Uncategorized

3 Prinsip Pemecahan Masalah

Orang bijak berkata bahwa masalah ada untuk membuat diri kita naik kelas. Seperti layaknya sebuah ujian semester di sekolah, sebelum naik kelas kita harus melalui ujian akhir terlebih dahulu. Begitulah konsep masalah atau ujian yang ada di dalam kehidupan kita sehari-hari. Saya pun sangat suka dengan pernyataan dari Pak Mario Teguh yang mengatakan, Tuhan itu menciptakan masalah untuk memuliakan manusia. Ada juga yang mengatakan bahwa Tuhan menurunkan masalah agar manusia kembali menyapa TuhanNya.

Tetapi bagaimanapun yang namanya masalah dan ujian itu tidak enak, apapun bentuknya. Sudah menjadi pilihan manusia selalu ingin mendapatkan hasil maksimal dengan cara paling mudah dan menyenngkan. Seandainya bisa memilih, pastilah tidak ingin memilih cara yang menantang, penuh ujian dan masalah. Sayangnya, dalam kehidupan pasti ada masalah yang harus dihadapi dan kita harus siap, mau tidak mau. Sudah berapa kali kita menyaksikan berita banyak orang yang mengakhiri hidup hanya karena masalah yang dideritanya atau bahkan menjadi gila dan membunuh orang lain. Berikut ini adalah 3 prinsip pemecahan masalah yang semoga bermanfaat untuk memecahkan masalah-masalah kita.

Prinsip 1: Pahami Bahwa Masalah yang Ada tidak Lebih Besar dari Diri Kita

Ini adalah sebuah pemahaman mendasar dalam memecahkan masalah yang bahkan tercantum dalam kitab suci. Sesungguhnya Tuhan tidak pernah menurunkan masalah kecuali masalah itu sesuai dengan kemampuan manusia dalam memecahkannya. Sampai dalam tahap ini, mindset berperan penting dalam memecahkan masalah. Mereka yang memiliki pola pikir positif pasti akan  yakin bahwa masalah itu bisa dipecahkan. Namun bagi orang dengan mindset yang negatif, masalah kecil sekalipun tidak akan bisa dipecahkan. Jadi, memahami bahwa masalah yang ada itu tidak lebih besar daripada diri kita adalah hal yang sangat penting.

Prinsip 2: Hanya ada 2 Reaksi

Masalah yang datang bertubi-tubi atau sedikit-sedikit merupakan sebuah fenomena situasional yang penyelesaiannya akan sangat tergantung dari pengendalian diri kita. Ketika situasi itu datang, hanya ada 2 pilihan untuk menghadapinya: secara positif ataupun negatif. Orang yang menanggapi secara negatif biasanya akan terus bertanya, “mengapa ini terjadi pada saya?” atau “mengapa Tuhan sangat tidak adil kepada saya?” dan lain sebagainya. Apakah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu akan memecahkan masalah yang ada? Ya, benar! Tidak mungkin. Lebih baik menyalakan lilin sesegera mungkin daripada mengutuk kegelapan yang ada bukan? Jadi segeralah bertindak daripada hanya berbicara yang tidak perlu. Reaksi itu pure tergantung dari diri Anda.

Prinsip 3: Ingat bahwa Tuhan Maha Besar

Saya melihat orang-orang yang tidak percaya pada agama atau pun Tuhan memiliki kelemahan tersendiri yaitu kehampaan spiritual. Saya bisa berbicara seperti ini karena saya memiliki beberapa teman dari negara ASEAN dan Asia Timur yang tidak memiliki agama. Mereka hidup terjebak dalam rutinitas, seperti robot. Tidak tahu ke mana arah dan tujuan hidup. Yang mereka lakukan hanya hidup sekedar rutinitas dan mencari uang.

Cara paling cepat menyelesaikan masalah untuk orang-orang seperti itu adalah dengan bunuh diri, jika kemudian tidak menjadi stress. Kenapa? Karena secara psikologis ketika mereka menganggap sebuah permasalahan sangat berat, mereka tidak memiliki tempat bersandar dan tidak percaya bahwa ada pihak yang bisa menyelesaikan masalahnya. Bergantung pada manusia yang sama lemahnya pun menjadi tidak berguna.

Di sinilah titik di mana mungkin Allah ingin kita kembali dekat kepadaNya setelah lama kita beraktivitas dan melupakanNya. Memberikan ujian berat agar kita meminta kepadaNya untuk diberikan jalan mana yang sebaiknya ditempuh untuk memecahkan masalah itu. Sebesar-besarnya masalah, tentu Tuhan lah yang Maha Besar. Saya sudah mengalami beberapa titik pasrah (di mana saya benar-benar merasa lemah dan bersandar pada Allah swt) dalam hidup saya berbuah manis terhadap akhir dari penyelesaian masalah.

Ada sebuah video menarik yang saya temukan di Youtube di mana secara tidak langsung menjunjukkan betapa kebesaran Tuhan itu amat sangat luar biasa. Berikut videonya,

 Saya harap Anda menonton video di atas dan kemudian memberikan komentar melalui kotak komentar di bawah. Bagaimana menurut Anda tentang diri dan masalah yang kita hadapi? Bukankah itu sungguh-sungguh sangat kecil di mata Tuhan? Jika kita yakin akan hal ini, maka tidak akan ada masalah yang tidak bisa dipecahkan.

Bagaimana menurut Anda?

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia yang saat ini sedang melakukan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda. Arry memiliki semangat dan passion dalam menulis, khususnya melalui media blog. Tulisan - tulisan di blognya ssat ini mayoritas membahas tentang kehidupan seputar akademik di perguruan tinggi, pengembangan diri, serta entrepreneurship.

Pada tahun 2013, buku Studentpreneur Guidebook yang ditulisnya menjadi national best seller dan rujukan pengajaran kewirausaahaan untuk pelajar serta mahasiswa di Indonesia. Sejak tahun 2013, Arry juga aktif membantu Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia untuk menyeleksi dan membina para entrepreneur terbaik dari sivitas akademik UI. Dalam 10 tahun terakhir, Arry juga dipercaya untuk memberikan pelatihan, pendampingan, dan jasa konsultasi bagi kementerian, BUMN, korporasi, serta yayasan yang ingin menumbuhkan kewirausahaan dalam organisasi (corporate entrepreneurship / intrapreneurship) atau melakukan inovasi bisnis untuk bisa terus bertumbuh di era disruptif seperti saat ini.

Untuk terus mengembangkan minat keilmuannya di bidang kewirausahaan, Arry belajar dari para pakar kewirausahaan Eropa melalui Delft Centre for Entrepreneurship di Technische Universiteit Delft, Belanda sejak tahun 2019.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!