Uncategorized

3 Prasyarat untuk Menjadi Trainer Profesional

Written by Arry Rahmawan

Menjadi Trainer Profesional? Siapkah kita?

Malam ini saya dikagetkan dengan salah satu SMS yang masuk ke handphone saya. SMS itu berasal dari alumni PPSDMS Nurul Fikri angkatan VII. Mereka mengundang saya untuk sharing tentang menjadi seorang public speaker yang baik. Saya membuka kembali catatan saya, dan menemukan bahwa untuk menjadi trainer atau pembicara publik  setidaknya kita perlu menguasai 3 prasyarat.

Profesi saya sebagai trainer atau pembicara publik memang asik, sekaligus juga menantang. Gimana gak menyenangkan? Tugasnya adalah memperbaiki orang lain melalui materi atau kata – kata yang disampaikan. Ini adalah pekerjaan mulia, yang insyaAllah akan selalu bermanfaat ilmunya sekalipun sudah tiada. Begitu pula dengan kompensasi materi yang didapatkan. Menjadi seorang trainer atau pembicara publik itu kedatangannya saja disambut. Disediakan penginapan di hotel berbintang, transportasi pesawat dan antar jemput bandara, semua keperluan serta konsumsi sudah bukan lagi pikiran. Dan….. fee nya pun besar, udah gitu kerjanya ya jalan – jalan.

Tapi tentu untuk menjadi seorang trainer profesional membutuhkan proses yang panjang juga. Saya banyak belajar, seiring dengan perjalanan waktu selama 8 tahun menjadi trainer dan guru saya pun silih berganti. Hari ini saya ingin sharing ilmu yang saya dapatkan dari mas Andra Donatta dan Maradhika Malawa, mentor yang melatih saya dan mengungkap bagaimana cara menjadi seorang trainer profesional sewaktu membangun Young Trainer Academy. Pertanyaannya sederhana, “bagaimana sih caranya agar kita bisa menjadi seorang trainer atau pembicara publik yang berdampak?”. jawabnya, “penuhi 3 prasyarat ini terlebih dahulu sebelum kamu menjadi seorang trainer.”

3 Prasyarat Menjadi seorang Trainer yang Profesional

Saya melihat saat ini banyak sekali anak – anak muda, bahkan sejak SMA yang berminat untuk menjadi inspirator, motivator, atau trainer pengembangan diri. Namun, di tengah banyaknya yang ingin menjadi trainer, sangat sedikit menurut saya yang menjalankan 3 prasyarat ini.

Prasyarat # 1 : Menjadi Trainer yang Profesional Harus Mengamalkan Prinsip

Apa sih prinsip utama yang harus dipahami untuk menjadi seorang trainer yang profesional? Prinsip pertama, setiap trainer adalah role model. Maksudnya adalah setiap trainer harus siap melaksanakan apa yang ia katakan dan mengatakan hanya apa yang ia laksanakan. Contoh, seorang trainer mengatakan kepada peserta untuk rajin shalat dhuha, sementara trainernya sendiri tidak shalat dhuha maka trainer tersebut tidak bisa menjadi seorang role model.

Prinsip kedua, materi akan mengikuti kapasitas. Banyak orang yang sengaja terjun dalam dunia trainer hanya untuk mendapatkan uang dengan cepat (karena memang uangnya banyak dalam industri ini). Namun, mereka yang hanya mencari uang saja akan dengan mudah tergantikan dengan yang lain. Dalam industri pelatihan, uanglah yang akan mengikuti kapasitas orang yang bersangkutan, bukan justru kapasitas yang mengikuti besarnya uang.

Prinsip ketiga, bintang utama dalam sebuah pelatihan itu adalah audience, bukan trainer nya. Maka hati – hati jika menjadi seorang trainer yang arogan, karena sebenarnya bintang utamanya bukan dia. Seorang trainer, tanpa audience bukanlah apa – apa. Sebaliknya, seorang audience tanpa trainer masih punya banya guru untuk belajar.

Mengamalkan prinsip dasar ini adalah hal yang fundamental dan paling basic sebelum kita menjadi seorang trainer. Selanjutnya, apakah prasyarat yang kedua?

Prasyarat # 2 : Menjadi Trainer yang Profesional Harus Menguasai Konsep Pelatihan yang Baik

Setelah berkomitmen untuk menjalankan prinsip, selanjutnya yang perlu dipahami seorang trainer adalah bagaimana mengonsep sebuah pelatihan yang menarik dan berdampak bagi audience. Untuk membuat konsep pelatihan yang baik, maka setidaknya kita perlu tahu hal – hal berikut ini : apakah tujuan pelatihan yang ingin dicapai, siapa audience nya, dan bagaimana flow atau sistematika penyampaiannya.

Maka, seorang trainer juga dituntut untuk menjadi seorang desainer materi pelatihan yang baik, bukan hanya sekedar copy-paste saja dari pelatihan punya orang lain. Sudah siap untuk mengonsep dan membuat pelatihan yang baik?

Prasyarat # 3 : Menjadi Trainer yang Profesional harus Menguasai Teknis Penyampaian Materi yang Baik

Setelah kita menguasai dua prasyarat sebelumnya, maka prasyarat terakhir adalah aspek teknis dalam penyampaian materi seorang trainer profesional. Mulai dari bagaimana caranya menata penampilan (grooming), apakah pakai batik, pakai jas, pakai celana jeans, pakai aksesoris, make-up, dan semua itu ada ilmunya. Aspek teknis lainnya misalkan bagaimana menjaga kontak mata, mengatur suara, intonasi, menjaga postur memegang mic, ice breaking, adalah ilmu – ilmu dasar yang perlu untuk dikuasai.

Selanjutnya tidak kalah penting adalah kemampuan untuk berekspresi, kemampuan ngelawak (ini penting lo), kemampuan membuat slide yang menarik mata audience, adalah beberapa hal teknis yang perlu trainer profesional kuasai.

Jadi, sob. Ternyata kalo kita ingin menjadi seorang trainer profesional itu ada proses yang harus dilalui. Tidak langsung kita bisa menjadi trainer begitu aja. Ketiga prasyarat di atas itu bentuknya hirarki ya. Jadi seperti ini,

PRINSIP >> KONSEP >> TEKNIS

Jangan sampai kita berangkat menjadi trainer hanya karena teknis kita membawakan pelatihan bagus, namun tidak paham KONSEP dan PRINSIP. Nah, ini namanya jadi kebalik bakul. Jadi memahaminya itu dari PRINSIP nya dulu, baru pelajari KONSEP, dan kuasai TEKNIS. Begitu deh.

Begitu saya menguasai ketiga hal ini, saya jadi jauh lebih memahami dan happy dalam memberikan berbagai macam pelatihan di seluruh Indonesia.

Apabila Anda ingin belajar bagaimana menguasai ketiga hal ini, baik secara PRINSIP, KONSEP, maupun TEKNIS, maka Anda bisa mendaftarkan diri untuk mengikuti Young Trainer Academy angkatan 5 di Bogor pada 17 – 18 Januari mendatang dengan menghubungi +6285655478810 (Hadi).

Bagaimana menurut Anda? Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah seorang pembelajar dan juga praktisi pendidikan. Arry merupakan dosen tetap di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Saat ini Arry sedang menjalankan tugas belajar dengan melanjutkan studi doktoral di Faculty of Technology, Policy, and Management, Technishce Universiteit Delft, Belanda. Bidang yang ditekuninya saat ini adalah metode pemodelan dan simulasi sistem untuk pengambilan keputusan di bidang transportasi, khususnya transportasi laut.

Di sela-sela kesibukannya, Arry senang berbagi pemikiran seputar pendidikan dan pengembangan diri melalui blognya di arryrahmwan.net, Youtube Channel, dan juga sebagai trainer di CerdasMulia Institute.

Arry berpengalaman sebagai narasumber di berbagai macam instansi pemerintah, kementerian, BUMN, dan institusi pendidikan. Apabila berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)gmail.com.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!