penggunaan awalnya sedikit lebih rumit daripada blogspot.

Asumsi saya yang membaca blog ini ingin memiliki sebuah blog yang fleksibel dan bisa terus dipakai secara jangka panjang, jadi saya menyarankan WordPress.

Bagaimana Memulai Sebuah Blog dengan Menggunakan WordPress?

Bagi pembaca yang benar – benar bingung darimana memulai sebuah blog, sebenarnya sudah begitu banyak panduan yang tersebar dan bisa diakses di internet secara gratis. Demi alasan menghemat energi karena sudah banyak bertebaran tutorial untuk membuat blog di WordPress, saya menyarankan Anda untuk membaca artikel Cara Membuat Blog di WordPress, karena menurut saya isinya lengkap dan jelas.

Cara lain untuk bisa menemukan panduan membuat blog di WordPress adalah dengan memasukkan kata berikut di mesin pencari Google:

ketik: filetype:pdf “Membuat Blog di WordPress”

Maka Anda akan mendapatkan banyak sekali file berbahasa Indonesia dalam bentuk pdf yang membahas bagaimana caranya membuat blog di WordPress. Jika Anda memilih layanan domain gratisan dari WordPress, maka Anda akan mendapatkan sebuah alamat web di http://domainanda.wordpress.com.

Setelah blog WordPress Anda sudah siap digunakan, maka Anda bisa memilih ingin menggunakan “Tema” seperti apa. Untuk mengubah tema, silakan klik (jika menggunakan bahasa Inggris), “Appearance >> Themes”. Di sana Anda bisa memilih Tema yang sesuai, dengan warna dan huruf yang cocok untuk selera Anda. WordPress juga memungkinkan Anda untuk mengunggah tema yang dapatkan dari sumber lain. Caranya di bagian atas ada pilihan “Add New >> Upload Themes.” Di sana Anda bisa mengupload tema yang Anda dapatkan di luar dari yang layanan WordPress sediakan.

Salah satu alasan lain saya memilih WordPress juga karena ada begitu banyak Tema blog profesional yang bisa digunakan secara gratis. Saya menyarankan Anda untuk membaca ulasan tentang 40 Tema WordPress Gratis dan Terbaik 2018, di sana ada banyak sekali template yang bisa Anda gunakan secara gratis sesuai selera. Kalau ada yang bertanya template apa yang saya pakai, saya menggunakan template Voice yang bisa dicek di sini.

Anyway, segala sesuatu yang sifatnya gratis belum tentu tidak bermutu. Saya mengagumi ada blog dosen di Universitas Indonesia yang dibangun dari sebuah layanan WordPress gratis dengan menggunakan Tema yang juga gratis, yaitu blog Bapak Akhmad Hidayatno. Blog beliau adalah salah satu blog yang saya sering kunjungi sejak masih SMA, membahas tentang dunia Teknik Industri serta pemikiran – pemikiran beliau lainnya dengan bahasa yang asyik. Belakangan saya juga baru tahu bahwa blog beliau ini adalah satu dari sedikit sekali blog pribadi tentang dunia Teknik Industri yang dijadikan rujukan di Indonesia.

Kalau melihat kolom komentar di blog beliau, akan banyak sekali pengunjung yang menyatakan terinspirasi dan mengajak diskusi lebih lanjut. Belajar dari blog beliau, saya menyimpulkan pada intinya yang menentukan bagus atau tidaknya blog ya isinya (content). Selama isinya berfaedah dan diperbarui secara rutin, walaupun layanan yang dipakai gratisan, akan menjadi blog yang berdampak bagi banyak orang.

Sementara saya memilih untuk menggunakan domain dan hosting berbayar, dengan domain http://arryrahmawan.net. Lalu, kenapa saya sebagai penulis blog ini menggunakan domain dan hosting berbayar? Apa untungnya?

(Sedikit) Keuntungan Menggunakan Domain dan Hosting Berbayar

Ada 2 alasan utama saya menggunakan domain dan hosting berbayar; yaitu (1) Profesional look; (2) Kontrol penuh atas blog saya.

Pertama, Professional look maksudnya adalah untuk memperkuat branding saya sebagai seorang dosen, penulis, dan trainer profesional di bidang kewirausahaan dan strategi bisnis. Saat saya berada di sebuah forum untuk berjejaring dan saling bertukar alamat blog, arryrahmawan.net lebih mudah disebut, diingat, dan dilafalkan. Blog lain dari seorang trainer dan dosen yang aktif untuk menulis dengan menggunakan domain berbayar adalah blog jamilazzaini.com.

Kedua, kontrol penuh atas blog saya adalah saya bebas mengutak – atik sistem blog saya secara menyeluruh. Mulai dari upload berbagai macam foto atau menghapusnya, memasukkan script statistik, upload template, optimasi mesin pencari (SEO), melakukan coding, dan mengatur mana halaman yang bisa muncul dan tidak. Umumnya ini dibutuhkan saat kita ingin melakukan full customization di website kita dengan menambahkan fitur – fitur tertentu.

Menggunakan hosting berbayar juga memiliki kelebihan, misalnya optimasi kecepatan dari situs WordPress yang lebih baik. Beberapa layanan hosting ada yang fokus memberikan nilai tambah mempercepat loading speed untuk situs WordPress. Kesimpulannya, jika Anda ingin menjadi seorang serious blogger, atau blogger yang serius dan berkomitmen untuk secara rutin mengurus blog Anda, maka saya menyarankan untuk membeli paket domain dan hosting berbayar. Hanya saja, Anda harus menyediakan kocek yang bervariasi, sesuai dengan kebutuhan blog Anda. Harganya bervariasi mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah per tahunnya, tergantung dari jumlah space dan bandwidth yang diperlukan.

Untuk menggunakan layanan WordPress menggunakan domain dan hosting berbayar, Anda bisa membacanya di artikel Cara Membuat Blog di WordPress, bagian Membuat Blog di WordPress dalam Tujuh Langkah. Di bagian tersebut, sudah dijelaskan dengan lengkap dan sistematis bagaimana caranya menggunakan WordPress di hosting kita sendiri, atau yang biasa dinamakan WordPress self-hosted,

Membuat Blog yang Generik atau Blog yang Spesifik (Niche)?

Sebagai penutup dari panduan ini, sebuah blog umumnya ditulis menggunakan dua gaya, yaitu generik (umum) atau spesifik (niche). Manakah diantara dua gaya ini yang lebih baik? Manakah di antara dua gaya ini yang mampu ‘menarik’ pengunjung dengan lebih banyak?

Pertanyaan itu banyak muncul selama saya menjadi blogger dalam 10 tahun terakhir. Saya banyak menemui rekan – rekan yang ingin memulai blog, kemudian selalu bertanya hal yang sama, “gue mau nulis apa di blog gue? Enaknya topik blog gue tentang apaan ya Ry?”. Kebanyakan dari blogger tidak kunjung memulai untuk menulis karena terlalu banyak berpikir apa topik spesifik yang ingin ada di blognya.

Hal tersebut tidak sepenuhnya salah. Banyak blogger profesional yang menyarankan kalau ingin membuat blog yang bagus, maka buatlah blog yang spesifik (niche). Salah satu contoh dari sebuah blog yang spesifik adalah blog milik Pak Akhmad Hidayatno yang banyak membahas konsep tentang teknik industri dan pandangan beliau terhadap sistem. Blog yang memiliki topik niche, memudahkan orang untuk mengingat tentang apa blog tersebut, memudahkan blog itu menang dari kerumunan blog yang sudah begitu banyak ini. Istilahnya adalah stand out of the crowds. Salah satu contoh blog niche lainnya adalah milik salah satu trainer muda binaan saya yang fokus mengajar Bahasa Inggris dan Public Speaking, Adi Triasmara.

Sebagai dosen, umumnya tidak sulit menemukan niche untuk dituliskan ke dalam blog. Hal yang sulit umumnya adalah ‘membumikan bahasa’ sehingga konsep – konsep rumit menjadi lebih mudah dan menyenangkan untuk dicerna oleh pembacanya.

Lalu, bagaimana jika kita belum menemukan niche kita? Jika Anda melihat blog saya di http://arryrahmawan.net, Anda akan melihat bahwa isinya banyak dan topiknya beragam. Di satu sisi Anda akan menemukan tulisan saya tentang entrepreneurship. Di sisi lain Anda akan menemukan tulisan saya mengenai bagaimana cara menemukan passion. Di tulisan ini sekarang, bahkan Anda akan menemukan panduan membuat blog WordPress untuk dosen.

Blog seperti model http://arryrahmawan.net ini adalah blog dengan tipe generik. Sebuah blog yang tidak terlalu niche karena isinya bermacam – macam. Hal ini dikarenakan saya punya banyak minat, dan saya ingin berbagi informasi seputar minat saya yang semoga bisa memberikan manfaat. Alhamdulillah, blog ini memiliki pengunjung hingga 3.000 – 4.000 orang per hari dan ada begitu banyak pengunjung blog yang terbantu dengan artikel yang ada di blog ini.

Kesimpulannya, baik atau tidaknya blog menurut saya bukan dilihat dari niche atau generik, karena semua ditentukan dari konten yang ada di dalamnya. Selain kualitas konten, konsistensi untuk selalu memperbarui blog juga penting untuk menarik pengunjung ke blog kita.

Akhir kata, semoga panduan membuat blog ini membantu Anda, khususnya dosen yang belum memiliki blog untuk segera membuat blog dan menyebarkan kebermanfaatan dengan lebih luas.

Semoga bermanfaat.

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0856 4087 9848 (Melinda) atau email ke arryrahmawan@ui.ac.id. Anda juga dapat terkoneksi langsung dengan Arry Rahmawan melalui beberapa jalur media sosial berikut ini:

Free Online Course di YouTube : Channel Arry Rahmawan
Free Kultwit di : Twitter @ArryRahmawan
Free Inspirational Quotes : Instagram @ArryRahmawan
Free Inspirational Notes : Grup Facebook

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Bidang keilmuan peminatannya adalah simulasi bisnis, business model innovation, dan entrepreneurship development.

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0856 4087 9848 (Melinda) atau email ke arryrahmawan@ui.ac.id.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment