High Performance Me

4 Nasihat Istimewa Percepatan Rezeki

Written by Arry Rahmawan

Banyak sekali pertanyaan dari sahabat tentang bagaimana saya memandang rezeki. Memang perlu diakui, yang namanya rezeki, walaupun cuma satu kata tetapi bisa diartikan dan dianggap berbeda-beda. Sebenarnya kalau ingin membaca tentang rezeki, sekarang sudah banyak sekali buku-buku yang menarik dan bagus. Beberapa tokoh yang biasa berbicara mengenai rezeki di antaranya ada Ippho Santosa, Reza M. Syarif, atau ustadz Yusuf Mansur.

Saya hanya ingin berbagi tentang sebuah materi mengenai rezeki dan semoga ini dapat bermanfaat ya.

Tulisan ini sebenarnya muncul dari empat macam keheranan saya terhadap manusia, termasuk diri saya tentunya.

Pertama, kita semua sebagai manusia begitu seringnya menyesali rezeki di masa lalu serta mencemaskan rezeki di masa depan hingga akhirnya lupa untuk mengoptimalkan  dan mensyukuri rezeki kita pada hari ini.

Kedua, kita semua seringkali menganggap bahwa diri kita seolah-olah tidak akan mati. Makanya jangan bingung kenapa orang kok rela menukar harga diri, keimanan, bahkan nilai moral mereka dengan harta kekayaan dan kekuasaan.

Ketiga, kita semua seringkali bekerja keras dan melupakan perhatian kepada diri kita sendiri, khususnya kesehatan. Akhirnya semua rezeki yang kita dapatkan kita gunakan kembali untuk membayar segala macam pengobatan dan terapi. Demi mengejar rezeki, hidup menjadi tidak seimbang.

Keempat, sewaktu kita masih menjadi anak-anak dulu, kita seringsekali ingin menjadi cepat dewasa agar bisa melakukan banyak hal. Setelah dewasa, justru kita ingin kembali menjadi seperti anak-anak agar hidup lebih plong dan tidak ada beban. Tidak bersyukur.

Terus, seharusnya diri ini bagaimana dong?

Pertama, kita harus sadar bahwa mengejar rejeki adalah sebuah kesalahan. Yang seharusnya kalian lakukan ialah menata diri agar kalian layak dikucuri rejeki. Jadi jangan mengejar rejeki, tetapi biarlah rejeki yang mengejar kalian. Buatlah diri kita layak untuk dikejar rezeki. Tingkatkan kompetensi, skill, dan pengalaman.

Kedua, kita harus ingat bahwa “siapa” yang kita miliki itu lbh berharga dari pada “apa” yang kita punyai. Perbanyaklah teman, kurangi musuh. Perluaslah jaringan, karena justru yang membuat rezeki lancar adalah ketika kita mampu memelihara hubungan baik dengan jaringan kita. Perkuat silaturahmi. Apa yang kita punyai sekarang adalah titipan dan hanya merupakan dampak.

Ketiga, seringkali kita menjadi bodoh dengan merasa cemburu dan membandingkan dengan yang dimiliki orang lain. Bersyukurlah dengan apa yang sudah kalian terima. Khususnya, kenalilah talenta dan potensi yg kita miliki lalu kembangkanlah itu sebaik-baiknya, maka kita akan menjadi manusia Unggul. Otomatis Rejeki yg akan mengejar kita. Intinya kita tu unik, sudah ada alokasi rezekinya masing-masing. Persoalan ingin dapat berapa, tergantung bagaimana usaha dan doa kita. Bersyukur juga akan membuat rezeki semakin berlimpah. Coba deh. 🙂

Keempat, perlu kita ingat orang yg disebut Kaya bukanlah dia yang berhasil mengumpulkan rezeki yang paling banyak, tetapi adalah dia yang hanya memanfaatkan rezeki sesuai apa yang dia butuhkan, sehingga masih sanggup memberi dan menebar manfaat bagi sesamanya. Jika emas itu diukur kemuliaannya dengan karat, bagaimana dengan manusia? Benar, berdasarkan manfaatnya. Semakin besar rezekinya, semakin besar manfaatnya. 🙂

Mungkin ini yang bisa dituliskan untuk mengawali senin pagi yang cerah dan ceria ini. Terlebih hari Senin merupakan hari pembuka rezeki. Apakah kita masih sering berkata, “yah, Senin lagi Sening lagi”, atau “Yes! I love Monday!” ? Tapi yang pasti, selamat mencari rezeki yang baik, berkah, dan bermanfaat!

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow @ArryRahmawan

 

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen Kewirausahaan dan Manajemen Teknologi (Technology Entrepreneurship & Management) di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Selain menjadi dosen, Arry juga merupakan trainer Business Model Canvas dan Business Model Innovation di Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis, Universitas Indonesia. Arry juga aktif membagikan ilmu dan inspirasi di berbagai kampus, perusahaan, dan juga beberapa kementerian di Indonesia tentang inovasi dan kewirausahaan teknologi.

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)eng.ui.ac.id

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!