Achievement

Tips Menjadi Mahasiswa Berprestasi bagian 1

Menjadi Mahasiswa Seimbang
Written by Arry Rahmawan

Adakah Tips dan Trik yang bisa dilakukan untuk menjadi Mahasiswa Berprestasi?

Sekitar 2 pekan kemarin, tepatnya pada tanggal 30 Oktober 2016 ada sebuah sesi sharing yang membahas tentang bagaimana caranya menjadi seorang mahasiswa berprestasi. Sesi sharing tersebut diselenggarakan oleh TitikBalik, sebuah gerakan anak muda yang ingin membumikan ilmu – ilmu pengembangan diri ke mahasiswa melalui social media, khususnya Line.

Pada tanggal 30 Oktober tersebut, alhamdulillah saya dan Iqbal Syauqi (Mahasiswa Berprestasi FMIPA 2016) berkolaborasi menjadi narasumber di Virtual Talk Titik Balik tersebut. Saya dan Iqbal saling share tentang bagaimana strategi kami masing – masing untuk bisa menata waktu dan mengoptimalkan potensi diri kami selama di kampus.

Berikut ini saya akan share notulensi pembicaraan di kelas Virtual Talk tersebut. Buat kamu yang masih mahasiswa, ini tips nya pas banget nih buat kamu untuk diterapkan dalam kehidupan sehari – hari. Siapa tahu, tips – tips berikut ini bisa bermanfaat buat kamu untuk meningkatkan prestasi.

Pertanyaan #1 : Dulu pas masih maba, punya harapan/mimpi/target apa aja Kak? Gimana sih cara realisasiinnya?

Jawab (Arry) : 

Dulu, sewaktu Maba, seperti layaknya mahasiswa lain terukir beragam impian, harapan, cita – cita. Namun satu hal yang dinasihati ibu saya : ketika kamu sampai kampus, yang penting kelilingi diri dengan orang positif atau mahasiswa berprestasi. Nasihat ini saya turuti.

Saya mencari kosan yang isinya anak – anak baik (tanya senior), kemudian masuk ke program beasiswa mahasiswa berprestasi. Di sana saya berjumpa dengan berbagai mahasiswa hebat. Hingga akhirnya saya punya banyak target tuh. Mulai dari pengen dapet IPK S1 3.80, ikut organisasi tingkat Departemen IMTI, BEM FTUI, MPM FTUI, hingga ke CEDS. Semua sudah ditarget.

Dampak kita dikelilingi oleh mahasiswa berprestasi itu luar biasa. Kita ketularan juga berani untuk bermimpinya. Tapi, justru tahun 2009 – 2011 itu malah jadi titik jatuh dan minder saya. Kenapa? Karena teman – teman saya melesat, tetapi saya nya malah jatuh. Karena ingin punya prestasi kaya temen. Nulis di koran, gagal. Ikut lomba ilmiah, ga tembus, ikut karya tulis, ga masuk. Exchange ke luar negeri, ga diterima. Banyak gagalnya. Saya jadi minder tuh. Nah, nanti berikutnya saya jelaskan bagaimana bangkitnya.

Intinya, target di awal itu perlu. Kalau perlu dibuat dengan jelas, tapi belum tentu semua bisa kita dapatkan. Nanti saya akan share bagaimana bangkit dari gagal di saat temen – temen kita banyak berkarya sementara kita ga berkarya apa – apa. Saya cukup di sini dulu ya. OK!

Jawab (Iqbal) :

Izin share masa lalu sedikit ya.. Hehe

Saya layaknya Mahasiswa lain juga sama, sama punya segudang impian yang ingin di capai selagi kuliah..
Titik awal saya waktu itu adalah waktu psaf mipa.. Denger seminar dari kakak2 tingkat yg keren mulai dari ketua2 BEM, mapres, sampai mentor dengan segala pengalamannya..

Di psaf dlu saya diminta buat nulis impian saya selama di Mipa..
Saya lakuin itu..
IP Cumlaude, keluar negeri dengan hajat akademis, jadi ketua HMD, ketua BEM, juara osn, mapres, semua saya tulis.. Sambil berharap..
Intinya saya ingin jadi mahasiswa bermanfaat dan maksimal sesuai porsinya..
Setelah itu sepakat sama ka Arry..
Libatkan diri kita dengan kegiatan2 positif yang menunjang mimpi kita.. Jangan malu buat belajar..
Paksa diri kita buat ada di lingkungan baik yg mendukung semangat berjuang kita..

Saya sejak maba ikut banyak kegiatan karena ingin belajar banyak sekaligus cari passion dimana pada akhirnya kita akan berkarya..
Saya ikut juga sekolah mapres karena saya tau orang2 disana insyaAllah membawa energi positif buat kita semangat berprestasi.. Saya ikut HMD buat melatih kepekaan sosial..

Coba jadi ketua karena ingin belajar mengasah kepemimpinan..
Tapi, saya tetap prioritaskan kuliah karena itu tugas utama..

Intinya, jangan takut untuk belajar, jangan takut jatuh.. libatkan diri sesering mungkin dengan orang dan lingkungan positif.. Dan jangan lupa pasti minta ridho dari orang tua..:))

Gitu Yosi.. Semoga menjawab ya..

Pertanyaan #2 : Kita lanjut ke pertanyaan nomor 2 yaa, boleh gak nih kakak – kakak cerita dulu salah satu kisah paling menarik dalam mencapai mimpi selama ngampus? :D

Jawab (Iqbal) :

Wah.. menarik pertanyaannya.. Hehe
Oke terimaaksih yosi..
Mungkin ada 2 yg sampai sekarang terngiang2 di benak saya..
1. Waktu “galau” memutuskan maju pemira MIPA sebagai wakil ketua bem atau ngga di kala harus persiapan lomba ke Rusia
2. Waktu minta doa ke orang tua dijadikan juara 2 di OSN Pertamina

——
1. Seiring berjalannya kehidupan saya di kampus, sya mulai menyadari kontribusi yg bisa saya berikan untuk orang sekitar saya adalah untuk maju jadi mapres, dan saya targetkan itu.. Salah satu jalannya ikut lomba internasional.
Namun satu sisi, sya pun punya target menjadi ketua BEM di MIPA krna saya punya mimpi untuk diwujudkan lewat BEM MIPA..
Dan waktu persiapan kampanye bersamaan dengan lomba di Rusia..

Intinya saya galau untuk mengambil semua atau salah satu..

Saya banyak curhat dan minta pendapat teman2.. Dan hampir semua menyarankan ga usah maju karena akan distrak lomba..

Tapi, ada 1 perkataan yg buat saya percaya akan kata hati saya..

“Live life without regrets, Allah Maha Tau yg terbaik bagi hambaNya, percaya kata hati, maksimalkan, pasrahkan”

Dan akhirnya saya pilih untuk ambil keduanya dan Alhamdulillah Allah punya rencana baik buat saya..:)

Lomba di Rusia bisa cukup maksimal dan Pemira bisa dilewati walaupun memang effortnya cukup besar..
2. Saya punya target untuk jadi juara di OSN Pertamina dan ON MIPA (ini ajang berbeda).. Tapi, kalau sudah jadi juara 1 di salah satu ajang trsebut, kita dilarang untuk ikut ajang yang lain..
Maka ketika saya lolos final OSN Pertamina, saya minta doa ke ibu dan ayah saya: “Bu, Yah, doakan Iqbal juara 2 aja ya.. Biar bisa ikut ON MIPA lagi..”
Ortu sontak bertanya aneh, namun ketika saya jelaskan mereka berkenan untuk mendoakan saya..

Dan pendek cerita.. Saya betul2 juara 2…

Dan usut di usut.. (Bertanya ke panitia yang senior saya waktu itu) Seharusnya saya juara 1 secara tes tulis, namun ketika digabung dengan nilai yg lain, jadi kurang baik sehingga finalnya juara 2..

Di situ saya dapat keyakinan lebih dalam.

“Jangan main-main dengan doa orang tua”

:-)

Gtu yosi..
Semoga menjawab ya..:)

Jawab (Arry) :

Saya akan sharing tentang 2 hal, sebenarnya ini adalah salah 2 dari banyak pelajaran penting yang saya dapatkan terkait mencapai impian saat di kampus.

1. Pesan orang tua saya sebelum saya berangkat ke kampus jadi maba

2. Apa yang bisa membuat saya bangkit ketika terpuruk tidak ada goals yang tercapai.

——-
Sudah siap? Saya akan share tentang pelajaran pertama dari orang tua saya ketika melepas saya jadi maba tentang mencapai impian. Sama kaya Iqbal, saya sangat respect terhadap orang tua dan orang tua adalah “pemulus” langkah kita dalam menggapai impian. Pesan orang tua saya adalah tentang, “Arry, kenapa kamu harus membuat IMPIAN/TARGET dalam hidup kamu.”

Dulu, saya tidak tahu apa pentingnya punya impian dan punya target, baru terinspirasi sebenarnya saat dipesankan orang tua saya. Kenapa sih kita perlu punya impian? Kenapa sih kita perlu punya target?

Pesan orang tua saya sederhana, “Bayangkan jika di detik ini, Allah SWT memanggil kamu pulang ke akhirat. Lalu Allah bertanya, Apa prestasi terbaik yang pernah engkau torehkan di dunia sehingga engkau layak masuk surga-Ku?”

Pas ditanya itu, saya gabisa jawab tuh. Terdiam. Masak saya mau jawab, “Ya Allah, saya masuk UI, itu prestasi terbesar saya. maka masukkanlah aku ke surgaMu.”

100% bukan jawaban yang pas

dari situlah kemudian saya tergerak untuk membuat target yang detil:

1. Saya mau dapet IPK terbaik
2. Saya mau jadi mapres agar bisa menginspirasi banyak orang
3. Saya mau jadi PENULIS BUKU
4. Saya mau jadi PENGUSAHA
5. Saya mau jadi TRAINER
6. Saya mau jadi DOSEN

Alhamdulillah, semua itu satu per satu saya dapatkan. Tapi tidak mudah, karena impian itu tercapai baru di tahun 2012 ke atas. Pada 2009 – 2011, saya sempat terpuruk karena saya punya target tidak kunjung tercapai. Kenapa? Ini yang akan saya share di poin 2.

Sekarang cerita kedua, bagaimana caranya BANGKIT saat kamu punya impian tapi ga tercapai, terus down, lalu jadi ga pede. Itu juga saya alami ketika baru masuk. Banyak impian, tapi yang tercapai sedikit.

Saya melihat capaian teman saya sangat oke. Ada yang sering ke luar negeri, ada yang menang ini dan itu. Saya mau coba seperti mereka, tapi ga ada yang berhasil.

Hingga saya tanya ke senior saya yang berprestasi, “Kak kenapa gue udah punya impian tapi kok ga tercapai juga ya? Gue udah coba kaya lo, tapi ga berhasil.”

Jawaban dia mencengangkan lho. Senior saya bilang gini, “Elo selama ini gabisa mencapai target lo karena elo berusaha menjadi diri orang lain. Elo silau sama capaian orang lain, padahal orang yang elo tiru itu adalah mereka yang jadi diri sendiri.”

Ringkasnya, kalau kamu mau mencapai impian, selain ridho orang tua, usaha maksimal, kamu juga perlu jadi diri sendiri.

Bahasa saya : BE THE BEST VERSION OF YOU

jadilah yang terbaik versi diri kamu sendiri.

Kamu itu unik, kamu berbeda dari yang lain, kamu itu spesial. Maka torehkan yang terbaik versi diri kamu sendiri.

Maka waktu itu, saya dibantu oleh senior saya dengan pertanyaan, “Kalau orang nyebut nama Arry Rahmawan, apa sih yang mereka ingat?”

Saya tanyakan kepada beberapa orang, mereka menjawab : kalo disebut Arry Rahmawan, maka saya ingetnya Arry adalah seorang “pendidik” atau “youth educator”

Nah, selanjutnya sejak saat itu impian saya adalah ingin menjadi “Inspirational Educator“, tercapai jadi dosen 23 tahun, tercapai menerbitkan buku 22 tahun, tercapai IPK S1 3.78 dan S2 4.00, alhamdulillah.

Just BE THE BEST OF YOU, guys.

Baik sahabat CerdasMulia, itulah beberapa pertanyaan dan jawaban dari virtual talk tersebut. Belum semuanya, karena terlalu panjang jadi saya potong dan nanti dilanjutkan di artikel berikutnya ya.. Semoga dapat menginspirasi kamu untuk hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan bermakna dari sebelumnya.

Salam,
Arry Rahmawan

Personal Development Trainer
Direktur CerdasMulia Institute

Silakan temukan inspirasi lainnya dari saya melalui:

Free Online Course di YouTube : Channel Arry Rahmawan
Free Kultwit di : Twitter @ArryRahmawan
Free Inspirational Quotes : Instagram @ArryRahmawan
Free Inspirational Notes : Grup Facebook

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

Bagaimana Menurut Anda?

Komentar

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah seorang yang memiliki passion dalam membangun sumber daya manusia Indonesia untuk menjadi pribadi yang cerdas (mengoptimalkan talenta) dan mulia (menghasilkan banyak karya nyata). Aktivitasnya saat ini adalah sebagai seorang dosen di Universitas Indonesia dan trainer di CerdasMulia Institute.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!