Life Productivity

Tips Fokus dalam Bekerja agar Lebih Produktif

Tips Fokus dalam Bekerja
Written by Arry Rahmawan

Bagaimana caranya agar kita bisa lebih fokus dalam bekerja?

Hari ini saya mendapatkan pesan dari sahabat saya yang sedang kuliah di Eropa melalui WhatsApp. Di pesan tersebut, dia menceritakan bagaimana cara kerja individu orang yang ada di grupnya. Dalam riset skala internasional, biasanya satu grup riset terdiri dari orang di berbagai negara.

Misalnya, dia menceritakan tentang bagaimana ketika jam kerja temannya Chris dari Iraq menyelingi pekerjaan dengan membuka social media dan berdebat tentang Israel – Palestina, Brad yang sering membukan channel olahraga saat bekerja, atau Hiram dari Puerto Rico  yang selalu terlihat tidur di sudut kantor. Kalau orang Indonesia bagaimana? Bisa ditebak, saat jam kerja bisa dipastikan membuka tan Facebook atau YouTube, dan juga menyempatkan untuk bergosip dengan kawan – kawannya di group WhatsApp. Mungkin sekarang tambah Pokemon Go, hehehe…

Beda dengan temannya Kathrina dari Jerman. Kathrina selalu datang jam 8 pagi, lantas menghidupkan komputernya dan mulai bekerja. Yang istimewa adalah detik mulai ia bekerja, kepalanya seakan terpatri kuat pada layar monitor, jarang sekali terlihat menengok ke kanan dan ke kiri. Seluruh perhatiannya tersedot untuk pekerjaannya. Dia fokus dan betul – betul mencurahkan jam kerjanya untuk menuntaskan apa yang harusnya dia lakukan di hari itu.

Jam 12 teng Kathrina beranjak menuju Microwave, kemudian menghangatkan makan siang nya. Selepas santap siang, dia akan bekerja hingga jam 5 teng, lalu pulang.

Beberapa saat kemudian, ketika kami sama2 menghadiri suatu pesta, baru saya sadari bahwa Kathrina ternyata manusia “normal” juga. Bagi dia, jamnya kerja ya harus kerja. Jamnya pesta ya pesta. Merupakan sebuah aib bagi dia jika Ia melakukan hal Non-kerja saat jamnya bekerja atau sebaliknya ; bekerja ketika jamnya untuk berpesta.

Dari ceritanya, tidak heran jika Jerman itu menjadi negara yang produktif, walaupun jam kerja orangnya rendah. Sebaliknya, di Indonesia malah produktivitas kerjanya rendah padahal jam kerjanya sangat tinggi.

Mendapatkan pesan tersebut, apa yang ada di pikiran saya adalah, “ya itu kan di Jerman. Beda budaya dengan Indonesia.” Di Jerman, orang bisa fokus karena memang masing – masing orang di sana juga fokus pada aktivitas individu mereka masing – masing. Sementara di Indonesia, yang sangat interaktif dan budaya basa basi nya tinggi, produktivitas Jerman itu hampir sulit untuk dilakukan.

Saat saya bekerja, begitu banyak tantangan yang harus saya hadapi agar dapat terus fokus. Mulai dari teman yang berjumpa kemudian mengajak curhat, lalu kolega yang minta bantuan tiba – tiba, dan juga jika ada mahasiswa yang bermasalah dan minta konsultasi. Jika semua saya katakan “tidak”, maka yang ada adalah saya akan dianggap sombong.

Oke, jadi bagaimana dong agar kita bisa bekerja dengan lebih fokus dan mendongkrak produktivitas kerja kita? Berikut ini adalah cara – cara yang bisa kita lakukan,

Tips Fokus Kerja 1 – Memaknai Pekerjaan dengan Hati

Salah satu penyebab kita kehilangan fokus saat bekerja adalah ketika kita merasa bosan dan terjebak dalam rutinitas. Sehingga kita akan coba mencari pelarian dengan melakukan aktivitas lainnya, di mana salah satunya adalah membuka social media atau bergosip di whatsapp.

Agar kita bisa tetap fokus, maka hal pertama yang perlu kita lakukan adalah memaknai dengan sungguh – sungguh setiap kerja yang kita lakukan.

Kisah tiga penyusun batu bata ini mungkin bisa memberikan pemahaman yang tepat.

Alkisah ada 3 orang penyusun batu bata yang ditugaskan untuk membantu proyek pembangunan sekolah di sebuah desa. Penyusun batu pertama berwajah murung, penyusun batu kedua berwajah serius, dan penyusun batu ketiga berwajah gembira.

Saat ditanya mengapa, ternyata letak perbedaannya ada di cara mereka memaknai pekerjaan tersebut.

Penyusun batu pertama memaknainya dengan, “kalau saja saya lagi ga butuh uang, saya ga mau deh ngerjain pekerjaan ini.”

Penyusun batu kedua memaknainya dengan, “saya harus mengerjakannya dengan teliti, siapa tau nanti saya diminta kerja lagi di tempat lain.”

Penyusun batu ketiga memaknainya dengan, “saya harus mengerjakannya dengan yang terbaik, karena bangunan ini kelak dipakai untuk melahirkan para pemimpin yang akan memperbaiki bangsa ini.”

Manakah yang sekiranya melakukan pekerjaan dengan sangat baik dan fokus? Tentu saja penyusun batu bata ketiga. Padahal kerjaannya hanya menyusun batu bata saja, tetapi dengan kemampuan memaknai yang sangat dalam, pekerjaan itu menjadi terasa begitu penting bagi dirinya.

Sama dengan kita dalam kerja, kemampuan kita untuk memaknai pekerjaan yang kita lakukan akan menentukan seperti apa fokus kerja kita.

Tips Fokus Kerja 2 – Membuat dan Komitmen terhadap Jadwal Kerja

Cara yang efektif untuk diri saya agar lebih fokus dalam kerja adalah dengan membuat Jadwal Kerja yang jelas. Misalnya, dari hari Senin – Jumat, pukul berapa sampai berapa saya harus fokus bekerja.

Misalkan bagi kebanyakan orang menetapkan pukul 08.00 – 16.00. Maka jadikanlah jadwal itu sebagai komitmen untuk hanya bekerja. Bagi yang freelance, Anda bisa menetapkan jadwal kerja dengan lebih bebas lagi.

Saya biasa menetapkan jadwal kerja dari pukul 09.00 -17.00. Maka di jam itu saya akan sangat sibuk untuk melakukan riset, menulis, mengajar, memberikan training, atau menciptakan karya – karya tertentu.

Tapi, bagaimana apabila tiba – tiba ada rekan kita yang minta tolong atau ngajak kita hangout dan membuat kita meninggalkan pekerjaan kita? Di sini kita lah yang bisa menilainya kapan bisa meninggalkan pekerjaan dan tidak.

Apabila ajakan tersebut bisa di reschedule, maka buatlah jadwal setelah jam kerja atau menyusul teman kita setelah jam kerja. Apabila tidak bisa di reschedule, pastikan Anda sudah mengerjakan semua hal paling penting di hari itu. Relationship dan Work Result adalah dua hal yang sama pentingnya di Indonesia. Jadi seimbangkanlah keduanya.

Tips Fokus Kerja 3 – Siapkan Headset

Memiliki headset adalah salah satu upaya memberitahu ke kolega kita bahwa, “woy gue lagi gabisa diganggu. Nanti aja kalo udah selesai.” Menyiapkan headset ini merupakan salah satu nasihat terbaik saat kita kerja di ruang terbuka (open space) di mana dalam satu ruangan bercampur banyak orang di dalamnya.

Jadi tidak ada salahnya apabila Anda mencoba untuk sedikit berinvestasi membeli headset.

Tips Fokus Kerja 4 – Mencari Tempat yang Kondusif untuk Bekerja

Ada orang yang suka bekerja dalam keramaian, namun tidak sedikit orang yang bisa bekerja dalam keadaan tenang dan sepi. Masalahnya, banyak orang yang mendapatkan tempat kerja berkebalikan dari kenyamanan cara kerjanya.

Ada orang yang suka dalam keramaian tetapi tempat kerjanya mendapatkan ruangan sendiri dan akhirnya membuat dia kesepian dan produktivitasnya turun. Ada juga orang yang suka bekerja di tempat sepi namun malah bekerja di open space yang selalu mempertemukannya dengan orang lain.

Apabila hal yang Anda dapatkan seperti ini, maka carilah tempat yang memang betul – betul kondusif. Dulu saya pernah mendapatkan ruang kerja dalam bentuk open space, di mana satu ruangan berisi 6 orang dan sangat talkative. Saya sempat bingung karena pekerjaan saya jadi sulit selesai.

Akhirnya saya mencari dan menemukan spot di kantor yang bisa dipakai kerja dengan asyik. Salah satunya bahkan di perpustakaan (yang membuat saya harus keluar gedung). Namun untuk produktivitas kerja, saya rasa itu tidak apa – apa.

Tips Fokus Kerja 5 – Memberikan Contoh Working Culture Kita

Setiap orang memiliki kultur kerjanya masing – masing. Teman saya ada yang memiliki kultur kerja di mana ke kantor adalah untuk menjalin relasi dengan kolega dan atasan, sementara pekerjaan lainnya diselesaikan di rumah. Ada juga orang yang memang kultur kerjanya tidak mau bawa tugas ke rumah, jadi semuanya diselesaikan di kantor.

Saya termasuk orang yang tidak ingin membawa pekerjaan kantor ke rumah. Maka, saya tunjukkan kepada kolega bahwa saya sangat fokus ketika bekerja di kantor. Saya pakai headset, saya selalu beralih dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain yang belum selesai. Hingga orang – orang yang mengenal kultur kerja saya pun menjadi segan secara otomatis untuk menyapa saya. Mirip seperti cerita Kathrina di atas.

Jadi, jika Anda ingin lebih fokus bekerja coba buat kultur kerja Anda, berikan contoh kepada kolega kerja Anda, maka mereka akan paham kapan waktu yang tepat untuk ‘mengganggu’ Anda.

Itulah 5 tips yang bisa Anda lakukan untuk membuat kerja Anda menjadi lebih fokus. Saya juga sudah beberapa kali menulis tentang bagaimana mendongkrak produktivitas. Berikut ini adalah beberapa tulisan yang saya sarankan untuk dibaca juga:

Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda mempunyai cara efektif untuk membuat diri kita fokus dalam bekerja? Silakan bagikan pendapat Anda melalui kotak komentar di bawah.

Semoga bermanfaat untuk membuat hidup Anda lebih bahagia, berprestasi, dan berdampak bagi sekitarnya.

Salam CerdasMulia!

Arry Rahmawan
Self Development Coach
Direktur CerdasMulia Group

Silakan temukan inspirasi lainnya dari saya melalui:

Free Online Course di YouTube : Channel Arry Rahmawan
Free Kultwit di : Twitter @ArryRahmawan
Free Inspirational Quotes : Instagram @ArryRahmawan
Free Inspirational Notes : Grup Facebook

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

Bagaimana Menurut Anda?

Komentar

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen serta peneliti di Universitas Indonesia mengenai inovasi, kewirausahaan, dan strategi bisnis yang senang berbagi pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya. Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!