Achievement Life Skills Pengembangan Diri

Panduan Menulis Curriculum Vitae (CV) Online untuk Generasi Millennials

Written by Arry Rahmawan

Bagaimana caranya menulis Curriculum Vitae (CV) Online yang Impresif tanpa Terkesan Sombong / terlalu Show Off?

Dalam beberapa kali kesempatan, saya pernah diminta untuk menyeleksi para aplikan yang mendaftar untuk mendapatkan seed funding sebagai modal awal bisnis mereka. Beberapa di antaranya adalah program UI Incubate yang diselenggarakan oleh Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis, Universitas Indonesia.

Untuk menyeleksi siapa yang berhak mendapatkan dana (belasan hingga puluhan juta waktu itu), terdapat beberapa fase. Pada fase awal adalah seleksi berkas, interview, lalu kemudian adalah presentasi ide bisnis.

Pengalaman tersebut memberikan saya sebuah pelajaran betapa sulitnya untuk betul – betul menemukan talenta yang sesuai. Kenapa? Karena di era saat ini, seseorang dapat dengan sangat mudah menjadi seorang social climber, atau mereka yang mencitrakan diri mereka adalah orang yang potensial, padahal tidak.

Fenomena ini sering saya temukan saat menjadi tim penilai untuk menyeleksi aplikan di program lain, yaitu beasiswa rumah peradaban Shafa. Sebuah beasiswa untuk membentuk mahasiswa muda berprestasi potensial agar dapat ditempa menjadi pemimpin muda masa depan. Masalahnya sama: beberapa kali tim penilai ‘tertipu’ dengan polesan – polesan CV para aplikan. Hal paling sederhana, banyak aplikan yang memasukkan keikutsertaan dalam seminar sebagai “peserta” adalah prestasi sehingga kesannya prestasinya banyak.

Untuk mengatasi hal tersebut dan agar tidak tertipu dengan tampilan dari aplikan, Tomas Chamorro – Premuzic dalam sebuah artikel Harvard Business Review1 mengatakan bahwa seorang penilai wajib memperhatikan hal – hal berikut ini dalam menilai kelayakan seorang aplikan dari Curriculum Vitae (CV) nya:

  1. Relevansi dengan kebutuhan yang dicari
  2. Kuantifikasi Pengalaman
  3. Fokus dalam Menjual Potensi
  4. Learning abilities, drive, people skill (tunjukkan kemampuan tersebut)
  5. Recommendation dari otoritas terkait

Dengan adanya kriteria – kriteria tersebut, tentu akan semakin menantang bagi millennials untuk bagaimana ‘menjual’ diri mereka kepada para penilai atau tim reviewer.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi tips tentang bagaimana caranya agar kita dapat menuliskan curriculum vitae dengan baik dan cemerlang tanpa terkesan show off berlebihan. Namun tentu, pada dasarnya CV yang baik adalah yang ditulis sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dan tanpa melebih – lebihkan. Tips ini juga saya tulis sekaligus menyambut lulusan – lulusan baru di Teknik Industri yang mudah – mudahan setelah wisuda segera mendapatkan karir yang cemerlang. Tips ini (mungkin) juga bisa diaplikasikan untuk melamar beasiswa atau kuliah lagi.

TIPS 1 – Tulis Hanya Apa yang Dilakukan

Peraturan pertama dalam menulis CV baik itu yang ditulis secara online maupun offline adalah wajib ditulis berdasarkan fakta yang sebenarnya. Jadi, tidak perlu menambah-nambahkan sesuatu yang memang tidak dilakukan.

Sebagai contoh, dulu pernah ada mahasiswa yang ingin sekali di CV nya menjadi ketua dalam penyelenggaraan konferensi internasional. Hal yang dia lakukan adalah mengontak 2 temannya di luar negeri, membuat conference call, dan menulis bahwa dia pernah menjadi ketua konferensi internasional. Secara esensi, mungkin yang dia lakukan memang menjadi ketua panitia untuk penyelenggaraan konferensi tersebut. Namun, dalam persepsi penilai, ketua penyelenggara konferensi internasional adalah acara tatap muka, mengumpulkan peneliti dan kalangan profesional di bidangnya, untuk saling bertemu dan mempresentasikan hasil penelitian.

Hal – hal seperti di atas sebaiknya dikurangi, walaupun mungkin tidak sepenuhnya berbohong, namun ada indikasi untuk me ‘mark-up’ kehidupan sosialnya melalui jalan pintas.

TIPS 2 – Lihat dari Sudut Pandang Reviewer

Bagi Anda yang ingin menulis, mengirimkan, atau memajang CV secara online, pastikan bahwa CV yang ditulis adalah informasi yang penting untuk diketahui reviewer.

Sebagai contoh misalnya ketika kita mencantumkan pengalaman bahwa kita pandai bermusik, sementara tim penilai sedang mencari seorang yang mampu memecahkan masalah secara logis. Apakah kemampuan bermusik tadi penting untuk dicantumkan? Jika memang penting untuk diketahui oleh reviewer, maka silakan dicantumkan. Apabila sekiranya tidak penting, maka sebaiknya tidak perlu dicantumkan.

Oh ya, terkadang reviewer juga suka melihat aktivitas media sosial kita. Maka pastikan bahwa semua aktivitas media sosial kita memberikan gambaran yang baik dan konsisten terhadap apa yang kita tuliskan di CV.

Kesesuaian antara profil media sosial dengan isinya sangat penting

TIPS 3 – Tulis hanya yang relevan

Melanjutkan dari tips nomor 2, bahwa saat ini sudah bukan zamannya lagi menulis seluruh prestasi dan capaian sehingga CV menjadi tebal. Justru saat ini yang dianjurkan adalah membuat CV yang singkat namun poinnya relevan dengan yang diperlukan penerima.

Sebagai contoh, CV asli saya per Bulan Januari 2018 ini tebalnya sekitar 30an halaman, yang berisikan daftar jejak capaian saya sejak masa SMA. Ketika saya diminta untuk mengirimkan CV sebagai kandidat staf ahli di UKM Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, saya meringkas CV menjadi 1 halaman yang berisikan poin – poin penting paling relevan. Berikut ini adalah salah satu contoh CV saya yang telah diringkas untuk memudahkan reviewer meringkas CV saya,

Contoh 1 halaman curriculum vitae tentang entrepreneurship

CV yang ringkas dan relevan akan memudahkan reviewer dalam meninjau CV kita dan membuat reviewer lebih respek karena banyak menghemat waktu mereka.

TIPS 4 – Pengalaman Kuantitatif

Hal yang dimaksud dengan pengalaman kuantitatif adalah membuat pengalaman – pengalaman yang telah dijalani ke dalam bentuk yang terukur.

Umumnya dalam sebuah CV kita diminta untuk menuliskan pengalaman – pengalaman kerja kita. Dengan pengalaman kerja tersebut, usahakan kita menambahkan sedikit keterangan secara kuantitatif terkait apa yang kita kerjakan.

Misalkan pada tahun 2012 – 2014, saya punya pengalaman sebagai asisten riset di Systems Engineering, Modeling, and Simulation (SEMS) Laboratory. Selama menjadi research assistant, saya menghasilkan 1 penelitian di bidang analisis kebijakan industri menggunakan sistem dinamis, dan 1 penelitian analisis perilaku organisasi juga menggunakan sistem dinamis. Saya juga menghasilkan 2 paper yang dipresentasikan dalam Asia Pacific System Dynamics Conference di Singapura.

Contoh lainnya, misalkan apabila kita memiliki pengalaman bekerja di suatu perusahaan tertentu, kita dapat menambahkan: memimpin x orang untuk mengerjakan y proyek yang memberikan penghematan kepada perusahaan sebesar z rupiah, di mana x, y, dan z dapat diganti dengan angka sesuai dengan yang dicapai pada pengalaman tersebut.

TIPS 5 – Ketimbang Skill, Jual Potensi

Dalam penulisan CV, ada sebuah kolom yang umumnya selalu ada, yaitu kolom skill. Di kolom tersebut umumnya berisikan skill apa saja yang relevan dan penting untuk diketahui oleh reviewer. Umumnya dalam penulisan skill ini, seseorang mengisinya dengan standar: Microsoft Office, English, atau software – software lain. Seorang teman yang bekerja di bidang personalia, pernah berujar: kalau nulisnya begini sih ini bukan keahlian tapi standar aja.

Saya pun hanya tertawa saja, sambil kemudian bertanya, “seharusnya bagaimana?”

Kata teman saya ini, sebaiknya seorang kandidat mampu menuliskan potensi yang dapat dia berikan kepada organisasi, sesuai dengan skill yang dimilikinya. Sebagai contoh, apabila saya ingin mendaftarkan diri sebagai seorang dosen dan saya memiliki skill dalam menulis (writing), maka saya bisa menuliskan dengan bergabungnya saya ke organisasi atau universitas tersebut, maka saya berpotensi untuk menghasilkan buku – buku dan juga paper atau makalah penelitian ilmiah yang akan memberikan benefit kepada organisasi.

Kemampuan untuk membuat harmoni antara skill yang dimiliki dengan potensi keuntungan apa yang akan didapatkan organisasi dengan adanya skill tersebut akan sangat bermanfaat untuk memberitahu kepada reviewer apa yang membuat seorang reviewer harus memilih diri kita dibandingkan dengan kandidat lainnya.

Memasang CV Online Menggunakan LinkedIn

Apabila Anda sudah mengetahui strategi – strategi di atas, maka saatnya Anda menginvestasikan waktu Anda dengan membuat CV online. Membuat CV Online yang paling mudah menurut saya adalah dengan menggunakan Media Sosial LinkedIn. Menggunakan LinkedIn, Anda dapat dengan memudah meminta rekomendasi dari rekan kerja atau atasan, untuk memberikan testimoni (komentar positif) atas kinerja Anda. Saat ini, peran sebuah rekomendasi sangat penting karena apa yang kita tulis dalam CV bukan hanya Self-Claim, namun juga dirasakan manfaatnya dari sudut pandang orang lain.

Salah satu bentuk rekomendasi untuk memperkuat CV

Sebagai contoh bagaimana penulisan CV atau profil online menggunakan LinkedIn, Anda dapat mengakses profil saya di LinkedIn. Saya juga sudah menyediakan tips khusus terkait bagaimana menuliskan CV Online di LinkedIn. Untuk membacanya, silakan buka artikel saya yang berjudul, “13 Tips Memanfaatkan LinkedIn untuk Personal Branding” yang sudah saya tulis sekitar 5 tahun lalu.

Semoga bermanfaat!

Salam,
Arry Rahmawan

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0856 4087 9848 (Melinda) atau email ke arryrahmawan@ui.ac.id. Anda juga dapat terkoneksi langsung dengan Arry Rahmawan melalui beberapa jalur media sosial berikut ini:

Free Online Course di YouTube : Channel Arry Rahmawan
Free Kultwit di : Twitter @ArryRahmawan
Free Inspirational Quotes : Instagram @ArryRahmawan
Free Inspirational Notes : Grup Facebook

Referensi:

  1. https://hbr.org/2017/12/how-to-highlight-your-talents-in-a-job-interview-without-showing-off ↩︎
Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Bidang keilmuan peminatannya adalah simulasi bisnis, business model innovation, dan entrepreneurship development.

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0856 4087 9848 (Melinda) atau email ke arryrahmawan@ui.ac.id.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!