Akademik Tips Beasiswa

Tips Menulis Esai Kontribusiku Bagi Indonesia Beasiswa LPDP

Written by Arry Rahmawan

Bagaimana Tips Jitu Menulis Esai “Kontribusiku bagi Indonesia” Beasiswa LPDP?

Sahabat pembaca blog arryrahmawan.net, sebelum kita membahas mengenai tips menulis esai “Kontribusiku bagi Indonesia” untuk mendaftar beasiswa LPDP, izinkan saya untuk bercerita sedikit mengenai pengalaman yang membuat saya ingin menulis artikel ini. Bagi yang ingin langsung membaca, silakan scroll ke bawah dan baca bagian “TIPS MENULIS ESAI LPDP “KONTRIBUSIKU BAGI INDONESIA”

Beberapa hari yang lalu, saya sempat dikontak oleh seseorang yang ingin berkonsultasi dengan saya mengenai proses yang harus disiapkan untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri. Saya pun terbuka dan mengajak rekan tersebut untuk berjumpa dengan saya di kampus UI.

Selama pertemuan konsultasi tersebut, pertanyaan yang saya dapatkan di awal adalah: Darimana saya memulai untuk mendaftar beasiswa dan melanjutkan sekolah Master di luar negeri?

Pertanyaan itu persis seperti apa yang ada di kepala saya pada Juli 2018, ketika saya ingin melanjutkan studi S3 dan juga mendaftar LPDP dari jalur Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI). Untunglah pada saat itu saya memiliki mentor yang membimbing saya, seorang senior yang sudah berangkat terlebih dahulu untuk menimba ilmu di VU Amsterdam, Belanda. Saya mencoba mengikuti berbagai saran yang diberikan oleh senior saya tersebut, di mana saya benar – benar memulai segalanya dari awal. Saya tidak punya pengalaman sekolah di luar negeri, dan juga saya tidak memiliki pengalaman mendaftar beasiswa LPDP.

Kembali ke konsultasi rekan saya sebelumnya, ternyata permintaan dia ke saya adalah membimbing dia dan bersedia menjadi mentornya. Berhubung saya juga sangat terbantu dengan proses mentoring yang diberikan oleh senior saya, maka inilah saatnya saya membantu dan memberikan kembali apa yang telah saya dapatkan dari mentor saya tersebut.

Secara umum, sebenarnya saya sudah menulis berbagai macam panduan dan pengalaman saya saat mengikuti seleksi beasiswa BUDI LPDP LN ini, yang alhamdulillah mengantarkan saya mendapatkan beasiswa untuk lanjut S3 di Delft University of Technology, Belanda. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda baca dan ikuti mengenai proses seleksi beasiswa BUDI LPDP Luar Negeri yang bisa Anda ikuti:

  1. Gambaran pengelaman mengikuti seleksi BUDI LPDP 2018
  2. Pengalaman Mengikuti Seleksi Berbasis Komputer LPDP 2018
  3. Pengalaman Mengikuti Seleksi Substansi Wawancara Beasiswa LPDP 2018 Bagian 1
  4. Pengalaman Mengikuti Seleksi Substansi Wawancara Beasiswa LPDP 2018 Bagian 2
  5. Pengalaman Mengikuti Seleksi Substansi – Leaderless Group Discussion (LGD) LPDP 2018

Materi di atas juga saya berikan kepada mentee baru saya ini. Hingga kemudian rekan saya membuat perencanaan langkah demi langkah untuk melaksanakan niatnya ambil Master di Luar Negeri dan juga beasiswa LPDP.

Setelah saya jelaskan semuanya, mentee saya ini kemudian bertanya lagi mengenai hal yang membuat saya cukup sulit menjawabnya,

“Sepengalaman Kak Arry sebagai awardee LPDP, adakah kesamaan karakteristik dari penerima beasiswa LPDP yang perlu kami ketahui?”

Saya berpikir sebentar, kemudian saya jadi ingat mengenai esai singkat yang ditulis pada saat awal mendaftar beasiswa LPDP ini, yaitu “Kontribusiku bagi Indonesia.”

Esai ini memang kesannya semata – mata untuk persyaratan administratif, namun kenyataannya ketika saya bertemu dengan awardee LPDP lainnya, saya meihat satu kesamaan, yaitu mereka adalah orang – orang yang “sudah berbuat untuk Indonesia, dan akan berbuat lebih besar lagi di masa yang akan datang.”

Hal ini saya dasarkan ketika saya mengikuti Persiapan Keberangkatan (PK) LPDP angkatan 140. Di sana saya bertemu dengan orang – orang yang luar biasa hebat. Ada yang mereka adalah dokter di pedalaman, seorang tentara, polisi, ASN yang melakukan revolusi birokrasi, ada Abang None Jakarta yang menginisiasi berbagai macam program, hingga peneliti yang sebentar lagi menemukan formula untuk vaksin Demam berdarah yang harganya lebih terjangkau.

Melihat orang – orang di sekeliling saya ini, tentu terbayang apa yang mereka tulis dalam esai “Kontribusiku Bagi Indonesia”, sehingga mampu menarik pewawancara untuk mengeksplor lebih dalam tentang diri mereka dan akhirnya memutuskan mereka sebagai awardee LPDP.

Nah, bagi Anda yang saat ini sedang bingung dan berjuang menulis esai LPDP “Kontribusiku Bagi Indonesia”, berikut ini adalah tips yang saya rangkum untuk Anda.

TIPS MENULIS ESAI LPDP “KONTRIBUSIKU BAGI INDONESIA”

Oke, jadi sebenarnya esai LPDP “Kontribusiku Bagi Indonesia” ini tentang apa sih?

Intinya, Anda diminta untuk menuliskan esai mengenai peran dan kontribusi Anda selama hidup di masa lalu, masa kini, dan juga di yang akan datang. Bagi beberapa orang, menceritakan hal tersebut bisa jadi sangat mudah, namun bagi kebanyakan orang bisa jadi sangat susah.

Secara umum saya membagi tips ini menjadi tips “Prinsip” dan “Teknis”. Secara prinsip, tips yang bisa saya berikan untuk Anda yang ingin menulis esai ini adalah: Jadilah Diri Anda Sendiri. Tolong jangan manipulatif dalam menuliskan esai Anda.

Jadilah Diri Anda Sendiri ini merupakan prinsip yang menurut saya tidak main – main. Saat ini mungkin bertebaran banyak sekali contoh – contoh esai yang ada di internet. Pun jika Anda melakukan sedikit perubahan pada esai yang ada di internet, bukan tidak mungkin panitia seleksi akan missed dan meloloskan Anda sampai tahap wawancara. Nah, di tahap wawancara ini, jika Anda tidak menjadi diri Anda sendiri pada saat menulis esai ini, maka Anda akan ‘megap-megap’ saat diverifikasi di wawancara.

Banyak kasus yang saya temui ketika menulis esai Kontribusiku Bagi Indonesia ini, ada beberapa oknum yang ‘meniru’ esai seorang dosen, lalu dipaksakan ke dalam esainya. Pada saat diwawancara, interviewer kemudian berkesimpulan bahwa pendaftar yang bersangkutan tidak cocok dengan profil dosen, dan interviewer itu pun kemudian menduga bahwa pendaftar tersebut bersifat manipulatif. Risikonya sudah jelas: nama akan dimasukkan ke dalam “Daftar Hitam”.

Sekarang kita akan membahas tips secara teknis. Sesuai dengan yang sudah saya sampaikan sebelumnya, bahwa esai ini terbagi menjadi 3 bagian cerita: kontribusiku bagi Indonesia di masa lalu, masa kini, dan masa depan. Dengan batasan menulis esai sebanyak 700 kata, kita harus pintar – pintar memilih kata.

Menggunakan “prinsip” yang saya pegang tadi, saya pun kemudian menulis esai ini sesuai dengan pengalaman dan arah visi hidup yang ingin saya tuju. Saya mulai mendata apa – apa saja pengalaman unik yang bisa menjadi pembeda antara saya dengan peserta lainnya di masa lalu. Kemudian pengalaman unik itu saya rangkai menjadi sebuah narasi yang membentu diri saya seperti sekarang dan menjelaskan bahwa saya “konsisten” untuk terus berkontribusi di masa sekarang.

Setelah menegaskan bahwa saya masih tetap konsisten berkarya, identifikasilah apa masalah yang sampai saat ini masih terjadi di Indonesia untuk kemudian kita kaitkan dengan karya kita sebagai solusinya. Namun, untuk membuat kontribusi yang lebih besar, jelaskan bahwa kita perlu untuk melanjutkan sekolah lagi di tempat yang kita tuju, karena ilmu dan pengalamannya tidak bisa didapat selain di kampus tersebut.

Sehingga secara ringkas, berikut adalah outline umum dari esai Kontribusiku bagi Indonesia yang saya buat,

  1. Pengalaman unik di masa lalu
  2. Prestasi atau capaian unik di masa lalu
  3. Penjelasan bahwa saat ini kita berkarya secara konsisten untuk Indonesia
  4. Penjelasan bahwa kontribusi kita masih sangat sedikit, dan masih banyak isu – isu masalah lainnya yang lebih besar namun belum terselesaikan
  5. Memberikan alasan mengapa harus sekolah lagi, mengapa di kampus dan jurusan tersebut. Tambahkan argumen bahwa Anda bisa menyelesaikan masalah atau berkontribusi lebih besar lagi jika sekolah di sana
  6. Ceritakan apa rencana yang akan Anda lakukan jika Anda sudah lulus dan kembali lagi ke Indonesia

6 garis besar itu pun kemudian saya ceritakan di dalam esai yang saya buat untuk pendaftaran LPDP. Satu tips terakhir namun tidak kalah penting, saya memilih menggunakan BAHASA INDONESIA, ketimbang bahasa Inggris untuk menulis esai saya ini (pada waktu itu, menulis esai Bahasa Indonesia dibolehkan). Alasannya adalah agar feelnya lebih terasa ke pembaca, ketimbang saya tuliskan dalam bahasa Inggris yang nadanya terdengar lebih formal.

Sebagai penutup, berikut ini saya lampirkan esai yang saya tulis pada waktu pendaftaran LPDP 2018 lalu. Saya tidak takut esai ini dicontek, karena esai yang bagus itu dibuat dengan hati, bukan dengan contekan. Hehe.

Kontribusiku Bagi Indonesia

Sebuah Esai oleh Arry Rahmawan Destyanto

Mendapatkan kesempatan hidup kedua membuat saya belajar bahwa setiap detik yang kita miliki harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Kesempatan itu saya dapatkan saat SMP ketika berada di sebuah ruang UGD rumah sakit sesaat setelah mengalami peristiwa kecelakaan motor yang cukup parah. Waktu itu tangan saya patah, wajah saya lebam akibat terpelanting keras ke jalan, serta bagian bawah bibir saya sobek. Untunglah Allah SWT masih menjaga dan memberikan saya kesempatan untuk hidup. Selama dirawat, saya bertanya kepada diri saya, “Bagaimana jika hari itu adalah hari terakhir saya? Siapkah saya ‘pulang’ dengan amal dan kontribusi yang sudah saya lakukan?” Jawaban “tidak” terus terngiang di kepala saya dan pengalaman itu pun terus membekas ke dalam hati saya hingga hari ini. Semangat untuk mensyukuri setiap detik hidup yang diberikan membuat saya berkomitmen untuk menggunakan waktu yang diberikan dengan sebaik-baiknya.

Berbagai pengalaman yang saya lewati setelah itu, membuat saya memutuskan menjadi seorang pengajar, karena dengan menjadi pengajar kita selalu dituntut untuk memperbaiki diri dan memberikan kebermanfaatan untuk orang lain . Saya pun mendaftar beasiswa Fast-Track dari DIKTI Kemendiknas tahun 2012 agar bisa menjadi dosen. Setelah lulus magister dengan IPK 4.00, saya melamar untuk menjadi dosen dan peneliti di Laboratorium Systems Engineering, Modeling, and Simulation (SEMS), Teknik Industri Universitas Indonesia (UI), yang fokus mengembangkan dan menerapkan metode pemodelan dan simulasi dalam konteks pemecahan masalah di industri.

Sebagai rasa syukur atas diterimanya saya sebagai dosen UI dan juga bentuk terima kasih kepada Kemendiknas DIKTI atas beasiswa yang diberikan, saya mencari kontribusi konkrit apa yang bisa saya berikan. Saya kemudian menemukan bahwa dalam proses belajar mengajar, banyak konsep perkuliahan yang kompleks dan sulit untuk memahaminya hanya dengan teks. Setelah itu, saya menginisiasi penelitian untuk merancang permainan simulasi agar proses belajar mengajar menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Saya bersama dengan kepala laboratorium kemudian mengembangkan permainan simulasi untuk mempelajari konsep seperti Operations Management, Project Management, dan Sistem Keuangan dan Investasi. Respon pemain kemudian saya teliti dan bagikan dalam bentuk makalah ilmiah yang dipresentasikan dalam konferensi internasional. Permainan simulasi yang sudah siap digunakan kemudian dimasukkan sebagai alat bantu pembelajaran di mata kuliah departemen. Pada titik itu saya merasakan kebahagiaan di saat permainan simulasi yang saya rancang digunakan untuk menunjang pembelajaran dalam keilmuan teknik industri di Indonesia.

Dengan pengalaman yang ada, saya mengusulkan kepada pimpinan untuk membangun divisi riset bernama SignifierGames, yang fokus dalam pengembangan Serious Simulation Game (SSG). SSG adalah istilah yang digunakan untuk menamakan permainan simulasi yang diciptakan bukan untuk tujuan utama hiburan. Selama 2 tahun di SignifierGames, saya menjalin beberapa kerjasama dengan lembaga lain untuk mengembangkan permainan simulasi. Salah satunya adalah kerjasama dengan lembaga penanganan bencana untuk membuat SSG yang dapat membantu membuat keputusan pengadaan sumber daya dalam konteks logistik kebencanaan Indonesia. Hasil rancangannya kemudian dipresentasikan di International Conference on Disaster Management 2018 di Padang dan mendapat sambutan dari beberapa lembaga penanganan bencana untuk diadopsi dalam pelatihan internal tenaga kebencanaan mereka. Sebagai bentuk apresiasi, makalah kami kemudian terpilih untuk diterbitkan dalam International Journal on Advanced Science, Engineering, and Information Technology setelah dipresentasikan dalam konferensi tersebut. Selang setahun kemudian, SignifierGames mendapatkan hibah dari Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis (DIIB) UI untuk dikembangkan sebagai Center of Expertise dalam penelitian SSG. SignifierGames kemudian menjadi rujukan kolaborasi penelitian SSG di UI dan dapat memperluas jangkauan kerjasama ke Singapura dan Jerman.

Terlepas dari capaian tersebut, masih banyak sekali hal yang harus saya perbuat untuk memajukan industri di Indonesia. Ada beberapa isu utama di industri yang belum terselesaikan, seperti biaya logistik yang mahal, produktivitas pelabuhan yang rendah, inefisiensi pemanfaatan sumber daya alam, dan birokrasi lintas sektoral yang rumit. Untuk mengatasinya, dibutuhkan kemampuan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait untuk dapat merumuskan kebijakan industri yang tepat. Namun, merumuskan kebijakan di negara sebesar Indonesia, yang memiliki banyak sekali keberagaman, kepentingan, dan keunikan wilayahnya, menjadikannya sebagai sesuatu yang kompleks. Meningkatnya kompleksitas dalam perumusan kebijakan industri ini secara logis berimplikasi pada meningkatnya risiko terciptanya kebijakan parsial yang hanya menguntungkan beberapa kawasan sektoral dan merugikan kawasan lainnya. Beberapa akibatnya yang sering terlihat antara lain adalah habisnya sumber daya alam Indonesia untuk generasi berikutnya dan ketimpangan kesejahteraan ekonomi di Indonesia.

Keadaan tersebut menjadikan saya berpikir untuk membawa potensi SSG ke tingkat yang lebih tinggi. Jika sebelumnya saya mengembangkan SSG untuk pengambilan keputusan di tingkat perusahaan, industri, dan logistik kebencanaan, kali ini saya ingin mengembangkan pemanfaatan SSG untuk perumusan kebijakan industri yang adil dan berkelanjutan. Terlebih saat ini, pemerintah sedang memprioritaskan pembangunan infrastruktur pelabuhan sebagai wujud realisasi Nawacita untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. SSG yang ingin saya buat nantinya dapat digunakan sebagai media pembelajaran interaktif untuk pemerintah dan pemangku kepentingan terkait agar mendapat pemahaman utuh terkait sistem maritim yang kompleks, serta kesadaran perilaku yang diperlukan untuk merumuskan kebijakan industri adil dan berkelanjutan. Melalui penelitian tersebut, saya memiliki impian kelak melihat Indonesia dapat benar – benar menjadi poros maritim di dunia yang mampu mengelola segala sumber daya alamnya secara berkelanjutan dan kesejahteraan ekonomi yang ada dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia karena kualitas kebijakan industri maritim yang dihasilkan lebih baik.

Untuk mewujudkannya, saya memilih melanjutkan studi di Delft University of Technology, Faculty of Technology, Policy, and Management, sebagai salah satu universitas teknologi terbaik di dunia dalam mengembangkan SSG untuk perumusan kebijakan industri maritim dan pelabuhan. Delft University of Technology memiliki sumber daya dan pengalaman yang saya butuhkan untuk merancang SSG dalam konteks pengembangan industri maritim Indonesia. Saya sudah mendapatkan persetujuan dari promotor bahwa kelak SSG yang akan saya buat ini akan saya bawa pulang kembali untuk digunakan oleh pemerintah dan pemangku kepentingan di Indonesia.

Setelah saya pulang dari Delft University of Technology, saya ingin terus berkontribusi untuk Indonesia dengan menghasilkan karya nyata di bidang SSG untuk mendukung pembangunan industri Indonesia yang adil dan berkelanjutan. Alasan saya karena masih sangat sedikit peneliti di bidang Teknik Industri yang fokus dalam mengembangkan SSG. Selain itu, saya ingin terus produktif menemukan metode mengajar kreatif berbasis simulasi, aktif berbagi melalui karya tulis, makalah, buku ajar, dan menginspirasi penggunaan SSG di kalangan sesama akademisi atau praktisi industri agar keilmuan ini semakin terasa manfaatnya untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Semoga tulisan ini bermanfaat, khususnya untuk sahabat yang saat ini sedang berjuang untuk mendapatkan beasiswa LPDP ya. Apakah ada pertanyaan? Silakan tinggalkan melalui kotak komentar di bawah 🙂

Salam,
Arry Rahmawan

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)eng.ui.ac.id. Anda juga dapat terkoneksi langsung dengan Arry Rahmawan melalui beberapa jalur media sosial berikut ini:

Free Online Course di YouTube : Channel Arry Rahmawan
Free Kultwit di : Twitter @ArryRahmawan
Free Inspirational Quotes : Instagram @ArryRahmawan
Free Inspirational Notes : Grup Facebook

 

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen Kewirausahaan dan Manajemen Teknologi (Technology Entrepreneurship & Management) di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Selain menjadi dosen, Arry juga merupakan trainer Business Model Canvas dan Business Model Innovation di Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis, Universitas Indonesia. Arry juga aktif membagikan ilmu dan inspirasi di berbagai kampus, perusahaan, dan juga beberapa kementerian di Indonesia tentang inovasi dan kewirausahaan teknologi.

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)eng.ui.ac.id

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!