Campus Life Life Skills Pengembangan Diri

Teknik Menulis Curriculum Vitae (CV) Akademik untuk Mendaftar Program Master (S2) atau Doktoral (S3) Luar Negeri yang Efektif

Written by Arry Rahmawan

Bagaimana Cara Menulis Curriculum Vitae Akademik untuk Mendaftar Program Master (S2) atau Doktoral (S3) Luar Negeri yang Efektif

Selama 2 bulan terakhir ini, saya banyak sekali mendapat pengalaman berharga tentang bagaimana seluk-beluk untuk bisa diterima sebagai PhD Student di Luar Negeri. Sebagai seorang dosen, tentu sudah merupakan kewajiban untuk kita agar bisa sekolah ke jenjang yang paling tinggi. Walaupun memang gelar bukan segalanya dan kontribusi konkrit adalah yang utama, namun kalau bisa keduanya (gelar akademik tinggi diiringi dengan kontribusi nyata yang besar), mengapa tidak?

Untuk itulah saya ingin membagikan pengalaman saya selama 2 bulan terakhir tersebut, khususnya terkait dengan pembuatan CV sebagai ‘pintu masuk’ kita untuk bisa sekolah di Luar Negeri. Karena secara umum, untuk mendaftar kuliah master dan doktoral di luar negeri itu kita terdiri dari beberapa fase:

  • Tahap screening CV dan Motivation Letter oleh profesor atau pihak administrasi kampus
  • Tahap wawancara
  • Pemberkasan akhir

Karena tahap screening CV ini adalah tahap paling awal, saya berpendapat sangat penting untuk teman – teman yang sedang mempersiapkan kuliah di luar negeri untuk master atau doktoral mengetahui bagaimana teknik menulis CV yang baik. Oh ya, sebelumnya saya juga sudah menulis bagaimana menulis CV online untuk millennials, yang bisa melengkapi artikel ini.

Studi kasus CV yang akan saya bedah kali ini adalah CV yang saya gunakan untuk mengontak profesor di dua kampus, yaitu Delft University of Technology (TU Delft), Belanda dan KU Leuven, Belgia. Kedua kampus tersebut merupakan kampus yang terbaik di negaranya masing – masing dan masuk dalam jajaran kampus Top 50 dunia.

Setelah saya mengontak profesor dan mengirimkan CV saya sembari menjelaskan bahwa saya ingin mendaftar sebagai bimbingan S3, alhamdulillah keduanya menjawab positif dengan respon sebagai berikut:

Response dari Profesor TU Delft yang secara eksplisit mengapresiasi CV saya

Untuk itu, pada tulisan kali ini saya ingin berbagi kepada sahabat yang juga sedang berburu peluang master dan doktoral untuk bisa membuat CV yang direspon positif.

Pada tulisan ini, saya membagi pembahasan menjadi tiga bagian, yaitu:

  • Prinsip yang Berlaku Umum untuk Membuat CV yang baik
  • Struktur CV atau Poin yang Harus Ada dalam Sebuah CV akademik
  • Contoh CV Akademik yang saya kirimkan ke profesor dalam pdf

Sudah siap? Yuk mari kita bahas satu per satu.

Prinsip Umum Menulis CV yang Baik

Jika membicarakan prinsip umum menulis CV, baik yang digunakan untuk kepentingan akademik, melamar kerja, atau tujuan lainnya, sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda. Sejak dulu saya sekolah hingga sekarang saya menjadi dosen, prinsip menulis CV yang baik saya dapatkan tidak jauh berbeda. Apa saja sih, prinsipnya ketika kita ingin menulis CV? Berikut ini ada 5 prinsip yang setidaknya perlu diperhatikan untuk dapat menulis CV yang baik:

  1. Prinsip Relevansi atau Kesesuaian dengan Posisi yang Dituju

Prinsip paling dasar ini harus dipahami oleh semua pelamar, di mana kita harus membuat CV yang disesuaikan dengan posisi yang ingin kita tuju. Untuk itu, saya punya 2 jenis CV. CV pertama adalah CV hidup, yang merekam semua yang sudah saya capai. Tebalnya kurang lebih 40 halaman. CV yang kedua adalah CV peran, yang saya sesuaikan dengan peran yang ingin saya daftar.

Misalnya saya ingin mendaftar sebagai mahasiswa S3, maka saya akan mengambil beberapa poin penting dari CV hidup saya yang sekiranya relevan agar saya diterima menjadi mahasiswa S3. Poin seperti latar belakang akademis, riset dan publikasi yang sudah saya lakukan, buku yang sudah saya tulis, dan mata kuliah yang sudah saya ajar menjadi relevan untuk posisi tersebut. Namun, hal itu akan berbeda jika saya ingin mendaftar untuk posisi teknisi komputer, misalnya. Keterampilan bahasa pemrograman, kemampuam menguasai sistem operasi komputer, lebih relevan untuk dicantumkan di CV.

Maka dari itu, jangan mencantumkan semua rekam jejak hidup kita di CV. Pilih hanya yang relevan saja.

Best Tips from Mentor:

  • Selalu asumsikan bahwa pembaca CV kita hanya punya waktu maksimal 2 menit untuk membaca CV kita. Bagaimana cara kita membuat sebuah CV yang menarik?
  • Untuk menjawabnya, salah satunya adalah panjang CV tidak lebih dari 3 halaman. 3 halaman adalah batas CV paling banyak.
  1. Masukkan Rekam Jejak yang Penting dan Menjual

Terkadang walaupun kita sudah tahu bahwa yang dimasukkan adalah yang relevan, tetapi tidak semua yang kita masukkan itu menjual. Poin yang menjual itu adalah ketika rekam jejak kita itu menunjukkan bahwa kita ‘mencapai sesuatu di atas rata – rata orang pada umumnya’.

Sebagai contoh, misalnya salah satu poin relevan yang bisa dicantumkan untuk mendaftar program doktor S3 adalah pengalaman menulis dan publikasi di jurnal internasional. Namun, tidak semua jurnal internasional itu bagus. Bagi beberapa penliti pemula, mungkin tidak tahu bahwa ada yang namanya jurnal predatory. Jurnal predatory adalah jurnal yang mempublikasikan artikel ilmiah tanpa melalui proses review berkualitas, sehingga cepat publish, dengan catatan penulis harus bayar sekian ratus dolar. Istilah predatory muncul karena jurnal macam ini sering mencari mangsa dengan mengirim email kepada para peneliti untuk mengirim artikel ke jurnal mereka.

Jika kemudian kita mengirimkan CV yang berisikan daftar publikasi yang ada di jurnal predatory, tentu walaupun relevan, tetapi ya tidak menjual. Malah yang terjadi bisa menjatuhkan harga pasar kita sebagai seorang peneliti. Maka coba kemudian kita ganti dengan daftar publikasi yang diterbitkan oleh El Sevier, Springer, atau Emerald. Atau bisa juga masukkan daftar publikasi kita yang terindeks Scopus.

Best Tips from Mentor:

  • Pastikan poin relevan yang kita masukkan membuat kita mampu stand out from the crowd. Tanyakan pada diri kita, “apa yang membuat rekam jejak ini meningkatkan nilai jual saya?”
  1. Beri Sedikit Narasi yang Singkat, Jelas, Padat

Seringkali kita tidak bisa hanya mencantumkan rekam jejak untuk menjelaskan keistimewaan diri kita dibanding yang lain, sehingga kita perlu narasi untuk menjelaskannya.

Misal, dalam CV akademik tentu kita akan menjelaskan latar belakang pendidikan formal kita, terutama S1 dan S2. Namun, selain IPK, adakah hal yang membuat rekam jejak akademik kita istimewa?

Kalau saya misalnya ditambah, “Saat kuliah, saya berpengalaman dalam……”, atau, “Tugas akhir saya adalah tentang ……., di mana hal tersebut memiliki tingkat kompleksitas tinggi dan sangat dibutuhkan masyarakat ………”. Penjelasannya pun harus singkat, jelas, dan padat.

Dengan adanya narasi itu, mereka yang membaca CV kita juga jadi dapat memahami… Ooo… Ternyata selama dia kuliah, ada beberapa hal yang dia lakukan. Namun sekali lagi, menulis narasi ini haruslah mempertimbangkan prinsip 1 dan 2 ya, relevan dan penting.

  1. Perhatikan Struktur dan Visualisasi CV

Struktur dan Visualisasi CV yang menarik bertujuan untuk membuat orang tertarik membacanya. Prinsip ini agak sedikit tricky, karena ini sangat tergantung selera orang yang membacanya. Makanya kita perlu pandai – pandai mengerti selera orang yang akan membaca CV kita.

Kalau saya ingin mengirim ke profesor untuk kuliah di luar negeri, maka saya memiliki asumsi bahwa CV saya harus formal, umumnya hitam putih, singkat, padat, jelas, dan terstruktur. Hal ini dikarenakan profesor pada umumnya banyak berkutat dengan membuat makalah atau paper di berbagai jurnal yang sifatnya formal. Sehingga secara selera, mereka terbiasa yang bentuknya formal dan terstruktur rapi.

Namun, untuk konteks lain bisa jadi struktur dan visualisasi yang dibutuhkan berbeda. Misalnya kita ingin mengirim CV untuk posisi mahasiswa S2 atau S3 di bidang design,maka kemungkinan besar yang membaca CV kita adalah profesor yang ingin mengetahui kreativitas visual kita. Kalau begitu, bikin CV yang menarik secara design, agar orang memiliki first impression yang baik. Kalau justru format nya formal terstrutkur dan cuma hitam putih, bisa jadi malah tidak diterima.

Best Tips from Mentor: Mengetahui karakter atau profil orang yang ingin kita kirimkan CV adalah wajib agar kita bisa membuat visualisasi dan format CV yang tepat.

  1. Teliti Sebelum Mengirim

Prinsip terakhir, yang berlaku untuk semua penulisan CV adalah: TELITI kembali sebelum mengirim. Pertama, dari sisi grammar dan typo. Coba dicek kembali apakah grammar dan typo nya sudah benar? Kedua, akurasi isi dari CV yang kita kirim. Apakah semuanya sudah sesuai, berdasarkan fakta, dan bisa kita pertanggungjawabkan? Karena seringkali saya juga sering menemukan orang yang memoles CV mereka terlalu berlebihan. Saat ditanya lebih lanjut, ternyata tidak bisa mempertanggungjawabkan apa yang mereka tulis. Maka dari itu berhati – hatilah, karena itu masalah integritas.

Oke, itulah 5 prinsip menulis CV yang baik, dalam segala kondisi apapun. Termasuk menulis CV akademik. Bagian berikutnya kita akan masuk ke bagian poin apa saja sih yang perlu kita masukkan ke dalam CV akademik untuk mendaftar program master (S2) atau doktoral (S3) di luar negeri.

Sturktur CV atau Poin yang Wajib Ada dalam CV Akademik untuk Mendaftar S2 atau S3 di Luar Negeri

Untuk CV akademik, poin – poin apa saja yang perlu disertakan? Kalau menurut saya, jawabannya tergantung konteks. Dalam konteks saya yang mencoba mendaftar ke Eropa, format CV akademik yang saya gunakan adalah format CV Europass. Untuk mereka yang mendaftar ke negara di benua lain, mungkin ada standarnya sendiri.

Lalu, apa saja standar poin yang perlu ada di format Europass tersebut? Berikut ini adalah beberapa poin penting yang harus ada:

  1. Professional Summary: paragraf singkat yang menjelaskan siapa diri kita dan membuat orang tertarik membaca CV kita lebih lanjut
  2. Academic Qualification: rekam jejak pendidikan akademik yang kita sudah capai
  3. Relevant Work Experience: rekam jejak pengalaman kerja yang sudah kita miliki dan sekiranya mendukung kesuksesan diri kita dengan posisi yang kita incar.
  4. Research Projects Experience: rekam jejak pengalaman mengerjakan proyek riset, seperti misalnya program hibah atau pengabdian masyarakat yang dilakukan
  5. Selected Research Papers: daftar makalah ilmiah atau paper yang sudah pernah kita publikasikan dan relevan dengan keilmuan bidang yang kita tuju
  6. Awards and Scholarship: tampilkan prestasi dan beasiswa yang relevan dengan bidang yang ingin kita tuju, apabila ada.
  7. Language Proficiency: menjelaskan kemampuan bahasa asing kita. Untuk bahasa Inggris umumnya menggunakan TOEFL iBT atau IELTS. Tips: bisa dipecah kemampuan kita per skills, seperti Reading, Listening, Speaking, dan Writing
  8. Certificate and Professional Membership: Masukkan asosiasi tempat kita bernaung, dan juga beberapa sertifikat pelatihan atau sertifikasi keahlian yang mendukung pencapaian karir kita di masa yang akan datang.
  9. Relevant Skills: Masukkan keterampilan lain yang sekiranya relevan dan membuat peluang kita diterima lebih besar. Ingat, kemampuan menggunakan Microsoft Office menurut saya saat ini bukan lagi keterampilan yang menjual, karena itu sudah merupakan standar. Coba cari keterampilan lain yang relevan, menjual, dan tidak banyak orang bisa.
  10. References: referensi atau orang yang bisa dihubungi untuk memudahkan validasi apa yang kita tulis. Saya biasanya menyerahkan referensi supervisor atau pembimbing skripsi dan thesis saya. Tentu saja dengan sebelumnya meminta izin terlebih dulu.

Oke, itulah 10 poin yang wajib ada untuk memudahkan kita mendaftar program master S2 atau doktor S3 di luar negeri, khususnya dengan format Europass karena konteksnya saya mendaftar di Eropa.

Lalu, bagaimana caranya kita memasukkan ke-10 poin tersebut dengan tetap mempertahankan 5 prinsip yang sudah kita bahas sebelumnya?

Bagian berikut ini langsung akan saya berikan contohnyan kepada rekan – rekan agar bisa langsung praktik ya!

Contoh CV Akademik yang Saya Kirimkan

Berikut ini adalah contoh langsung dari CV akademik untuk mendaftar S3 yang saya kirimkan untuk dua profesor di Eropa, satu dari TU Delft dan satunya dari KU Leuven. Untuk melihat CV hidup saya yang lebih lengkap, silakan bisa buka LinkedIn saya.

CV ARD – TU Delft (1) copy

Oke, sahabat. Itu saja yang ingin saya bagikan pada hari ini. Semoga bermanfaat untuk sahabat semua dan memudahkan sahabat yang saat ini sedang berjuang untuk bisa mendapatkan S2 dan S3 di tempat yang diinginkan.

Oh ya, apakah sahabat pembaca setuju dengan tulisan saya mengenai teknik membuat CV yang baik untuk melamar master S2 atau doktor S3 di luar negeri? Atau sahabat pembaca punya pendapat lainnya? Yuk silakan share pendapat Anda di kotak komentar yang sudah disediakan.

Salam,
Arry Rahmawan
Lecturer & Researcher, Universitas Indonesia
Founder, SignifierGames.com

Silakan temukan inspirasi lainnya dari saya melalui:

Free Online Course di YouTube : Channel Arry Rahmawan
Free Kultwit di : Twitter @ArryRahmawan
Free Inspirational Quotes : Instagram @ArryRahmawan
Free Inspirational Notes : Grup Facebook

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Bidang keilmuan peminatannya adalah simulasi bisnis, business model innovation, dan entrepreneurship development.

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0856 4087 9848 (Melinda) atau email ke arryrahmawan@ui.ac.id.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!