Tips Akademik

Panduan Menyusun Silabus Perkuliahan yang Efektif dan Sistematis

Written by Arry Rahmawan

Siapapun yang berkecimpung di dunia pendidikan, khususnya pendidikan formal, perlu mempersiapkan sebuah desain rencana pembelajaran atau yang juga biasa disebut sebagai Silabus.

Di lingkungan Universitas Indonesia, silabus ini diberi nama “Buku Rancangan Pembelajaran” (BRP), yang berisikan informasi lengkap tentang sebuah mata kuliah.

Mengapa seorang pengajar atau pendidik harus memiliki silabus? Tentu jawaban paling mudah adalah agar perkuliahan yang dilakukan terstruktur, sehingga capaian standar yang diharapkan dari sebuah perkuliahan atau program studi dapat tercapai dengan baik.

Ketika saya diangkat sebagai dosen di Universitas Indonesia, saya belajar bahwa silabus disusun berdasarkan kompetensi (competence-based) yang ingin dicapai, bukan berdasarkan materi apa yang ingin diberikan (content-based). Silabus yang didasarkan pada content-based umumnya dibuat berdasarkan materi apa yang ada di buku, tanpa mempertimbangkan apakah hal tersebut memang diperlukan atau tidak. Padahal, dalam pendidikan perguruan tinggi terutama, seringkali untuk membentuk sebuah kompetensi memerlukan urutan bab dalam buku yang terbalik – balik. Mengapa? Karena apa yang ada di buku itu belum tentu urut, dan harus diurutkan sesuai dengan kebutuhan penanaman kompetensinya.

Untuk itu, dalam kesempatan kali ini saya akan berbagi kepada sahabat pembaca, khususnya yang saat ini berprofesi sebagai guru, dosen, trainer, pengajar, atau pendidik tentang bagaimana caranya dalam bentuk langkah demi langkah membuat silabus untuk sebuah mata kuliah. Silabus atau BRP yang dicontohkan pada tulisan ini adalah silabus yang disusun berbasis kepada competency-based, jadi seluruh aktivitas perkuliahan disusun berdasarkan kompetensi apa yang ingin ditanamkan pada mahasiswa atau peserta didik.

Komponen Utama Dalam Menyusun Silabus

Silabus yang efektif, terdiri dari beberapa komponen utama sebagai berikut:

  1. Informasi Umum
  2. Kompetensi & Sub – Kompetensi
  3. Pokok Bahasan & Rujukan
  4. Rancangan Tugas dan Latihan
  5. Evaluasi Hasil Pembelajaran
  6. Satuan Acara Pembelajaran (SAP)
  7. Contoh Soal dan Lampiran

Idealnya, silabus ini disosialisasikan kepada mahasiswa di awal waktu perkuliahan dengan mengurangi poin nomor 7. Di lingkungan Universitas Indonesia, silabus yang diberikan kepada mahasiswa (minus poin 7) diberi nama BPKM (Buku Pedoman Kegiatan Mahasiswa).

Berikut adalah panduan untuk membuat silabus yang dibahas poin per poin.

Bagian 1 – Mengisi Informasi Umum tentang Mata Kuliah

Di bagian awal silabus, diberikan informasi umum dan singkat tentang gambaran mata kuliah dalam 1 halaman saja. Mungkin bisa dibilang ini adalah bagian abstrak.

Saya akan mengutip salah satu silabus yang saya buat untuk mata kuliah Kewirausahaan Teknologi di Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia. Berikut ini adalah contoh informasi umum yang ada di awal sebuah silabus,

Bagian informasi umum ini memudahkan orang yang membaca silabus pertama kali menjadi lebih mudah untuk memahaminya.

Bagian 2 – Merumuskan Kompetensi dan Sub – Kompetensi

Menurut pendapat saya, ini adalah bagian yang paling penting dalam rancangan silabus. Mengapa? Karena seluruh isi silabus nantinya akan dibuat berdasarkan poin – poin yang ada di bagian ini.

Bagian ini terdiri dari kompetensi dan sub – kompetensi yang ingin dicapai. Kompetensi adalah kemampuan utama yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik setelah mengikuti mata kuliah tersebut. Sementara sub-kompetensi adalah kompetensi – kompetensi ‘kecil’ yang harus dikuasai untuk mencapai kompetensi utama.

Tantangan di bagian ini adalah bagaimana merumuskan kalimat kompetensi yang tepat. Rumus praktis yang umumnya digunakan dalam membuat kalimat kompetensi adalah A-B-C-D, di mana masing – masing huruf merupakan singkatan sebagai berikut:

AAudience, di mana setiap kalimat kompetensi mencantumkan siapa sasaran yang akan ditanamkan kompetensi tersebut

BBehavior, di mana setiap kalimat kompetensi mencantumkan perilaku atau kemampuan apa yang ingin didapatkan setelah menyelesaikan materi / perkuliahan tersebut. Behavior ini umumnya menggunakan daftar kosakata yang diturunkan dari Taksonomi Bloom.

CCondition, di mana setiap kalimat kompetensi mencantumkan kondisi pada saat apa behavior yang diharapkan tercapai

DDegree, di mana setiap kalimat kompetensi memiliki pernyataan ‘seberapa dalam’ kompetensi tersebut.

Sebagai contoh, saat menyusun silabus untuk mata kuliah “Kewirausahaan Teknologi”, saya menulis kompetensi yang ingin dicapai oleh mahasiswa setelah mengikuti mata kuliah tersebut adalah sebagai berikut,

“Apabila dihadapkan pada sebuah dinamika teknologi dan industri (C), mahasiswa (A) mampu merancang sebuah rencana wirausaha yang berkelanjutan (B) dengan bercirikan inovasi teknologi dan kemandirian yang berlandaskan etika (D).”

Pada kalimat di atas, kalimat kompetensi yang tertulis dalam silabus mengandung seluruh unsur A-B-C-D, di mana:

A = Mahasiswa

B = merancang sebuah rencana wirausaha

C = Apabila dihadapkan pada sebuah dinamika teknologi dan industri

D = Dengan bercirikan inovasi teknologi dan kemandirian yang berlandaskan etika

Setelah kompetensi utama selesai dirumuskan, maka langkah berikutnya adalah menuliskan sub-sub kompetensi apa saja yang harus dikuasai untuk dapat mencapai kompetensi yang diharapkan. Hubungan antara sub-kompetensi dengan kompetensi utamanya harus dipetakan sehingga koneksinya terlihat dengan jelas. Sebagai tips tambahan, hubungan tersebut haruslah urut dimulai dari tingkat kompetensi paling rendah hingga ke tingkat kompetensi paling tinggi sesuai dengan tingkatan yang di revised taxonomy Bloom

Berikut ini adalah sebuah contoh jaring – jaring kompetensi dalam bentuk yang terstruktur,

Kompetensi utama yang telah dirumuskan juga harus dipetakan dengan profil lulusan.Profil lulusan adalah gambaran seorang yang telah menempuh studi dan lulus dari sebuah program studi. Dalam sebuah BRP, pastikan bahwa kompetensi dan sub-kompetensi yang ingin dituju dalam sebuah mata kuliah haruslah mendukung terwujudnya profil lulusan yang diinginkan.

Bagian 3 – Membuat Pokok Bahasan dan Rujukan

Tahap berikutnya setelah kompetensi dan sub-kompetensi didefinisikan dengan jelas dalam BRP, maka kompetensi dan sub-kompetensi itu diturunkan menjadi Pokok Bahasan dan rujukan. Bagian ‘Pokok Bahasan dan Rujukan’ ini berisikan apa – apa saja bahasan yang akan dipelajari, disesuaikan dengan kompetensi atau sub-kompetensi yang ingin dituju. Jangan lupa untuk ditambahkan rujukan yang diambil sebagai referensi utama di pokok bahasan tersebut. Berikut ini adalah gambaran dari Pokok Bahasan dan Rujukan di BRP atau silabus.

Bagian 4 – Rancangan Tugas dan Latihan

Seringkali untuk menanamkan sebuah kompetensi tidak cukup hanya dengan pembelajaran di kelas. Dibutuhkan sebuah tugas atau latihan – latihan di luar kelas untuk menunjang tercapainya kompetensi yang dharapkan.

Pada bagian ‘Rancangan Tugas dan Latihan’ di silabus, seluruh tugas dan latihan – latihan yang dikerjakan di luar kelas dituliskan. Informasi yang dijelaskan meliputi nama penugasan, ruang lingkup, cara pengerjaan, batas waktu, hingga luaran tugas yang dihasilkan. Berikut ini adalah gambaran ilustrasi tabel rancangan tugas dan latihan,

Pada bagian selanjutnya juga dijelaskan tentang kriteria penilaian yang berlaku dan juga proporsi penilaiannya.

Bagian 5 – Evaluasi Hasil Pembelajaran (EHP)

Sebuah proses belajar akan menjadi efektif apabila dalam setiap proses pembelajaran tersebut dievaluasi dengan baik dan diberikan feedback atau umpan balik. Di bagian EHP pada BRP/Silabus, dijelaskan seluruh mekanisme evaluasi pembelajaran, baik itu secara formatif maupun sumatif.

Umumnya, evaluasi itu dapat berbentuk output dari tugas, quiz atau ulangan harian yang diberikan di kelas, ujian tengah semester (UTS), dan ujian akhir semester (UAS). Pada bagian ini juga dijelaskan bukan hanya bentuk evaluasi akhir, tetapi juga apa saja assesment yang dilakukan serta bagaimana pedoman kriteria penilaiannya.

Bagian 6 – Satuan Acara Pengajaran (SAP)

Bagian SAP adalah bagian paling praktis dan umumnya digunakan sebagai panduan bagaimana membawakan materi di setiap pertemuan dalam kelas. SAP terdiri informasi berupa keterangan pertemuan ke berapa, kompetensi dan sub-kompetensi apa yang ingin dituju, aktivitasnya seperti apa, pokok bahasan, media teknologi yang digunakan, serta rujukannya.

SAP merupakan rangkuman sekaligus panduan praktis untuk melakukan kegiatan belajar mengajar di kelas. Pertanyaannya, kenapa kita perlu untuk membuat 5 bagian sebelumnya? Jawabannya adalah karena kita perlu menjelaskan darimana setiap isi dari poin-poin SAP ini berasal dan setiap poin yang ada di dalamnya mendukung tercapainya kompetensi yang diharapkan.

Bagian 7 – Contoh Soal dan Lampiran

Sebagai pelengkap BRP, di bagian akhir juga perlu dilampirkan contoh – contoh soal yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Contoh – contoh soal tersebut meliputi contoh soal tugas, UTS, atau soal UAS.

Sebelum perkualiahan dimulai, umumnya yang saya berikan kepada mahasiswa adalah SAP atau Satuan Acara Pengajaran (di bagian 6). SAP itu menjadi panduan juga bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri dalam menjalani perkuliahan.

Bagi pembaca blog yang berprofesi sebagai guru atau dosen dan sedang berusaha membuat BRP atau Silabus, maka saya melampirkan salah satu silabus mata kuliah yang saya ampu di Universitas Indonesia, yaitu Kewirausahaan Teknologi. Silabus mata kuliah tersebut dapat Anda unduh di tautan berikut ini.

Semoga tulisan ini bermanfaat dalam membantu Anda menyusun silabus mata kuliah.

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0856 4087 9848 (Melinda) atau email ke arryrahmawan@ui.ac.id. Anda juga dapat terkoneksi langsung dengan Arry Rahmawan melalui beberapa jalur media sosial berikut ini:

Free Online Course di YouTube : Channel Arry Rahmawan
Free Kultwit di : Twitter @ArryRahmawan
Free Inspirational Quotes : Instagram @ArryRahmawan
Free Inspirational Notes : Grup Facebook

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Bidang keilmuan peminatannya adalah simulasi bisnis, business model innovation, dan entrepreneurship development.

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0856 4087 9848 (Melinda) atau email ke arryrahmawan@ui.ac.id.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!