Akademik Tips Beasiswa

Pengalaman Mengikuti Leaderless Group Discussion (LGD) Seleksi Substansi LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) 2018 beserta Tips Aplikatif untuk Menghadapinya

Written by Arry Rahmawan

Artikel ini merupakan bagian dari artikel berseri mengenai seleksi Beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) Luar Negeri.

Berikut ini adalah beberapa tulisan lainnya mengenai pengalaman dan tips mengikuti seleksi LPDP dengan jalur Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI) LN,

  1. Pengalaman saya Mengikuti Seleksi BUDI LPDP LN 2018 (Penjelasan Umum)
  2. Pengalaman mengikuti seleksi berbasis komputer (SBK) beasiswa lembaga pengelola dana pendidikan (LPDP)
  3. Daftar Pertanyaan Wawancara Seleksi Substansi Bagian 1 (Psikolog)
  4. Daftar Pertanyaan Wawancara Seleksi Substansi Bagian 2 (Akademisi)

Pada tulisan kali ini saya akan mencoba menceritakan tentang pengalaman saya mengikuti seleksi Leaderless Group Discussion (LGD) pada seleksi substansi LPDP yang saya ikuti tahun 2018 lalu. Pada seleksi substansi ini, LGD memiliki porsi penilaian 20%, sementara untuk 80% nya ditentukan dari wawancara. Untuk mendapatkan gambaran mengenai pertanyaan yang ditanyakan dalam seleksi substansi, silakan melihat tulisan saya tentang pertanyaan wawancara seleksi substansi bagian 1 dan 2.

Apa itu Leaderless Group Discussion?

Jujur sewaktu saya mendapatkan pengumuman untuk ikut LGD, saya sendiri clueless tidak mengetahui apa itu LGD. Selain minim pengalaman, saat itu masih sedikit yang menceritakan pengalaman LGD ketika mengikuti seleksi substansi LPDP. Semoga artikel tulisan ini dapat sedikit mencerahkan teman – teman yang nanti lolos seleksi substansi dan akan mengikuti Leaderless Group Discussion ini.

Oke, dari namanya saja kita tahu bahwa leaderless berarti diskusi ini memandang bahwa setiap orang memiliki derajat yang setara dalam memberikan pendapat, sehingga semua memiliki kesempatan yang sama. Tidak ada yang boleh mendominasi atau terkesan memimpin, namanya juga leaderless.

Berdasarkan pengalaman yang saya dapatkan sewaktu mengikuti LGD di tahun 2018 lalu, kelompok saya terdiri dari 6 orang peserta. Di kelompok tersebut terdiri dari berbagai macam latar belakang dan jalur pendaftaran, ada yang S2 dan S3, ada yang dari jalur reguler dan afirmasi. Sehingga pada saat LGD nanti Anda bisa membayangkan keberagaman pesertanya.

Sedikit Cerita tentang Pengalaman Mengikuti LGD

Bagi saya yang pada saat mengikuti seleksi tersebut tidak memiliki pengalaman LGD sama sekali, sempat deg-degan membayangkan bagaimana sekiranya jalannya LGD nanti. Bagaimana jika nanti satu grup dengan peserta yang mendominasi? Bagaimana jika nanti bahasa Inggris saya ternyata paling memalukan di ruangan? Bagaimana jika saya tidak menguasai topiknya? Pokoknya sudah banyak tuh pertanyaan – pertanyaan yang berseliweran di kepala saya.

Di sinilah kemudian social media, WA, dan Telegram sangat berguna (saya menyarankan Anda untuk bergabung di grup telegram LPDP LN –https://t.me/LPDPLN). Kenapa sangat berguna? Karena ternyata sesama peserta yang LGD di waktu yang sama dengan saya (pada waktu itu saya LGD pukul 14.00 di hari ke-2 seleksi substansi) membuat grup persiapan LGD!

Di grup telegram saya mendapatkan clue mana grup LGD yang waktunya sama dengan saya untuk kemudian join. Berikut ini adalah skrinsut dari grup LGD saya, yaitu LGD 12 Desember pada pukul 14.30 WIB. Oh ya, LGD saya bertempat di Student Center PKN STAN.

Dari grup ini kemudian kita janjian untuk ketemu 2 jam sebelum jadwal LGD kita dimulai. Di sana kita berkenalan satu sama lainnya. Awalnya kita cuma bertiga, berempat, lama kelamaan yang datang semakin banyak. Akhirnya kita pun membuat forum melingkar, saling berkenalan, menanyakan latar belakang masing – masing, dan kemudian tidak lupa kita melakukan simulasi LGD!

Buat saya, pertemuan ini sangat bermanfaat untuk menurunkan ketegangan karena kita jadi sudah tahu dengan siapa kita berbicara nantinya. Thanks banget buat mas Wisnu yang mau lanjut master ke UCL atas inisiatif baiknya. Setengah jam kita berlatih bersama, justru semakin banyak canda dan tawa yang keluar. Dalam persiapan tersebut juga kita semua berkomitmen untuk membatasi waktu kita berbicara maksimal 2 menit. Saya pokoknya bersyukur banget deh mendapatkan teman – teman yang sangat asyik ini.

Hingga selanjutnya tibalah saya dipanggil untuk memasuki ruangan LGD. Di ruangan ini, terdapat 2 orang pengawas yang berlatar psikolog untuk memantau kita selama diskusi berlangsung. Begitu memasuki ruangan, posisi duduk kita sudah diatur oleh pengawas dan kita diminta untuk menempatkan diri sesuai dengan tempat duduk masing – masing.

Soal pun kemudian dibagikan, dan di ruangan saya, kami mendapatkan masalah tentang Kasus Suap Sel Mewah Lapas Sukamiskin yang ditulis dalam Bahasa Inggris. Instruksi dari soal tersebut adalah setiap peserta LGD diminta untuk mewakili peran tertentu dan kemudian sama – sama berdiskusi untuk mencari solusi. Perannya terbagi menjadi beberapa macam, ada pemerintah, praktisi hukum, sipir, hingga LSM/NGO. Saya kebagian peran sebagai perwakilan LSM yang mengawasi korupsi di Indonesia, karena semua peran sudah diambil oleh peserta lainnya.

Setiap peserta mendapatkan kertas untuk melakukan drafting kasar atau mencatat poin – poin selama diskusi. Saya sendiri menggunakan kertas tersebut untuk menyusun standpoint argumen saya, sambil kemudian mencatat poin penting yang saya temukan dalam diskusi. Waktu yang tersedia untuk LGD ini kurang lebih 25 menit, sehingga kita juga harus memiliki strategi yang jitu bagaimana caranya agar pesan yang kita sampaikan jelas dan semua peserta mendapatkan giliran yang sama untuk berbicara. Jika setiap orang berbicara 2 menit, maka kurang lebih setiap orang akan mendapat kesempatan berbicara 2 kali dalam diskusi tersebut.

Begitu kira – kira gambaran terkait dengan LGD sewaktu saya mengikuti seleksi substansi LPDP 2018. Adapun tips – tips tambahan dalam mengikuti LGD saya tulis di sectionberikutnya.

Tips – Tips Penting dalam Mengikuti LGD LPDP

Berikut ini adalah beberapa tips penting yang aplikatif tentang bagaimana sebaiknya pada saat Anda melakukan LGD. Beberapa tips berikut ini mungkin tidak menjamin lolos atau tidaknya Anda dalam LGD, namun setidaknya mudah – mudahan bisa membantu Anda untuk memperbesar peluang untuk mendapatkan nilai LGD yang tinggi. Berhubung pengamat yang ada merupakan seorang psikolog, maka beberapa hal berikut ini menjadi penting untuk Anda perhatikan:

  • Kuasai topik dari sudut perspektif Anda. Misalnya jika saya berlatar belakang teknik industri, apapun topiknya saya akan mencoba menjawab dari sisi industri dan pembangunan ekonomi. Hal ini juga sangat membantu jika memang kita tidak menguasai betul topik awal, kita selalu bisa menggunakan perspektif keilmuan yang kita miliki.
  • Gunakan kertas yang diberikan untuk corat – coret poin penting apa yang disampaikan
  • Sampaikan pendapat dengan singkat dan padat, sekitar 1 – 2 menit. Hal ini akan menunjukkan bahwa kita mampu mengemukakan pendapat dengan padat dan mengurangi kesan mendominasi. Sebisa mungkin berikan pendapat dengan menatap peserta lainnya secara bergantian. Gestur ini menunjukkan bahwa kita memiliki kepercayaan diri yang tinggi.
  • Simak (Listen) setiap apa yang disampaikan oleh peserta lainnya. Catat beberapa hal penting, dan siapkan respon untuk berpendapat di kesempatan berikutnya. Tapi jangan sampai kesibukan menulis membuat kita seolah ‘mengacuhkan’ teman yang sedang berbicara.
  • Kertas yang digunakan nanti akan dikumpulkan, pastikan Anda tidak menulis atau menggambar hal – hal yang tidak relevan dengan topik diskusi.
  • Pelajari kata – kata yang baik untuk menyampaikan opini dan hindari pengurangan “killing words”. Seperti misalnya, “Your standpoint is sucks and unreasonable.” Bentuk – bentuk penyerangan seperti ini sangat tidak dianjurkan dalam LGD.
  • Jangan pernah jadi orang yang bossy. Jika Anda berinisiatif menjadi pemimpin diskusi, pastikan diri Anda juga ikut dalam kontribusi solusi, bukan hanya melempar giliran berbicara kepada peserta. Banyak orang terkecoh merasa dengan menjadi ‘moderator’ dalam LGD maka dirinya sudah aman. Justru yang berlaku sebaliknya, jika fungsinya hanya memoderatori dan menempatkan diri ‘lebih tinggi’ dibanding yang lain maka diproyeksikan orang tersebut memiliki nilai LGD yang rendah.
  • Hal yang penting lainnya adalah pastikan Anda familiar dengan isu – isu terkini yang sedang terjadi di Indonesia, setidaknya 6 bulan sampai 1 tahun terakhir. Banyak – banyak baca atau nonton berita. Bisa juga dengan mendaftar topik hangat yang terjadi selama 1 tahun terakhir. Saran seperti ini sama seperti yang saya sarankan dalam persiapan untuk EOTS. Berikut ini adalah beberapa isu hangat yang muncul sepanjang tahun 2018:
  1. Foreign aid disaster
  2. Tiktok dicekal
  3. Masuknya tenaga kerja asing
  4. Hukuman dan rehabilitasi pengguna narkoba
  5. Sel Mewah Lapas Sukamiskin
  6. Defisit BPJS dan penggunaan cukai rokok untuk menambalnya
  7. Caleg koruptor
  8. Stagnannya dana desa
  9. Mafia sepakbola Indonesia
  10. Tes psikologi pembuatan SIM baru
  11. Penambangan minyak ilegal di Aceh
  12. Bonus demografi Indonesia
  13. Kesejahteraan guru 3T (Terdepan, terpencul, terbelakang)
  14. Menuju Indonesia yang bebas TBC
  15. Revolusi Industri 4.0
  16. Krisis turki dan dampaknya terhadap Indonesia
  17. Petisi Blackpink dalam Iklan Shopee
  18. Rasionalisasi jumlah PNS
  19. Isu Halal vaksin MR
    dan lain sebagainya…

Itulah sedikit pengalaman yang bisa saya bagikan untuk sahabat semua, khususnya bagi yang belum tahu atau memiliki gambaran tentang bagaimana berlangsungnya LGD dalam proses substansi LPDP. Semoga sedikit cerita ini bisa memberikan gambaran sehingga persiapan teman – teman semua dapat lebih baik lagi.

Ada pertanyaan atau masukan lain mengenai tips dan trik mengikuti LGD? Silakan bisa langsung menuliskan pada kotak komentar di bawah yaa…

Semoga bermanfaat dan lulus seleksi LPDP nya!

Salam,
Arry Rahmawan

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)eng.ui.ac.id. Anda juga dapat terkoneksi langsung dengan Arry Rahmawan melalui beberapa jalur media sosial berikut ini:

Free Online Course di YouTube : Channel Arry Rahmawan
Free Kultwit di : Twitter @ArryRahmawan
Free Inspirational Quotes : Instagram @ArryRahmawan
Free Inspirational Notes : Grup Facebook

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen Kewirausahaan dan Manajemen Teknologi (Technology Entrepreneurship & Management) di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Selain menjadi dosen, Arry juga merupakan trainer Business Model Canvas dan Business Model Innovation di Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis, Universitas Indonesia. Arry juga aktif membagikan ilmu dan inspirasi di berbagai kampus, perusahaan, dan juga beberapa kementerian di Indonesia tentang inovasi dan kewirausahaan teknologi.

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)eng.ui.ac.id

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!