High Performance Me

Perlukah Partner dalam Membangun Bisnis?

Mencari Partner dalam Bisnis
Written by Arry Rahmawan

Beberapa waktu lalu, salah seorang alumni Young Trainer Academy berkonsultasi ke saya terkait dengan bisnisnya yang sudah berjalan selama beberapa bulan. Walaupun judulnya Young Trainer Academy, tapi ternyata banyak juga yang merupakan seorang pengusaha, dan seringkali justru yang didiskusikan tidak hanya terkait public speaking, tapi juga dunia kewirausahaan. Kalau ngomongin kewirausahaan, saya passion banget deh. Hehe.

Alumni angkatan 6 YTA tersebut bertanya kepada saya, “apakah perlu kita memiliki partner dalam membangun bisnis?” Pertanyaan ini muncul, karena setelah bisnisnya berjalan seringkali terjadi cekcok antar partner, tumpang tindih peran, dan adanya perebutan kekuasaan (udah kaya apaan aja bahasanya). Eits, tapi ini serius.

Dia belajar dari Hermas Puspito (sahabat saya), yang mengatakan bahwa dalam bisnis itu memerlukan, bahkan harus melibatkan partner. Namun, dia merasakan ketika di lapangan bahwa yang namanya memiliki partner itu menantang juga. Banyak masalah, cekcok sana cekcok sini, bahkan seringkali bertengkar jika ada yang ga perform (ya iyalah kalo yang ini mah).

Setujukah Anda bahwa Memulai Bisnis harus Berpartner?

Kalau saya setuju dengan pendapat Hermas, namun ADA TAPINYA. Tapinya apa? Tapinya adalah kita harus tahu bagaimana cara mencari partner yang tepat dong. Bagaimana mencari partner membangun bisnis yang tepat? Jujur, saya sendiri sudah berkali – kali pecah kongsi alias putus hubungan bisnis dengan banyak partner karena ketidakcocokan banyak hal. Sampai akhirnya saya berhasil menemukan soulmate untuk diajak bekerjasama. Itu pun setelah pencarian ke-16 (kalau ga salah yaa…)

Partner saya, Andra Donatta, Maradhika Malawa, Melinda Nurimannisa, dan Adi Triasmara adalah orang – orang hebat di balik berkibarnya CerdasMulia Institute dan Young Trainer Academy. Apa yang membuat kami bisa akur dan hubungan bisa langgeng sebagai partner dalam bisnis? 

Pertama, Partner Ga cuma Sama Visi

Mencari partner jangan cuma nyari yang visinya sama. Visi sama itu adalah KEWAJIBAN. Yup, itu sudah wajib dan mutlak adanya. Sisanya kita harus memastikan bahwa partner itu saling melengkapi. Cara tahunya gimana? tes kepribadian bisa, atau juga melihat track record kerja partner kita.

Misalnya di CerdasMulia Institute, saya dipetakan sebagai orang yang ‘mengerjakan sesuatu dengan cepat serta terstruktur sistematis’, sementara rekan saya Maradhika Malawa dipetakan sebagai orang yang ‘berpikir kreatif, inovatif, dan ahli dalam merancang konsep terobosan’. Kami memiliki ketergantungan yang sama. Saya butuh ide kreatif dan trobosan dari mas Dhika, sementara mas Dhika perlu strategi dan eksekusi taktis yang rancangannya saya buat.

Bagaimana kalo partner hanya sama visi tanpa saling melengkapi? Ya berantem yang ada, hehe. Bisnis ga jalan – jalan, malah yang ada bubar jalan.

Kedua, Partner itu pembagian tugasnya KUDU JELAS.

Partner, biasanya juga bertindak sebagai seorang founder dalam bisnis. Ada orang yang memulai bisnis dengan berpartner 3, 5, 7, bahkan 11 (udah kayak kesebelasan). Tapi coba deh perhatikan yang punya partner banyak. Apakah iya memang butuh partner sebanyak itu? Ataukah sebenarnya berpartner dengan 3 – 5 orang cukup?

Jika cukup, mengapa harus banyak? Mengapa harus gendut strukturnya? Yang paling penting adalah pembagian kerja dan kualitasnya jelas. Misalkan si A bertugas dalam pengembangan brand, si B bertugas dalam pengembangan produk. Nah, kalau seperti ini jelas sudah bentuknya. Dan… percayakan pengambilan keputusan di partner kita sesuai dengan bidang yang dia pegang. Kalau sudah jelas pembagiannya, tapi masih diusik sana – sini, ini usil namanya. Masukan A ke B hanya berupa saran, bukan perintah. Begitu juga sebaliknya. Keputusan tertinggi berada pada partner kita yang memegang bidang itu.

Saya pernah lho menulis bahwa kualitas lebih dari kuantitas dalam memilih seorang partner. Coba dikepoin deh. :)

Ketiga, Buat Target Capaian Kerja yang Jelas di Setiap Partner

Setelah tugasnya dibagi – bagi, selanjutnya buat target yang jelas tentang apa yang harus dicapai masing – masing partner. Target yang jelas itu bentuknya kuantitatif. Kalau targetnya begini : mendapat penjualan terbaik se-Jakarta. Ini mah abstrak, absurd. Target yang jelas itu begini : menjual produk A sebanyak 1,000 per tanggal 30 setiap bulan. Nah, ini baru jelas.

Kenapa perlu dibuat kejelasan seperti itu? Biar kita bisa tahu mana partner yang ga perform dengan baik (jangan – jangan malah kita ya? Hehe… Repot juga nanti). Kalau kita tahu ada yang ga perform, pertama kasih peringatan dengan baik. Cari akar masalahnya apa, selesaikan bareng – bareng. Kalo ketahuan ga perform dua – tiga kali, okelah mungkin dia sedang lelah.

Kalau ga perform terus – menerus, kick aja. Ngapain orang kaya gitu dijadiin partner? tentunya dengan cara yang baik ya. Hehe.

Partner itu Penting, Asal kita Tahu Ilmunya

Bagi mereka yang baru memulai bisnis dan merasakan indahnya berpartner, mungkin akan mengalami goncangan ketika sudah masuk bulan ke-3 hingga ke-6. Partner berguna bagi bisnis kita untuk melakukan percepatan. Mencapai hasil yang lebih cepat. Tapi, ingat bahwa modal semangat dan kesamaan visi itu ga cukup. Perlu diimbangi juga dengan skill dan pengalaman si partner itu sendiri. Kalau misal kita masih newbie, cari partner yang bepengalaman. Jangan yang sama – sama newbie, lah nanti kan repot sendiri.

Itu dia ilmu tentang berpartner yang bisa saya bagi pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat yaa..

Ada yang mau ditambahkan? Atau ada pertanyaan? Kotak komentar di bawah terbuka lebar untuk Anda.

Mengundang saya sebagai pembicara Seminar atau Pelatihan? Kontak saja +62 856 4087 9848 (Mel) atau mention saya di @ArryRahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

Bagaimana Menurut Anda?

Komentar

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah seorang yang memiliki passion dalam membangun sumber daya manusia Indonesia untuk menjadi pribadi yang cerdas (mengoptimalkan talenta) dan mulia (menghasilkan banyak karya nyata). Aktivitasnya saat ini adalah sebagai seorang dosen di Universitas Indonesia dan trainer di CerdasMulia Institute.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!