High Performance Me

STUDENTPRENEUR NOTES: Hal Penting yang Saya Pelajari Saat Menjadi Studentpreneur

English Learning Students

#STUDENTPRENEUR NOTES merupakan rubrik artikel berseri yang saya buat khusus untuk menambah wawasan para pembaca buku terbaru saya, STUDENTPRENEUR GUIDEBOOK.  Agar mendapatkan pemahaman yang menyeluruh, sebaiknya Anda membaca habis terlebih dahulu buku STUDENTPRENEUR GUIDEBOOKKlik Di Sini untuk pemesanan.

Saya ingat pertama kali memang benar-benar memutuskan untuk menjadi seorang entrepreneur adalah di tahun 2010, saat itu masih merupakan mahasiswa tingkat 2. Walaupun sebelumnya sudah sering dan tahu bagaimana cara-cara melakukan transaksi bisnis, namun belum serius untuk dikembangkan. Barulah pada tahun 2010 itu langsung serius bagaimana kemudian saya mengembangkan sebuah lembaga pelatihan, CerdasMulia Leadership and Training Center.

Banyak hal yang saya dapatkan saat menjalani lika-liku kehidupan sebagai seorang studentpreneur (seorang yang mempunyai tanggung jawab sebagai pelajar dan entrepreneur). Serius. Bahkan seringkali kondisi-kondisi yang saya temui membuat saya menjadi lebih cepat paham akan realita kehidupan sebenarnya, yang jarang diketahui oleh teman-teman mahasiswa lainnya, apalagi yang aktivitasnya hanya kuliah saja. Untungnya, saya merasa jurusan saya adalah jurusan yang memfasilitasi para mahasiswanya untuk menghadapi dunia nyata. Dosen yang kebanyakan juga praktisi membuat kuliah bukan hanya sekedar membahas buku dan menyilang pilihan jawaban. Namun, tentu masih banyak di luar sana di mana kuliah atau kegiatan belajar-mengajar justru menjadi kontradiktif dalam mempersiapkan lulusan untuk menghadapi dunia nyata.

Berikut ini adalah hal-hal yang saya dapatkan dari ‘dunia nyata’ yang seringkali berkebalikan dengan apa yang diajarkan di dunia kampus saat saya menjadi studentpreneur.  Selamat membaca.

Masalah Baru Tidak Bisa Diselesaikan dengan Cara-Cara Lama

Kehidupan realita sebagai studentpreneur sering menghadapkan saya pada berbagai pengambilan keputusan yang dilematis. Sama seperti dilematisnya menjawab soal-soal ujian. Namun soal ujian enak, jika Anda menjawab berdasarkan jawaban orang lain atau text book maka Anda akan selamat. Dalam dunia nyata, hal seperti itu belum tentu berlaku.

Dalam dunia nyata tidak ada jawaban pilihan ganda, di mana jawabannya tepat 100%. Selalu akan ada trade-off dan yang menarik adalah kita dituntut untuk berpikir kreatif dan menghasilkan solusi-solusi baru, di mana  (mohon maaf), untuk beberapa kampus justru saat orang menginisiasi gagasan baru yang berbeda dari teori yang ada justru malah dianggap aneh dan salah, padahal dalam dunia nyata keterampilan berpikir di luar kebiasaan ini sangat diperlukan.

Ide Terbaik adalah Sampah Tanpa Eksekusi Tuntas

Bagi siapapun yang pernah merasakan bangku kuliah tentu pernah mengalami masa-masa di mana kita diminta untuk menggagas suatu solusi atas pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. Jawaban itu kemudian muncul dan dinilai berdasarkan apa yang kita tulis pada saat itu.

Ada orang yang mampu menjawab dengan baik di atas kertas sehingga nilai mereka 100. Namakan saja orang ini si A.

Ada orang yang mampu menjawab dengan ide seadanya sehingga nilai mereka 50. Namakan saja orang ini si B.

Ternyata si B lebih sukses daripada si A.

Mau tahu kenapa? Mudah saja, karena si B adalah mereka yang mampu mengeksekusi sebuah ide hingga tuntas. Seringkali penilaian di kampus hanya didasarkan pada sebuah kertas yang tidak pernah dilihat bagaimana aspek penerapannya di lapangan. Padahal dalam dunia nyata, penilaian itu dijatuhkan pada ketuntasan ide yang dilakukan. Menarik bukan?

Termasuk jika Anda ingin menjadi studentpreneur, maka Anda perlu memperlajari bagaimana cara mengeksekusi ide Anda hingga tuntas.

Mitos IPK – Penting atau Tidak?

Keberhasilan di kampus akan diukur dari IPK nya, namun keberhasilan di dunia nyata diukur dari apanya? Diukur dari seberapa bagus kinerjanya menerapkan ilmu di lapangan. Mereka yang kinerjanya bagus, dikombinasikan dengan attitude yang menyenangkan sehingga memiliki banyak teman dan jaringan akan membuat keberhasilan di dunia nyata semakin cepat.

Jadi, apakah IPK penting? Penting, jika Anda ingin menjadi peneliti, dosen, atau guru besar.

Di luar itu, IPK berfungsi untuk melihat apakah Anda bisa memanage diri Anda atau tidak terkait dengan kehidupan akademik Anda.

Saya diamanahkan orang tua untuk kuliah dengan baik, maka saya persembahkan IPK 3.79 cum laude, terlepas dari kenyataan bahwa saya sudah mandiri secara finansial. IPK saya bukan untuk cari uang, tapi bentuk pertanggungjawaban amanah bahwa saya bisa memanage diri sendiri sebagai pribadi bertanggungjawab.

Belajar Bukan Hanya di Bangku Kuliah

Ini adalah pelajaran yang paling penting yang saya dapatkan, bahwa dengan menjadi studentpreneur kita bisa banyak belajar hal-hal yang tidak diajarkan di bangku kuliah. Contoh, bagaimana teknik negosiasi dengan orang, memenangkan pendapat, mendengarkan orang lain, tawar-menawar, dan lain sebagainya. Ternyata, belajar bukan di hanya di bangku kuliah saja tapi bisa di berbagai tempat dan keadaan.

Hal ini bukan berarti saya tidak menganjurkan bangku kuliah, karena dengan kuliahlah kita memiliki suatu masa di mana kita harus belajar. Banyak orang tidak kuliah menjadi tambah malas, dan banyak orang yang dengan kuliah menjadi tambah haus dengan ilmu, termasuk saya. Semakin saya kuliah, justru semakin penasaran saya terhadap berbagai ilmu yang ada di luar kelas kuliah. Ternyata kuliah sangat bermanfaat, terutama buat kita para studentpreneur.

Jika Anda merasa bahwa tulisan di atas bermanfaat, maka jangan sungkan untuk mengungkap semua rahasia membuka bisnis sejak masih muda dalam buku terbaru saya, STUDENTPRENEUR GUIDEBOOKKlik di sini untuk memesan, atau kamu dapat membeli langsung di toko buku terdekat di kotamu.

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

 

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

Bagaimana Menurut Anda?

Komentar

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen serta peneliti di Universitas Indonesia mengenai inovasi, kewirausahaan, dan strategi bisnis yang senang berbagi pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya. Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!