Keilmuan

Seberapa Cepat Ide Bisnis Anda dapat Diluncurkan?

Written by Arry Rahmawan

Tahun lalu saat saya berperan sebagai tim penilai di Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia untuk meloloskan pengusaha muda Universitas Indonesia yang akan didanai, ada satu startup yang menurut saya menarik.

Sebelum saya cerita lebih lanjut, mungkin saya akan sedikit menjelaskan tentang apa itu startup. Berbeda dengan bisnis biasa, menurut Eric Ries dalam bukunya ‘the Lean Startup, sebuah Startup adalah orang atau organisasi yang ingin memberikan dampak besar bagi dunia namun memiliki ketidakpastian (uncertainty) yang besar untuk bisa bertahan.

Sebagai contoh, apabila Anda memutuskan untuk memulai bisnis berjualan sepatu maka ini bukan termasuk startup. Karena model bisnis seperti ini sudah jelas permintaanya dan terbukti laris.

Sementara apabila Anda memiliki impian untuk membuat dunia menjadi lebih baik, seperti misalnya mempertemukan antara UMKM tangguh Indonesia yang ada di pelosok pedesaan dengan para investor muda yang ada di tengah kota melalui sebuah aplikasi smartphone , ini bisa disebut startup karena Anda mencoba untuk menciptakan dampak yang lebih besar namun belum tahu apakah aplikasi smartphone itu akan banyak yang menggunakan atau tidak.

Lanjut ke cerita awal. Ketika saya menjadi tim penilai, saya menemukan ada sebuah startup yang bernama Cozora. Cozora adalah sebuah startup yang menawarkan semacam layanan untuk belajar secara online dari berbagai komunitas. Misalnya, apabila ada komunitas yang berkecimpung di bidang memasak, maka dia bisa share video edukasi online tentang memasak. Apabila ada komunitas yang berkecimpung di bidang bisnis, maka komunitas itu bisa berbagi tips dan trik berbisnis untuk dipelajari lewat Cozora.

Ini ide dasarnya : Cozora akan dapat memberikan akses pendidikan yang merata dan murah ke seluruh pelosok Indonesia, sementara bagi komunitas yang berbagi ilmunya di platform tersebut akan mendapatkan publisitas atau exposure sehingga akan semakin dikenal.

Terlihat sebagai win – win solution yang menarik, ya?

Namun ketika diminta untuk memberikan penilaian dari dewan juri, Cozora adalah startup yang terancam tidak didanai. Perdebatan dewan juri cukup sengit pada waktu itu. Ada yang berpendapat, sulit untuk Cozora agar bisa profitable. Hal ini membuat pemberi hibah, yaitu UI akan kesulitan dalam mempertanggungjawabkan dana yang diberikan karena startup yang diberikan tidak menghasilkan untung di tahun tersebut. Jadi, diprioritaskan kalau bisa yang UMKM saja, yang jual produk dan jasa siap jual dan menghasilkan untung.

Saya bisa memahami hal tersebut, namun ada satu hal yang saya katakan di forum : Cozora merupakan sebuah ide bisnis yang oke karena mudah untuk diluncurkan, karena sang founder juga mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer. Berdasarkan hasil riset yang saya lakukan dan tuliskan di buku Studentpreneur Guidebook, para entrepreneur muda yang bertahan adalah mereka yang memiliki ide bisnis yang bisa cepat di launching, dalam hal ini kurang dari 1 bulan. Jika seorang entrepreneur muda memiliki ide bisnis yang untuk peluncurannya memerlukan waktu lebih dari 1 bulan, maka hampir dipastikan bisnisnya tidak akan pernah diluncurkan. Jadi ini bukan masalah UMKM atau startup, tapi lebih ke arah mana ide bisnis yang mungkin direalisasikan.

Akhirnya setelah perdebatan seru, diputuskan Cozora menerima pendanaan awal. Hasil pengamatan saya setelah pendanaan tersebut benar saja, Cozora langsung launching beberapa saat kemudian. Ketika launching, banyak mendapat feedback kemudian melakukan inovasi cepat dari yang tadinya merupakan platform berbagi komunitas jadi platform untuk berbagi para expert secara individu.

Ketika diluncurkan lagi, banyak saya melihat arsip – arsip kelas online yang dibawakan oleh banyak expert mulai dari kelas online untuk mencari beasiswa ke luar negeri, berprestasi di kampus, hingga tips hidup sehat.

Setelah launching kedua ini, Cozora mendapatkan feedback lagi untuk mengerucutkan layanannya menjadi tempat belajar untuk startup yang dibagikan langsung oleh para startup expert di bidangnya. Hingga saat ini – terlepas dari sukses tidaknya sebagai startup, Cozora merupakan startup yang setidaknya masih berjalan dan saya yakin founder nya banyak sekali belajar atas launching demi launching yang dilakukan.

Belajar dari Cozora, pada tulisan kali ini saya ingin menyampaikan bahwa launching your startup / business adalah satu – satunya kunci untuk belajar menjadi seorang entrepreneur. Banyak sekali saya melihat mahasiswa saya yang memiliki ide cemerlang, namun kemudian hanya sebatas wantrepreneur saja. Sebatas ingin. Tidak lebih.

Mengapa? Karena ide – ide mereka tidak segera di launching. Maka dari itu, saya menyarankan bagi Anda yang masih pemula dalam memulai startup, silakan jawab pertanyaan saya,

“Seberapa Cepat Ide Bisnis Anda dapat Diluncurkan?”

Semakin cepat ide bisnis diluncurkan akan semakin baik, karena disitulah Anda akan belajar dan mendapat feedback langsung dari konsumen Anda. Setelah mendapat feedback, lakukan peningkatan atau modifikasi, lalu luncurkan kembali startup Anda. Saya di sini tidak membicarakan prototype, namun betul – betul meluncurkan produk itu secara nyata.

Memilih ide bisnis yang cepat diluncurkan ini juga merupakan pembeda antara real entrepreneur dengan wantrepreneur berdasarkan apa yang saya tuliskan di buku Studentpreneur Guidebook.

Sebisa mungkin saat Anda memiliki ide, maka ide tersebut sudah diluncurkan ke pasar dalam waktu kurang dari 30 hari. Hal ini tentu dengan asumsi bahwa produk / layanan yang Anda buat bisa diluncurkan dengan biaya relatif terjangkau dan apabila diubah konsepnya maka tidak menimbulkan kekacauan signifikan dalam keuangan Anda.

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

Bagaimana Menurut Anda?

Komentar

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Bidang keilmuan peminatannya adalah kewirausahaan, inovasi, dan strategi bisnis.

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0856 4087 9848 (Melinda) atau email ke arryrahmawan@ui.ac.id.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!