Problem Solving and Decision Making

6 Hal yang Perlu Disiapkan Studentpreneur Sebelum Memulai Bisnis

Setelah sekian lama menulis artikel-artikel mengenai pengembangan diri, banyak dari pembaca yang kemudian meminta saya untuk menuliskan artikel-artikel tentang Studentpreneurship, yang secara sederhana bisa kita artikan membangun kerajaan bisnis saat masih menjadi pelajar. Untuk lebih lanjut mengetahui apa itu Studentpreneurship dan bagaimana membangun keyakinan agar Anda memutuskan menjadi studentrpreneurship, Anda bisa melihat artikel saya berjudul Studentpreneur: Earning while Learning

Dalam artikel ini saya hanya ingin berbagi pengalaman dan tips yang mungkin dapat berguna untuk teman-teman yang sedang membuka usaha, terutama studentpreneur. Selama ini apa yang saya tulis berdasarkan dari pengalaman saya dalam mengembangkan 3 unit bisnis: Penerbitan buku, Lembaga Trainng, EO, dan konsultansi, serta Bisnis Internet. Sudah sangat klasik bahwa masalah utama dari seorang studentpreneur adalah manajemen waktu. Kalau tidak kuliah/sekolah yang dikorbankan, bisnislah yang kemudian gulung tikar. Beberapa hal sederhana yang saya lakukan berikut ini ternyata mampu menumbuhkan perusahaan dan meningkatkan persen omzet hingga tiga digit, sementara saya tetap dapat menyeimbangkan dengan mendapat hasil yang baik di bidang akademik. Penasaran? Baca artikel ini selengkapnya!

1. Filosofi Dasar: Bagaimana Saya dapat Membantu Anda

Sebelum saya mengenal dan terjun langsung dalam dunia bisnis, yang saya tahu bisnis adalah suatu kondisi di mana penjual mampu untuk memanfaatkan peluang yang ada pada diri pelanggan, kemudian mencari keuntungan darinya. Ternyata untuk membentuk suatu bisnis yang berkelanjutan, bukan profitlah yang diutamakanm tetapi bagaimana kita dapat MEMBANTU dan MEMBERI NILAI TAMBAH kepada para pelanggan. Maka dalam membentuk suatu bisnis, pastikan bahwa Anda membuat suatu produk yang dapat (minimal) mencakup dua hal: memecahkan masalah yang dialami pelanggan, atau mencegah pelanggan mendapatkan masalah. Filosofi ini mementingkan NILAI daripada sekedar keuntungan atau profit. Dalam pengalaman saya, bisnis berbasis nilai (membantu pelanggan) akan lebih cepat berkembang dan tahan lama dibanding hanya mendapatkan profit semata.

2. Semakin Banyak Anda Belajar, Semakin Banyak yang Bisa Anda Hasilkan!
Saya sepakat dengan pernyataan bahwa kecerdasan, tingkat pendidikan, atau menjadi pintar di sekolah belum tentu menjamin kesuksesan seseorang. Tetapi saya tidak sepakat dengan mereka yang meremehkan proses belajar dan menjelek-jelekkan akademik. Berdasarkan pengalaman, sebenarnya mereka yang sukses itu adalah mereka yang BANYAK ILMUNYA dan KREATIF. Jadi sebenarnya untuk menjadi sukses itu tinggal mencampur ilmu + kreativitas yang akhirnya menghasilkan suatu konsep yang bisa dijual. Seharusnya, semakin banyak Anda belajar, di saat itulah semakin banyak yang bisa Anda hasilkan. Teman-teman saya yang merupakan studentpreneur hebat adalah pembelajar-pembelajar sejati. Walaupun mungkin indeks prestasi mereka tidak selalu yang tertinggi, tetapi semangat dan passion belajar mereka luar biasa besar. Karena itulah bisnis-bisnis mereka bisa tetap berlanjut hingga sekarang.

3. Jadikanlah Kualitas yang Diterima Pelanggan Anda Lebih Besar daripada Uang yang Mereka Belanjakan
Hal ini bisa disebut juga dengan melebihkan ekspektasi pelanggan. Berikanlah nilai-nilai yang lebih besar daripada sekedar hanya memberikan ‘sesuai harga yang mereka bayar’. Yang saya maksud di sini adalah sebagai langkah investasi awal Anda terhadap pelanggan, yaitu menumbuhkan kepercayaan dan kredibilitas. Sekali Anda mampu meyakinkan pelanggan bahwa Anda adalah seorang pengusaha yang kredibel dan dapat dipercaya, maka pelanggan Anda tidak akan sungkan untuk membeli atau memberikan proyek-proyek kepada Anda yang berarti itu adalah pemasukan yang lebih besar.

4. Fokus dalam Pengembangan Bisnis
Masa muda itu adalah masa yang berapi-api, dan saya sangat paham pasti Anda ingin memuntahkan semua konsep dan perencanaan bisnis yang melayang-layang di kepala Anda. Tetapi tahan dulu! Pastikan Anda memilih salah satu untuk dikembangkan (kalau bisa sesuai dengan passion Anda). Setelah itu fokuslah dalam pengembangan bisnis itu. Buatlah sistem yang kuat, terstruktur, dan mampu bekerja secara otomatis tanpa Anda harus fulltime di dalamnya. Jika memang sudah seperti itu keadaannya, lanjutkan ke bidang-bidang bisnis lain yang ingin Anda kembangkan. Jangan sampai Anda memaksakan membukan 3 – 5 bisnis secara bersamaan tetapi di sisi lain bisnis Anda tidak berkembang, Ingat, Anda masih seorang pelajar, lho! Don’t eat anything if you can’t do that!

5. Buatlah Sistem dalam Usaha Anda
Saya merasakan kelemahan dan kelelahan yang sering silakukan oleh studentpreneur pemula: melakukan semuanya sendirian! Mulai dari merancang konsep, membuat suatu produk, memasarkannya,  mendistribusikannya, menjualnya, bahkan hingga menghitung keuangannya dilakukan sendirian. Padahal masalah klasik mahasiswa ketika berbisnis itu adalah waktu. Nah, mungkin ini yang bisa Anda lakukan. Pertama, carilah orang-orang yang Anda percaya dan siap bekerjasama dengan Anda untuk menciptakan suatu bisnis. Kedua, pastikan orang-orang itu memiliki filosofi memberi manfaat, ketimbang hanya mencari keuntungan, setidaknya hingga 6 bulan awal usaha Anda berdiri. Ketiga, carilah kegiatan apa yang paling banyak memberikan keuntungan untuk Anda dan fokuslah dalam kegiatan itu, sisanya serahkan kepada rekan Anda yang lain. Keempat, gandakan keuntungan dan skalabilitas produk Anda saat sistemnya sudah jadi.

Sebagai contoh, inilah yang saya lakukan. Pertama, saya mencari orang-orang yang satu visi untuk mendirikan suatu lembaga training. Kemudian setelah saya telusuri, saya memutuskan ada 2 kegiatan yang memberikan pemasukan besar kepada saya: menjadi pembicara dan menulis konsep training. Sehingga sisanya, seperti pemasaran, pengembangan bisnis, keuangan, diserahkan kepada bagian yang lain (setidaknya 6 bulan pertama, mereka rela untuk bersusah-susah dahulu, gaji masalah belakangan). Kemudian yang saya lakukan ketika konsep training saya jadi, saya membuat buku dan menerapkan sistem royalti, lalu konsep itu saya buat eksklusif bagi trainer yang ingin memakai harus membayar royalti, dan sisanya saya memberikan pelatihan, seminar, dan bedah buku untuk ratusan pelajar di Indonesia (prinsip skalabitas dan penggandaan keuntungan), sehingga saat ini saya hanya sibuk mengisi training, karena untuk buku dan konsep hanya tinggal digandakan tanpa harus saya buat baru lagi. ??????

6. Buatlah Respon dan Tanggapan yang Menyenangkan
Apapun usaha yang sedang Anda buka dan jalani, pastikan Anda memperhatikan 3 hal tentang pelanggan: Pra, proses, dan pasca penjualan. Beberapa orang menjadi tidak sabar ketika calon pelanggan mereka hanya bertanya-tanya banyak hal tetapi tidak membeli yang akhirnya membuat pelanggan menjadi kesal. Sama dengan pelayanan saat transaksi dan juga purna jual. Intinya, touch your customer heart, bukan hanya memandang mereka sebagai ‘objek uang’. Saya melakukan ini pada beberapa customer yang paling prospektif (kita juga harus melihat prioritas pelanggan), dan mereka terus-menerus memberikan keuntungan bahkan meningkatkan penjualan hingga beberapa ratus persen karena mereka puas dilayani dari awal hingga akhir (bahkan ketika mereka bertanya-tanya tentang cara menggunakan produk ketika mengalami kesulitan).

Oke teman-teman semua, terutama untuk studentpreneur, semoga 6 kiat ini dapat menjadikan diri kita studentpreneur yang terus dan terus berkembang. Saya juga tentu saja masih harus banyak belajar, tetapi bukan berarti saya tidak boleh berbagi pengalaman bukan? Siapa tahu ada yang membutuhkan dan dapat mengembangkan usahanya dengan 6 kiat ini. Semoga bermanfaat! Salam sukses untuk kita semua. Salam Studentpreneur!

About the author

Arry Rahmawan Destyanto

Arry Rahmawan adalah seorang yang memiliki cita - cita sebagai guru bagi pemimpin masa depan Indonesia. Saat ini berkarya sebagai dosen di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia yang sedang melaksanakan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda.

Selain beraktivitas sebagai pengajar tetap di UI dan peneliti di TU Delft, Arry juga mengisi hari-harinya dengan menjadi narasumber di berbagai instansi pemerintah, BUMN, swasta, lembaga pendidikan, serta lembaga non-profit terkait seputar pengembangan diri dan tulisan - tulisan yang ada di blog ini.

Untuk menghubunginya, silakan kontak melalui direct message LinkedIn atau Instagram

Add Comment

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: