High Performance Me

Tips Membuat Ramadhan Jadi Lebih Produktif

Written by Arry Rahmawan

Tidak terasa, alhamdulillah sebentar lagi kita akan segera menyambut bulan Ramadhan. Bulan penuh berkah, penuh ampunan, penuh pahala, dan penuh sukacita! Senangnya tahun ini (insyaAllah) bisa dipertemukan kembali dengan keberkahan bulan Ramadhan.

Namun, tentu saja ada banyak tantangan nih bagi kita umat muslim dalam menjalankan bulan Ramadhan. Sekilas, bulan Ramadhan mungkin hanya bulan puasa biasa yang secara ritual kita lakukan setiap tahun. Namun, jika kita berpikir sedikit lebih panjang, ganjaran pahala yang diberikan di bulan Ramadhan ini sungguh tidak bisa disia-siakan, lho. Bulan yang hanya ada satu kali setiap tahun ini ternyata memiliki banyak keutamaan. Mulai dari bulan turunnya Al-Quran, hingga pelipatgandaan pahala amalan baik, bahkan hingga berpuluh-puluh kali lipat.

Bayangkan, jika ini adalah Ramadhan terakhir kita, dan kita menyia-nyiakannya? Tentu, kita pasti akan menjadi orang yang paling menyesal yang pernah hidup di muka bumi.

Inilah yang kemudian mendasari banyak pertanyaan yang datang ke saya dan bertanya sebuah hal yang sebenarnya sederhana:

“Assalamualaikum kak Arry, bagaimana ya cara kita mempersiapkan Ramadhan agar saya bisa menjalani Ramadhan dengan lebih produktif? Karena, saya sendiri merasa Ramadhan saya kacau di sebelumnya dan saya takut tahun ini Ramadhan saya juga kacau. Padahal, saya sudah menulis banyak sekali target yang harus saya penuhi selama bulan Ramadhan kemarin, namun banyak yang tidak tercapai :(“

Walaupun sebenarnya kalau boleh jujur saya kurang puas dengan capaian Ramadhan saya kemarin, namun izinkan saya berbagi kepada sahabat semua tentang apa yang saya tahu hasil dari evaluasi Ramadhan saya kemarin. Kemudian menarik pelajaran serta perbaikan yang harus saya lakukan untuk Ramadhan tahun ini. Berikut ini adalah tips – tips untuk membuat Ramadhan Anda menjadi lebih produktif tahun ini.

Baca Juga : 7 Tantangan Besar di Bulan Ramadhan

Tips #1 : Mengenali Penyebab Utama Ramadhan Kita ‘Berantakan’

Jujur, pada tahun lalu saya sudah mencoba untuk membuat Ramdhan saya menjadi lebih baik dari sebelumnya dengan menulis beragam target yang luar biasa menyemangati saya untuk memenuhinya. Ternyata? Banyak yang tidak tercapai. Mulai dari target membaca al-Quran serta memahami maknanya, hafalan Quran, hingga target shalat tarawih?

Apakah itu juga kamu alami pada Ramadhan tahun lalu? Sama dong dengan saya, hehehe… ^-^ *kok malah bangga T_T?

Baiklah, hal itu tidak boleh terjadi lagi ya dan Ramadhan kali ini harus lebih baik dari sebelumnya. Bagaimana caranya? Pertama, yuk kita coba temukan dulu penyebab mengapa Ramadhan kita berantakan. Setelah saya telusuri, ternyata ada 3 hal utama yang membuat target Ramdhan saya berantakan, yaitu :

  • Jadwal Ifthar Bersama yang Sangat Padat dan Banyak

Anda pasti tahu, kalau di bulan Ramadhan seperti ini semakin banyak Anda memiliki koneksi maka akan semakin banyak undangan untuk hadir dalam buka puasa (ifthar) bersama. Tahun lalu, undangan ifthar saya banyak sekali. Mulai dari teman – teman SD, SMP, SMA, Kuliah, belum lagi organisasi, komunitas, keluarga besar, tim saya di CerdasMulia, dan muasih banyak lagi undangan ifthar yang berdatangan. Tahun ini saja, Ramadhan belum mulai sudah banyak yang mengundang untuk ifthar bersama. Jika tidak datang, tidak enak. Jika datang, kemungkinan besar kita akan lewat shalat tarawih dan bahkan jadwal kita membaca Quran pun menghilang.

  • Banyaknya Distraksi Pikiran

Setelah saya evaluasi di Ramadhan saya tahun lalu, ternyata saya banyak terkena gangguan baik secara online maupun offline. Misalnya nih, saya niat setelah shalat tarawih untuk membaca Al-Quran. Eh, tiba – tiba sepertinya lagi ada isu atau kabar menarik datang dari teman – teman di Facebook. Saya pun kemudian melihat – lihat, membaca – baca apa yang ada di sana, tanpa sadar waktu saya tergerus 1 jam sudah di social media yang sebenarnya tidak terlalu penting. Ya ampuun.. Padahal kalau digunakan untuk baca al-Quran bisa dapet berapa tuuh?

Distraksi bukan cuma datang secara online, tapi juga offline. Misalnya nih, 10 malam terakhir itu kan Ramadhan lagi banyak – banyaknya pahala, tapi kita udah mikirin yang namanya mudik dan lebaran. Pas lebaran nanti mau pakai apa, masak apa, dan bahkan ifthar itu semakin banyak!

  • Badan ‘Kaget’ dan Belum Beradaptasi

Ramadhan kemarin, saya juga sedikit merasa lebih ‘lemas’ dari sebelumnya karena saya ternyata belum mempersiapkan diri dan ‘pemanasan’ untuk menyambut Ramadhan. Pola tidur yang biasanya tidak diset untuk sahur, sekarang diset untuk sahur. Hari – hari biasa yang makannya sangat banyak, sekarang di bulan Ramadhan tiba – tiba menjadi sedikit yang mengakibatkan kita menjadi lemas dan mudah mengantuk. Jam tidur berantakan, stamina pun menjadi melemah.

Saat saya evaluasi, 3 hal itulah yang kemudian saya yakini membuat puasa saya menjadi tidak optimal. Anda juga bisa menambahkan di kotak komentar, kira – kira apa sih penyebab orang tidak tercapai target – targetnya selama Ramadhan? Atau mungkin evaluasi Ramadhan Anda sendiri? Boleh bangeet… ^-^

Jika kita sudah tahu apa penyebab Ramadhan ‘berantakan’, maka selanjutnya kita menyusun strategi agar Ramadhan menjadi lebih baik.

Tips #2 : Menyusun Strategi Ramadhan Berdasarkan Hasil Evaluasi

Baik, sekarang saatnya kita menusun strategi bagaimana agar Ramadhan kita menjadi lebih produktif dan target – target kita di bulan Ramadhan tercapai. Berdasarkan hasil evaluasi sebelumnya, maka berikut ini adalah apa yang saya akan lakukan:

  • Menyusun Skala Prioritas dalam Datang ke Ifthar

Untuk yang ini, saya memang harus bertekad bahwa inti dari Ramadhan adalah mendekatkan diri ke Allah dan RasulNya, bukan justru menjadi semacam social ritual yang sebenarnya kita bisa makan malam bersama bareng dengan orang – orang yang kita sayang di waktu kapan pun selain Ramadhan. Maka, yang akan saya lakukan adalah membuat prioritas kedatangan saya ke buka puasa bersama tersebut.

Darimana caranya saya bisa tahu bahwa ifthar itu adalah tempat prioritas yang saya datangi? Saya akan datang berdasarkan kedekatan dan peran pribadi. Berdasarkan kedekatan, maksudnya adalah apakah dalam setahun terakhir ini mereka adalah orang yang intens berhubungan dengan kita? Salah satu yang saya wajib datang biasanya pada saat menyangkut ifthar dengan rekan-rekan kerja. Sementara berdasarkan peran pribadi, dilihat dari seberapa penting / berpengaruh kita dalam forum tersebut. Jika misal posisi kita sebagai anak, pimpinan organisasi, atau pembicara / tamu undangan VIP maka sebaiknya kita datang. Namun, jika peran pribadi kita tidak terlalu menonjol, ada atau tidaknya diri kita dalam acara tersebut sama saja, lebih baik memutuskan untuk shalat tarawih dan fokus pada amalan yang utama.

  • Tuliskan dengan Jelas dan Laksanakan Goals Ramadhan Kita

Terkait masalah distraksi pikiran, ada satu tips yang umumnya diberikan oleh banyak orang : tuliskan target Ramadhanmu. Sayangnya, walaupun kita sudah menuliskan target – target Ramadhan kita, ternyata kita masih saja tidak mampu menyelesaikan Ramadhan kita dengan baik dan membiarkan diri kita terganggu atau terdistraksi dengan hal – hal lainnya.

Terus, apa dong yang salah? Nah, ada seorang guru yang membocorkan kepada saya tips agar kita tidak mudah terdistraksi dan lebih banyak menyelesaikan goals yang kita miliki. Bagaimanakah caranya?

  1. Cari Partner untuk Mendukung Goals : Dulu, goals Ramadhan saya hanya saya sendirilah yang tahu. Ternyata, agar kita lebih mudah melaksanakan goals kita, kita perlu seseorang yang memantau dan mengingatkan kita. Saya berencana menjadikan istri saya rekan sparring partner terhadap goals kami masing – masing. Bagaimana dengan Anda?
  2. Buat target yang Realistis : Saya pernah merasa sangat yakin akan melakukan serta mewujudkan semua goals yang saya tuliskan selama Ramadhan akan tercapai, namun ternyata saya salah setelah melihat goals yang saya tulis itu tidak realistis dan terlalu tinggi. Loh, bukannya kita harus selalu optimis? Itu betul. Kita boleh optimis, namun tentunya mempertimbangkan aspek lain, seperti : kapasitas pribadi kita, kesibukan pekerjaan, bisnis, organisasi, silaturahim dengan orang tua, serta aspek – aspek terkait. Saya selalu ingat bahwa ibadah itu bukan cuma ada di masjid atau shalat saja, tetapi ketika kita berkarya dan berprestasi dalam kerja, memimpin organisasi dengan baik, silaturahim, itu juga merupakan bentuk – bentuk ibadah dan tentu pahalanya juga besar.
  • Lakukan Pemanasan untuk Menyesuaikan dengan Ramadhan

Untuk yang ini, saya sendiri missed namun tidak ada salahnya jika saya berbagi dengan Anda karena guru saya baru mengatakan kepada saya tadi pagi *sedih*. Saat Ramadhan, perhatikan bahwa sebenarnya siklus fisik dan asupan makanan kita itu menjadi berbeda. Maka setidaknya ada 2 hal yang perlu disesuaikan agar ibadah atau Ramadhan kita menjadi lebih optimal, yaitu:

  1. Olah Istirahat : Biasakan tidur setelah isya atau paling lambat pukul 22.00 malam agar bisa bangun lebih awal (jam 03.30 atau 04.00). Untuk para ibu atau istri muda seperti istri saya, harus berlatih bangun setengah jam lebih awal lagi untuk persiapan makan sahur.
  2. Olah Makan : Cobalah untuk membiasakan puasa sunnah atau Daud dalam 2 pekan sebelum Ramadhan dimulai. Hal ini untuk membiasakan diri kita tetap produktif bekerja walaupun sudah puasa. Biasanya secara mental kita akan merasa ‘lebih lemah’ saat berpuasa dan menjadikan kita excuse untuk bekerja lebih malas daripada biasanya.

Tips #3 : Menggunakan Alat Bantu yang Sesuai dan Cocok untuk Kita

Beberapa orang lebih menyukai menggunakan alat bantu untuk membuat hidup mereka menjadi lebih produktif saat Ramadhan, termasuk saya pribadi. Saat ini sudah banyak sekali tersebar di internet tentang berbagai macam template untuk diisi sebagai to-do list harian dan bulanan kita agar lebih jelas dan bisa dilaksanakan lebih mudah. Bahkan, dengan perkembangan teknologi saat ini Anda bisa menuliskannya baik di aplikasi secara digital maupun menulis secara manual. Pilihlah yang sesuai dengan karakteristik Anda.

  • Menulis Target Manual

Jujur walaupun saya adalah seorang gadget freak, tetapi tetap saya lebih suka menulis secara manual terkait dengan strategi dan rencana – rencana Ramadhan saya. Saya menayrankan Anda untuk mendownload form – form yang bisa Anda gunakan untuk membuat Ramadhan Anda menjadi lebih seru dari productivemuslim.com. Berikut ini adalah beberapa penampakannya,

To – Do List 30 Hari

Anda bisa download template di atas dalam bentuk PDF di sini.

To – Do List Harian

Jika Anda menginginkan to-do list yang bisa Anda isi secara harian, maka Anda bisa menggunakan lembar sebagai berikut dari productivemuslim.com,

Anda bisa download template harian ini dalam bentuk PDF di sini.

Pekerjaan Setelah Shalat

Atau, mungkin Anda lebih suka lembar kerja yang memfokuskan diri Anda untuk bekerja di antara dua waktu shalat? Berikut ini adalah lembar kerjanya.

Anda bisa mendowloadnya dalam bentuk PDF di sini.

  • Menggunakan Software atau Aplikasi Digital

Jika Anda lebih suka melakukan track terhadap target Anda dengan menggunakan aplikasi digital, saya merekomendasikan Anda untuk mengunduh aplikasi Ramadan Legacy. Aplikasi ini tersedia baik untuk OS Android maupun iOS Apple.

Atau Anda ingin menggunakan aplikasi atau software buatan lokal (Badr Interactve) yang keren namun simpel? Silakan Anda unduh Evaluasi Ibadah di Play Store.

Bagaimana menurut Anda? Jika Anda memiliki tips produktif Ramadhan lainnya, jangan sungkan untuk berbagi melalui kotak komentar di bawah ya. Anda juga bisa share tulisan ini ke rekan Anda dengan klik tombol share di bawah artikel ini.

NB: Melalui tulisan ini, saya sekaligus ingin mengucap mohon maaf lahir dan batin atas segala khilaf, kesalahan, dan kekurangan yang saya lakukan kepada teman – teman pembaca sekalian. Semoga ibadah kita di Ramadhan ini menjadi lebih baik dan semakin membuat kita menjadi manusia yang lebih bertaqwa. Amiiin… 🙂

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan. Anda juga bisa curhat atau konsultasi langsung dengan saya melalui halaman berikut ini.

 

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Bidang keilmuan peminatannya adalah simulasi bisnis, business model innovation, dan entrepreneurship development.

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0856 4087 9848 (Melinda) atau email ke arryrahmawan@ui.ac.id.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment