Uncategorized

4 Strategi Mengatur Keuangan untuk Mahasiswa

Written by Arry Rahmawan

Doni, seorang mahasiswa di kampus Depok tertegun memandang isi dompetnya yang semakin lama semakin tipis. Dia juga bingung karena rekening tabungan yang dia miliki sedang kelaparan untuk diisi. Padahal, awal bulan ini dia dikirimi 2 juta dari ortu yang jauh di sana hanya untuk biaya hidupnya sendiri. Ini baru pertengahan bulan. Kok rasanya uang meluap cepat sekali? Padahal sepertinya 3 hari yang lalu, masih banyak cadangan devisa baik di dompet maupun di rekening bank. Harus gimana dong?

Pernah mengalami hal seperti di atas? Saya pun pernah. Anehnya, saya melihat ada banyak teman-teman yang lain dengan kiriman uang atau budget yang lebih terbatas (misalnya 1 juta/bulan) malah mampu menghidupi dirinya tanpa kekurangan dan masih memiliki sisa untuk ditabung atau diinvestasikan! Saya belajar ternyata bukan masalah berapa banyak uang yang kita punya, tetapi bagaimana kita mengaturnya agar optimal. Sementara, mengatur uang itu ada strategi nya sendiri loh! Berikut ini adalah 4 strategi mengatur keuangan untuk mahasiswa yang akan saya bocorkan berdasarkan pengalaman dan juga belajar pada sahabat-sahabat saya yang jago dalam mengatur keuangannya.

Plan Your Budget. Sudahkah kita merencanakan alokasi keuangan per bulan dalam hidup kita? Terserah darimana uang yang kamu terima, baik orang tua atau mandiri, perencanaan adalah hal yang sangat penting. Setiap awal bulan, cobalah untuk menuliskan rencana  dan tujuan penggunaan uangmu. Misalnya kamu punya uang 1 juta rupiah di awal bulan, tulis alokasi serta kegiatan prioritas yang harus dipenuhi. Misal, untuk makan 20%, untuk keperluan kuliah 30%, untuk investasi bisnis atau tabungan 20%, 20% lagi untuk sedekah dan sisanya untuk keperluan darurat. Kamu bisa mengalokasikan sendiri sesuai dengan kebutuhanmu. Ini adalah tips yang menurut saya sangat penting dalam mengelola keuangan secara mendasar. Sederhana namun ampuh. Sederhana tetapi sedikit sekali orang yang melakukannya. Dengan memiliki rencana seperti ini, dapat menjadi panduan untuk mengeluarkan uangmu. Jangan lupa ditulis. Stick with your plan!

Membuat Pencatatan Keuangan. Membuat catatan keuangan tidaklah sesulit seperti yang dibayangkan. Cukup ambil selembar kertas, bagi menjadi dua kolom dan di masing-masing kolom tuliskan ‘arus masuk’ dan ‘arus keluar’. Arus masuk adalah setiap uang yang kita terima dan menjadi hak sepenuhnya dari diri kita. Arus keluar adalah setiap yang yang kita keluarkan. Catat itu per harinya dan kumpulkan selama sebulan. Satu hal manfaat besar yang saya rasakan dari membuat catatan ini adalah saya tahu darimana uang saya datang dan ke mana uang saya pergi. Saya mudah mengevaluasi keuangan saya. Saya juga mengumpulkan struk-struk belanja (yang kebanyakan dibuang mahasiswa) untuk dicatat sebagai arus keluar. Mulailah transparan terhadap diri sendiri, apalagi terhadap keuangan. Hehe…

Bedakan Kebutuhan dan Keinginan. Mungkin kita sudah memiliki rencana matang terhadap keuangan dan bisa jadi tiba-tiba ada ‘tambahan’ dana yang tidak terduga (mungkin kamu seorang mahasiswa dan pengusaha juga yang bisnisnya lagi naik? Hehe..). Kebanyakan orang saat memiliki banyak uang, level konsumtifnya naik secara otomatis apalagi di Indonesia. Rencana pun tinggal rencana, nafsu belanja tidak bisa dibendung. Apalagi ada gadget-gadget atau fashion keluaran baru yang aduhai. Nah, jika sudah sampai seperti ini langsung kamu list mana yang merupakan ‘kebutuhan’ dan ‘keinginan’. Jika kamu bisa menabung uangmu untuk keperluan kuliah atau memutar kembali untuk kebesaran bisnismu, itu lebih bagus. Jika harus belanja, tentu prioritaskan kebutuhan dulu. Tanyakan kepada diri sendiri, apakah saya memang butuh barang itu? Atau cuma ‘laper-laper mata’?

Pisahkan Rekening Pribadi dan Rekening Lain. Sebagai mahasiswa, punya rekening di bank itu rasanya benar-benar fardhu ‘ain deh. Wajib bagi setiap orang per individu. Selain uang kita aman, mudah untuk transaksi keuangan, yang paling penting kita bisa sedikit menahan keinginan menghabiskan uang secara membabi buta, hehe.. Tips ini penting bagi kamu yang punya aktivitas lain selain kuliah, seperti misalnya jadi bendahara organisasi atau juga merintis bisnis. Tolong, jangan dicampur rekeningnya. Saya pernah punya pengalaman mencampur rekening pribadi dan bisnis jadi satu. Hasilnya? Saya bingung menentukan mana uang saya sendiri yang boleh saya konsumsi dan mana uang hasil usaha yang harus saya putar balik. Begitu pun jika kamu dipercaya jadi bendahara organisasi. Agar aman, simpan di bank. Agar lebih aman lagi, simpan di rekening berbeda atau buka rekening baru khusus untuk keperluan itu. Jika tidak memungkinkan, ya minimal beda dompet dan beda buku pencatatan. Hehe..

Rasanya tidak perlu banyak-banyak ya strategi nya, nanti malah bingung. Hehe.. Buat saya, yang penting adalah penerapannya. Saya sudah merasakan manfaat menerapkan 4 hal di atas yang alhamdulillah mampu menghemat pengeluaran hingga jutaan rupiah setiap bulan yang tidak pernah saya duga sebelumnya. Dari penghematan itu saya bisa mewujudkan daftar keinginan yang belum saya wujudkan, seperti sedekah lebih banyak, ikut seminar atau pelatihan, membeli buku lebih banyak (saya suka sekali membaca), atau keliling-keliling Indonesia. Mau?

Bagaimana menurut kamu? Apakah kamu memiliki tips lain tentang bagaimana cara mengatur keuangan? Yuk di share melalui kotak komentar di bawah.

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen pengantar kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia. Selain itu, Arry juga merupakan staf ahli di Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia sejak 2015 - 2019. Per akhir tahun 2019, Arry melanjutkan studi doktoral di Delft University of Technology (TU Delft), Belanda. Disela-sela kesibukannya sebagai peneliti, Arry juga memanfaatkan waktunya untuk menimba ilmu kewirausahaan dari Delft Centre for Entrepeneurship, inkubator kewirausahaan TU Delft.

Arry berpengalaman sebagai narasumber di berbagai macam instansi pemerintah, kementerian, BUMN, dan institusi pendidikan. Apabila berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)gmail.com.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

3 Comments

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!